Ekspor dan Impor: Jenis, Syarat, Manfaat serta Komoditasnya

·
4 menit
Ekspor dan Impor

Ekspor dan Impor merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh negara berkembang seperti Indonesia.

Meskipun dalam penerapannya terkadang masih ada saja yang keliru atau tertukar ketika menyebutkan namanya, terutama mereka yang memang belum begitu familiar dengan kegiatan ekspor dan impor ini.

Jika dijelaskan secara singkat, Ekspor merupakan kegiatan mengirimkan barang atau produk ke luar negeri, sedangkan impor merupakan kegiatan mengirimkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.

Lalu, apa saja manfaat yang didapatkan oleh negara dari kegiatan ekspor dan impor barang tersebut? Simak artikel ini sampai habis, ya:


Manfaat Ekspor

Menambah Devisa Negara

Devisa adalah nilai kekayaan yang dimiliki oleh suatu negara dalam bentuk mata uang asing.

Devisa negara bisa didapatkan dari berbagai kegiatan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara lainnya termasuk kegiatan ekspor.

Kegiatan ekspor sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Meskipun begitu, kegiatan ekspor bukanlah satu-satunya hal yang mendatangkan devisa bagi negara, karena devisa negara Indonesia juga sangat terbantu seiring berkembangnya dunia pariwisata Indonesia di mata dunia.

Menghasilkan industri dalam negeri

Kegiatan ekspor merupakan kegiatan perdagangan yang melibatkan pasar internasional. Dengan ramainya permintaan internasional terhadap produk-produk dalam negeri maka akan membuka peluang untuk industri di Indonesia.

Dengan kata lain, tingginya permintaan ekspor secara langsung akan berdampak terhadap perkembangan industri di suatu negara.

Perusahaan yang sudah berkontribusi pada kegiatan ekspor tidak hanya menguntungkan bagi negara namun juga menguntungkan pengusaha itu sendiri, karena selain akan mendapatkan profit yang menjanjikan, perusahaan juga akan mengasah kemampuannya dalam bersaing di pasar internasional.

Memperbanyak Lapangan Kerja

Dengan banyaknya industri yang melakukan kegiatan ekspor maka secara tidak langsung akan memunculkan lapangan-lapangan kerja baru, dan tentunya hal ini akan sangat berguna untuk menekan angka pengangguran.

Selain itu, banyaknya lapangan kerja yang diakibatkan pertubuhan ekspor di Indonesia juga akan menyebabkan penurunan angka kemiskinan.


Manfaat Impor

Ada beberapa manfaat yang didapatkan oleh suatu negara melalui kegiatan impor, diantanya:

  1. Memenuhi kebutuhan bahan baku atau produk yang tidak dapat di produksi oleh negara.
  2. Memdapatkan teknologi terbaru yang sudah berkembang di negara lain.
  3. Memenuhi kebutuhan dalam negeri

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan jenisnya, kegiatan impor terbagi menjadi dua bagian yaitu impor berdasarkan kegiatannya dan impor berdasarkan pengirimnya.

Impor Berdasarkan Kegiatan

  • Impor untuk digunakan: Kegiatan memasukkan barang atau jasa ke Indonesia dengan tujuan untuk digunakan atau dimiliki oleh orang yang tinggal atau berdomisili di Indonesia
  • Impor Sementara: Kegiatan memasukkan barang atau jasa ke Indonesia dengan tujuan untuk di ekspor kembali ke luar negeri. Masa berlaku impor sementara ini adalah paling lama 3 tahun sejak barang masuk ke Indonesia.
  • Impor Angkut Lanjut: Kegiatan mengangkut suatu barang dari satu kantor ke kantor lainnya tanpa adanya pembongkaran muatan terlebih dahulu.
  • Impor untuk Ditimbun: Kegiatan mengangkut suatu barang dari satu kantor ke kantor lainnya dengan melewati proses pembongkaran muatan terlebih dahulu.
  • Impor untuk Re-ekspor: Kegiatan mengangkut barang impor yang berada di wilayah Indonesia untuk kembali di ekspor ke luar negeri. Hal ini berlaku untuk barang impor yang memiliki kondisi tidak sesuai pesanan, rusak, salah kirim, tidak memenuhi syarat teknis atau telah terjadi perubahan peraturan.

Impor Berdasarkan Pengirim

Impor berdasarkan pengirim dibagi menjadi dua yaitu Full Container Load dan Less Than Container Load.

  • Full Container Load: Jenis impor barang yang pengirimannya menggunakan container dan pengiriman jenis ini hanya dilakukan oleh satu pengirim saja. Dengan kata lain, seluruh barang di dalam container hanya dimiliki oleh satu importir (pengirim) saja.
  • Less Than Container Load: Jenis impor barang yang pengirimannya menggunakan container tapi barang-barang yang ada di dalam satu container dimiliki oleh beberapa pengirim atau

Contoh Produk Impor di Indonesia

  1. Bahan Modal: Komputer, mesin, suku cadang dan alat berat
  2. Bahan Konsumsi: Susu, beras, daging, serta beragam makanan dan minuman lainnya
  3. Bahan Baku: Kertas, bahan kimia, dan lain sebagainya

Komoditas Ekspor Indonesia

Indonesia memiliki 5 industri terbesar dalam ekspor, diantanya:

Produk Hasil Hutan

Indonesia sebagai negara tropis memiliki jumlah hutan yang banyak dan juga besar, oleh karena itu tidak heran jika hasil hutan pun melimpah.

Salah satu hasil hutan Indonesia yang banyak di ekspor ke luar negeri adalah kayu.

Produk Tekstil

Meskipun orang Indonesia sering impor produk tekstil dari luar negeri, tapi sebenarnya produk tekstil asli Indonesia pun tidak kalah bagusnya.

Makanya, produk teksil Indonesia menempati 5 teratas komoditas ekspor yang dimiliki oleh Indonesia.

Kelapa Sawit

Untuk kalian yang belum tahu, kelapa sawit merupakan bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat berbagai macam kebutuhan konsumsi harian seperti minyak goreng, sabun, mentega dan lain sebagainya.

Negara yang paling banyak menerima ekspor kelapa sawit dari Indonesia diantaranya adalah Cina dan India.

Kakao

Kakao merupakan cikal bakal dari produk coklat, jadi biji kakao hasil perkebunan di Indonesia ini dikirim atau di ekspor ke berbagai negara untuk diolah menjadi makanan atau cemilan coklat.

Biji kakao yang dihasilkan terbagi ke dalam beberapa grade atau kualitas, oleh karena itu sebelum di kirim ke luar negeri maka biji kakao tersebut di seleksi terlebih dahulu dan semua biji kakao yang di ekspor merupakan biji kakao yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Karet

Tahukah kamu? Indonesia secara konsisten menjadi eksportir karet ke berbagai negara maju di dunia seperti Cina , Jepang dan juga Amerika.

Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar ke dua di dunia, makanya tidak heran bahwa karet merupakan komoditas utama ekspor di Indonesia.


Syarat Komoditi yang Dapat di Ekspor

Jika berbicara mengenai Ekspor dan Impor pastinya kedua kegiatan tersebut memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut ini syarat Komoditi yang dapat di Ekspor:

  1. Seluruh peralatan yang ingin di Ekspor ke luar negeri harus disertai dengan petunjuk pemakaian, dan petunjuk pemakaian ini bisa dicantumkan pada kemasan atau berupa manual book.
  2. Barang yang dikirimkan mampu bersaing dengan komoditi dari negara lain. Dalam hal ini persaingan bisa mencakup banyak hal termasuk harga, kualitas, waktu pemenuhan kebutuhan, sistem pembayaran dan lain sebagainya.
  3. Produk yang dikirimkan juga harus memenuhi standar ukuran, bentuk dan warna yang sesuai dengan minat di negara tujuan.

Hambatan Komoditi Ekspor Indonesia

Berbicara tentang pemenuhan syarat tentunya tidak dapat dipisahkan dengan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pemenuhan syarat tersebut.

Setidaknya ada 2 hambatan yang sering dihadapi oleh Indonesia ketika ingin mengekspor barang, diantaranya:

  1. Daya saing yang rendah terkait waktu penyerahan dan juga harga. Dapat dipahami bahwa terkadang kekurangan sumber daya manusia bisa berakibat sulitnya memenuhi target yang ditetapkan terakit waktu penyerahan. Jika berbicara perihal harga tentunya akan erat hubungannya dengan harga bahan baku yang di dapat, jika para eksportir ini tidak berhasil mendapatkan bahan baku dengan harga yang rendah maka tidak heran jika harga jual tidak dapat bersaing dengan negara lain.
  2. Saluran pemasaran yang belum berkembang. Ketika ingin mengirimkan suatu barang ke luar negeri maka para eksportir ini setidaknya harus bekerja sama dengan pihak-pihak di negara tujuan, baik untuk penyimpanan maupun pemasaran. Sayangnya, hal ini masih menjadi salah satu hambatan yang paling sering ditemui.

Mempelajari teknik ekspor dan impor tentunya akan sangat berguna, terutama bagi kamu para pengusaha muda yang ingin mengembangkan usahanya sampai ke pasar dunia.

Untuk dapat mewujudkan impian bersaing di pasar global, bukan hanya pengetahuan yang dibutuhkan tapi juga modal usaha.

Untuk itu, KoinWorks melalui KoinBisnis memberikan penawaran pinjaman modal usaha yang bisa kamu dapatkan hanya dengan mengakses Super Financial App di smartphone kamu.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman modal usaha sampai dengan Rp. 2 Miliar dan dengan bunga pinjaman yang cukup rendah yaitu hanya mulai dari 0.75% saja per bulannya.

Yuk, segera kembangkan bisnismu untuk bersaing di pasar globar bersama KoinBisnis dari KoinWorks.


Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang


Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih