Home Gaya Hidup Panduan Lengkap BPJS Kesehatan 2020 yang Wajib Kamu Baca...

Panduan Lengkap BPJS Kesehatan 2020 yang Wajib Kamu Baca Sebelum Berlangganan

ā€¢

Panduan Lengkap BPJS Kesehatan 2020 yang Wajib Kamu Ketahui – Sangat penting memiliki asuransi kesehatan. Bukan hanya ketika kamu tinggal di Indonesia, tapi juga saat kamu menetap dalam waktu yang lama di negara lain di seluruh dunia.

Pemerintah Indonesia telah menyediakan fasilitas asuransi atau jaminan kesehatan bagi para warga negaranya. Bedanya dengan BPJS Ketenagakerjaan, jaminan kesehatan ini ditanggung dan dibayarkan secara pribadi, bukan oleh perusahaan.

Baca Juga: Cara Cek dan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor (Mobil & Motor) 2020

Oleh karena itu, betapa pentingnya setiap individu memahami tentang BPJS Kesehatan, termasuk cara mengurus hingga besaran tarif iuran yang harus dibayar.

Simak panduan lengkapnya di bawah ini yuk!


Panduan Lengkap BPJS Kesehatan 2020 yang Wajib Kamu Ketahui

#1 Tentang BPJS Kesehatan

Tentang BPJS Kesehatan

Pertama-tama, mari ketahui lebih dulu mengenai dasar pengetahuan tentang BPJS Kesehatan, termasuk definisi, kelebihan, serta kekurangannya.

Apa Itu BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan adalah penyelenggara program jaminan sosial dari pemerintah berupa layanan jaminan kesehatan yang ditujukan kepada masing-masing warga negara Indonesia.

BPJS Kesehatan ini merupakan salah satu dari lima program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Baca juga: Panduan Lengkap BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Kamu Ketahui

Dulu, BPJS Kesehatan ini dikenal dengan sebutan Askes atau Asuransi Kesehatan. Sejak 1 Januari 2014, pemerintah menggantinya menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan dasar hukum UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan UU NOmor 40 Tahun 2004 tentang SJSN.

Keberadaan BPJS Kesehatan ini dianggap sebagai jalur kemudahan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Ketika kamu mengalami musibah dan terserang penyakit, biaya pengobatan yang kamu lakukan bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui iuran yang kamu bayarkan selama jangka waktu tertentu.

Itulah mengapa, pemerintah Indonesia mewajibkan seluruh warganya untuk mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, termasuk WNA (Warga Negara Asing) yang tinggal dan bekerja di Indonesia selama minimal 6 bulan.

Kelebihan BPJS Kesehatan

Semakin banyaknya anggota BPJS Kesehatan telah membuktikan bahwa salah satu jenis jaminan sosial pemerintah ini memberikan banyak kelebihan, di antaranya:

Iuran Terjangkau – Meskipun murah, layanan BPJS Kesehatan tidak murahan. Kamu bisa mendapatkan perlindungan kesehatan secara cuma-cuma (berkat iuran yang kamu bayarkan secara rutin setiap bulan). Mulai dari pemeriksaan, rawat inap, pembedahan, penebusan obat, cuci darah, bahkan biaya persalinan.

TanpaĀ Medical Check Up – Kamu diperbolehkan mendaftar di usia berapa pun, tanpa melihat latar belakang penyakit yang kamu miliki. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mendaftarkan bayi yang masih berada di dalam kandungan, lho!

Jaminan Seumur Hidup – Jaminan sosial dari pemerintah ini berani menanggung perlindungan kesehatan seumur hidup. Berbeda dengan asuransi swasta yang hanya bisa melindungi individu hingga berusia 100 tahun.

Pendaftaran dan Perubahan Data Bisa Dilakukan OnlineĀ – Kini, kamu sudah bisa mendaftar serta melakukan perubahan data secaraĀ online (melalui situs web BPJS Kesehatan atau melaui aplikasi JKN) tanpa harus datang dan mengantre ke kantor BPJS. Mudah bukan?

Tidak Ada Pengecualian – Setiap individu yang tinggal di Indonesia berhak menjadi anggota BPJS Kesehatan, sekalipun kamu menderita penyakit kronis. Jika dalam asuransi swasta kamu akan dibebankan premi yang lebih mahal (bahkan ditolak), di BPJS kamu tidak akan merasakan hal seperti itu. Tenang saja!

Kekurangan BPJS Kesehatan

Selain kelebihan, ada juga kekurangan dari BPJS Kesehatan ini, yaitu:

Hanya Berlaku di IndonesiaĀ – Layanan jaminan kesehatan ini hanya bisa melindungi kamu saat berada di wilayah negara Indonesia saja. Sangat disayangkan, kamu tidak akan mendapat proteksi dari BPJS Kesehatan apabila berobat di rumah sakit di luar negara Indonesia.

Metode BerjenjangĀ – Adanya metode berjenjang saat melakukan klaim BPJS Kesehatan ini agak sedikit menyulitkan para penggunanya. Di luar keadaan darurat, kamu harus memeriksakan diri ke Faskes tingkat 1 (klinik, puskesmas, dokter umum yang bekerja sama dengan BPJS).

Baru setelah itu, jika keadaannya parah, kamu akan dirujuk ke rumah sakit yang merupakan mitra BPJS Kesehatan. Intinya, bila menggunakan BPJS, kamu tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit besar.

Antrean Cukup PanjangĀ – Ini adalah hal yang wajar. Setiap berobat ke klinik, puskesmas, maupun rumah sakit, kamu diharuskan mengantre. Terlebih lagi jika memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, antreannya bisa melebihi antrean pengobatan biasa (tanpa BPJS). Jadi, sedikit bersabar dan jangan menyerobot antrean, ya!


#2 Cara Daftar BPJS Kesehatan

Cara Daftar BPJS Kesehatan

Setelah mengetahui apa itu BPJS Kesehatan, saatnya kamu memahami bagaimana cara mendaftar menjadi anggota. Di bawah ini ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, dokumen yang disiapkan, serta cara mendaftarnya.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran

    • Memiliki usia yang cukup untuk melaksanakan kewajiban hukum yang mengikat dari setiap kewajiban apa pun yang mungkin terjadi akibat dari penggunaan layanan jaminan kesehatan ini.
    • Wajib mengisi dan memberikan data sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.
    • Mendaftarkan diri dan semua anggota keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarga (KK) menjadi anggota atau peserta BPJS Kesehatan.
    • Melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi kehilangan dan kerusakan kartu identitas anggota yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan.
    • Menyetujui untuk melakukan pencetakan kartu BPJS elektronik sebagai identitas anggota.
    • Perubahan data susunan anggota keluarga dapat dilakukan di kantor cabang terdekat.
    • Kunjungi situs web BPJS Kesehatan resmi untuk melakukan pendaftaran secaraĀ online, klik di sini.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pendaftaran

Bagi calon anggota yang tidak termasuk ke dalam golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU), kamu bisa mengurus pendaftaran dan pembayaran secara mandiri, baik melalui kantor cabang maupun melalui situsĀ online.

Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus kamu persiapkan untuk melengkapi pendaftaran menjadi anggota.

    • Formulir DIP (Daftar Isian Peserta) yang disediakan.
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor.
    • Fotokopi Buku Tabungan dari penanggung iuran (harus ada pada daftar Kartu Keluarga).
    • Pasfoto berwarna dengan ukuran 3×4.


Prosedur Pendaftaran BPJS Kesehatan untuk Perorangan, Mandiri, Karyawan, PNS, Polisi, TNI, dan Umum

I. Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Kini, BPJS Kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) disebut sebagai Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai salah satu program pemerintahan Jokowi. Berikut adalah prosedurnya:

        • Pendataan PBI yang termasuk dari orang tidak mampu dan fakir miskin, dilakukan oleh lembaga pemerintahan bidang statistik (Badan Pusat Statistik/BPS).
        • Lalu, data tersebut diverifikasi dan divalidasi oleh Kementrian Sosial.
        • Selain PBI yang ditetapkan pemerintah pusat, ada juga anggota yang didaftarkan oleh pemerintah daerah berdasarkan SK Gubernur/Bupati/Walikota, bagi pemda yang mengintegrasikan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) dengan program JKN.

II. Pekerja Penerima Upah (PPU)

Golongan PPU yaitu karyawan/pegawai beserta anggota keluarganya akan didaftarkan oleh perusahaan (atau badan usaha) ke kantor BPJS dengan melampirkan beberapa dokumen, yaitu:

        • Formulir registrasi badan usaha atau perusahaan.
        • Data migrasi karyawan dan anggota keluarga dari karyawan, sesuai format yang ditentukan.
        • Perusahaan akan menerima nomor Virtual Account (VA) untuk pembayaran melalui bank yang telah bekerja sama, yaitu BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
        • Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS untuk kemudian dicetakkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau ID elektronik secara mandiri oleh perusahaan.

III. Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja

        • Calon anggota atau peserta mendaftar secara perorangan di kantor BPJS Kesehatan.
        • Jangan lupa mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di daftar Kartu Keluarga (KK).
        • Mengisi formulir DIP (Daftar Isian Peserta) dengan melampirkan dokumen-dokumen pelengkap, seperti:
            • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
            • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor.
            • Fotokopi Buku Tabungan dari penanggung iuran (harus ada pada daftar Kartu Keluarga).
            • Pasfoto berwarna dengan ukuran 3×4.
        • Setelah mengisi formulir dan menyerahkan beberapa dokumen, maka kamu akan menerima nomor Virtual Account (VA) untuk pembayaran.
        • Lakukan pembayaran iuran melalui bank yang sudah bekerja sama, yaitu BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
        • Serahkan bukti pembayaran ke kantor BPJS untuk dicetakkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

IV. Bukan Pekerja melalui Entitas Berbadan Hukum (Pensiunan BUMN/BUMD)

        • Proses pendaftaran bagi yang sudah memasuki masa pensiun dan dana pensiunannya dikelola oleh BUMN/BUMD, maka bisa didaftakan secara kolektif melalui entitas berbadan hukum tersebut.
        • Caranya dengan mengisi formulir registrasi dan formulir migrasi data peserta yang telah disediakan oleh pihak petugas di kantor BPJS Kesehatan.


Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Offline

Kamu bisa melakukan pendaftaran langsung di kantor cabang terdekat, lalu lakukan tahapan berikut ini.

    1. Perhatikan syarat dan ketentuannya, serta siapkan pula semua dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran. Jangan lupa membayar iuran bulan pertama sesuai dengan kelas yang kamu inginkan.
    2. Kunjungi kantor BPJS Kesehatan yang paling dekat dengan tempat tinggal kamu. Namun, jika memungkinkan, kamu bisa mendaftarkan diri secara kolektif dan berkoordinasi dengan Ketua RT agar lebih mudah.
    3. Di lokasi, kamu akan diberikan formulir pendaftaran. Isi dengan benar dan serahkan bersama dengan dokumen-dokumen lampiran yang kamu bawa.
    4. Lakukan pembayaran ke nomor Virtual Account (VA) yang telah diberikan oleh petugas, bisa melalui ATM ataupun transfer dana.
    5. Serahkan bukti transfer pembayaran kepada petugas, lalu tunggu hingga kartu BPJS Kesahatan kamu jadi dan selesai dicetak.

Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Online

Berbeda dengan pendaftaran secaraĀ offline, ini cenderung lebih mudah dan kamu pun tidak perlu mengantre panjang. Perhatikan langkah-langkah di bawah ini untuk mengetahui cara mendaftarnya.

I. Melalui Situs Web BPJS Kesehatan

        1. Siapkan berkas atau dokumen (sediakan juga berkas yang sudah dipindai atau di-scan) seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), pasfoto ukuran 3×4, dan Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Persiapkan juga alamat email dan nomor ponsel yang aktif, serta nomor rekening yang akan digunakan untuk membayar iuran.
        2. Buka halamanĀ websiteĀ BPJS Kesehatan dari laptop maupun aplikasiĀ browserĀ di ponsel kamu.
        3. Akan muncul formulir pendaftaran. Isi data dengan benar di kolom yang tersedia, meliputi data diri, alamat lengkap, hingga pilihan kelas dan fasilitas kesehatan.
        4. Unggah semua berkas yang diminta.
        5. Setelah mengirim formulir, kamu akan dikirimkan notifikasi pendaftaran melalui email yang berisi nomor Virtual Account (VA).
        6. Lakukan pembayaran ke bank yang sudah bekerja sama dengan BPJS, kamu bisa menggunakan metode transfer melalui ATM, atau langsung melalui tellerĀ bank. Jangan lupa untuk menyimpan bukti pembayarannya.
        7. Setelah berhasil melakukan pembayaran, cek kembali email kamu. Kamu akan mendapatkan balasan berupa identitas BPJS elektronik. Kamu bisa mencetak kartu fisiknya sendiri di kantor cabang terdekat.
        8. Untuk mencetak kartu fisik, kamu juga harus membawa beberapa berkas seperti:
            • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu keluarga (KK).
            • Bukti pembayaran iuran.
            • Pasfoto berukuran 3×4 (cetak lebih banyak untuk berjaga-jaga jika diperlukan jumlah yang lebih).
            • Jangan lupa menunjukkan e-ID yang telah kamu cetak sendiri, atau menunjukkan email balasan yang didapat dari pihak BPJS.

II. Melalui Aplikasi “Mobile JKN”

        1. Unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store (Android) atau App Store (iOS)Ā di ponsel kamu.
        2. Buka aplikasi yang telah diunduh, lalu pilih menu Pendaftaran Peserta BaruĀ dan setujui syarat dan ketentuan (jangan lupa dibaca terlebih dulu ya!).
        3. Masukkan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) kamu, maka akan muncul secara otomatis nama anggota keluarga kamu.
        4. Isi data seluruh anggota keluarga pada kolom yang telah tersedia.
        5. Masukkan alamat email dan nomor ponsel kamu yang aktif. Kamu akan mendapatkan email notifikasi berisi nomor Virtual Account (VA).
        6. Lakukan pembayaran iuran menggunakan metode transfer melalui ATM atauĀ tellerĀ bank.
        7. Masuk ke aplikasi Mobile JKN kembali, lakukan pendaftaran pengguna mobile. Verifikasi melalui email kamu.
        8. Kemudian, kamu akan mendapatkan informasi e-ID. Kamu bisa mencetak kartu fisiknya langsung di kantor cabang terdekat.

III. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Adapun beberapa hal yang harus kamu perhatikan lebih dalam ketika melakukan pendaftaran melaluiĀ online, di antaranya:

        • Lakukan pendaftaran di awal bulan agar kamu tidak mengalami kerugian.
        • Mengenai fasilitas kesehatan (faskes);
            • Faskes keterangan IGD berarti hanya melayani keadaan darurat, tidak mengalami pengobatan.
            • Faskes keterangan JST berarti bekas kerja sama dengan Jasmostek, bisa melayani BPJS Kesehatan keseluruhan.
        • Untuk pendaftaran BPJS secaraĀ online, kartu e-ID bisa dicetak sendiri. Hal ini bersifat valid.
        • Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
        • Adanya pengenaan denda. Apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan rawat inap, maka akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan yang tertunggak dengan ketentuan:
            • Jumlah bulan tertunggak paling lama 12 bulan.
            • Besar denda maksimal Rp30 juta.
        • Tidak ada perbedaan pelayanan medis (jenis obat, kualitas obat, penanganan medis) di kelas I, II, maupun III. Bedanya hanya pada pelayanan non medisnya, seperti ruang inap.


#3 Cara Cek Keanggotaan BPJS Kesehatan

Cara Cek Keanggotaan BPJS Kesehatan

Tidak berhenti sampai disini. Setelah mengetahui cara mendaftar menjadi anggota BPJS Kesehatan, ini saatnya kamu mengecek apakah BPJS kamu sudah aktif atau belum.

Bagaimana cara melihat status kepesertaan kamu? Beberapa cara cek keanggotaan BPJS Kesehatan berikut ini bisa kamu coba.

Melalui BPJS Checking

    1. Kunjungi situs resmi BPJS Kesehatan melalui ponsel atau laptop kamu.
    2. Isi semua kolom yang disediakan pada halaman tersebut. Mulai dari nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, serta angka validasi. Lalu klik tombol Cek.
    3. Situs ini akan menampilkan seluruh informasi mengenai keanggotaan kamu, termasuk identitas, status keanggotaan, jenis keanggotaan, dan juga jumlah anggota keluarga yang kamu tanggung.
    4. Di bagian paling bawah, kamu akan menemukan daftar tagihan setiap bulan beserta tanggal pembayarannya.

Melalui Aplikasi Mobile JKN

    1. Unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store (Android) atau App Store (iOS)Ā di ponsel kamu.
    2. Buka aplikasi, lalu pilih menu Login untuk masuk ke dalam akun.
    3. Masukkan email dan kata sandi kamu, lalu klik Login.
    4. Pilih Peserta, untuk mengetahui informasi mengenai keanggotaan BPJS Kesehatan kamu dan anggota keluarga kamu (jika ada). Kamu juga bisa melihat tagihan iuran BPJS Kesehatan kamu setiap bulannya.

Melalui Call Center

Selain melalui BPJS Checking dan aplikasi Mobile JKN, kamu bisa memeriksa status keanggotaan kamu melalui call center BPJS Kesehatan di nomor 1500-400.

Kamu akan dihubungkan ke layanan pelanggan (customer service) yang siap menangani dan menjawab segala pertanyaan kamu selama 24 jam. Jangan lupa menyiapkan nomor BPJS Kesehatan dan nomor KTP kamu sebelum menghubungi call center ya!

Melalui SMS

Kamu juga bisa mengecek status keanggotaan melalui pesan singkat atau SMS, lho. Berikut adalah beberapa format SMS yang bisa kamu gunakan.

        • NIK <spasi> Nomor KTP
        • NOKA <spasi> Nomor Kartu BPJS Kesehatan
        • NIP <spasi> Nomor Induk Pegawai

Pilih salah satu dari ketiga format di atas dan kirim ke nomor 08777-5500-400, lalu tunggu balasannya.


#4 Kelas, Fasilitas, dan Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Kelas, Fasilitas, dan Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Jaminan kesehatan dari pemerintah ini menjadi salah satu solusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ditambah lagi, asuransi ini menawarkan tiga kelas berbeda yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Setiap kelasnya, memiliki fasilitas dan tarif iuran yang berbeda. Namun, jangan khawatir, walaupun kelasnya memiliki tingkatan, layanan pengobatan tetap sama saja antara ketiganya.

Sebagai informasi, mulai dari 1 Januari 2020, iuran BPJS Kesehatan resmi naik sebesar 100%. Ini berlaku bagi anggota Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja.

Kenaikan iuran sebesar 100% ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Di dalam peraturan tersebut (pasal 34) disebutkan bahwa penyesuaian tarif iuran bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan.

Namun, mulai tanggal 10 Maret 2020, Mahkamah Agung resmi membatalkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan karena dianggap bertentangan dengan sejumlah ketentuan pada peraturan dan Undang-Undang terdahulu.

Sehingga, kini, tarif iuran BPJS Kesehatan yang berlaku adalah tarif awal sebelum terjadinya kenaikan sebesar 100%.

Sementara bagi masyarakat yang sudah membayar sejumlah tarif yang sudah dinaikkan selama 2 bulan, kabarnya tidak akan dikembalikan sisanya oleh pemerintah. Di mana sisa uang tersebut akan masuk ke dalam kas BPJS Kesehatan untuk menutupi defisit.

Yuk, simak ulasan berikut ini untuk lebih mengetahui tentang kelas, fasilitas, dan tarif BPJS Kesehatan!

Kelas I BPJS Kesehatan

I. Fasilitas

Kelas I adalah pilihan pelayanan BPJS Kesehatan yang paling tinggi. Tidak hanya iurannya, fasilitas yang ditawarkan juga termasuk paling bagus. Kamu bisa mendapatkan pelayanan ternyaman.

Di mana jika kamu memilih kelas I ini, kamu akan memperoleh ruang perawatan dengan kapasitas 2-4 orang per kamarnya. Ruangannya lebih mendukung privasi dan cenderung lebih luas.

Kamu juga bisa upgradeĀ ke pelayanan kelas VIP yaitu dengan membayar kekurangan biaya pada kelas VIP yang ditangguhkan oleh pihak BPJS Kesehatan.

II. Tarif Iuran

Saat ada kenaikan tarif, nominal iuran pada BPJS kelas I yaitu sebesar Rp160.000 per bulannya. Tapi, kemudian tarif ini kembali turun ke angka semula yaitu Rp80.000Ā yang diangsur setiap bulan.


Kelas II BPJS Kesehatan

I. Fasilitas

Pelayanan kesehatan pada kelas II berasa satu tingkat di bawah kelas I. Iurannya lebih murah dan fasilitasnya juga berbeda.

Kamar rawat inap di kelas II ini lebih minim privasi, di mana satu ruangan bisa terdiri dari 3-5 orang pasien. Walaupun begitu, peserta BPJS kelas II tetap bisa menikmati layanan kelas I dan juga VIP dengan cara membayar biaya kekurangannya saja.

II. Tarif Iuran

Berbeda dengan kelas I, iuran BPJS di kelas II ini sedikit lebih murah yaitu Rp110.000 per bulan. Namun, karena terjadi penurunan kembali seperti semula maka tarifnya menjadi Rp51.000 per bulan.


Kelas III BPJS Kesehatan

I. Fasilitas

Kelas III ini merupakan kelas terendah dari layanan BPJS Kesehatan yang bisa kamu pilih. Iurannya sangat terjangkau dibandingkan dua kelas di atasnya.

Hampir tidak ada privasi di ruangan kelas III, karena satu ruangan rawat inap bisa ditempati 4-6 orang pasien. Bahkan, di beberapa rumah sakit, kapasitasnya bisa lebih banyak dari itu.

Sebagian besar peserta kelas III adalah masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah. Ini dikarenakan iurannya yang murah dan sesuai dengan ekonomi keluarga.

II. Tarif Iuran

Tarif iuran di kelas III juga sempat mengalami kenaikan mulai bulan Januari 2020, yaitu sebesar Rp42.000 setiap bulannya. Namun, terjadi penurunan kembali ke nominal awal yaitu Rp25.500 per bulan.


#5 Layanan Kesehatan dan Penyakit yang Ditanggung maupun yang Tidak Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Layanan Kesehatan dan Penyakit yang Ditanggung maupun yang Tidak Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Kamu yang telah mendaftar sebagai anggota JKN dan memiliki kartu BPJS Kesehatan pasti sering kali bertanya, apakah ada penyakit yang tidak ditanggung atau ditolak oleh BPJS Kesehatan?

Pemerintah memang tidak secara spesifik menyebutkan mana penyakit yang ditanggung dan mana penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun, sama dengan asuransi kesehatan swasta, ada beberapa jenis penyakit dan layanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Baca selengkapnya di bawah ini.

Layanan Kesehatan

I. Ditanggung

Setiap anggota BPJS Kesehatan berhak menerima pelayanan kesehatan, meliputi pelayanan promotif, preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan untuk menyembuhkan penyakit), dan rehabilitatif.

