Home Bisnis Ingin Coba Bisnis Masker Kain di Tengah Pandemi? Cek...

Ingin Coba Bisnis Masker Kain di Tengah Pandemi? Cek Dulu Hal-Hal Berikut

Ingin Coba Bisnis Masker Kain di Tengah Pandemi? Cek Dulu Hal-Hal Berikut – Masker sudah menjadi keperluan bahkan hal wajib yang dimiliki semua orang selama pandemi ini.

Tak heran kalau fenomena ini, membuat masker khususnya masker medis menjadi barang yang sangat langka. Walaupun ada, harganya bisa menjadi sangat mahal dan penjualannya juga dibatasi.

Nah, dibalik kondisi ini, nyatanya ada kabar baik dari para ahli yang menyarankan untuk menggunakan masker kain.

Walaupun keefektifannya tidak bisa dibandingkan dengan masker medis biasa, tapi masker kain bisa dijadikan sebagai alternatif dari kelangkaan masker medis, ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali saat harus keluar rumah.

Kabar ini juga tentu saja menjadi peluang usaha yang dimanfaatkan oleh para pebisnis. Banyak dari mereka yang mengalami kekurangan penghasilan, sehingga mencari cara lain bagaimana mempertahankan bisnisnya, dan bertemulah dengan bisnis masker kain.

Lalu, apakah kamu salah satu yang ingin melakukan bisnis masker kain ini? Sebelum memulai, kamu harus mengetahui hal-hal berikut ini dulu, ya!


Ketahui Hal-Hal Berikut
Sebelum Melakukan Bisnis Masker Kain

1
Seberapa Besar Peluang Bisnis Masker Kain?

menghadapi - bulan - ramadhan -bisnis-masker-kain-3

Seperti yang sudah kamu ketahui, bahwa masker medis sudah menjadi barang yang langka di tengah pandemi COVID-19 ini.

Masker medis yang mayoritas berwarna hijau, masker N95 dan sejenisnya sudah sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun ada harganya juga terbilang mahal.

Bahkan saat ini masker medis dihargai sekitar Rp10,000 untuk satu lembar, padahal dengan harga segitu, sebelumnya kita bisa mendapatkan 3-5 masker.

Memang, dalam hukum ekonomi hal ini terbilang wajar. Saat permintaan akan suatu barang naik, persediaan barang akan semakin menurun. Menurunnya barang tersebut, akan mengakibatkan kelangkaan sehingga harga akan naik.

Dengan adanya hal ini, tentu saja peluang bisnis masker kain semakin tinggi. Tak heran kalau di beberapa industri konvesksi sudah banyak produsen memproduksi masker kain karena permintaannya cukup besar.

Bahkan, banyak juga yang pebisnis yang mengalihkan bisnisnya menjadi bisnis masker kain.

Peluang ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk pemilik produsen, tapi juga sangat prospektif untuk supplier, pengecer hingga dropshiper.

Bisnis masker kain ini, sangat cocok untuk kamu yang selama ini bekerja secara informal, atau sebagai cara mencari penghasilan tambahan di kondisi pandemi ini.


2
Syarat Masker Kain yang Baik

bisnis-masker-kain-4

Sebelum memulai bisnis masker kain, kamu harus mengetahui syarat masker kain yang baik sehingga kamu bisa memasarkan produk yang tepat untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Berikut syarat-syarat masker kain yang direkomendasikan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat):

  • Menutup bagian tepi waja secara sempurna

Kamu harus memastikan melakukan bisnis masker kain dengan menjual masker kain yang cukup lebar hingga mampu menutupi bagian pangkal hidung serta sebagian besar pipi,

Sedangkan untuk modelnya, kamu bisa memilih model yang sama seperti masker beda sekali pakai atau cenderung bulay seperti masker N95.

  • Terdapat tali pengikat atau karet telinga

Tali pengikat berfungsi supaya masker tetap berada di tempatnya saat kamu beraktivitas. Pastikan karet atau tali tidak terlalu longgar sehingga pemakai tidak perlu sering membetulkan posisi masker.

Bila perlu kamu bisa membuat masker dengan beragam ukuran tali pengingat atau karet telinga yang berbeda-beda.

  • Jika dicuci tidak mengubah bentuk

Gunakan bahan yang kokoh seperti kain Oxford atau katun minyak dan lainnya, sehingga saat dicuci tidak akan berubah bentuk apalagi jika menggunakan mesin cuci.

Pastikan bahan tersebut tidak longgar dan menciut saat terkena mesin cuci dan mesin pengering.

Johns Hopkins Medicine, menyarankan untuk menggunakan kain katun 100% alias kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain dengan ciri tidak melar ketika ditarik.

  • Tidak menghalangi napas

Saat masker jadi, cobalah dahulu masker tersebut. Pastikan masker tidak terlalu tebal karena dapat menghalangi jalannya napas.

Masker kain yang baik, akan tetap sempurna menutupi bagian mulut dan hidung, sekaligus memberikan kamu ruang untuk bisa bernapas.


3
Cara Membuat Masker Kain

Saat melakukan bisnis masker kain, kamu bisa membelinya di jasa konveksi atau produsen.

Tapi, tentu saja karena produksinya masal, masker kain yang ada cenderung monoton. Maka dari itu, kamu bisa lho mencoba untuk membuatnya sendiri.

Berikut caranya yang dilansir dari Kumparan!

Bahan-bahan:

  • Kain perca (untuk luaran)
  • Kain katun (untuk dalaman)
  • Karet untuk tali masker
  • Gunting
  • Jarum
  • Benang (sesuaikan warnanya dengan kain)
  • Kardus bekas atau karton untuk membuat pola
  • Jarum pentul
  • Penggaris
  • Pensil

Cara Membuat:

  1. Cuci tangan dan bersihkan seluruh peralatan yang akan digunakan terutama kainnya. Kalau bisa cuci menggunakan cairan disenfektan.
  2. Buatlah pola dari kardus atau karton dengan pola sebagai berikut:

    pola masker kain - bisnis-masker-kain
    img source: YouTube/Achan’s Diary
  3. Potong kain perca dan katun sesuai pola. Pastikan ukurannya dilebihkan pada setiap sisi, yaitu bagian bawah dan atas dilebihi 0,7 cm, dan samping diberikan kelebihan 1,5 cm.
  4. Lipat kain katun dan kain perca. Lalu, jahit bagian yang berbentuk “V”, namun sebelum dijahit tusuk dahulu dengan jarum pentul agar kain tidak bergeser.
  5. Setelah bagian “V” dijahit, satukan kain perca (untuk lapisan luar) dan kain katun (untuk lapisan dalam).
  6. Tusuk dengan jarum pentul di berbagai sisi agar kain tidak bergeser.
  7. Jahit dengan tangan sekeliling kain tersebut menjadi satu dengan pola apapun, yang penting kuat. Sisakan bagian samping untuk tidak dijahit.
  8. Balik masker yang telah dijahit, lalu lipat bagian samping (yang belum dijahit tadi) ke arah tengah, lalu jahit kembali.
  9. Untuk membuat tali masker, lipatlah bagian samping ke arah tengah, lalu jahit. Lakukan langkah ini untuk bagian samping masker yang satunya.
  10. Siapkan dua tali karet dengan beragam panjang yang disesuaikan dengan ukuran wajah. Namun, untuk masker normal, kamu bsia siapkan tali dengan ukuran panjang 33 cm.
  11. Masukkan tali tersebut dengan bantuan peniti ke dalam lipatan masker di bagian samping.
  12. Selanjutnya, ikat tali karet agar bisa dipakai dan lakukan langkah ini untuk bagian  yang satunya lagi.
  13. Masker wajah siap untuk dipasarkan.

Supaya lebih lengkap, kamu bisa melihat video di bawah ini:


4
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Masker Kain

bisnis-masker-kain-6

Setelah mengetahui bagaimana membuat masker kain untuk memulai bisnis masker kain kamu.

Kamu juga harus memastikan untuk menghindari kesalahan ini dalam membuat masker kain. Apa saja?

  • Menggunakan warna polos

Menurut Johns Hopkins Medicine, warna polos khususnya biru dan putih polos harus dihindari karena menyerupai masker bedah sekali pakai.

Alasannya? karena dapat menimbulkan kebingunan pada calon pengguna apalagi jika bentuk, ukuran, serta jenis kain sangat mirip.

Di Indonesia, karena masker bedah biasanya berwarna hijau, maka kamu bisa menghindari warna tersebut dan beralih ke kain bermotif.

  • Kesamaan warna pada sisi luar dan dalam masker

Hal ini tidak disarankan karena pengguna nanti bisa saja salah menggunakan sisi luar untuk bagian dalam dan sebalinya.

Tentu saja hal ini bisa membuat virus berpindah ke wajah, jika masker tersebut dilepas lalu digunakan kembali.

Jadi, buatlah masker kain dengan warna atau motif berbeda. Namun, jika terpaksa menggunakan warna sama, paling tidak buatlah pendanda pada bagian luar masker.

Beberapa masker memiliki jahitan menoncol di bagian tengah, yang memudahkan pengguna mengetahui sisi luar walaupun warnanya sama.

  • Kain terlalu tipis

Seperti yang sudah dibahas di atas, syarat masker kain haruslah berlapis minimal 3 lapis.

Masker kain yang tipis tentu membuat fungsi perlindungannya berkurang.

  • Ukuran terlalu kecil

Paling tidak kamu bisa menjual masker dengan berbagai ukuran sehingga pengguna bisa memilih masker dengan lebar sesuai muka mereka.

Sebagai patokan, ukuran masker beda kurang lebih 17,5 x 9,5 c, dengan lipatan, agar dapat ditarik menjangkau dagu.


5
Cara Promosikan Masker Kain

bisnis-masker-kain-7

Selanjutnya jika produk sudah selesai disiapkan, bagaimana cara kamu memasarkan?

Karena sedang ada gerakan #DirumahSaja, dan aktivitas masyarakat di luar ruangan berkurang, maka menggunakan cara online bisa menjadi pilihan. Seperti menggunakan, media sosial, menaruhnya di marketplace atau kirim secara broadcast kepada rekan-rekan.

Tak hanya itu, masker kain milikmu juga harus dibungkus secara baik dan bila perlu sertakan juga informasi-informasi seputar covid-19 sebagai edukasi calon pembeli. Seperti, cara membersihkan masker kain, dan lainnya.

Dengan begitu, bisnis kamu tidak hanya menjual barang ke calon pembeli tapi kamu juga memberikan nilai tersendiri karena telah mengedukasi mereka, sehingga image produk kamu akan terlihat lebih baik.


Itulah hal-hal tentang bisnis masker kain yang perlu diketahui untuk kamu jika ingin memulainya. Bisnis masker kain ini, cenderung tidak memerlukan modal besar untuk memulainya.

Tapi, jika di masa depan, apalagi setelah pandemi ini berkahir dan kamu memerlukan sejumlah dana untuk mengekspansi bisnis kamu, jangan ragu untuk mengajukan modal tambahan di KoinBisnis dari KoinWorks.

Kamu bisa dengan cepat dan mudah mendapatkan pembiayaan bisnis hingga Rp2 milyar, dengan bunga hanya mulai dari 0,75% per bulan. Menarik, bukan?

Selamat mencoba dan semoga sukses!

Reference: Kumparan


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.