7 Cara Berhemat yang Tidak Boleh Anda Lakukan – Di zaman sekarang ini, kebanyakan orang pasti akan berlomba-lomba untuk melakukan penghematan terkait dengan biaya hidupnya.

Anda mungkin berusaha untuk menghemat biaya makan, biaya perawatan, biaya listrik, dan biaya-biaya lainnya.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Membuat Anggaran Untuk Beragam Kebutuhan Keuangan Anda? Begini Tipsnya

Namun, tahukah Anda jika terkadang dengan melakukan penghematan terhadap beberapa hal tersebut malah menimbulkan biaya tak terduga yang lebih mahal di kemudian hari?

Jangan sampai penghematan yang Anda lakukan menjadi sia-sia karena Anda menghemat untuk hal-hal yang salah. Berikut adalah 7 cara berhemat yang tidak boleh Anda lakukan:

7 Cara Berhemat yang Tidak Boleh Anda Lakukan

1. Mendapatkan Asuransi Kesehatan yang Hanya Memberikan Cakupan Minimal

asuransi

Logika di balik hal ini adalah pandangan bahwa orang-orang muda memiliki peluang lebih rendah untuk terkena sakit.

Baca Juga: Seperti Apa Sih Kebiasaan Kaum Millennial Dalam Mengatur Keuangan?

Kebanyakan orang menganggap bahwa saat masih muda dirinya tidak akan memerlukan banyak perawatan kesehatan sehingga cenderung membeli asuransi dengan cakupan minimal atau bahkan tidak sama sekali.

Dalam hal ini, Anda harus memiliki cakupan asuransi yang cukup untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Cobalah untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan Anda atau penjual asuransi.

Penjual yang baik akan mengetahui sesungguhnya berapa nominal yang aman dan cukup untuk Anda. Dengan memiliki cakupan yang sesuai dengan kebutuhan akan membuat Anda memiliki perlindungan yang lengkap dikemudian hari.

Baca Juga: Krisis Keuangan? Don’t Worry Be Happy Selama Anda Melakukan 6 Tips ini

Mengingat bahwa asuransi yang Anda beli biasanya akan berlangsung hingga Anda menginjak usia lanjut, bahkan seumur hidup.

2. Membeli Pakaian atau Sepatu Berkualitas Rendah

Mendapatkan Konsumen

Jika satu pasang jins harganya Rp 200 ribu tapi akan aus setelah enam bulan pemakaian normal sementara pasangan kedua harganya Rp 400 ribu, tapi dapat digunakan selama bertahan-tahun, maka manakah yang lebih murah?

Baca Juga: Supaya Bisa Investasi Sedari Muda, Coba Lakukan 3 Hal Ini

Cobalah melihat pada kualitas bukan pada harga untuk hal ini. Kualitas produk yang jelek akan memaksa Anda untuk mengeluarkan uang membeli produk baru di saat produk lama telah usang.

3. Melewati Rutin Ganti Oli Untuk Kendaraan

memperbaiki mobil

Jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa tidak melakukanu pemeriksaan kesehatan setiap tahun dapat menghemat uang, Anda mungkin akan menyadari bahwa akan ada resiko besar yang ditanggung.

Baca Juga: Bermimpi Untuk Menjadi Miliarder? Ini 5 Kebiasaan yang Dilakukan Miliarder Supaya Cepat Kaya

Hal yang sama juga berlaku untuk mobil Anda, khusunya dalam hal penggantian oli dan perawatan rutin.

Anda mungkin dapat menyimpan beberapa ratus ribu rupiah di saku untuk sementara waktu, namun akhirnya, dengan mengabaikan biaya perawatan tersebut, hampir dipastikan akan menghasilkan kerusakan besar dan mahal di masa depan.

4. Mencoba Melakukan Segala Hal Sendiri

multitasking

Ada banyak perbaikan rumah kecil yang bisa dilakukan kebanyakan orang. Sebagai contoh, Anda dapat mengganti warna cat tembok dengan melakukannya sendiri, atau Anda juga dapat memperbaiki kunci pintu yang rusak.

Baca Juga: Generasi Millennial, Generasi Terkaya di Masa Depan

Namun, dalam banyak kasus lain, kecuali Anda memiliki kemampuan yang sesuai, akan lebih murah secara jangka panjang untuk menggunakan jasa profesional.

Sebagai contoh, bukanlah ide yang bagus untuk seorang amatir melakukan pekerjaan kelistrikan, pipa ledeng, atap rumah dan hal lainnya. Serahkan hal-hal ini kepada ahlinya agar tidak mengubah masalah kecil menjadi masalah yang lebih besar.

5. Tidak Memiliki Asuransi Mobil

asuransi mobil

Sementara itu bisa menghemat uang Anda dalam jangka pendek, namun keputusan ini bisa membuat Anda bangkrut. Jika terjadinya kecelakaan, kerusakan pada mobil tidak akan menjadi satu-satunya kekhawatiran finansial bagi Anda:

Baca Juga: Tips Keuangan Untuk Anak Millennial: Mempersiapkan Keuangan di Masa Depan

Anda juga harus khawatir tentang cedera pada pengemudi lain. Asuransi mobil mencakup biaya pengobatan bagi siapa saja yang terluka akibat kecelakaan. Jika Anda tidak memilikinya, Anda bertanggung jawab akan biaya perawatan kesehatan.

Dalam beberapa kasus, jika mobil Anda memiliki nilai penggantian yang kecil, boleh saja untuk memiliki cakupan asuransi dan pertanggungjawaban yang kecil- tapi bukanlah suatu keputusan yang bagus jika Anda tidak memiliki asuransi sama sekali untuk kendaraan Anda.

6. Melewatkan Pemeriksaan Kesehatan Tahunan Anda

medical checkup - checkup medis - periksa kesehatan

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan akan memberi Anda kesempatan yang jauh lebih baik untuk menemukan potensi masalah kesehatan sejak dini.

Baca Juga: Hey Fresh Graduate, Pastikan Melakukan Hal ini Sebelum Mulai Berinvestasi

Dengan mengetahuinya lebih awal, maka pencegahan dapat diperlakukan dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Melewatkan pemekrisaan kesehatan tahunan akan meningkatkan potensi yang lebih besar untuk terkena penyakit yang parah.

7. Melewatkan Dokter Gigi

periksa gigi

Jika Anda pergi ke dokter gigi dua kali setahun, Anda bisa mencegah masalah yang lebih besar dan lebih mahal. Melewatkan kunjungan mungkin tampak seperti cara untuk menghemat uang, tapi itu tidak akan terjadi jika ada masalah kecil, yang tidak dijaga.

Baca Juga: Punya Rencana Untuk Berlibur Namun Masih Bingung Dengan Biayanya? Coba 5 Tips Ini!

Masalah kecil pada gigi yang jika dibiarkan akan mengakibatkan masalah yang besar seperti perawatan saluran akar, mahkota, atau bahkan keduanya – yang dapat menghabiskan biaya jutaan rupiah.

Kedua masalah tersebut biasa diawali dengan berlubangnya gigi yang didiamkan tanpa diberikan perawatan tambal gigi.

Nah, itulah 7 cara berhemat yang sesungguhnya tidak boleh Anda lakukan. Alih-alih berhemat dalam hal tersebut, cobalah untuk menghasilkan income lain diluar pekerjaan utama Anda.

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks

Salah satu cara mudah untuk dapat menghasilkan passive income adalah dengan berinvestasi. Dengan berinvestasi, bunga yang didapatkan sudah merupakan passive income bagi Anda.

Saat ini KoinWorks menawarkan investasi peer to peer lending di mana Anda bisa mendanai setiap kebutuhan peminjam, kemudahan dalam menyusun dan mengatur portofolio investasi, hingga mendapatkan keuntungan dengan bunga efektif mulai dari 18% per tahun.

KoinWorks memungkinkan Anda untuk mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif kecil, mulai dari Rp 100.000, dan pastinya memudahkan Anda untuk berdiversifikasi demi meminimalisir risiko investasi.

Dengan melakukan investasi maka Anda dapat menambah pundi-pundi uang Anda lebih lagi. Yuk mulai berinvestasi!



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?