Home Investasi Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi dengan 5 Langkah Penting Berikut

Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi dengan 5 Langkah Penting Berikut

Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi dengan 5 Langkah Penting Berikut – Diversifikasi kerap menjadi salah satu rekomendasi para pakar atau investor yang sudah sangat berpengalaman yang ditujukan bagi investor lainnya di luar sana, terlebih bagi investor pemula.

Munculnya diversifikasi sebagai sebuah rekomendasi bukanlah tanpa sebab. Diversifikasi, sebagai salah satu strategi investasi, merupakan senjata yang sangat ampuh dalam memaksimalkan keuntungan.

Baca Juga: Dari 5 Jenis Investasi Populer yang Ada di Indonesia, kamu Pilih yang Mana?

Di sisi lain, diversifikasi sebagai ‘senjata ampuh’ utamanya diterapkan untuk meminimalisir risiko meski tidak ada yang akan membantah bahwa diversifikasi juga mampu memaksimalkan keuntungan.

kamu mungkin sering mendengar istilah “Don’t Put All your Eggs in One Basket”. Dari sudut mana pun kamu memandangnya, istilah tersebut mengandung makna yang sangat dalam.

Bila kita mengaplikasikannya dalam investasi, hal tersebut kira-kira memiliki arti “Jangan alokasikan seluruh aset kamu pada satu instrumen investasi”. Itulah arti ‘diversifikasi’ yang sebenarnya.

Baca Juga: Investasi Rp 100.000 Setiap Hari, Bagaimana Keuntungannya Setelah 10 Tahun?

Nah sekarang, demi mempermudah diversifikasi portofolio investasi, langkah-langkah apa yang seharusnya kamu ambil? Paling tidak, 6 langkah penting diversifikasi portofolio investasi berikut dapat membantu kamu untuk mulai mendiversifikasikan aset kamu demi memperluas diversifikasi kamu.

Hal ini juga penting bagi investor pemula atau bagi kamu yang sudah berencana untuk mulai mendanai. Silakan disimak.


5 Langkah Penting Untuk Mempermudah Diversifikasi Portofolio Investasi

1
Pahami Risk Tolerance kamu

risiko investasi resiko investasi tips investasi tahun 2017

 

Ketika kita berbicara tentang risk tolerance, apa yang kita rujuk sebenarnya adalah batasan tingkat risiko yang bisa kita terima dan batas minimum risiko yang bisa kita ambil.

Bila tidak mempertimbangkan potensi keuntungan, memahami cara kerja instrumen investasi yang kita pilih, dan merujuk pada dana investasi yang siap diinvestasikan, investasi bisa saja kurang maksimal.

Baca artikel berikut agar kamu lebih mudah memahami risk tolerance dan batasannya.

Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance


2
Tentukan Target Aset yang Siap Diinvestasikan

pengelolaan arus kas yang baik - keuangan menjelang liburan - Kiat Cerdas Mengelola Bonus dari Perusahaan dengan Bijak

Mencapai keseimbangan yang tepat antara tujuan finansial dan risk tolerance akan membantu kamu menentukan target investasi dalam memperluas portofolio kamu. Biasanya, investor yang memiliki risk tolerance yang tinggi akan berinvestasi pada target dengan profil pengembalian risiko yang lebih tinggi.

Investor dengan risk tolerance yang lebih rendah akan mencari instrumen investasi yang lebih aman seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), saham dengan volatilitas rendah, hingga reksa dana pasar uang.

Baca Juga: Begini Cara Kerja KoinWorks dalam Hal Pendanaan Fintech Lending

Untuk mencapai keuntungan maksimal dari diversifikasi, investor harus mengalokasikan sebagian dari portofolio mereka ke kelas aset yang tidak berkorelasi. Investasi ini memiliki ketergantungan historis yang rendah terhadap masing-masing keuntungan.


3
Rutin Melakukan Rebalancing

cara berinvestasi sesuai risk tolerance

Rebalancing merupakan suatu proses di mana investor menyelaraskan atau menyeimbangkan bobot aset yang diinvestasikan dalam portofolio investasi.

Dalam hal saham, misalnya, rebalancing dapat merujuk pada kegiatan yang melibatkan aktivitas membeli atau menjual aset dalam portofolio untuk menjaga tingkat alokasi aset sesuai yang diinginkan.

Sebagai contoh, misalnya dalam portofolio investasi seorang investor terdapat bobot aset dengan rincian 50% investasi saham dan 50% lagi berisi obligasi. Bila suatu saat harga saham memiliki performa yang baik, bisa saja investor tersebut menambah bobot saham menjadi 70% dalam portofolionya.

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa kamu Harus Mendanai di KoinWorks

Investor tersebut bisa saja memutuskan untuk menjual sebagian saham yang dimilikinya dan membeli obligasi untuk membuat bobot portofolio investasinya kembali menjadi seimbang, yakni 50/50.

Menyesuaikan target alokasi dalam portofolio investasi kamu akan membantu memastikan portofolio kamu sesuai dengan risk tolerance, kebutuhan investasi dan tujuan finansial. Sebaliknya, memutuskan untuk tidak menyesuaikan bobotnya justru akan meningkatkan risiko investasi kamu.


4
Pahami Kapasitas Risiko

Bagaimana Caranya Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return?

Kesediaan secara emosional dan kapasitas kamu untuk menanggung risiko sering kali bertentangan. kamu sebagai investor bisa saja mengambil risiko yang lebih besar melebihi tingkat risiko yang bisa kamu tanggung.

Atau, dalam investasi kamu memiliki sifat yang konservatif sementara kamu sewaktu-waktu perlu mengambil langkah yang lebih agresif.

Baca Juga: Pendanaan Fintech Lending: Praktik Terbaik dalam Mendanai di Peer to Peer Lending

Berbagai faktor seperti bobot dana dalam tabungan, nilai aset dalam investasi hingga tujuan keuangan akan menentukan kapasitas risiko seorang investor. Untuk itu, alangkah baiknya bila kamu dapat memahami sejauh mana kapasitas risiko yang kamu miliki.


5
Fokus Terhadap Tujuan Finansial Jangka Panjang

rencana keuangan - tujuan finansial

Ketika mengelola portofolio investasi kamu, gunakan berbagai pendekatan seperti keseimbangan, disiplin, dan jangka panjang sehingga investasi kamu bisa lebih fokus terhadap tujuan jangka panjang.

Baca Juga: Investasi Sebagai Pendapatan Utama: Apa dan Bagaimana?

Terkadang kita tergoda untuk berinvestasi pada ‘jenis investasi terbaik’ yang sering direkomendasikan pakar, atau bahkan tergoda pada ‘jenis investasi yang menghasilkan keuntungan’ tanpa pernah mempertimbangkan apakah jenis investasi tersebut memang mampu mendukung kita untuk mewujudkan tujuan finansial jangka panjang.

Bila kamu saat ini memasuki masa-masa menjelang pensiun, kamu tentu harus mempertimbangkan jenis investasi apa yang cocok untuk membantu memenuhi dana pensiun kelak.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun Dengan Rp 100.000 Setiap Hari

Jenis investasi apapun yang ingin dicoba, pastikan terlebih dahulu apakah jenis investasi tersebut sesuai dengan risk tolerance dan tujuan finansial kamu.

Hal tersebut pun berlaku dalam mempersiapkan biaya pernikahan hingga mempersiapkan biaya pendidikan anak di masa depan dengan investasi.

Berfokus pada kebutuhan dan tujuan finansial jangka panjang akan membantu kamu bertahan melewati masa-masa penuh gejolak dan membantu menumbuhkan aset serta mendapatkan keuntungan yang maksimal dari diversifikasi portofolio investasi kamu.


6
Penutup

Langkah-langkah penting dalam mempermudah diversifikasi portofolio investasi di atas paling tidak bisa dijadikan gambaran saat hendak mendiversifikasikan aset yang kamu miliki ke beragam instrumen investasi.

Dengan begitu, kamu memiliki gambaran terkait bagaimana seharusnya kamu membuat perencanaan untuk mendiversifikasikan dana investasi kamu.

Bila kamu selama ini berinvestasi saham dan obligasi misalnya, dengan memahami risk tolerance, risk capacity dan menentukan tujuan finansial jangka panjang, kamu mungkin akan menemukan jenis investasi lain yang cocok dengan kamu, misalnya deposito, reksa dana pasar uang maupun produk obligasi dari Pemerintah.

Jika kamu belum yakin, kamu bisa mempelajari fundamentalnya terlebih dahulu dengan mendanai di KoinP2P dari KoinWorks.

KoinWorks adalah sebuah aplikasi yang memberikan solusi finansial mulai dari pengembangan aset melalui pendanaan, hingga pinjaman bisnis atau individu.

Hanya dengan Rp100.000 saja kamu sudah bisa menyalurkan dana kamu kepada para peminjam yang terdiri dari para UMKM di Indonesia. Nominal yang kecil ini bisa membuat kamu lebih banyak melakukan diversifikasi portofolio investasi.

Namun, bagaimana pun rencana kamu untuk berdiversifikasi, pastinya kamu perlu mulai mendanai sedini mungkin demi memaksimalkan keuntungan investasi lewat efek compounding, mulai dari sekarang dan mulai melakukan diversifikasi portofolio investasi.



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.