[Event Recap] KoinWorkshop Vol.3  Koinworks x Aftech x Smesco: The New Normal of Economic and SMEs Disruption

koinworkshop vo.3

KoinWorkshop Vol.3  Koinworks x Aftech x Smesco: The New Normal of Economic and SMEs Disruption –  Saat ini di tengah pandemi COVID-19, Indonesia akan menghadapi situasi yang disebut The New Normal.

Adapun, The New Normal sendiri seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (20/5/2020), Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal. Namun, perubahan ini ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Nah, bersamaan dengan ini, KoinWorks bersama dengan AFTECH dan SMESCO mengadakan sebuah KoinWorkshop bertajuk The New Normal of Economic and SMEs Disruption.

Di sini, para pakar dan ahli membahas tentang the new normal dan kaitannya dengan Ekonomi dan bisnis UKM Indonesia.

Adapun acara ini dihadiri oleh Leonard Theosubrata (Direktur Utama SMESCO / Founder Indoestri) dan Mercy Simorangkir ( Ketua Harian AFTECH).

Simak rangkumannya di bawah!


KoinWorkshop Vol.3  Koinworks x Aftech x Smesco: The New Normal of Economic and SMEs Disruption

Apa Impact Post COVID-19 terhadap UKM? 

Peringatan: Persiapkan langkah yang tepat. UKM Indonesia tersebar cukup luas dan paling besar di level ultra mikro dan mikro yang diikuti oleh kecil hingga menengah. Di mana menengah memiliki omzet sebesar Rp50 Miliar.

Sudah jelas ultra mikro dengan omzet 50jt/tahun, pasti sangat terdampak di mana masuk ke klister bansos dan mungkin tidak bisa lagi disebut pengusaha, karena sektornya informal.

Salah satu kendala pemerintah adalah, how to get them on board. On board membutuhkan tahapan tersendiri. Saat ini sudah banyak program yang mendukung yaitu diantaranya program SMESCO dan Pemerintah dengan Digitalmarketer untuk UKM Indonesia di level kecil dan mikro dengan program KAU (Kakak Asuh UKM).

Bantuan pemerintah nantinya akan hadir di bidang digital. Adapun bantuannya adalah pilot Pelatihan 14 hari dan masing2 minimal 3 UKM. Target diharuskan 10.000 KAU untuk adopsi 30.000 untuk on boarding dan damping.

UKM Indonesia saat ini sangat memerlukan bantuan dari pihak-pihak yang lebih kuat untuk membantu mereka naik kelas. Karena nantinya, persaingan akan semakin ketat dengan adanya platform yang sama.

Seberapa siap Fintech? Project khusus dan dukungan terhadap UKM

Fintech sangat banyak jumlah dan jenisnya. Meskipun terkena dampak COVID, mereka memiliki banyak inisiatif untuk bantu UKM, Pemerintah, dalam rangka mengurangi dampak negative COVID-19.

Para penyelenggara fintech difokuskan untuk memberi pendanaan, memfasilitasi dalam mengurangi biaya produksi (free transfer/project financing/crowdfunfing tidak dikenakan biayan), NDR dikecilkan.

Sebagai tambahan, penyelenggara fintech lebih baik memberikan financial free advice melalui digital secara gratis. Tak hanya itu, UMKM juga bisa dibantu oleh oleh adanya P2P Lending namun yang sesuai aturan POJK.

Di masa saat ini, ketika berbicara mengenai branding dan naik kelas, apakah semua model yang dilakukan ini tepat? Apakah permodalan itu betul dipakai untuk bisnis atau untuk bertahan hidup?

Menurut Leonard Theosabrata, Kita harus tetap harus bergerak, karena masa-masa mitigasi sudah lewat, saat ini kita harus masuk masa recovery dan yang diperlukan adalah action.

Ia juga mengingatkan untuk jangan lupakan marketing, push sales, perhatikan cash flow. Ada satu cara yang memang convensional yaitu “Berbagi”.

Hanya dari komunikasi kita bisa mendapatkan sisi demand yang terus bergerak. Sisi demand tidak diketahui akan sampai kapan.

Tak hanya itu, menurutnya planning more or less tidak ada gunanya,  lebih baik swift dari action dan data yang kita dapat dari komunikasi.

Sedangkan menurut Mercy, concern saat ini yaitu privacy data, kemudahan inovasi, kenyamanan, dan kemanan. Bagaimana fintech harus meningkatkan value layanan jasa keuangan.

Menurutnya, ketika bertanya pada anggota, apa saja yang dilakukan oleh fintech? Pola bisnis menghadapi perubahan dan dampaknya adalah penundaan ekspansi. Strategi bertahan dan terus bergerak.

Konsolidasi dengan para anggota untuk bertukar pengalaman dalam mengatasi permasalahan. Demikian juga dengan regulator, regulasi harus mengawal aspek keamanan.

Ada beberapa proyeksi yg menyebutkan, proyeksi akan semakin meningkat terutama dalam permodalan bisnis. Apakah setuju?

Leonard Mengungkapkan, ada beberapa pihak yang memang mempertahankan fundamental. Ketika mencoba hal baru, yang tadinya belum tersentuh digital, sekarang mulai go digital mengalami peningkatan.

Banyak pihak lebih menjalani ke perubahan dan mencoba hal baru. Namun, ia mengingatkan bahwa efisiensi harus ada ketika diimplementasi, sistem harus dibangun sebaik mungkin untuk memonitor. Proses digitalisasi yang dipaksakan ini banyak dampak positif untuk para pelaku usaha .

Perencanaan Keuangan bagaimana?

Leonard menuturkan, “Cash flow is king. Maka dari itu carilah opportunity yang bisa dipegang. Kita mau keluar dari kondisi ini sebagai Winner, bukan Loser. Supaya siap lari ketika semua ini berakhir”.

Tak hanya itu Mercy juga menambahkan, “jika semuanya go digital 100%, kamu bisa implementasi semua regulasi yang ada. Kita lihat bagaimana situasinya. Bila memungkinkan, ekspansi usaha diambil untuk opportunity baru. Highly regulated melapor ke OJK. Untuk jenis usaha baru, harus punya ijin yang baru. Jadi semua harus sejalan”.

Apakah ini saat yang bijak untuk ajukan pinjaman?

Sebagai pengusaha harus tau juga kondisi dan kemampuan dalam repayment jangan sampai memberatkan. Mungkin bisa memanfaatkan crowdfunding. Semua tergantung dari kebutuhan.

Di sini KOINWORKS bisa menjadi responsible lenders yang memastikan semua aman dan pertanggungjawaban ke lender, ketika ada pinjaman yang masuk, business plan nya apa dan bagaimana, serta proyeksi ke depannya seperti apa. KoinWorks ingin menjadi supporter bagi UKM bukan beban.

Apa tips supaya UKM bisa bankable?

Lembaga Dana Bergulir difokuskan hanya untuk Koperasi, untuk UMKM yang paling tepat adalah KUR, UMI.

Perkara bankable, perbankan sebenarnya tidak sefleksibel fintech. Maka dari itu, SMESCO ingin menerbitkan credit scoring, tapi tidak langsung menyalurkan uangnya.

Selain itu, UKM juga harus melakukan pembukuan sebaik mungkin.


Demikian event recap dari “#KoinWorkshop Vol.3  Koinworks x Aftech x Smesco: The New Normal of Economic and SMEs Disruption” yang diselenggarakan tanggal 19 Mei 2020 lalu.

Diharapkan, dengan diselenggarakannya acara ini, bisa membantu UKM Indonesia dalam menghadapi The New Normal.

Sampai jumpa di event #KoinWorkshop selanjutnya!

<
>
SeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            
Kategori
 Bazaar
 Bersama Mitra
 Fintech Days
 Komunitas KoinWorks
 Sosialisasi dan Edukasi
 Umum

Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih