[Media Coverage] KoinWorks Target Salurkan Pinjaman Rp 100 Miliar – Rendahnya akses masyarakat terhadap layanan finansial menjadi salah satu penghambat kemajuan ekonomi Indonesia.

Menyadari hal tersebut, CEO KoinWorks Benedicto Haryono bersama rekan-rekannya mendirikan perusahaan fintech dengan mimpi ingin memajukan Indonesia.

Saat ini sekitar 80% penduduk Indonesia belum mendapatkan akses finansial padahal mereka butuh untuk pengembangan usaha, untuk mendapatkan edukasi, mendapatkan pelayanan kesehatan. Maka dari itulah kita dari KoinWorks berkonsentrasi memberikan kredit atau pinjaman kepada pengusaha UKM yang sudah ada di online seperti Marketing atau Sales di Online.

CEO KoinWorks Benedicto Haryono usai Press Conference ARTificial Intelligence di Jakarta pada Rabu (12/4).

KoinWorks.com (PT. Lunaria Annua Teknologi) adalah penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Baca Juga: [Media Coverage] Karya Seni Hasil Produk UKM Tampil di Pameran ARTificial Intelligence

Kegiatan pinjam meminjam di KoinWorks.com diselenggarakan melalui metode Peer-to-Peer (P2P) Lending sebagaimana telah diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016.

Selain memberikan pinjaman dana dan penyedia layanan berinvestasi, KoinWorks ingin memberikan nilai tambah.

Baca Juga: OJK Fokus dalam Memperhatikan Perkembangan Fintech

benedicto haryono artificial intelligence koinworks - dukung ukm indonesia

Benedicto Haryono, CEO KoinWorks saat Grand Opening ARTificial Intelligence

KoinWorks menawarkan nilai lebih bagi para investor dan peminjam dengan menyediakan sistem penilaian pinjaman, sistem pembayaran dan teknologi yang mengurangi biaya dan inefisiensi perbankan tradisional, semua dilakukan secara online, jelas dan transparan

Benedicto Haryono

Sejak beroperasi pertengahan tahun 2015 lalu, KoinWorks fokus memberikan pinjaman untuk sektor produktif. “Kita tidak memberikan kredit untuk konsumsi tapi kita fokus memberikan kredit untuk usaha yang lebih produktif,” kata Benedicto.

Baca Juga: [Media Coverage] Sukses dari Bantuan Tangan Tersembunyi

Per Maret 2017, KoinWorks sudah memberikan total pinjaman sebesar Rp 20 miliar kepada kurang lebih 160 peminjam.

Oleh karena itu di tahun 201, KoinWorks berencana dapat menyalurkan pinjaman atau kredit lima kali lipat. “Sampai akhir tahun kami menargetkan bisa memberikan kredit minimal Rp 100 miliar,” ujar Benedicto.

Baca Juga: Investasi Rp 100.000 Setiap Hari, Bagaimana Keuntungannya Setelah 10 Tahun?

Lalu lanjut Benedicto, dari sisi peminjam dana diharapkan dapat meningkat dua sampai tiga kali lipat dari total peminjam yang ada saat ini. Apalagi bunga yang dikenakan terbilang rendah di kisaran 0,75-1,67%.

“Bunganya rendah dibandingkan yang dikenakan perbankan, selain itu sampai saat ini kita masih zero NPL,” imbuh Benedicto.

Baca Juga: 5 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Investor dan Harus Segera Dihindari

Selain dapat memberikan pinjaman, pengguna yang berusia 21 tahun ke atas dapat bergabung menjadi investor (pemberi modal).

Para investor cukup mendepositkan uang minimal Rp 100.000 sehingga dengan dana tersebut dapat membantu pendanaan dari kebutuhan peminjam sebagai investor P2P Fintech lending. Para investor dapat memperoleh keuntungan bunga efektif mulai dari 18% per tahun.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Investasi Itu Perlu Dilakukan Sekarang Juga

“Tahun lalu mereka (investor) mendapat keuntungan (return) sebesar 19,9% melebihi deposito,” ujar Benedicto.

Apresiasi Peminjam Dengan ARTificial Intelligence

Besar kepercayaan peminjam kepada KoinWorks diapresiasi lewat pagelaran. Bertempat di Pacific Place, Jakarta akan dipamerkan delapan karya seni ARTificial Intelligence. ARTificial Intelligence merupakan bentuk apresiasi KoinWorks sekaligus wujud dukungan terhadap perkembangan ekonomi Indonesi dalam meningkatkan UKM tanah air.

Baca Juga: [Media Coverage] Solusi Bagi Pembiayaan Rumah Sakit

Dalam acara ini melibatkan 8 partisipan terdiri dari mahasiswa atau mahasiswi kesenian dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), BINUS International, dan BINUS Northumbria School of Design (BNSD).

Kedelapan partisipan antara lain mahasiswi UMN bernama Ismi Ulfa yang mengubah produk dari Jaxine Collections menjadi karya seni bernama The Exploding Mind.

Baca Juga: Mengenal Investasi dan Cara Memulai Investasi dengan Rp 1 juta

Ada juga Nathanael Ivan membuat produk dari Batik Pelangi bernama Stay Strong, Stay Beautiful, Sarah Madya menangani produk dari Batik Pelangi menjadi karya seni bernama The Hidden Soul juga Vico Novianto mengubah produk Dane dan Dine menjadi karya seni dengan nama Just Take The First Step.

Dari BNSD, Bensfica Fedelia Audrey membuat sebuah buah karya bertemakan Child of The Night, lalu Alliya Dhiachandra membuat produk seni dari Aniki Cosplay bernama A Tale of The Imprisoned Hero, Jesslyin membuat karya dari produk Kopikina berjudul THe Islands of Coffee.

Baca Juga: [Media Coverage] Alternatif Pembiayaan Murah Layanan Kesehatan di Indonesia

Lalu dari BINUS International, ada Audrey Tampi membuat karya seni bernama The Melting Komodo. Semua hasil karya seni tersebut dapat dijumpai seluruh penjuru di Pacific Place yang berlangung mulai tanggal 12-30 April 2017.

Baca Juga: Investasi Sebagai Pendapatan Utama: Apa dan Bagaimana?

Benedicto menuturkan bahwa karya seni tersebut mempunyai cerita dibalik pengembangannya, perjuangan para pengusaha terangkum dalam karya seni di ARTificial Intelligence.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Menguntungkan yang Layak Dicoba

“Hanya dengan suatu ide yang unik dan eksekusi maka bisa menjadi suatu usaha yang sukses. Maka dari itulah ARTificial Intelligence kita menggabungkan tema-tema yang sudah ada di KoinWorks juga dengan para artist-artist muda ini semoga bisa menginspirasi pelaku UKM untuk terus maju,” katanya.


Media: BeritaSatu



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?