Kredit Macet: Cara Melunasi Utang & Penagihan Kredit Yang Tertunggak

kredit macet

Kredit Macet: Cara Melunasi Utang & Penagihan Kredit Yang Tertunggak – Kredit macet adalah keadaan yang bisa saja terjadi pada semua orang.

Biasanya terjadi bagi mereka yang merupakan seorang peminjam atau debitur.

Adapun kredit macet sendiri merupakan keadaan saat debitur baik perorangan atau organisasi tidak mampu membayar kredit kepada kredituer seperti bank/lembaga keuangan lain, tepat pada waktunya.

Istilah lainnya bisa juga disebut dengan nama Non-Performing Loan (NPL).

Baca Juga: Tetap Tenang, Ketahui 5 Hal Ini Jika Terkena Wanprestasi atau NPL

Adanya kejadian ini, bisa sangat mempengaruhi tidak hanya dari sisi keberlangsungan perkembangan layanan dari lembaga keuangan yang terlibat.

Tetapi, debitur yang mengalami kemacetan kredit juga dapat memiliki hasil BI checking yang kurang baik.

Alasannya, karena saat ini, pemeriksaan BI checking, tidak hanya dilakukan ketika seseorang ingin meminjam dana.

Tapi hasil BI checking pun digunakan saat melamar pekerjaan, lho.

Mari kita bahas selengkapnya tentang kredit macet, mulai dari cara melunasi, mengetahui sistem penagihan hutang, hingga langkah menghindarinya.


Kredit Macet: Cara Melunasi Utang & Penagihan Kredit Yang Tertunggak

#1. Penyebab Terjadinya Kemacetan Kredit

Macetnya sebuah kredit atau non performing loan (NPL), menjadi salah satu kejadian yang mampu menghambat perkembangan sektor keuangan.

Adapun, gagal kredit bisa disebabkan karena beragam hal.

Setidaknya untuk saat ini, ada faktor internal dan eksternal penyebab terjadinya kemacetan kredit.

Apa saja?

1. Faktor Internal

Penyebab utama terjadinya kredit macet dalam hal ini daang dari pihak bank atau lembaga keuangan penyedia pinjaman.

Perlu diketahui bahwa setiap kali pihak bank/layanan penyedia pinjaman menyalurkan kredit untuk debitur tentu mengantung risiko.

Manusia tidak bisa memprediksi masa depan.

Ditambah situasi dan kondisi lingkungan juga penuh dengan ketidakpastian dan cepat berubah.

Saat ini mampu, bukan tidak mungkin 1-2 tahun kemudian keadaannya sama.

Maka dari itu, untuk menekan dan meminimalisir adanya resiko kredit macet hal – hal berikut wajib dilakukan pihak kreditur.

  • Mengetatkan tim analisis kredit.
  • Pihak bank/lembaga penyalur kredit lainnya jangan terlalu ekspensif mengejar target.
  • Meniliti dengan baik riwayat keuangan nasabah.
  • Tetapkan plafon kredit sesuai kebutuhan peminjam.
  • Hindari menjadikan jaminan sebagai satu-satunya faktor aman analisa.
  • Realisasikan pengajuan kredit secara tepat waktu.

2. Faktor Eksternal

Nah selanjutnya adalah faktor penyebab macetnya kredit yang datang dari pihak debitur atau peminjam.

Adapun, debitur atau peminjam bisa datang dari perseoranan atau perusahaan.

Biasanya debitur mengalami kemacetan kredit karena mereka mengalami kondisi penurunan keuangan, adanya ketidak stabilan dari usaha yang dijalankan atau memang sengaja membayar tidak tepat waktu.

Tak hanya itu, menurunnya kegiatan ekonomi dan tingginya suku bunga kredit pun mempengaruhi.

Berikut adalah ciri-ciri yang menunjukan bahwa perusahaan mengalami penurunan atau krisis keuangan.

  • Permintaan tambahan jumlah kredit.
  • Permohonnan restrukturisasi atau perpanjangan masa kredit.
  • Keluarnya eksekutif perusahaan.
  • Terjadi perubahan kegiatan usaha.
  • Meningkatnya penggunanaan fasilitas overdraft.
  • Ditemukan kegiatan ilegal.
  • Usaha menjadi terlalu ekspansif.

#2. Dampak Kredit Macet

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Adanya kemacetan kredit akan berdampak pada kedua belah pihak kreditur dan debitur yang terlibat.

Jadi, bagaimana dampaknya?

1. Perkembangan Layanan Keuangan Menurun

Tidak hanya dirasakan oleh pihak nasabar atau peminjam, tetapi dampak besar juga terjadi pada pihak bank.

Adanya kredit macet membuat bank kekurangan dana.

Hal tersebut sangat mempengaruhi jalannya kegiatan usaha bank.

Maka dari itu, setiap lembaga keuangan yang menawarkan dana pinjaman sangat penting untuk menjaga nilai NPL-nya selalu berada di angka rendah jika ingin terus beroperasi.

Tidak masalah jika hanya satu atau dua debitur saja yang terkena kemacetan kredit atau tidak disiplin dalam menjalankan kewajiban mereka.

Tetapi, jika jumlahnya banyak dalam waktu yang hampir bersamaan. NPL dari lembaga keuangan tersebut akan naik.

2. Ekonomi Negara Terancam

Naiknya kredit yang macet akan memaksa perbankan memperkuat sruktur permodalannya.

Bisa dengan beragam cara, seperti memperbesar porsi penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP).

Di saat perbankan memperkuat struktur permodalan, secara otomatis hal ini akan mengurangi kemampuan bank untuk ekspansi kredit ke sektor riil.

Nantinya, akan sulit bagi sektor industri untuk mengajukan pinjaman kredit ke bank.

Kurangnya kemampuan tersebut, akan berdampak negatif terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Kita tidak bisa hanya mengharapkan investasi portofolio di pasar modal, atau investasi asing langsung (FDI) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Apalagi hal-hal di atas, sangat tergantung dengan imbas negatif krisis global.

Maka dari itu kredit perbankan adalah sumber terbaik lainnya yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, catatan statistik dalam beberapa tahun terakhir, menunjukan kontribusi kredit perbankan dalam pertumbuhan ekonomi bisa sampai 20% lho.

Jika terjadi banyak kredit macet, tentu bank akan menekan pengajuan kredit dan kehilangan minat untuk menyalurkan kredit kepada sektor-sektor yang membantu pertumbuhan ekonomi, seperti sektor manufaktur dan konstruksi.

3. Debitur Dapat Mengalami Kesulitan Pengajuan Kredit

Tahukah kamu? Riwayat kemacetan kredit atau gagal bayar akan tercatat dalam sistem dan akan terinformasi jika seseorang melakukan BI Checking.

Hal ini tentunya akan membuat peminjam, sulit mendapatkan dana kredit di kemudian hari.

Misalnya ada nasabah yang ingin mengajukan pinjaman KPR, tentu akan sulit bagi bank menyetujui permohannya jika nasabah memiliki riwayat gagal kredit.

Tidak hanya itu, sekarang ini banyak juga perusahaan besar yang menjadikan nilai BI Checking sebagai syarat untuk masuk kerja.

Hal tersebut bisa dipahami, karena tentu saja perusahaan ingin karyawannya terbebas dari segalam macam masalah keuangan yang ke depannya bisa saja mencoreng nama perusahaan.


#3. Cara Melunasi Utang Jika Mengalami Kredit Macet

Ketika kemacetan kredit sudah terlanjut dialami, apa yang bisa kita lakukan?

Jangan panik, usahakan untuk tetap tenang dan kooperatif dengan pihak lembaga keuangan terkait.

Pastikan kamu tetap bisa dihubungi dan jangan sampai menghindari karena hal tersebut justru akan menambah masalah, lho.

Alih-alin pihak kreditur akan menganggap kamu tidak memiliki itikad baik untuk melunasi kredit.

Bahkan, jika kamu meminjam dana dari bank, bisa saja mereka akan mendatangkan debt collector jika kamu tidak mau bekerja sama dengan mereka.

Baca Juga: Melunasi Utang Dengan 4 Langkah Mudah: Apa Itu Metode Debt Snowball?

Kamu bisa informasikan secara baik-baik pada pihak bank dan ungkapkan jelas bagaimana akhirnya kamu bisa ada dalam posisi kredit macet.

Adapun, pihak kreditur sendiri biasanya akan memberikan cara-cara melunasi utang bagi para debitur dengan tiga hal berikut.

1. Penjadwalan Kembali (Rescheduling)

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengajukan penjadwalan kembali atau rescheduling.

Adapun hal yang dijadwalkan ulang adalah jangma waktu pembayaran atau pelunasan, jumlah pembayaran bunga atau jumlah pembayaran setoran.

Dengan mengambil langkah ini, debitur akan mendapatkan waktu pelunasan yang lebih lama dari sebelumnya.

Sehingga, debitur dapat mengusahakan beragam cara untuk bisa melakukan pelunasan.

Sebagai contoh, misalnya kewajiban debitur melakukan pembayaran adalah pada minggu pertama.

Maka, pihak kreditur akan memperpanjang pembayaran hingga minggu kedia atau ketiga.

Namun, jika cara ini masih dirasa tidak dapat membantu mengatasi kredit yang macet.

Pihak debitur bisa mengajukan tindakan selanjutnya.

2. Penataan Kembali (Reconditioning)

Berikutnya adalah persyaratan ulang atau reconditioning.

Pada langkah ini pihak kreditur tidak hanya mengubah jangka waktu pembayaran tagihan tetapi juga mengubah syarat dan ketentuan dalam meringkankan beban nasabah.

Langkah ini bisa berupa mengubah besaran suku bunga, dengan harapan debitur bisa membayar kewajibannya setiap bulan.

selain itu, ada juga perubahan jangka waktu pinjaman, perubahan pembayaran dan lainnya.

Masih belum bisa membantu juga? Ada langkah berikutnya.

3. Persyaratan Kembali (Resctructuring)

Langkah terakhir untuk membantu debitur mengatasi kredit yang macet adalag restruktur atau penataan ulang.

Dengan langkah ini, kreditur bisa melakukan pengurangan suku bunga kredit, pemotongan denda, penambahan waktu angsuran dan lainnya.

Adapun, hal ini adalah langkah terakhir yang bisa dilakukan pihak kreditur untuk menyelamatkan kredit yang macet.

Ada baiknya, pihak debitur bertanggung jawab dan mencari bagaimana prosedur yang dibutuhkan untuk dapat melakuan langkah-langkah ini.

Baiknya, langsung infokan atau datang ke pihak kreditur untuk melakukan diskusi tentang cara penyelesaian terbaik.


#4. Usaha Pemerintah Menanggulangi Kredit Macet

Dalam hal meminimalisir adanya risiko kredit yang macet, Bank Indonesia juga mengupayakan beragam cara.

Adapun BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.14/2/PBI/2012 tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Tujuannya dikeluarkan hal ini adalah untuk menekan dampak negatif dari penggunaan kartu kredit sebagai alat hutang hingga mencapai batas berlebihan.

Alasannya, karena kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran yang paling banyak melahirkan fenomena kemacetan kredit.

Melalui peraturan tersebut, BI akan mengaturnya sebagai berikut.

  • Kepemilikan kartu utama, pemegang kartu minimal harus 21 tahun atau telah kawin dan minimum berusia 17 tahun atau telah kawin untuk kartu tambahan.
  • Minimum pendapatan pemegang kartu adalah Rp 3 juta per bulan.
  • Maksimal plafon kredit adalah 3 kali pendapatan per bulan dan penerapannya berlaku secara industri.
  • Calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya kurang dari Rp10 juta dikenakan pembatasan plafon serta pembatasan perolehan kartu kredit maksimum dari 2 penerbit.
  • Calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya Rp 10 juta ke atas tidak dikenakan pembatasan jumlah plafon dan kartu dari 2 penerbit sehingga analisis kredit sepenuhnya diserahkan kepada Bank.
  • Maksimum bunga kartu kredit 3 persen per bulan.
  • Peraturan ini membatasi jumlah kartu yang bisa dimiliki oleh calon nasabah, limit dari kartu kredit yang dimiliki dan bunya yang dapat di charge ke kustomer.

#5. Cara KoinWorks Meminimalisir Kredit Macet

KoinWorks merupakan salah satu fintech yang menawarkan produk pinjaman bisnis online, dan kebutuhan finansial lainnya seperti produk pengembangan dana, tabungan emas (KoinGold) dan lainnya.

Melalui produk KoinP2P dan KoinRobo, KoinWorks memiliki komitmen untuk membantu penggunanya mengembangkan dana sekaligus memberi akses pendanaan pada Individu atau UKM Indonesia melalui KoinBisnis.

Walaupun KoinWorks memberikan akses pendanaan yang mudah, namun tentu peminjam harus melalui beragam penilaian dan prosedur yang sesuai standar.

Penilaian ini dilakukan tim khusus KoinWorks untuk mengetahui beragam indikator seperti tujuan, latar belakang peminjam, hingga kualitas skor kredit dari calon peminjam.

Lalu apa saja yang dilakukan KoinWorks?

1. Background Checking

Calon peminjam harus menyerahkan semua data terkait bisnisnya dan juga informasi dari pemilik bisnis beserta keluarga untuk dianalisa.

Dalam melakukan hal ini, KoinWorks juga bekerja sama dengan Bank (Bank Connect) dan juga toko online (Store Connect), di mana calon peminjam bisa mengkoneksikan akun bank dan toko onlinenya sehingga data yang diterima, untuk kemudian dianalisa bisa lebih efektif dan maksimal.

2. Memberikan Jangka Waktu Pinjaman Fleksibel

KoinWorks memberikan calon peminjam jangka waktu yang fleksibel yakni 1 – 24 bulan. Jangka waktu ini juga menentukan, kemampuan calon peminjam dalam membayar kewajibannya.

Dalam hal ini, KoinWorks memberikan kebebasan bagi calon peminjam, sehingga KoinWorks tidak akan memaksa calon peminjam melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu yang tak sesuai kemampuannya.

3. Metode Pembayaran yang Bisa Dipilih Sesuai Kemampuan Peminjam

Peminjam bisa memilih dua metode pembayaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya yaitu cicilan tiap bulan atau lumpsum yang dibayarkan pada akhir masa pinjaman.

KoinWorks memberlakukan kebebasan ini, supaya calon peminjam juga dapat menganalisa kemampuannya dalam melakukan pembayaran.

4. Memilih Industri yang Prospeknya Bagus

KoinWorks menghindari industri-industri yang bersifat musiman atau seasonal, yang memang hanya dapat berkembang di waktu tertentu.

KoinWorks memastikan bahwa industri penerima pendanaan adalah industri yang memiliki prospek jangka panjang baik dengan profit menjanjikan ke depannya.

5. Melakukan Stress Test

KoinWorks memberlakukan stress test kepada setiap calon peminjam, dengan tujuan untuk menguji bagaimana daya tahan sistem keuangan bisnis dalam menghadapi risiko yang bisa mengancam dari waktu ke waktu.

6. Beradaptasi dengan Teknologi

Koinworks akan merinci kasus per kasus yang ada dalam bisnis tersebut. Proses ini akan dilakukan secara live video call jadi tidak terbatas oleh situasi dan kondisi.


#6. Tips Agar Debitur Terhindar dari Kredit Macet

Kredit macet tak hanya menjadi teror untuk debitur tetapi juga kreditur.

Tapi walaupun begitu, bukan berarti meminjam uang di bank atau lembaga keuangan lainnya adalah hal yang menakutkan.

Bahkan dari pembahasan di atas, diketahui bahwa adanya kredit perbankan bisa menjadi salah satu faktor tumbuhnya ekonomi negara.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Dipahami Tentang Rencana Pengelolaan Utang

Tidak apa jika kamu ingin melakuan peminjaman dana, tapi sebaiknya terapkan prinsip-prinsip berikut supaya nantinya tidak terjebak pada kredit macet.

1. Hindari Utang Konsumtif

Memang mengajukan pinjaman adalah hak setiap orang.

Biasanya setiap orang juga memiliki tujuan yang berbeda saat meminjam.

Mulai dari untuk modal bisnis, biaya pendidikan, beli rumah hingga kendaraan dan gadget.

Namun ada baiknya kamu memastikan bahwa pinjaman yang kamu ajukan memiliki manfaat ke depannya dalam artian utangnya adalah produktif, bukan hanya sekadar untuk memenuhi gaya hidup yang konsumtif.

2. Pinjam Sesuai Kemampuan

Sebelum meminjam pastikan pinjaman tersebut masih dalam rasio yang baik dengan penghasilan.

Hal ini dilakukan supaya kredit pinjaman tersebut tidak melampaui batas kemampuan finansial kamu nantinya.

Jangan sampai, penghasilan kamu tiap bulannya hanya habis untuk membayar cicilan utang dan tidak bisa dipakai untuk alokasi kebutuhan lainnya.

Ketahui kebutuhan apa saja yang dipenuhi di luar kewajiban membauar utang dan bunganya.

Perlu dicatat bahwa utang atau kewajiban yang harus dibayarkan tiap bulannya jangan sampai lebih dari 30% dari total pendapatan, ya.

3. Pastikan Selalu Jalankan Cicilan Tiap Bulan

Jangan pernah menunda kewajiban yang seharusnya kamu bayarkan tiap bulannya.

Setiap kali setelah menerima pendapatkan, pastikan kamu langsung mengalokasikan dana untuk membayar utang tersebut.

Hal tersebut dilakukan supaya kamu tidak memakai dananya untuk kebutuhan lainnya.

Jangan malas juga untuk langsung membayar jika memang waktunya sudah jatuh tempo.

Kelalaian membayar yang ditunda-tunda inilah yang menyebabkan kamu terkena denda, bahkan bisa mengalami kredit macet.


Nah dari pembahasan di atas, diharapkan bisa membantu kamu lebih memahami tentang apa itu kredit macet, apa penyebabnya dan bagaimana cara menanggulanginya.

Semoga bermanfaat!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih