Apakah Perbedaan Pinjaman Syariah Dengan Konvensional

·
2 menit
5 Cara Mengatur Penghasilan Agar Terhindar Dari Gaji ’15 Koma’ - investasi untuk freelancer

Sebenarnya, sistem pinjaman syariah maupun konvensional sama dimana pihak bank memberikan sejumlah dana kepada nasabah untuk digunakan sebagai keperluan mendesak yang sifatnya harus segera diselesaikan. Namun tetap terdapat perbedaan pinjaman syariah dengan konvensional. Setidaknya dari segi penerimaan uang maupun juga sistem transfer dalam pengembalian dana tetap sama. Selain itu, syarat yang diberikan pun sama mulai dari identitas lengkap dan juga surat-surat tambahan. Bahkan pemberian kartu kreditnya pun tetap sama dimana keduanya baik syariah maupun konvensional memiliki iuran tahunan. Meski tidak terlihat jelas, namun keduanya berbeda dan faktior pertama terlihat dari segi akad dan juga tingkat legalitasnya. Inilah kunci utama mengapa konvensional jauh berbeda dengan syariah.

Ketika akan melakukan sebuah pengajuan pinjaman, maka ada suatu sistem perjanjian yang melibatkan lembaga keuangan dengan Anda sebagai nasabah. Namun perjanjian tersebut diberi nama dengan akad dan melalui tanda tangan tertentu. Akad yang dilakukan oleh kedua belah pohak ini haruslah halal seperti bagi hasil sewa menyewa, jual beli dan tidak ada sistem riba di dalamnya. Riba adalah bunga. Dalam sistem konvensional. Setiap pinjaman baik yang menggunakan agunan maupun tidak akan dibebankan bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya dengan nominal dana pinjaman. Bunga seringkali memberatkan para peminjam dana karena harus membayar lebih dari jumlah yang sebenarnya. Namun dalam sistem syariah tidak ada bunga sama sekali. Peminjam tak akan dibebankan sejumlah perhitungan bunga yang harus dibayarkan bersama nominal hutang.

Bunga dalam sistem syariah dianggap haram karena menyulitkan sekaligus membebani para peminjam sehingga dalam hukum islam, bunga dalam pinjaman disebut haram. Sebagai pengganti bunga, diadakan sistem bagi hasil keuntungan yang diperoleh dari pihak peminjam kepada pihak bank sebagai penyedia dengan kesepakatan di awal mengenai jumlah dana yang akan dibagi kedua belah pihak. Disini semua keputusan murni dibuat oleh dua pihak yang terikat tanpa adanya paksaan sedikitpun. Selanjutnya perbedaan juga terdapat dalam struktur organisasi dari pihak bank dimana pihak bank syaroah diawasi oleh DPS atau Dewan Pengawas Syariah dalam setiap strukturnya sehingga tak ada penyelewengan dana apapun. Semua produk yang dikeluarkan termasuk juga dengan sistem operasionalnya diawasi penuh oleh DPS agar sesuai dengan prinsip syariah.

DPS ditempatkan setara dengan dewan komisaris dan ditetapkan oleh RUPS atau rapat umum pemegang saham dan diperbaharui setiap tahunnya. DPS seperti ini tak bisa ditemukan di sistem bank konvensional karena menggunakan jasa otoritas keuangan untuk mengawasi tanpa adanya prinsip syariah. Jenis usaha yang akan dibiayai oleh pihak bank konvensional dan syariah sebagai pihak pemberi pinjaman pun berbeda. Jika pihak bank konvensional akan memberikan pinjaman untuk kepentingan apapun selama persyaratan dari nasabah lengkap, maka hal ini berbeda dengan bank syariah yang memberikan aturan bahwa pinjaman hanya boleh digunakan untuk usaha yang halal saja dan tidak melanggar norma agama serta hukum. Jadi bila misalnya Anda ingin membuka usaha yang sejak awal identik dengan hal buruk seperti rumah asusila, perjudian offline dan sebagainya, maka pihak bank tak akan meluluskan pengajuan Anda.

Perbedaan lainnya adalah lingkungan kerja di sekitar bank dimana bila Anda mengunjungi tempat lokasi bank syariah, maka Anda akan merasakan nuansa yang berbeda dari sebelumnya. Nuansa islami akan sangat terasa mulai dari cara pegawai berpakaian, bertingkah laku, beretika bahkan pada nasabah sekalipun. Semua pelayanan yang akan diperoleh berpegang teguh pada prinsip rohani sehingga nasabah merasa sangat dihargai dan diapresiasi untuk melakukan pengajuan kredit. Dalam sistem syariah yang dilakukan, kedua belah pihak memang mengutamakan keuntungan namun hal itu berlaku untuk kebahagiaan sekaligus kemakmuran dunia dan akhirat sehingga tercipta sebuah rasa kekeluargaan yang begitu erat meskipun tetap memiliki tanggung jawab masing-masing. Sementara pihak bank konvensional hanya membuat atau membentuk sebuah kerja sama dengan sistem debitur dan kreditur.

Dengan mengetahui perbedaan pinjaman syariah dengan konvensional, maka Anda bisa menambah referensi untuk memilih mengajukan pinjaman secara konvensional atau syariah.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

6 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Terima kasih atas info tentang Apakah Perbedaan Pinjaman Syariah Dengan Konvensional

Mau tanya kalau jadi investor bisa syariah juga?

untuk saat ini kita belum melayani investasi syariah

Kalu’namanya bagi hasil ya sama saja’orang bagi hasilnya di tetapkan 10 persen pertahun’kalu misalnya rugi bagi hasilnya rugi juga tidak?

Kpn ngeluarin koinworks syariah.jgn sampe ketinggalan ama yg lain.koinworks simple ga ribet kyk yg lain.gue suka ide loe pada..

Kalo kita pinjem uang dari bank syariah, apa bisa buat beli barang ?

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih