Modal adalah salah satu hal utama yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha atau saat akan mengembangkan usaha. Namun, modal justru seringkali menjadi masalah utama bagi para pengusaha karena sulitnya mendapatkan modal yang cukup. Walaupun banyak sekali penawaran pinjaman modal usaha, tetapi resiko yang harus diambil cukup besar jika harus memberikan barang jaminan. Oleh karena itulah, banyak pengusaha yang mencari pinjaman modal untuk  usaha tanpa agunan.

Sebenarnya, saat ini sudah cukup banyak bank ataupun lembaga keuangan resmi yang memberikan fasilitas pinjaman modal usaha tanpa agunan. Tetapi Anda harus berhati-hati jika akan mengajukan pinjaman seperti ini. Anda harus benar-benar mengecek syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh bank atau lembaga keuangan tersebut. Pastikan Anda mengetahui setiap detail dari pasal-pasal yang ada sehingga Anda tidak akan menyesal di kemudian hari.

Hal paling utama yang harus diperhitungkan  sebelum meminjam uang adalah bunga yang dibebankan pada nasabah. Anda tentunya harus mencari bunga yang sekecil mungkin agar beban Anda tidak berat. Lalu, jangan hanya memperhatikan angkanya saja, tetapi perhatikan kondisi dari bunga tersebut karena bisa mempengaruhi total beban yang harus Anda tanggung.

Pertama adalah periode bunga tersebut. Biasanya bank menetapkan bunga per bulan, tetapi ada juga yang menetapkannya per dua minggu atau harian. Hal ini harus diperhitungkan baik-baik karena bisa saja bunga 2% per bulan lebih menguntungkan dari 0,1% per hari. Jadi, gunakan akal sehat dan perhitungan yang benar agar Anda tidak salah memilih pinjaman modal usaha.

Hal kedua yang menjadi pertimbangan adalah sistem pembungaan. Pada umumya ada dua sistem yang biasa digunakan untuk menarik bunga dari suatu pinjaman yaitu sistem flat dan sistem bunga progresif. Sistem flat adalah bunga yang ditarik secara tetap dari jumlah awal pinjaman. Untuk sistem progresif, bunga yang dibebankan akan bergerak sesuai dengan saldo pinjaman terakhir.

Bunga flat memiliki keuntungan lebih mudah untuk diprediksi dan bebannya tidak berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, jika Anda dibebankan dengan bungat flat 2% per bulan, maka beban bunga yang harus Anda bayar setiap bulan adalah sebesar 2% dari jumlah total pinjaman Anda. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga akhir masa pinjaman modal usaha Anda.

Bunga progresif biasanya lebih tinggi dari bunga flat dan lebih sulit diprediksi karena bunganya akan dihitung dari saldo pinjaman terakhir Anda. Sebagai contoh, Anda dibebankan dengan bunga progresif 2,5% per bulan. Jika bulan ini saldo pinjaman Anda 10 juta, maka beban bunga untuk pembayaran bulan ini adalah 250 ribu. Jika Anda telah melakukan pembayaran dan saldo pinjaman Anda pada bulan selanjutnya menjadi 8 juta, maka beban bunga Anda selanjutnya adalah 200 ribu.

Bunga progresif hanya akan menguntungkan jika Anda mengangsur dengan jumlah besar dalam jangka waktu yang singkat sehingga saldo pinjaman Anda berkurang cukup besar dari waktu ke waktu. Jika Anda mengangsur dalam jumlah kecil, maka total bunga yang harus dibayar bisa cukup besar. Kondisinya bisa lebih parah jika Anda menunggak dan terkena beban biaya keterlambatan yang justru meningkatkan saldo pinjaman sehingga bunga yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi.

Setelah Anda memperhitungkan faktor bunga, hal lain yang harus dipertimbangkan saat mengajukan pinjaman modal usaha tanpa agunan adalah persyaratan yang harus Anda lengkapi untuk mendapatkan pinjaman tersebut. Untuk jenis pinjaman modal usaha, biasanya bank membutuhkan proposal usaha yang prospeknya baik. Anda harus bisa membuktikan bahwa usaha Anda bisa memberikan hasil baik dan Anda mampu melakukannya. Jika usaha Anda sudah berjalan, bank akan meminta data keuangan yang bisa membuktikan kualitas Anda dalam menjalankan usaha. Jika prospek Anda baik dan keuangan perusahaan juga baik, akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dalam jumlah yang cukup besar.

Satu hal penting yang harus Anda perhatikan baik-baik saat mengajukan pinjaman tanpa agunan adalah kemampuan Anda untuk membayar tepat waktu. Anda harus bisa menciptakan rekaman peminjaman yang baik agar kepercayaan bank kepada Anda meningkat dan membuat Anda mudah untuk mendapatkan pinjaman baru. Jika rekaman Anda tidak baik seperti sering telat membayar, bisa jadi Anda dimasukkan ke dalam blacklist. Jika Anda masuk dalam blacklist Bank Indonesia, data ini bisa dilihat oleh bank-bank lain sehingga mempersulit Anda untuk mengajukan pinjaman lain dimanapun.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.