5 Dampak Resesi Ekonomi Bagi UKM Indonesia, dan Cara Mengatasinya

·
4 menit
dampak resesi ekonomi bagi ukm indonesia

5 Dampak Resesi Ekonomi Bagi UKM Indonesia, dan Cara Mengatasinya – Resesi ekonomi yang sebelumnya disinyalkan akan terjadi di Indonesia,sudah jelas terlihat.

Hal ini dikarenakan kondisi laju perekonomian Indonesia yang cenderung negatif atau minus dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32 persen.

Bahkan, pada kuartal III 2020 dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional berada di kisaran 0 persen sampai minus 2.

Tentu saja adanya fenomena ini akan menghasilkan dampak bagi masyarakat Indonesia.

Tidak hanya bagi masyarakat secara individu, tetapi juga sektor industri bisnis, khususnya UKM Indonesia.

UKM Indonesia tentu juga akan mengalami dampak resesi ekonomi yang berlangsung.

Seperti yang sudah diketahui bahwa UKM Indonesia, menjadi salah satu sektor penggerak roda perekonomian Indonesia.

Lantas, bagaimana dampak resesi ekonomi bagi mereka? dan bagaimana cara untuk meminimalisir dampak tersebut?


1. Daya Beli Masyarakat Turun

Dampak resesi ekonomi yang akan pertama dirasakan oleh UKM Indonesia adalah menurunnya daya beli konsumen.

Hal ini tentu diakibatkan karena jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pengangguran yang meningkat.

Terlebih lagi, dikeadaan pandemi seperti sekarang, membuat banyak orang akan semakin hemat pada pendapatannya.

Baca Juga: 5 Cara Memahami Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Penjualan

Mereka akan jarang melakukan pembelian atau mengonsumsi barang sekunder, atau tersier.

Hal ini tentu saja akan membuat bisnis, kehilangan jumlah konsumen yang signifikan.

Bila tidak diatasi, kerugian usaha bisa jadi sulit untuk dibendung lagi.


2. Penjualan Melambat

Bersambung dengan poin pertama, dampak resesi ekonomi berikutnya adalah penjualan yang menurun.

Adapun, hal ini dikarenakan adanya berkurangnya permintaan konsumen sehingga pertumbuhan bisnis juga melambat.

Nah, saat penjualan berjalan lambat, kemungkinan besar bisnis juga akan berhenti berkembang.

Tanda adanya dampak resesi ekonomi, akan terlihat dalam industri manufaktur.

Biasanya, produsen akan menerima pesanan dalam jumlah besar berbulan-bulan sebelumnya.

Nah, jika pesanan tersebut menurun seiring waktu, begitu pula pekerjaan pabrik.

Ketika produsen berhenti merekrut, di situlah awal mula melambatnya ekonomi lain termasuk UKM Indonesia.


3. Arus Kas Tersendat

Setelah mengalami penurunan penjualan, lantas keadaan keuangan finansial sebuah bisnis juga akan mengalami kontraksi besar.

Arus kas yang sebelumnya lancar akan mulai tersendat.

Biaya produksi sulit untuk dikeluarkan, dan utang akan menjadi pilihan untuk dapat menyelamatkan kelangsungan bisnis.

Bagi UKM Indonesia yang terbilang bukan merupakan bisnis besar, tentu akan sangat menyulitkan.

Sebagai pemilik bisnis UKM, kamu harus memutar beragam cara dan melakukan inovasi untuk bisa menghadapi tantangan bisnis ini.


4. Bisnis Gulung Tikar

Keuangan bisnis atau modal usaha menjadi tantangan besar bagi UKM Indonesia.

Jika modal usaha yang ada kurang, atau tidak bisa membiayai kebutuhan operasional, maka bisnis tidak akan berkembang seperti rencana awal.

Usaha akan berjalan secara stagnan, bahkan cenderung merugi.

Kalau sudah begini, gulung tikar bisa saja terjadi.


Setelah mengetahui 4 dampak di atas, lalu apa yang harus dilakukan bisnis UKM Indonesia supaya tetap bertahan akan dampak resesi ekonomi yang ada?

Cara Mengatasi Dampak Resesi Ekonomi

1. Review Kembali Model Bisnis yang Ada

Setiap bisnis UKM, tentu memiliki model bisnis sebelum menjalankannya.

