Peer to Peer: Mengisi Celah Yang Ditinggalkan – Literasi finansial memang bertujuan agar masyarakat Indonesia melek dengan produk keuangan. Namun pemerataan tidak semudah membalikan telapak tangan.

Penyebaran pun tidak sembarangan karena ada regulasi yang mengatur. Tapi dengan adanya teknologi, sekarang literasi keuangan sangat mudah dijangkau berkat kejelian perusahaan rintisan financial technology atau fintech startup.

Baca Juga: [Media Coverage] Apa Rahasia KoinWorks Jadi Salah Satu Startup P2P Lending yang Terdaftar di OJK?

Fintech Startup yang bergerak di peer to peer lending memberikan solusi untuk pinjaman modal bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) yang kesulitan meminjam melalui bank.

Pada dasarnya, peer to peer lending adalah platform marketplace yang mempertemukan antara pemilik dana atau investor dengan calon peminjam atau istilahnya tempat bertemu kreditur dan debitur.

Sudah banyak nama fintech startup yang bermunculan. Salah satunya adalah KoinWorks. Meskipun masih terbilang muda, perusahaan ini sudah berkembang cukup cepat daengan banyaknya debitur dan kreditur.

Berfokus pada UMKM yang sulit menjangkau bank, KoinWorks memfasilitasi sektor produktif UMKM yang menjual atau memasarkan produk secara online.

Baca Juga: [Media Coverage] Koinworks Bekerja Sama dengan Pefindo

Tidak hanya di sektor e-commerce, melalui media sosial pun bisa menjadi pertimbangan. Karenanya, salah satu langkah awal KoinWorks ketika didirikan adalah berkolaborasi dengan platform e-commerce untuk menjangkau para UKM online tersebut.

“Pertama kali hadir tahun lalu, kami langsung bekerja sama dengan Lazada. Para merchant di sana bisa mendapatkan tambahan modal lewat KoinWorks. Dari Lazada, mereka bisa menghubungi kami untuk diaudit dan dilihat seberapa potensial bisnisnya.

Baca Juga: [Media Coverage] KoinWorks Memantapkan Fitur Multi Auto Purchase Untuk 10.000 Investor yang Telah Bergabung

Kalau OK, akan kami rilis profil mereka di laman KoinWorks agar investor yang tertarik bisa tanamkan modal,” ujar Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono. Selain Lazada, KoinWorks juga menggaet mitra e-commerce lain seperti Tokopedia dan Bhinneka.

Jembatani Gap

Satu hal yang menjadi benang merah kenapa banyak fintech startup yang masuk ke dunia peer to peer lending adalah menjembatani gap antara perbankan konvensional dan mereka yang tidak bisa meraih permodalan ke bank.

Regulasi ketat yang mengatur bank konvensional sangat membatasi debitur agar tidak bisa sembarangan ketika ingin meminjam uang. Persyaratannya kadang banyak yang tidak bisa dijangkau.

Baca Juga: [Media Coverage] Memikat, Pameran Seni KoinWorks Terinspirasi dari Produk Borrower

Misalnya UKM haruslah sudah berusia dua hingga tiga tahun agar bisa mendapatkan pinjaman. Nah dengan adanya peer to peer lending, UKM berusia bulanan bisa meminjam karena industry ini tidak tersentuh regulasi tersebut.

Peer to peer lending hadir menjadi solusi yang aman dan terjamin dengan bunga wajar. Meminjam ke platform peer to peer lending pun tidak harus memiliki akun perbankan.

Pada akhirnya, fintech startup akan saling melengkapi dengan perbankan. Kehadiran fintech startup mau tidak mau mendorong bank-bank untuk maju juga ke arah digital.  

Walau memiliki sisi plus minus, Benedicto di KoinWorks tetap memandang bahwa fintech startup di masa depan akan berkolaborasi dengan perbankan.

Baca Juga: [Media Coverage] KoinWorks Mendukung UKM Dengan Solusi Pinjaman Online

Ia melihat, pasar keduanya memiliki karakteristik berbeda. Perbankan jelas memiliki segmen yang lebih berpengalaman. Sementara fintech startup memiliki target pasar pemula dan belum punya persyaratan meminjam ke bank.

Maka salah satu contoh yang mungkin dikolaborasikan adalah fintech startup bisa berperan sebagai “sekolah” para UKM untuk meminjam dana.

Terutama, bagi mereka yang belum pernah berkembang dan berusia di bawah tiga tahun. Jika ternyata UKM tersebut membesar dan sudah di atas tiga tahun, fintech startup bisa merekomendasikannya untuk mulai bermain di ranah pinjam meminjam bank.

“Anggap kami punya lead atau data. Lalu, direkomendasikan ke bank partner. Dari situ mungkin ada persentase yang bisa diekstrak untuk fintech startup. Kolaborasi-kolaborasi seperti itu yang bisa dilakukan antara bank dan fintech startup,” tutup Benedicto.


Media: Marketeers edisi khusus April 2017


There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?