Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » Cara Membuat dan Contoh Proposal Usaha atau Bisnis

Cara Membuat dan Contoh Proposal Usaha atau Bisnis

·
4 menit
contoh proposal usaha atau bisnis

Jadi, apakah kamu sedang mencari contoh proposal usaha sebagai awal untuk perencanaan yang bagus untuk membuka sebuah bisnis?

Di artikel ini KoinWorks akan membahas mengenai cara dan tips membuat proposal usaha hingga contoh yang bisa di-download.

Proposal usaha sendiri adalah sebuah rencana usaha yang dibuat, dituangkan tertulis ke dokumen dengan terstruktur, rapi serta jelas maksud tujuan isinya.

Pada intinya, proposal usaha adalah rencana bisnis yang tentu bisa digunakan untuk UKM.

Sebelum memulai suatu bisnis, sebaiknya kamu membuat proposal usaha terlebih dahulu.

Tujuannya agar kamu mengetahui arah dan tujuan membuka bisnis.

Tentunya kamu tidak ingin usaha yang dibangun gagal dalam waktu yang cepat, bukan?

Maka dari itu, segala sesuatunya harus direncanakan sebaik dan sematang mungkin untuk nantinya bisa menghadapi masalah dalam berbisnis.


Berbagai Jenis Proposal Usaha

Ada beberapa jenis proposal usaha yang bisa kamu buat.

Jenis-jenis tersebut seperti:

  1. Proposal Usaha Formal digunakan untuk merespon permintaan proposal pihak lain yang ingin untuk melakukan kerjasama dengan perusahaanmu.
  2. Proposal Usaha Informal biasanya digunakan calon pembeli yang tertarik dengan produk usahamu.
  3. Unsolicited Proposal adalah proposal yang tanpa ada permintaan resmi ataupun tidak ada permintaan yang jelas.



Apa Tujuannya?

  1. Proposal Formal ditujukan untuk menambah pendanaan lewat Bussiness to Bussiness yang akan diberikan ke perusahaan lain yang mempunyai tujuan sama.
  2. Proposal Informal ditujukan untuk menambah pelanggan dan memperluas jaringan pasar.
  3. Unsolicited Proposal untuk membuat banyak orang lebih tertarik dengan produk perusahaanmu.

Apa Manfaatnya?

Selain jenis dan tujuan, tentunya proposal usaha mempunyai banyak keuntungan atau manfaat bila kamu membuatnya.

Berikut adalah berbagai manfaat tersebut:

  1. Menjadi alat komunikasi yang nantinya sebagai pedoman menyampaikan gagasan ke pihak lain untuk bisa mendapatkan investor masuk ke perusahaan.
  2. Membantu wirausahawan untuk dapat berpikir secara kritis saat memasuki bidang itu.
  3. Sebagai pembanding antara perkiraan dengan hasil nyata di lapangan.
  4. Membuktikan dana masuk dengan sumber jelas serta ditulis dengan detail, rinci serta teliti.
  5. Mempermudah perizinan tempat usaha apabila kamu ingin menyewa tempat untuk menjalankan usaha.

Setelah mengetahui tentang pengertian hingga berbagai manfaat dari proposal usaha.

Kamu juga perlu untuk mengetahui cara membuat proposal usaha secara baik dan benar.

Di sini pastinya juga akan membahas cara-cara tersebut.

Di bawah ini pembahasannya.


Tips Membuat Proposal Usaha Secara Baik dan Benar

Tips atau cara membuat sebuah proposal usaha sebenarnya tidak begitu sulit. Namun, untuk penyusunan kata saat penulisan proposal haruslah dengan cara baik dan benar.

Pastikan juga menggunakan kalimat yang sesuai dengan EYD.

Jangan sampai kamu memberikan orang lain proposal usaha yang dibuat namun dalam keadaan yang kurang baik atau acak-acakan.

Hal itu tentu bisa membuat orang-orang yang akan kamu ajak kerjasama menjadi ragu untuk menerima dan bergabung dengan perusahaanmu.

Perlu untuk diingat jika membuat proposal usaha harus memuat tentang tujuan dari usaha atau bisnismu.

Kamu juga perlu mengingat jika tujuan dari adanya proposal adalah untuk mengajak investor bekerjasama sekaligus meminta bantuan.

Maka dari itu, buatlah yang sebaik mungkin dan meminimalkan kesalahan.

Ada beberapa unsur yang harus kamu sertakan ketika pembuatan proposal usaha atau bisnis.

Hal itu agar tujuan usaha bisa tercapai sesuai dengan keinginan dan target.


Berbagai Unsur Proposal Usaha

  1. Bab Pendahuluan
    Di sini kamu menuliskan tentang latar belakang serta motivasi untuk berbisnis, rumusan masalah, tujuan dari program, justifikasi objek bisnis, luaran diharapkan dan kegunaan dari program.
  2. Analisis Produk
    Kamu bisa memaparkan tentang jenis, nama, dan karakteristik dari produk, keunggulan produk, sampai keterkaitan produk dengan produk yang lain.
  3. Analisis Pasar 
    Kamu bisa memberikan gambaran umum mengenai rencana usaha, profil dari konsumen, potensi serta segmentasi pasar, metode pemasaran, analisa pesaing dan peluang, target penjualan, serta strategi pemasaran yang nantinya dilakukan.Kamu pun harus memastikan jika di bagian ini produk yang ingin untuk dijajakan atau jual akan laku keras.
  4. Laporan Keuangan
    Kamu harus untuk menuliskan secara jelas dan rinci laporan keuangan mulai dari total biaya, harga produk penjualan, analisis keuntungan, payback period, serta return on investment.
  5. Penutup
    Kamu bisa menulis mengenai permohonan maaf serta berbagai harapan yang diinginkan untuk terwujud.
  6. Lampiran-Lampiran:
    Kamu bisa melampirkan biodata dari pemilik usaha, struktur organisasi hingga surat perjanjian apabila sudah ada kesepakatan dengan investor.

Setelah mengetahui mengenai berbagai hal di atas tentang proposal usaha, kamu juga sebaiknya mengetahui contoh proposal usaha dan bisnis.

Nah untuk membantumu, di sini akan memberikan contoh singkat proposal tersebut.

Penasaran?

Mari simak yang di bawah ini.


Contoh Proposal Usaha atau Bisnis

Judul proposal: Toko Roti Serin

Rencana produk:

Roti merupakan produk pangan terbuat dari bahan dasar tepung terigu dan air yang difermentasi dengan ragi ataupun bahan pengembang lain. Roti diolah dengan cara dipanggang. Makanan ini cocok untuk dijadikan makanan berat ataupun cemilan.

Keunggulan produk:

  • Roti adalah makanan lezat dan mempunyai banyak gizi.
  • Harga roti cukup terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
  • Tersedia berbagai varian rasa roti.


Bahan-Bahan Pembuat Roti:

34 kg tepung terigu

6 kg isi roti: selai coklat, selai strawberry, dan selai kacang

17 kg gula pasir

17 kg mentega

70 butir telur

1000 gram ragi

200 gram garam

Proses Pembuatan:

  1. Siapkan semua bahan pembuatan roti.
  2. Timbang semua bahan sesuai dengan takaran.
  3. Campurkan tepung terigu dengan garam, telur, mentega dan ragi menggunakan mixer, tambahkan air secukupnya lalu aduk sampai rata.
  4. Setelah adonan jadi dan kalis, diamkan selama kurang lebih 10 menit.
  5. Bagi adonan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  6. Roti yang sudah mengembang, dibentuk serta diisi dengan isian. Masukkan ke dalam Loyang yang besar. Kemudian panggang di oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 15 menit.
  7. Dinginkan roti sampai kurang lebih 1 jam.
  8. Lakukan pengemasan setelah roti dingin.

Analisa SWOT:

  • Strength

Bisnis roti ini mempunyai cita rasa dan tampilan khas dan berbeda.

  • Weakness

Produk roti mudah untuk ditiru dan tidak mampu bertahan lama.

  • Opportunity

Budaya masyarakat yang konsumtif menjadi peluang utama untuk mendapatkan keuntungan besar dari menjual roti dengan berbagai varian rasa.

  • Threat

Banyak produsen roti yang telah mempunyai nama besar di daerah ini. Harga bahan yang tidak tetap bisa mengurangi profit.

Perencanaan Biaya:

Produksi Harian:

34 kg tepung terigu: Rp. 260.000

6 kg isi roti: Rp. 50.000

17 kg gula pasir: Rp. 190.000

Download File Lengkapnya


Demikian pembahasan tentang contoh proposal perencanaan usaha.

Semoga bermanfaat.

Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​