Nah, jika kamu sudah memiliki bisnis berjalan, lakukan peninjauan ulang akan rencana-rencana yang sudah dibuat.

Misalnya, jika sebelumnya meninjau keuangan hanya sebulan sekali, sekarang lakukanlah lebih sering.

Belum memiliki laporan keuangan? Kalau begitu inilah saat yang tepat untuk mulai menerapkannya dalam bisnis UKM kamu.

Tidak perlu rumit, laporan keuangan bisa mulai dibuat dengan sesederhana mungkin, kok.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan perubahan rencana yang disesuaikan dengan keadaan sekarang.

Jadi, jika tak memungkinkan, jangan memaksa untuk tetap berpaku pada rencana yang sudah dibuat.


2. Sediakan Uang Tunai

Uang tunai adalah raja supaya bisa bertahan dari dampak resesi ekonomi yang ada.

Likuiditas arus kas, dan penjualan adalah kunci bisnis yang kebal resesi.

Pastikan kamu hanya mengeluarkan uang untuk hal-hal penting dan signifikan.

Baca Juga: Panduan Cara Menggunakan Kartu Kredit Bisnis, Harus Bagaimana?

Selain itu, jangan dulu untuk menumpuk modal dalam bentuk barang.

Alasannya, karena daya beli konsumen melemah saat ini, jumlah produk yang biasanya bisa terjual dalam sebulan, kemungkinan sekarang akan membutuhkan waktu lebih lama.


3. Terus Berinovasi dan Berkreasi

Ditengah dampak resesi ekonomi seperti sekarang, kamu diharapkan untuk tidak menjalankan bisnis seperti biasanya.

Tapi, kembangan inovasi dan kreativitas dalam bisnis kamu supaya bisa bertahan.

Kamu harus bisa menangkap peluang yang ada, meski mungkin awalnya harus mengorbankan keuntungan.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Digital Yang Paling Diminati

Misalnya, memberikan diskon atau paketan bundling.

Tapi jika belum berhasil, mungkin bisa pelan-pelan mengubah haluan bisnis yang memang sedang dibutuhkan masyarakat luas.


4. Cari Tahu Bantuan yang Ada

Demi menanggulangi dampak resesi ekonomi yang ada, pemerintah pun melakukan beragam bantuan untuk membantu usaha khususnya UKM Indonesia.

Kamu bisa bertanya kepada bank atau lembaga peminjam konvensional lain, apakah bisa untuk melakukan restrukturisasi atau menunda pembayaran pokok serta bunga cicilan yang ada.

Selain itu, kamu pun bisa memanfaatkan subsidi listrik pemerintah.

Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan solusi pembiayaan bisnis dari fintech yang sekarang sudah banyak tersebar.

Biasanya, meminjam modal usaha melalui fintech tidak memerlukan banyak syarat kompleks seperti ketika meminjam di lembaga keuangan konvensional seperti bank.

Tetapi, kamu harus pastikan memilih fintech yang sudah berizin di OJK, dan memiliki rekam jejak yang baik.

Salah satunya adalah meminjam modal tambahan bisnis di KoinBisnis dari KoinWorks.

Kamu bisa mendapatkan modal usaha hingga Rp2 miliar dengan bunga rendah mulai dari 0,75% per bulan.

Tenor fleksibel hingga 24 bulan, jadi bisa disesuaikan sesuai kemampuan bisnis.

Cara mengajukannya juga sangat mudah.

Kamu cukup unduh aplikasi KoinWorks,lalu semua proses pengajuan akan dilakukan secara online hanya melalui ponsel.

Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang


5. Data Semua Kewajiban

Pastikan posisi kas tidak mengkhawatirkan dan jangan anggap remeh kewajiban yang harus dibayarkan atau jatuh tempo.

Telaah lagi laporan keuangan yanga ada, dan cari tahu sekiranya berapa jumlah kewajiban, aset serta piutang yang belum tertagihkan.

Jika kamu masih memiliki piutang dari pihak ketiga, inilah saat yang tepat untuk menagih dan menjadikannya ekstra kas.


Nah dari informasi di atas ini, semoga bisnis UKM kamu bisa bertahan dan melewati tantangan dari dampak resesi ekonomi ini.

Semangat terus dan semoga berhasil, ya. Jangan lupa untuk langganan newsletter KoinWorks blog untuk mendapatkan tips ekslusif seputar bisnis.


Artikel lainnya:

Firda
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih