Investasi Fintech Lending: Praktik Terbaik dalam Berinvestasi di Peer to Peer Lending – Ketika berinvestasi di Fintech Lending, ada berbagai praktik atau metode berinvestasi yang wajib diikuti oleh setiap investor. Manfaatnya tentu saja untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi, terutama ketika peminjam gagal bayar.

Investasi Fintech Lending mungkin berada di level yang berbeda namun konsepnya masih tetap serupa dengan metode investasi konvensional yang mungkin sudah pernah Anda coba. Nah, berbagai praktik terbaik ini wajib Anda aplikasikan ketika berinvestasi di Fintech Lending, terutama di KoinWorks.

Praktik Terbaik dalam Berinvestasi di Peer to Peer Lending

1. Diversifikasi

Investasi dalam Jangka Waktu 6 Bulan koinworks fintech lending fleksibel

Teknik ini umum, apapun bentuk investasinya. Di Fintech Lending teknik ini juga umum digunakan, bahkan terbilang harus, sebab adanya sifat fleksibilitas yang dimiliki sistemnya dan ketersediaan peminjam yang banyak jumlahnya.

Di KoinWorks Anda bisa mulai berinvestasi dengan Rp 100.000, di mana Anda bisa mengalokasikan budget, katakanlah sebesar Rp 2.000.000 dan diinvestasikan Rp 100.000 ke masing-masing 20 Pinjaman, atau sebesar Rp 200.000 ke masing-masing 10 Peminjam.

Hal ini untuk memperkecil resiko yang mungkin terjadi jika peminjam gagal bayar, dan semakin sedikit default yang ada di portofolio Anda. Strategi investasi Fintech Lending Anda harus dimulai dengan diversifikasi, dengan berinvestasi ke sebanyak mungkin Peminjam.

Teknik diversifikasi di KoinWorks sudah dibahas lebih rinci di dalam artikel berikut:

2. Pahami Resiko Investasi Fintech Lending

risiko investasi resiko investasi

Sebagaimana setiap kali Anda berinvestasi, resiko itu sangat penting untuk dipahami. Semua jenis investasi memiliki porsi resiko masing-masing. Jika Anda gagal menganalisanya secara menyeluruh maka bersiaplah untuk rugi. Di Fintech Lending pun seperti itu.

Dengan investasi yang memiliki skema Pendana dan Peminjam, yang pertama kali yang harus diperhitungkan adalah kepada siapa Anda akan memberikan pinjaman. Kenali tujuan pendanaan Anda, lihat portofolionya, analisa tujuan peminjaman dananya, tinjau usahanya, dan bagaimana reputasinya.

Di KoinWorks, semua peminjam sudah disaring sedemikian rupa untuk meminimalisir segala resiko gagal bayar yang mungkin terjadi, bahkan sebelum peminjam tersebut muncul di dalam platform KoinWorks dan siap untuk didanai.

Anda, tentu perlu, mengklasifikasikan peminjam mana yang menurut Anda kira-kira layak untuk diberikan pendanaan. Dari sekian banyak pinjaman yang telah disetujui untuk masuk di dalam platform KoinWorks, data yang Anda perlukan untuk menganalisa resiko pinjaman sudah tersedia, bahkan bisa Anda unduh dalam bentuk Factsheet berformat PDF.

borrower data koinworks

Di tahap ini Anda bisa menganalisa data para peminjam dari berbagai segi, misalnya data keuangan, dalam setahun sang peminjam mampu menghasilkan Rp 1.000.000.000 sementara ia mengajukan pinjaman sebesar Rp 250.000.000 dengan jangka waktu satu tahun. Nah, dengan asumsi bahwa pendapatannya 400% lebih besar ketimbang dana yang ia pinjam, berarti ia terhitung layak untuk didanai dan mampu membayar pinjamannya tersebut dalam satu tahun.

Anda juga bisa menggunakan data lain untuk dianalisa; dari produk yang dijual, pendapatan bulanan, reputasi di internet, hingga tujuan pinjamannya.

3. Berinvestasi di Beragam Credit Scoring dan Suku Bunga

Investasi fintech lending KoinWorks
Keuntungan vs Resiko: Persentase Bunga dan Perlindungan Dana Proteksi

Di KoinWorks terdapat lima Credit Scoring dari A hingga E di mana masing-masing skor terdapat skalanya masing-masing dari 1 hingga 5. Yang tertinggi adalah A1 dan yang terendah adalah E5. Semakin tinggi Credit Scoring-nya maka semakin dianggap mampu untuk membayar pinjaman, dan semakin rendah maka sebaliknya. Di titik aman, misalnya A1, suku bunga yang dikenakan mulai dari 0,75%, sementara di E5 bisa mencapai 4%.

Bagi Anda Pendana, berinvestasi di E5 akan memberikan keuntungan yang lebih besar namun memiliki resiko yang lebih tinggi pula. Sementara di A1, dana Anda akan jauh lebih aman namun keuntungan akan lebih minim.
Di sinilah gunanya Anda berdiversifikasi, seperti yang telah dijelaskan di poin 1, di mana Anda bisa beruji coba menginvestasikan dana ke banyak peminjam sekaligus dengan credit scoring yang berbeda-beda.

KoinWorks juga akan memberikan Dana Proteksi dengan nilai yang berbeda-beda ke masing-masing credit scoring. Misalnya, dana Anda yang diinvestasikan ke pinjaman dengan grade A akan mendapat ganti rugi 100% jika si peminjam gagal bayar. Di grade E, dana investor hanya akan dikembalikan sebanyak 20%.

Anda bisa saja menyetarakan jumlah dana yang diinvestasikan ke masing-masing grade yang labanya lebih tinggi dan resikonya lebih rendah, atau labanya lebih rendah namun resiko lebih tinggi.

Ini untuk menghasilkan variasi dalam laba investasi Anda dan mengatur resiko kerugian yang mungkin saja muncul jika peminjam gagal bayar.

4. Riset

6 Kesalahan Wanita dalam Mengatur Keuangan

Keunikan yang dimiliki oleh investasi dengan sistem Fintech Lending adalah transparansi yang luar biasa tinggi. Sebagai investor baru, coba jawab pertanyaan berikut:

  • Berapa banyak yang harus diinvestasikan di Fintech Lending?
  • Apa tujuan saya berinvestasi dan jangka waktunya?
  • Apakah saya merupakan investor konservatif atau agresif?
  • Pinjaman jenis apa dan grade pinjaman yang akan saya danai?

Dan masih banyak lagi.

Ada banyak hal yang harus Anda riset sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Nah setelah itu analisa berapa besar yang bisa Anda investasikan dan di tipe pinjaman seperti apa.

5. Otomasi Pendanaan Anda

koinworks fitur social connect fintech lending

KoinWorks memiliki fitur otomasi yang diberi nama fitur Auto-Purchase. Dengan fitur ini Anda bisa menentukan jumlah pinjaman yang didanakan secara otomatis, pilih kriteria grade dari A hingga E, tujuan pinjaman, dan jangka waktu.

Setelahnya dana Anda akan dialokasikan secara otomatis ke beragam peminjam sesuai pengaturan yang telah Anda buat sebelumnya.

6. Investasikan Lagi Keuntungan yang Telah Didapat

reinvest

Jangan buru-buru menarik keuntungan yang telah Anda dapat dari hasil investasi Anda sebelumnya. Agar tetap mendapatkan keuntungan, bahkan lebih maksimal lagi, Anda perlu menginvestasikan lagi keuntungan yang telah didapat, sebar ke beragam peminjam.

Di KoinWorks, ketika Anda melakukan re-invest, keuntungan yang Anda dapat akan semakin besar lagi karena bunganya akan lebih besar dari semula ketika pertama kali dana tersebut diinvestasikan.

Penutup

Itulah berbagai kiat yang bisa langsung Anda praktikkan dalam berinvestasi di Fintech Lending. Apakah Anda sudah pernah berinvestasi di Peer to Peer Lending? Bagaimana kesannya? Dan sudah pernah coba berinvestasi di KoinWorks? Bagikan pengalamannya.

Jika belum pernah, segera bergabung di KoinWorks dan berikan pendanaan kepada banyak peminjam setiap harinya untuk berbagai kebutuhan seperti Pinjaman Bisnis, Pinjaman Kesehatan, hingga Pinjaman Pendidikan.

Daftar Sekarang


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.


Punya pertanyaan seputar KoinWorks?

2 KOMENTAR

    • Halo.
      Cicilan bulanan yang dibayarkan Peminjam dalam bentuk Pokok + Bunga.
      Apabila tidak terjadi kendala, cicilan akan terus terbayar hingga tenornya jatuh tempo, misalnya 1 tahun.
      Tenornya akan berbeda-beda tiap pinjaman, dan investor bebas memilih untuk mendanai berdasarkan bunga, tenor, maupun tujuan peminjaman.

      Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.