Pinjaman Dengan Performa Buruk dan Gagal Bayar, Perlukah Anda Khawatir? – Risiko terbesar ketika berinvestasi peer to peer lending adalah terjadinya gagal bayar.

Performa pinjaman yang buruk pun menjadi salah satu hal yang paling dibenci oleh investor dalam instrumen investasi online ini.

Kedua hal tersebut memang tidak bisa dihindari seturut waktu berjalannya masa pinjaman. Ada beberapa hal yang membuat performa pinjaman memburuk hingga terjadinya gagal bayar.

Baca Juga: Supaya Bisa Investasi Sedari Muda, Coba Lakukan 3 Hal Ini

Misalnya pada pinjaman bisnis, di mana sang pebisnis gagal memanfaatkan dana pinjamannya untuk mendongkrak tingkat penjualan, atau terjadinya bencana sehingga menyebabkan kerugian, atau mungkin musim produk jualannya sudah berakhir.

Hal-hal tersebut membuat dana pinjaman sekaligus investasi yang dilakukan tentunya tidak sesuai rencana atau ekspektasi awal, dan sering kali tidak bisa dihindari.

Maka dari itu, dari sudut pandang Anda sebagai investor, pinjaman dengan performa buruk hingga gagal bayar seharusnya bukanlah sesuatu yang membatasi atau pun menghalangi Anda untuk terus berinvestasi di peer to peer lending.

Baca Juga: Biar Tidak Bingung, Apa Sebenarnya Pengaruh Peningkatan Inflasi Terhadap Uang Anda?

Sebaliknya, fokuslah dengan berbagai metode untuk meminimalisir potensi kerugian yang mungkin harus Anda tanggung. Silakan lanjutkan membaca.

Apa itu Pinjaman Gagal Bayar?

Pinjaman bisa saja gagal bayar ketika sebuah bisnis telat dalam membayar cicilan bulanannya karena satu atau beragam hal yang mungkin tidak terelakkan.

Kami memutuskan untuk menyatakan bahwa sebuah pinjaman gagal bayar setelah beberapa waktu pinjaman tersebut tidak ada kelanjutan pembayaran (termasuk itikad baik dari peminjam) demi melindungi bunga keuntungan setiap investor kami. Bahkan, dalam beberapa kasus, status gagal bayar merupakan sebuah kewajiban.

Apa Kerugiannya?

Ketika sebuah pinjaman gagal bayar, investor tentu saja harus menanggung kerugian. Jumlah kerugian tersebut bisa saja berkurang selama masa pemulihan.

Masa pemulihan yang dimaksud adalah dengan mendistribusikan Dana Proteksi sebagai dana ganti rugi yang telah disiapkan oleh KoinWorks.

Kenapa Gagal Bayar Bisa Terjadi?

Ada banyak sekali alasan yang membuat peminjam gagal membayar kewajiban bulanannya dalam membayar cicilan.

Misal dalam kepentingan bisnis, peminjam gagal bayar karena buruknya arus kas seperti pelanggan yang tidak membayar tepat waktu, meningkatnya persaingan pasar dan ketidakmampuan bersaing, atau bahkan bencana alam sehingga kerugian tidak dapat dihindari.

Baca Juga: Memanfaatkan Efek Compounding Sebagai Bagian dari Strategi Investasi

Oleh karena itu, beberapa pinjaman bisnis yang Anda danai mungkin tidak akan mampu membayar cicilan pinjamannya.

Anda mungkin perlu mengestimasi tingkat kerugian sebesar 1,5% setiap tahunnya dari investasi yang Anda lakukan di peer to peer lending karena adanya risiko gagal bayar.

Namun, tingkat kerugian tersebut akan bervariasi bergantung pada grade yang diinvestasikan, dari A1 hingga E5.

Bagaimana Kami Memperhitungkannya?

Dalam hal investasi peer to peer lending, gagal bayar merupakan risiko yang umum diketahui, dan karenanya, kami membuat perhitungan yang jelas dalam hal penentuan tingkat suku bunga.

Baca Juga: Investasi Sebagai Penggerak Roda Perekonomian Indonesia: Apa dan Bagaimana?

Tim penilaian kelayakan kredit kami melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap semua peminjam entah itu untuk keperluan bisnis, pendidikan, hingga kesehatan.

Dari hasil penilaian kelayakan kredit tersebutlah muncul Grade A1 hingga E5, di mana A1 merupakan pinjaman yang paling aman (risiko rendah) namun bunganya pun lebih rendah.

Sebaliknya semakin mendekati E5, pinjamannya semakin berisiko namun akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi demi mengkompensasi investor yang bersedia berinvestasi pada pinjaman yang berisiko tinggi tersebut.

Dana investasi yang merugi pada pinjaman yang gagal bayar diseimbangkan dengan keuntungan ekstra yang telah dibayar oleh peminjam yang lancar membayar cicilannya.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return?

Selama tingkat kerugian masih sesuai dengan tingkat yang telah dipertimbangkan, setiap investor bisa mendapatkan tingkat pengembalian yang baik.

Minimalisir Tingkat Kerugian dengan Diversifikasi Investasi

Diversifikasi merupakan sebuah cara yang sederhana untuk meminimalisir tingkat kerugian pada portofolio investasi. Mendiversifikasikan dana investasi berarti memecah-mecah anggaran investasi Anda ke banyak peminjam dengan beragam tipe pinjaman.

Baca Juga: Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi Anda dengan 5 Langkah Penting Berikut

Tipe pinjaman yang dimaksud adalah beragam kebutuhan pinjaman tersebut berikut tingkat bunga dan tenornya.

Di KoinWorks, setiap investor bisa lebih fleksibel dalam memilih tipe pinjaman, baik itu untuk kepentingan bisnis, kesehatan, hingga pendidikan dengan tenor hingga 12 bulan. Grade yang dipilih pun cukup beragam yakni A1 hingga E5.

Baca Juga: Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Contoh sederhana mengapa diversifikasi itu penting dalam investasi peer to peer lending adalah sebagai berikut:

  • Tanpa Diversifikasi: Anda memiliki dana investasi sebesar Rp 100.000.000 di akun KoinWorks Anda. Apabila Anda menginvestasikan seluruh dana investasi tersebut ke satu pinjaman, dan apabila pinjaman tersebut gagal bayar, maka Anda akan mengalami kerugian yang sangat besar dalam sekali berinvestasi.
  • Dengan Diversifikasi: Sebaliknya, apabila dana sebesar Rp 100.000.000 tersebut dipinjamkan ke 100 pinjaman sekaligus (Rp 1.000.000 untuk setiap pinjaman – minimal investasi di KoinWorks sebesar Rp 100.000), dan apabila ada satu atau dua pinjaman yang gagal bayar, Anda masih berkesempatan untuk meraup keuntungan dari 98 pinjaman lainnya. Jadi secara keseluruhan, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Bagaimana Cara Mendiversifikasikan Investasi?

Karena di KoinWorks Anda bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif kecil (Rp 100.000), Anda bisa dengan mudah mulai mempraktikkan diversifikasi.

Salah satu cara yang paling tepat untuk berdiversifikasi sekaligus mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal adalah dengan berinvestasi ke paling tidak 100 pinjaman.

Baca Juga: Apa Itu Efek Compounding Dalam Investasi dan Seperti Apa Manfaatnya?

Dari total dana investasi yang Anda miliki, cobalah untuk mengalokasikan 1% hingga 5% dari total dana tersebut ke masing-masing pinjaman.

Demi menghemat waktu Anda, cobalah gunakan fitur Multi Auto Purchase yang telah disediakan di KoinWorks.

Baca Juga: Begini Teknik Diversifikasi Investasi di Fintech Lending KoinWorks

Dengan demikian, seberapa buruk pun performa pinjaman yang Anda investasikan dan bila pun harus terjadi gagal bayar, Anda tidak perlu khawatir selama Anda mendiversifikasikan dana investasi Anda ke beragam peminjam.



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?