Berikut merupakan beberapa layanan kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

        • Pelayanan Kesehatan Tingkat I (Puskesmas, Klinik, dan Dokter Umum/Non Spesialistik)
          1. Administrasi Pelayanan.
          2. Pelayanan Promotif dan Preventif – Penyuluhan kesehatan individu, imunisasi rutin, Keluarga Berencana (KB), screening riwayat kesehatan, peningkatan kesehatan bagi peserta yang menderita sakit kronis.
          3. Pemeriksaan, Pengobatan, Konsultasi Medis.
          4. Tindakan Medis Non Spesialistik (Operatif atau Non Operatif).
          5. Pelayanan Obat, Alat Kesehatan, Bahan Medis Habis Pakai.
          6. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik Laboratorium Tingkat I.
          7. Rawat Inap Tingkat I (Sesuai dengan Indikasi Medis).
        • Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit)
          1. Administrasi Pelayanan.
          2. Pemeriksaan, Pengobatan, Konsultasi Medis Dasar (Layanan Kesehatan UGD).
          3. Pemeriksaan, Pengobatan, Konsultasi Spesialistik.
          4. Tindakan Medis Spesialistik (Bedah atau Non Bedah).
          5. Pelayanan Obat, Alat Kesehatan, Bahan Medis Habis Pakai.
          6. Pelayanan Penunjang Diagnostik Lanjutan (Sesuai dengan Indikasi Medis).
          7. Rehabilitasi Medis.
          8. Pelayanan Darah.
          9. Perawatan Jenazah Peserta yang Meninggal di Fasilitas Kesehatan (Faskes)
          10. Perawatan Inap Intensif dan Non Intensif.
        • Pelayanan Ambulans Darat atau Air (Layanan Transportasi Pasien Rujukan dengan Kondisi Tertentu Antar Faskes).

II. Tidak Ditanggung

Walaupun BPJS Kesehatan merupakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bukan berarti lembaga ini menanggung semua layanan kesehatan. Semuanya sesuai dengan yang tercantum di pasal 52 Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Berikut ini adalah pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, di antaranya:

        1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang (meliputi rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai dengan peraturan).
        2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di faskes yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.
        3. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja (yang telah dijamin oleh program JKK atau menjadi tanggungan pemberi kerja).
        4. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas (sesuai hak kelas rawat inap).
        5. Pelayanan kesehatan dilakukan di luar negeri (luar negara Indonesia).
        6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika, seperti operasi plastik.
        7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau kemandulan.
        8. Pelayanan meratakan gigi atau ortondonsi.
        9. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat/alkohol.
        10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri.
        11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
        12. Pengobatan dan tindakan medis yang masuk dalam kategori percobaan/eksperimen.
        13. Kosmetik, alat dan obat kontrasepsi.
        14. Perbekalan kesehatan rumah tangga.
        15. Pelayanan kesehatan akibat bencana atau wabah (pada masa tanggap darurat).
        16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tidak diharapkan yang dapat dicegah (seperti korban tawuran atau korban begal).
        17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.
        18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindk pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang.
        19. Pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Kementrian Pertahanan, TNI, dan Polri.
        20. Pelayanan kesehatan lain yang tidak ada hubungannya dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.
        21. Pelayanan yang sudah ditanggung program jaminan sosial lain.

Jenis Penyakit

I. Ditanggung

Setiap peserta BPJS Kesehatan wajib mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terlebih dulu jika ingin mendapat pelayanan kesehatan, seperti puskesmas maupun klinik swasta.

Berikut ini adalah jenis penyakit yang dijamin BPJS dan dapat ditangani langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kejang Demam

Insomnia Episkleritis

Serumen prop

Tetanus

Benda asing di konjungtiva Hipermetropia ringan

Mabuk perjalanan

HIV AIDS tanpa komplikasi

Konjungtivitis Miopia ringan

Furunkel pada hidung

Tension headache

Perdarahan subkonjungtiva Astigmatism ringan

Rhinitis akut

Migren

Mata kering Presbiopia

Rhinitis vasomotor

Bellā€™s Palsy

Blefaritis Buta senja

Rhinitis vasomotor

Vertigo (Benign paroxysmal positional Vertigo)

Hordeolum Otitis eksterna

Benda asing

Gangguan somatoform

Trikiasis Otitis Media Akut

Epistaksis

Influenza

Infeksi pada umbilikus Hepatitis A

Abses folikel rambut/kelj sebasea

Pertusis

Gastritis Disentri basiler, disentri amuba

Mastitis

Faringitis

Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis) Hemoroid grade Ā½

Cracked nipple

Tonsilitis

Refluks gastroesofagus Infeksi saluran kemih

Inverted nipple

Laringitis

Demam tifoid Gonore

DM tipe 1

Asma bronchiale

Intoleransi makanan Pielonefritis tanpa komplikasi

DM tipe 2

Bronchitis akut

Alergi makanan Fimosis

Hipoglikemi ringan

Pneumonia, bronkopneumonia

Keracunan makanan Parafimosis

Malnutrisi energi protein

Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

Penyakit cacing tambang Sindroma duh (discharge) genital (Gonore dan non gonore)

Defisiensi vitamin

Hipertensi esensial

Strongiloidiasis Infeksi saluran kemih bagian bawah

Defisiensi mineral

Kandidiasis mulut

Askariasis Vulvitis

Dislipidemia

Ulcus mulut (aptosa, herpes)

Skistosomiasis

Vaginitis

Hiperurisemia

Parotitis

Taeniasis Vaginosis bakterialis

Obesitas

Anemia defiensi besi

Lipoma Salphingitis

Furunkel, karbunkel

Limphadenitis

Veruka vulgaris Kehamilan normal

Eritrasma

Demam dengue, DHF

Moluskum kontangiosum Aborsi spontan komplit

Erisipelas

Malaria

Varicella tanpa komplikasi Anemia defisiensi besi pada kehamilan

Skrofuloderma

Leptospirosis (tanpa komplikasi)

Herpes simpleks tanpa komplikasi Ruptur perineum tingkat Ā½

Lepra

Reaksi anafilaktik

Impetigo 105. Impetigo ulceratif (ektima) Herpes zoster tanpa komplikasi

Sifilis stadium 1 dan 2

Ulkus pada tungkai

Folikulitis superfisialis Morbili tanpa komplikasi

Tinea kapitis

Filariasis

Pitiriasis rosea Dermatitis kontak iritan

Tinea barbe

Pedikulosis kapitis

Acne vulgaris ringan Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)

Tinea facialis

Pediculosis pubis

Hidradenitis supuratif Dermatitis numularis

Tinea corporis

Scabies

Dermatitis perioral Napkin ekzema

Tinea manus

Reaksi gigitan serangga

Miliaria Dermatitis seboroik

Tinea unguium

Vulnus laseraum, puctum

Urtikaria akut

Candidiasis mucocutan ringan

Tinea cruris

Luka bakar derajat 1 dan 2

Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption Cutaneus larvamigran

Tinea pedis

Pitiriasis versicolor

Thalasemia Hemofilia

Leukemia

Persalinan vaginal

Persalinan Caesar Kusta

Diabetes melitus

Penyakit kanker juga mendapat jaminan dari BPJS Kesehatan, berikut gagal ginjal, stroke, asma, serta penyakit jantung.

Selain itu, BPJS juga menanggung pelayanan gawat darurat di setiap faskes, baik yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan kriteria:

        • Kondisi yang mengancam nyawa.
        • Kondisi yang membahayakan diri dan orang lain.

Di bawah ini adalah tabel kondisi/penyakit yang masuk kriteria gawat darurat.

Bagian

Diagnosa Kondisi

Anak

Anemia sedang / berat
Apnea / gasping
Bayi ikterus, anak ikterus
Bayi kecil/ premature
Cardiac arrest / payah jantung
Cyanotic Spell (penyakit jantung)
Diare profis (> 10/hari) disertai dehidrasi ataupun tidak
Difteri
Ditemukan bising jantung, aritmia
Edema / bengkak seluruh badan
Epitaksis, tanda pendarahan lain disertai febris
Gagal ginjal akut
Gangguan kesadaran, fungsi vital masih baik
Hematuri
Hipertensi Berat
Hipotensi / syok ringan s/d sedang
Intoksikasi (minyak tanah, baygon) keadaan umum masih baik
Intoksikasi disertai gangguan fungsi vital (minyak tanah, baygon)
Kejang disertai penurunan kesadaran
Muntah profis (> 6 hari) disertai dehidrasi atau tidak
Panas tinggi >400 C
Sangat sesak, gelisah, kesadaran menurun, sianosis ada retraksi hebat (penggunaan otot pernafasan sekunder)
Sesak tapi kesadaran dan keadaan umum masih baik
Shock berat (profound) : nadi tidak teraba tekanan darah terukur termasuk DSS.
Tetanus
Tidak kencing > 8 jam
Tifus abdominalis dengan komplikasi

Bedah

Abses cerebri
Abses sub mandibula
Amputasi penis
Anuria
Apendicitis acute
Atresia ani (tidak bisa BAB sama sekali)
BPH dengan retensio urin
Cedera kepala berat
Cedera kepala sedang
Cedera tulang belakang (vertebral)
Cedera wajah dengan gangguan jalan nafas
Cedera wajah tanpa gangguan jalan nafas, antara lain :

a. Patah tulang hidung/nasal terbuka dan tertutup

b. Patah tulang pipi (zygoma) terbuka dan tertutup

c. Patah tulang rahang (maxilla dan mandibula) terbuka dan tertutup

d. Luka terbuka daerah wajah

Cellulitis
Cholesistitis akut
Corpus alienum pada : a. Intra cranial b. Leher b. Thorax c. Abdomen d. Anggota gerak e. Genetalia
CVA bleeding
Dislokasi persendian
Drowning
Flail chest
Fraktur tulang kepala
Gastrokikis
Gigitan binatang / manusia
Hanging
Hematothorax dan pneumothorax
Hematuria
Hemoroid grade IV (dengan tanda strangulasi)
Hernia incarcerate
Hidrochepalus dengan TIK meningkat
Hirschprung disease
Ileus Obstruksi
Internal Bleeding
Luka Bakar
Luka terbuka daerah abdomen
Luka terbuka daerah kepala
Luka terbuka daerah thorax
Meningokel / myelokel pecah
Multiple trauma
Omfalokel pecah
Pankreatitis akut
Patah tulang dengan dugaan cedera pembuluh darah
Patah tulang iga multiple
Patah tulang leher
Patah tulang terbuka
Patah tulang tertutup
Periappendicullata infiltrate
Peritonitis generalisata
Phlegmon dasar mulut
Priapismus
Prolaps rekti
Rectal bleeding
Ruptur otot dan tendon
Strangulasi penis
Tension pneumothoraks
Tetanus generalisata
Torsio testis
Tracheo esophagus fistel
Trauma tajam dan tumpul daerah leher
Trauma tumpul abdomen
Traumatik amputasi
Tumor otak dengan penurunan kesadaran
Unstable pelvis
Urosepsi

Kardio vaskuler

Aritmia
Aritmia dan shock
Cor Pulmonale decompensata yang akut
Edema paru akut
Henti jantung
Hipertensi berat dengan komplikasi (hipertensi enchephalopati, CVA)
Infark Miokard dengan komplikasi (shock)
Kelainan jantung bawaan dengan gangguan ABC (Airway Breathing Circulation)
Kelainan katup jantung dengan gangguan ABC (airway Breathing Circulation)
Krisis hipertensi
Miokarditis dengan shock
Nyeri dada
Sesak nafas karena payah jantung
Syncope karena penyakit jantung

Kebidanan

Abortus
Distosia
Eklampsia
Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
Perdarahan Antepartum
Perdarahan Postpartum
Inversio Uteri
Febris Puerperalis
Hyperemesis gravidarum dengan dehidrasi
Persalinan kehamilan risiko tinggi dan atau persalinan dengan penyulit

Mata

Benda asing di kornea mata / kelopak mata
Blenorrhoe/ Gonoblenorrhoe
Dakriosistisis akut
Endoftalmitis/panoftalmitis
Glaukoma : a. Akut b. Sekunder
Penurunan tajam penglihatan mendadak :

a. Ablasio retina

b. CRAO

c. Vitreous bleeding Selulitis Orbita

Semua kelainan kornea mata : a. Erosi b. Ulkus / abses c. Descematolis
Semua trauma mata :

a. Trauma tumpul

b. Trauma fotoelektrik/ radiasi

c. Trauma tajam/tajam tembus

Trombosis sinus kavernosis
Tumororbita dengan perdarahan
Uveitis/ skleritis/iritasi

Paru-paru

Asma bronchitis moderate severe
Aspirasi pneumonia
Emboli paru
Gagal nafas
Injury paru
Massive hemoptisis
Massive pleural effusion
Oedema paru non cardiogenic
Open/closed pneumathorax
P.P.O.M Exacerbasi akut
Pneumonia sepsis
Pneumathorax ventil
Reccurent Haemoptoe
Status Asmaticus
Tenggelam

Penyakit dalam

Demam berdarah dengue (DBD)
Demam tifoid
Difteri
Disequilebrium pasca HD
Gagal ginjal akut
GEA dan dehidrasi
Hematemesis melena
Hematochezia
Hipertensi maligna
Keracunan makanan
Keracunan obat
Koma metabolic
Leptospirosis
Malaria
Observasi shock

THT

Abses di bidang THT & kepala leher
Benda asing laring/trachea/bronkus, dan benda asing tenggorokan
Benda asing telinga dan hidung
Disfagia
Obstruksi jalan nafas atas grade II/ III Jackson
Obstruksi jalan nafas atas grade IV Jackson
Otalgia akut (apapun penyebabnya)
Parese fasialis akut
Perdarahan di bidang THT
Syok karena kelainan di bidang THT
Trauma (akut) di bidang THT ,Kepala dan Leher
Tuli mendadak
Vertigo (berat)

Syaraf

Kejang
Stroke
Meningo enchepalitis
Sumber: Lifepal
II. Tidak Ditanggung

Ternyata, ada jenis penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, lho! Penyakit-penyakit yang tidak ditanggung tersebut dilihat dari penyebabnya.

Misalnya, kamu menderita hepatitis disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba, atau penyakit gagal ginjal yang timbul akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman keras (alkohol).

Segala sesuatu yang diakibatkan oleh tindakan yang disengaja dan dapat memperburuk keadaan tidak akan dijamin oleh BPJS, alias ditolak mendapat pengobatan gratis dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini.


#6 Cara Naik atau Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Cara Naik atau Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Saat tarif iuran BPJS mengalami kenaikan, banyak masyarakat yang turun kelas karena menyesuaikan dengan kondisi perekonomian mereka.

Namun, sejak Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan bahwa tarif kembali diturunkan, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi kantor BPJS Kesehatan untuk menaikkan kelas mereka kembali.

Nah, kamu bisa kok meningkatkan kelas perawatan kesehatan ke tingkat yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan kamu.

Bagaimana caranya? Simak ulasan berikut.

Cara Naik Kelas Perawatan

I. Membayar Selisih Biaya

Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan memaparkan bahwa bagi peserta BPJS yang ingin meningkatkan kelas perawatan yang lebih tinggi (termasuk rawat jalan eksekutif) akan dikenakan selisih biaya.

Selisih biaya yang dimaksud yaitu biaya antara yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar untuk meningkatkan pelayanan. Jadi, pasti ada tambahan biaya yang harus kamu tanggung jika ingin naik kelas.

Pada pasal 10 ayat (5) disebutkan “peningkatan kelas perawatan hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta”. Itu berarti, kamu hanya bisa melakukan kenaikan 1 tingkat dari kelas sebelumnya.

Misalnya, dari rawat inap kelas III menjadi kelas II, atau dari rawat inap kelas II menjadi kelas I. Sesuai peraturan, tidak diperbolehkan jika kamu berada di rawat inap kelas III lalu ingin naik ke kelas I.

Selain rawat inap, kamu juga berhak meningkatkan kelas rawat jalan kategori eksekutif.

Rawat jalan eksekutif merupakan pelayanan kesehatan non reguler di rumah sakit melalui pelayanan dokter spesialis dan sub spesialis dalam satu fasilitas ruangan khusus (tanpa menginap di rumah sakit) dengan sarana dan prasarana di atas standar.

Kenaikan kelas rawat inap dan rawat jalan ini tidak berlaku bagi Penerima Bantuan Iuran (BPI), peserta yang didaftarkan oleh Pemda, dan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mengalami PHK.

II. Biaya Naik Kelas Rawat Inap

Untuk naik kelas rawat inap, silakan perhatikan ketentuan berikut ini.

        • Jika kamu mau naik kelas rawat inap dari kelas III ke kelas II atau dari kelas II ke kelas I, maka kamu harus membayar selisih biaya tarif INA CBG’s antar kelas.
        • Jika kamu mau naik kelas rawat inap dari kelas I ke VIP, maka kamu harus membayar selisih biaya maksimal 75% dari tarif INA CBG’s kelas I.

INA CBG’s (Indonesian-Case Based Groups) adalah sistem pembayaran dalam bentuk paket berdasarkan diagnosis penyakit dan prosedur pengobatan yang diderita pasien.

Perhitungannya menggunakan standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan yang tertuang dalam Permenkes Nomor 52 Tahun 2016.

Di dalam peraturan tersebut tertulis bahwa tarif INA CBG’s terdiri dari tarif rawat jalan dan rawat inap sesuai dengan kelompok rumah sakit dan wilayahnya.

III. Perhitungan Selisih Biaya Naik Kelas
      • Rawat Inap

Berdasarkan tarif INA CBG’s rumah sakit kelas A pemerintah di regional 1 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta), biaya rawat inapnya sebesar:

Kelas I = Rp10.507.100

Kelas II = Rp9.006.100

Kelas III = Rp7.505.100

Misalnya, kamu mau naik kelas rawat inap dari kelas III ke kelas II, maka kamu harus membayar:

Selisih Biaya = Biaya Kelas II – Biaya Kelas III

Selisih Biaya = Rp9.006.100 – Rp7.505.100 = Rp1.501.000

Maka, BPJS Kesehatan akan menanggung Rp7.505.100 dan kamu harus membayar Rp1.501.000 kepada pihak rumah sakit.

Tidak perlu susah payah menghitung lagi, cara perhitungan dan totalnya sama seperti jika kamu naik kelas rawat inap dari kelas II ke kelas I, kok.

Sementara jika kamu mau naik kelas rawat inap dari kelas I ke VIP, maka tambahan biayanya:

75% x Tarif INA CBG’s Kelas I

75% x Rp10.507.100 = Rp7.880.325

Kamu harus membayar biaya tambahan sebesar Rp7.880.325 kepada pihak rumah sakit, baru kemudian kamu bisa menikmati layanan kesehatan VIP.

      • Rawat Jalan

Untuk rawat jalan eksekutif, kamu harus membayar biaya paket pelayanan dengan jumlah maksimal Rp400.000 untuk setiap episode rawat jalan.

Misalnya, tarif INA CBG’s rawat jalan kemoterapi di regional 1 rumah sakit kelas A pemerintah (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta) ditetapkan sebesar Rp678.300.

Jika kamu memilih rawat jalan eksekutif, itu artinya kamu harus membayar tambahan biaya maksimal Rp400.000 setiap kunjungan rawat jalan. Totalnya kira-kira menjadi:

Rp678.300 + Rp400.000 = Rp1.078.300


Cara Turun Kelas Perawatan

Berbeda dengan naik kelas perawatan kesehatan yang harus membayar biaya tambahan (selisih biaya antar kelas), kamu tidak perlu melakukan segala hal itu jika kamu hendak menurunkan kelas perawatan kesehatan.

Kamu tidak perlu menghitung dan membayar biaya apapun, yang perlu kamu lakukan adalah mengurusnya melaluiĀ offlineĀ (langsung ke kantor BPJS) atauĀ onlineĀ (melalui aplikasi Mobile JKN).

I. Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan

Ada beberapa dokumen yang harus kamu persiapkan sebelum mengurus penurunan kelas perawatan kesehatan, yaitu:

        • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
        • Kartu Keluarga (KK)
        • Formulir Perubahan Data Kepesertaan BPJS
        • Bukti pembayaran terakhir

Bersamaan dengan itu, kamu juga harus memperhatikan syarat-syarat perpindahan kelas, seperti:

        • Bukti pembayaran yang diserahkan ketika proses penurunan kelas ditujukan sebagai bukti apakah ada tunggakan pembayaran iuran atau tidak.
        • Pindah kelas rawat dapat dilakukan setelah 1 tahun kamu mendaftar BPJS Kesehatan dan harus diikuti dengan perubahan kelas rawat seluruh anggota keluarga. Jadi, kalau kamu pindah kelas rawat, itu berarti seluruh anggota keluarga yang berada di dalam daftar KK harus ikut pindah. Ini berlaku untuk perpindahan kelas naik dan juga turun.
        • Peserta yang pindah kelas rawat pada bulan berjalan, maka kelas perawatan barunya berlaku pada bulan selanjutnya.
II. Langkah-Langkah untuk Turun Kelas Perawatan Kesehatan

Kamu bisa melakukan perpindahan kelas perawatan melalui berbagai cara, seperti:

        1. Aplikasi Mobile JKN – Buka aplikasi, pilih menu Ubah Data Peserta, lalu masukkan data perubahan kamu.
        2. Call Center BPJS Kesehatan – Hubungi 1500 400 dan sampaikan perubahan datanya secara lebih rinci.
        3. Mobile Customer Service (MCS) – Kunjungi MCS pada hari dan jam yang telah ditentukan, kemudian isi FDIP (Formulir Daftar Isian Peserta) dan tunggu antrean untuk mendapat pelayanan.
        4. Mal Pelayanan Publik – Kunjungi Mal Pelayanan Publik terdekat, isi FDIP (Formulir Daftar Isian Peserta) dan tunggu antrean untuk mendapat pelayanan.
        5. Kantor Cabang BPJS Kesehatan –Ā Kunjungi kantor cabang terdekat, isi FDIP (Formulir Daftar Isian Peserta) dan tunggu antrean untuk mendapat pelayanan.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan berkas atau dokumen yang telah disebutkan di poin sebelumnya.


#7 Efek Positif dari Kenaikan Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Efek Positif dari Kenaikan Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Banyak masyarakat Indonesia yang tidak setuju dengan kenaikan tarif iuran BPJS per 1 Januari 2020 lalu, ini dikarenakan mereka merasa keberatan karena dianggap sangat mengganggu ekonomi personal.

Walaupun begitu, ternyata penyesuaian tarif iuran ini diharapkan memiliki dampak positif bagi kesejahteraan seluruh masyarakat, seperti:

a. Mampu Menekan Defisit Puluhan Triliun Rupiah

Mungkin ada sebagian dari kalian yang belum mengetahui, bahwa BPJS Kesehatan mengalami kerugian atau defisit hingga Rp9,1 triliun di tahun 2018.

Jika tidak dinaikkan, defisit akan membesar menjadi Rp32,8 triliun di tahun 2019. Lalu, di tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp77 triliun.

Jumlahnya sangat besar bukan? Tentu saja ini akan mengganggu perekonomian negara. Selain itu, jika masalah ini terus berjalan, jaminan kesehatan seluruh masyarakat akan terombang-ambing tanpa kepuasan.

Satu-satunya solusi adalah menaikkan tarif iuran, dengan begitu defisit akan tertolong dan diprediksi akan surplus hingga Rp17,3 triliun pada tahun 2020 ini.

Sebenarnya apa sih yang membuat keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit sehingga harus dinaikkan?

        • Banyak peserta yang menunggak dalam membayar iuran bulanan.
        • Rumah sakit bersikap curang, banyak yang memainkan kategori saat pelaporan (seperti: seharusnya masuk dalam kategori B berubah menjadi A).
        • Pelayanan BPJS Kesehatan lebih banyak daripada jumlah peserta.
        • Ketidaksesuaian data akibat perubahan data peserta yang tidak diperbarui secara otomatis.

b. Menanggung Biaya Pengobatan Penderita Kanker

Penyebab lain keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit yaitu karena menutupi biaya pengobatan untuk penyakit kanker. Biaya untuk penyakit ini tidaklah sedikit, bahkan mampu menghabiskan biaya hingga Rp13,3 triliun dalam kurun waktu 4 tahun yaitu dari tahun 2014 sampai 2018.

Dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini, penyakit kanker akan dibiayai secara optimal termasuk seluruh layanan kesehatan untuk penyakit ini. Semua jenis kanker akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan tanpa harus khawatir terjadi defisit keuangan.

c. Peningkatan Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Kenaikan tarif iuran BPJS akan disertai dengan perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan di tiap kelasnya, termasuk di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Melihat kondisinya, masyarakat tidak perlu khawatir lagi berkat tarif iuran yang sudah kembali seperti semula.

Namun, perlu diketahui, jajaran pemerintahan masih melakukan evaluasi dan pemeriksaan terkait tarif iuran BPJS Kesehatan ini. Hendaknya masyarakat juga turut andil dalam urusan ini, sebab ini tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi tapi juga masyarakat.


#8 Cara Cek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Cek Tagihan Iuran BPJS Kesehatan

Pemerintah telah memudahkan warga negaranya dalam hal penggunaan fasilitas jaminan kesehatan, termasuk cara cek tagihan iuran BPJS Kesehatan.

Kini, kamu bisa melakukan pengecekan tagihan bulanan melalui 4 cara sederhana, yaitu melalui SMS, situs web, ATM, dan juga aplikasi Mobile JKN. Pengecekan ini ditujukan untuk mengetahui jumlah tagihan yang harus kamu bayarkan setiap bulannya.

Begini caranya!

Melalui SMS

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi pesan singkat atau SMS pada ponsel kamu, caranya adalah dengan mengirim pesan dengan format berikut.

TAGIHAN <spasi> Nomor Kartu BPJS Kesehatan

Contoh: TAGIHAN 0001140805119

Kirim pesan berisi format di atas ke nomor 08777-5500-400.

Jika masih bingung dengan format pesan tersebut, silakan ketik HELP pada kolom pesan lalu kirim ke nomor 08777-5500-400.

Melalui Website

Kamu juga bisa mengecek tagihan iuran di situs web resmi BPJS Kesehatan dengan tahapan di bawah ini.

        • Kunjungi situs web resmi BPJS Kesehatan.
        • Pilih menu Cek Iuran BPJS Kesehatan yang ada di sisi kanan halaman (pop-up menu).
        • Masukkan data yang diminta pada kolom yang tersedia, mulai dari nomor kartu, tanggal lahir, dan angka validasi.
        • Klik Cek, maka rincian pembayaran/tagihan BPJS Kesehatan kamu akan muncul (baik yang belum dilunasi maupun yang sudh dilunasi).

Melalui ATM

Jika kamu memiliki banyak waktu luang, kamu bisa melakukan pengecekan tagihan BPJS melalui ATM yang bekerja sama dengan lembaga ini seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

Berikut tahapannya.

        • Masukkan kartu ATM beserta PIN-nya.
        • Pilih Transaksi Lain > Pembayaran > Lainnya
        • Lalu pilih BPJS > BPJS Kesehatan
        • Kemudian masukkan nomor Virtual Account (VA) yang kamu terima saat pendaftaran akun.
        • Pilih Benar, maka kamu akan melihat konfirmasi tagihan pembayaran BPJS Kesehatan kamu di layar ATM.
        • Jika jumlah tagihan dirasa tepat, maka pilih Ya.

Cara di atas kurang lebih sama antara bank-bank mitra BPJS Kesehatan, baik BRI, BNI, maupun Bank Mandiri.

Melalui Aplikasi Mobile JKN

Selain melalui SMS,Ā website, dan ATM, kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk memeriksa tagihan pembayaran BPJS kamu, lho. Caranya yaitu:

        • Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store (Android) atau App Store (iOS)Ā di ponsel kamu terlebih dahulu.
        • Buka aplikasi dan Login.
        • Pilih Tagihan.
        • Lalu pilih Premi untuk melihat rincian tagihan.


#9 Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Ada berbagai cara yang bisa kamu pilih untuk membayar tagihan pembayaran BPJS Kesehatan maksimal di tanggal 10 setiap bulannya.

Di bawah ini adalah cara-cara untuk membayar BPJS Kesehatan.

Kantor BPJS Kesehatan

    • Pertama, kamu bisa mendatangi kantor BPJS Kesehatan langsung untuk melakukan pembayaran.
    • Lalu, serahkan kartu BPJS yang kamu miliki dan beritahu nomor anggota kamu kepada petugas.
    • Datangi loket yang disediakan untuk melakukan pembayaran.

Kantor Pos

Cara ini bisa kamu pilih jika yang lebih dekat dengan tempat tinggal kamu adalah kantor pos, dibandingkan media lainnya.

    • Siapkan kartu BPJS dan uang untuk membayar iuran.
    • Kunjungi kantor pos terdekat.
    • Beritahu nomor anggota BPJS kamu dan bayar sejumlah tagihan bulanan kamu.

Minimarket

Minimarket yang dimaksud adalah Indomaret dan Alfamart. Kamu tidak perlu bingung lagi harus membayar kemana dan melalui apa.

    • Kunjungi minimarket terdekat, baik Indomaret maupun Alfamart.
    • Katakan pada kasir bahwa kamu ingin membayar iuran BPJS Kesehatan. Serahkan kartu anggota kamu atau sebutkan nomor anggota yang tertera pada kartu.
    • Bayar sejumlah tagihan bulanan kamu.

Aplikasi Mobile JKN

Kini, pembayaran iuran BPJS Kesehatan semakin mudah karena adanya aplikasi Mobile JKN. Kamu bisa melakukan pembayaran melalui bank yang bekerja sama dengan lembaga ini.

    • Buka aplikasi Mobile JKN yang sudah diunduh di ponsel kamu.
    • Masuk ke akun kamu dan cek tagihan BPJS Kesehatan kamu.
    • Setelah mengetahui nominalnya, kamu bisa langsung melakukan pembayaran melalui transfer m-Banking atau i-Banking (mitra bank BPJS Kesehatan) ke nomor Virtual Account (VA) yang kamu dapat saat pendaftaran.
    • Atau, kamu juga bisa menggunakan kartu kredit (autodebit) untuk membayar tagihan tersebut.

ATM

I. BRI
        • Masukkan kartu ATM kamu, pilih bahasa, lalu masukkan PIN.
        • Pilih Transaksi Tunai atau Paket Tunai pada menu yang tertera.
        • Pilih Transaksi Lainnya > Pembayaran.
        • Pilih Lainnya sampai kamu menemukan menu BPJS, lalu pilih BPJS Kesehatan.
        • Masukkan nomor Virtual Account (VA) kamu.
        • Pastikan nama dan data kamu sesuai. Jika sudah sesuai, masukkan nominal yang akan kamu bayarkan.
II. BNI
        • Masukkan kartu ATM kamu, lalu masukkan PIN.
        • Pilih menu Pembayaran, lalu BPJS.
        • Masukkan nomor Virtual Account (VA) kamu.
        • Pilih kelas BPJS kamu dan masukkan nominal pembayaran tagihan kamu.
III. Bank Mandiri
        • Masukkan kartu ATM kamu, pilih bahasa, lalu masukkan PIN.
        • Pilih menu Bayar/Beli > Lainnya.
        • Pilih menu BPJS, lalu BPJS Kesehatan.
        • Pilih Individu karena kamu akan membayar tagihan untuk perorangan.
        • Masukkan nomor Virtual Account (VA) kamu.
        • Masukkan jumlah bulan yang akan dibayar, lalu tekan Benar.
        • Lalu, akan muncul konfirmasi pembayaran pada layar. Jika sudah tepat, tekan Ya.


E-Commerce dan Aplikasi E-Wallet

Semakin canggihnya teknologi, kini, kamu bisa melakukan pembayaran tagihan BPJS Kesehatan di berbagai aplikasi e-Commerce dan e-Wallet. Mulai dari Bukalapak, Tokopedia, Gopay, Ovo, dan sebagainya.

Bagaimana caranya?

    • Siapkan kartu BPJS Kesehatan kamu.
    • Buka aplikasi e-Commerce atau e-Wallet.
    • Pilih menu pembayaran untuk BPJS Kesehatan, judul menu akan berbeda-beda di setiap aplikasi.
    • Kemudian, ikuti langkahnya sampai selesai. Biasanya kamu akan diminta memasukkan nomor kartu dan data lain yang sekiranya diperlukan.

Nah, mudah bukan metode pembayarannya? Kamu tidak perlu khawatir, apalagi merasa kesulitan karena tidak memiliki banyak waktu untuk membayar BPJS Kesehatan.

Berkat berbagai media yang telah bekerja sama di atas, kamu bisa melakukan pembayaran dengan cepat dan mudah.

Kamu juga tidak perlu bingung dengan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. Mulailah mencari sumber pendapatan lain agar bisa tetap membayar semua tagihan dan cicilan termasuk membayar BPJS Kesehatan.

Dari mana? Coba pendanaan di Peer-to-Peer Lending KoinWorks yuk!

Return yang dihasilkan dari pendanaan di KoinRobo atau KoinP2P persembahan KoinWorks bisa kamu gunakan untuk membayar tagihan BPJS Kesehatan, lho! Ini bisa kamu jadikan alternatif sumber pendapatan baru untuk kamu!

Imbal hasil yang kamu dapatkan bisa mencapai 18% p.a. per tahunnya. Dengan banyaknya pilihan pinjaman, kamu bisa lebih bebas menentukan pinjaman mana yang paling menguntungkan bagi kamu.

Tunggu apalagi? Sisihkan pendapatan kamu untuk mendanai di KoinWorks! Klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan KOIN 350K yang bisa digunakan untuk pendanaan pertama kamu!

Daftar Sekarang


#10 Sanksi dan Denda untuk Penunggak Iuran BPJS Kesehatan

Sanksi dan Denda untuk Penunggak Iuran BPJS Kesehatan

Tidak sedikit masyarakat yang tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota BPJS Kesehatan.

Bahkan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang enggan membayar iuran karena tidak setuju dengan kenaikan tarif atau karena alasan lainnya (seperti tidak mampu membayar), padahal sudah menikmati fasilitas yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah mengadakan sanksi dan denda bagi para penunggak iuran BPJS Kesehatan agar lebih merasa jera dan tetap mematuhi aturan yang telah dibuat.

a. Sanksi

Terhitung sejak 1 Juli 2016, pemerintah menetapkan sanksi bagi penunggak iuran BPJS Kesehatan yaitu memberhentikan sementara status kepesertaan BPJS Kesehatan, dengan ketentuan terlambat membayar selama 1 bulan sejak tanggal 10.

Jika penunggak telah melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan tersebut, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali.

b. Denda

Dulu, BPJS Kesehatan sempat membuat peraturan bahwa ada pengenaan denda bagi peserta yang terlambat membayar iuran.

Namun, di dalam peraturan setelahnya, BPJS Kesehatan menghapus pengadaan denda tersebut. Jadi, jika kamu terlambat membayar iuran atau menunggak iuran, maka kamu hanya perlu membayar tunggakannya dan tidak dikenakan denda (tambahan biaya).

Tapi, di peraturan terbaru saat ini, pengadaan denda tersebut kembali dimunculkan dengan syarat dan ketentuan.

Bagi kamu yang menjalankan rawat inap selama 45 hari sejak status peserta BPJS Kesehatan kamu aktif kembali, maka kamu akan dikenakan denda 2,5% dari biaya rawat inap dikalikan dengan lamanya tunggakan.

Peraturan tersebut didasari oleh ketentuan sebagai berikut:

        • Maksimal menunggak iuran selama 12 bulan.
        • Besaran denda yang dikenakan maksimal Rp30 juta.

Agar lebih jelas, perhatikan contoh kasus berikut ini.

Kasus I:

Ferdi merupakan peserta BPJS Kesehatan kelas I. Ia sudah menunggak iuran selama 5 bulan berturut-turut. Sejak mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Kesehatan dan sejak terakhir kali ia membayar iuran (5 bulan lalu), Ferdi sama sekali belum pernah menjalankan rawat inap.

Maka, berapa total tunggakan yang harus dibayar Ferdi?

Untuk kasus Ferdi, tidak ada pengenaan denda karena Ferdi tidak menjalani rawat inap setelah terakhir kali ia membayar iuran. Oleh karena itu, Ferdi hanya perlu membayar Rp800.000 dengan perhitungan:

Iuran Kelas I x Lamanya Tunggakan

Rp160.000 x 5 bulan = Rp800.000

Kasus II:

Selvi lupa tidak membayar iuran BPJS Kesehatan kelas III sejak 3 bulan lalu. Ia sempat dirawat di rumah sakit sampai 8 hari, terhitung di waktu setelah ia melunasi iuran pada 3 bulan lalu. Besar biaya rawat inapnya yaitu Rp8.000.000.

Lalu, berapa tanggungan yang harus dibayar Selvi?

Selvi sudah pasti dikenakan denda karena masuk rumah sakit pada rentang waktu lebih dari 45 hari sejak melunasi iuran BPJS Kesehatan. Total tunggakan (denda) yang harus dibayarkan oleh Selvi yaitu sebesar Rp1.000.000, berikut perhitungannya:

2,5% x Biaya Rawat Inap x Lamanya Tunggakan

2,5% x Rp8.000.000 x 5 bulan = Rp1.000.000

Demikian beberapa contoh perhitungan yang akan memudahkan kamu dalam memahami ketentuan dan denda yang diberikan. Dengan ketentuan di atas, diharapkan masyarakat agar lebih patuh dan taat dalam membayar iuran BPJS Kesehatan.


#11 Call Center BPJS Kesehatan

Call Center BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki fasilitas layanan pelanggan yang akan memudahkan kamu dalam mengatasi segala permasalahan yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan. Care Center yang memiliki nomor 1500 400 ini bisa kamu akses kapan pun selama 24 jam, lho!

Ada banyak layanan yang bisa kamu manfaatkan melaluiĀ hotlineĀ BPJS ini, mulai dari pendaftaran peserta BPJS Kesehatan, pengaduan, keluhan, hingga konsultasi kesehatan. Berikut ini ada 4 layanan yang bisa kamu temukan di Care Center BPJS Kesehatan.

1. Mendaftar Keanggotaan

      • Sebelum menghubungi Care Center, kamu bisa menyiapkan terlebih dahulu hal-hal penting yang mungkin ditanyakan seperti nomor telepon, KTP, KK, rekening, alamat email, serta pilihan faskes.
      • Setelah kamu diberikan nomor Virtual Account (VA) melalui SMS atau email, lakukan pembayaran tagihan awal maksimal 30 hari sejak kamu menerima Virtual Account (VA).
      • Jangan lupa memberikan alamat lengkap untuk pengiriman kartu fisik BPJS Kesehatan kamu.
      • Kamu juga bisa menambahkan anggota keluarga untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui layanan ini.

2. Melakukan Perubahan Data

Jika ada perubahan data mengenai identitas, faskes, atau kelas rawat, kamu bisa melakukannya melalui Care Center. Sebelumnya, perhatikan hal-hal berikut.

      • Pastikan kalau kamu telah terdaftar lebih dari 3 bulan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) jika ingin pindah faskes.
      • Perubahan kelas rawat hanya berlaku untuk peserta mandiri (PBPU) dengan syarat telah terdaftar sebagai anggota aktif BPJS Kesehatan lebih dari 1 tahun di kelas rawat sebelumnya.

3. Konsultasi Kesehatan

Kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter umum tentang penyakit yang kamu alami. Layanan ini dibuka pada hari Senin – Jumat, mulai pukul 07:00 – 20.00 WIB.

4. Layanan Informasi dan Pengaduan Terpadu

Seperti call center pada umumnya, layanan Care Center memberikan akses layanan informasi bagi kamu yang ingin mengetahui seputar BPJS Kesehatan, termasuk memeriksa status keanggotaan, cara pembayaran, dan mengulik segala hal tentang faskes.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan pengaduan dan menyampaikan keluhan terkait layanan BPJS Kesehatan.


Penutup

Demikianlah, ulasan mengenai panduan lengkap BPJS Kesehatan tahun 2020 yang wajib kamu ketahui dan pahami sebelum memutuskan untuk berlangganan.

Jika kamu sudah berkomitmen menggunakan jaminan kesehatan wajib ini di awal, teruskan komitmen tersebut dengan membayar tagihan-tagihan BPJS Kesehatan yang memang seharusnya kamu bayarkan setiap bulannya.

Jangan sampai menunggaknya terlalu lama, atau kamu akan dikenakan sanksi dan denda yang tentunya merugikan kamu sendiri.

Bagaimana? Setelah membaca artikel ini masih ragu untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan?



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di: Ā 

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di: Ā 

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Apa itu KoinWorks?

Baca
X