KoinWorks Meet Up: “I am an Online Seller, Can I be a Real Entrepreneur?” – Pada hari Rabu (2/5) KoinWorks telah mengadakan meetup bersama para online seller. Bekerja sama dengan Lazada, beberapa online seller juga merupakan customer dari Lazada.

Meet up yang diadakan di Jakarta Creative Hub ini mengusung tema tentang “I am an online seller, can I be a real entrepreneur?” dibawakan oleh dua speaker yaitu, Benedicto Haryono selaku Co-Founder dan CEO KoinWorks dan Stanislaus Tandelilin, Co-Founder dan COO dari Sale Stock Indonesia.

I am an Online Seller, Can I Go Big?

Melalui acara ini, keduanya membagikan informasi terkait dengan cara-cara membangun bisnis berskala kecil. Stanislaus, yang akrab disapa Stanis, menceritakan bagaimana awal mula Sale Stock yang dulunya hanya bisnis rumahan yang sangat kecil hingga sekarang berkembang pesat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

“Awalnya hanya bisnis online baju murah oleh istri CEO kami, Lingga, sangat manual dan hanya jualan melalui Tokopedia dan Facebook.” Ujar Stanis.

Baca Juga: Yuk Gapai Mimpimu dengan KoinPintar dari KoinWorks!

Namun, setelah melihat adanya potensi di luar Jawa khususnya produk pakaian, Sale Stock mulai mengembangkan bisnisnya dengan mencari funding dari luar.

“Setelah kita mendapat funding, kami mengubah semua system, contohnya website, kami menggunakan SIRCLO, lalu finance accounting yang penting untuk menghitung laba, dan inventory menggunakan aCommerce”, tuturnya.

Menurut Stanis, banyak pemilik online shop yang gegabah ingin memperbesar usahanya dengan membuat aplikasi dan website namun tidak melakukan perancangan yang matang.

Padahal semua itu membutuhkan proses. Jangan terburu-buru untuk memiliki bisnis yang besar tanpa rencana yang bijak.

Salah satu ciri seorang entrepreneur sejati, mereka harus terus memperbaharui skill mereka. Dalam bisnis, sebuah system yang baik juga diperlukan, karena tidak mungkin dilakukan secara manual terus-menerus.

Banyak online seller yang kurang menyadari pentingnya system operation, sehingga under invest terhadap operation online shop mereka. Sehingga berujung pada sistem penjualan yang berantakan dan menjadi tutup.

Baca Juga: KoinSehat, Solusi Pembiayaan Kesehatan yang Mudah dan Murah dari KoinWorks

Stanis menekankan berkembangnya Sale Stock hingga menjadi sebesar ini berkat adanya sistem operasi pada bisnisnya. Selain itu, untuk masalah dana, Ia menyarankan jika membutuhkan suntikan dana, boleh melakukan loan atau pinjaman dengan perhitungan yang matang.

Pinjaman dapat dilakukan melalui bank atau fintech seperti KoinWorks. Ia juga berpendapat bahwa perbedaan seorang entrepreneur dan pedagang terletak pada skill yang dimilikinya dan bagaimana usahanya untuk mau terus belajar dan berkembang.

Panduan Pendanaan Untuk Menjadi Entrepreneur

Berawal dari tahun lalu, KoinWorks juga memulai bisnis nya tanpa divisi marketing. Sehingga, pemasaran dilakukan melalui kerjasama dengan platform-platform lain. Dengan melihat peluang-peluang yang ada, kita tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk melakukan pemasaran.

Sebagai peer-to-peer lending, KoinWorks hanya menjadi penghubung dari para investor atau pemberi pinjaman dengan para peminjam. Dengan bunga yang sangat kecil, UKM menjadi target utama dari KoinWorks.

“Untuk melakukan ekspansi, berbagai macam hal perlu dipersiapkan. Dari segi SDM, aset, accounting, customer service, marketing dan semua itu membutuhkan sistem yang tidak murah. Terlebih lagi inventori, karena sekarang permintaan pasar yang on demand,” tutur Ben.

Hal yang terpenting dalam pendanaan dalam bisnis adalah dengan memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Melakukan pembukuan atau accounting juga perlu agar bisa mengetahui modal dan untung dalam bisnis.

Menurut Benedicto, mendapatkan modal usaha dapat melalui pinjaman usaha dari keluarga, kerabat, bank ataupun Fintech. Namun, yang harus diperhatikan adalah bunga dan resiko yang didapatkan dari pinjaman tersebut.

Jangan sampai bunga tersebut memakan usaha milik kita sendiri. “Setelah mendapatkan uang, mulailah melakukan pembukuan agar mengetahui pemasukan dan untung,” ujarnya.

Salah satu borrower KoinWorks juga berkesempatan untuk menceritakan sedikit tentang pengalamannya ketika mendapat pinjaman dana sebesar 10 juta dalam seminggu melalui KoinWorks. Anna Amanda, merupakan penjual coklat online khususnya di Instagram.

Anna membutuhkan dana untuk membeli mesin coklat sebanyak sepuluh buah untuk mengembangkan bisnisnya. Ia bercerita awal mulanya ia mengetahui KoinWorks secara online melalui twitter dan tertarik untuk mengajukan pinjaman tanpa agunan.

Terlebih lagi, KoinWorks sudah resmi terdaftar di OJK sehingga ia tidak ragu lagi untuk merekomendasikan pada teman-temannya.

Benedicto menjelaskan secara detail tentang bagaimana para entrepreneur harus cermat sebelum meminjam. Hal-hal seperti jumlah modal, lama proses dan biaya, agunan dan juga tenor & cara pembayaran cicilan.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pinjaman, yaitu ketika mendapat sustainable revenue dan opportunity yang tepat. Ia juga menyarankan untuk mencermati terms & conditions dari pinjaman tersebut.

Baca Juga: KoinWorks Luncurkan KoinSehat dan KoinPintar di Indonesia Fintech Festival & Conference 2016

Benedicto mengungkapkan, hal-hal pertimbangan dalam memilih peminjam adalah bagaimana komitmen mereka dan prospek usaha mereka. Maka dari itu, KoinWorks bekerjasama dengan e-commerce yang memiliki data usaha para online seller.

Acara yang dihadiri oleh hampir 80 online seller ini diharapkan akan memberi panduan dan pemahaman tentang membangun bisnis menjadi lebih sukses terutama bagian financial. Sehingga, ada lebih banyak bisnis anak bangsa yang sukses dan memajukan ekonomi Indonesia. (DN)

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.