Home Daily Mau Pensiun di Jepang? Ini 4 Hal yang Harus...

Mau Pensiun di Jepang? Ini 4 Hal yang Harus Kamu Tahu!

Mau Pensiun di Jepang? Ini 4 Hal yang Harus Kamu Tahu! – Pensiun di Jepang, siapa yang tidak mau? Dikenal dengan julukan, “negeri matahari terbit” Jepang adalah negara archipelago dengan kurang lebih 7000 pulau di Asia timur.

Di mata para turis, negara ini sangatlah populer dengan beragam keindahan alam, kuliner hingga budayanya yang sangat kental.

Tak heran, banyak orang di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang menjadikan Jepang sebagai destinasi liburan, bahkan tempat pensiun idaman.

Sayangnya, Jepang dikenal memiliki biaya hidup yang tinggi dan tidak banyak informasi tentang visa resmi untuk rencana pensiun di sana.

Tapi tetap saja, hal tersebut tidak mengurangi antusias orang-orang di luar Jepang untuk bisa menikmati masa pensiun di negara ini.

Nah, jika kamu berencana untuk pensiun di Jepang, ambil buku catatanmu dan simak baik-baik 4 informasi berikut, ya.


Mau Pensiun di Jepang? Ini 4 Hal yang Harus Kamu Tahu!

1
Informasi Tentang Visa

Sebagai informasi, sebagai pemegang paspor Indonesia, kamu bisa mendapatkan visa turis yang berlaku maksimal 90 hari.

Jika visa yang kamu miliki adalah e-passport atau visa elektronik, kamu bisa bebas visa ke Jepang dengan registrasi visa waiver. Visa waiver sendiri memungkinkan kamu untuk tinggal di Jepang dalam durasi 15 hari, dengan masa berlaku 3 tahun.

Kamu bisa lho, memakai fasilitas paspor Indonesia ini untuk berlibur ke Jepang, itung-itung untuk latihan tinggal di sana.

Baca Juga: Biar Hemat, Yuk Intip Cara Atur Uang Ala Orang Jepang!

Kembali ke topik pembahasan, proses dalam memiliki permanent resident visa untuk pensiun di Jepang, ternyata bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun, lho.

Tapi jangan khawatir, kamu bisa mengikuti langkah berikut untuk bisa mendapatkannya.

Pertama, kamu harus tinggal di negara ini selama 3 tahun, melalui visa 1 tahun. Nah, untuk mendapatkan visa jenis ini, kamu bisa ajukan terlebih dahulu visa kerja atau visa pasangan.

Mayoritas orang asing yang tinggal di Jepang, menggunakan visa kerja yang hanya dikeluarkan untuk spesifik pekerjaan seperti, profesor, pekerja seni, entertainer, pelayanan kesehatan, investor, pebisnis, insinyur dan pekerja terampil.

Visa pekerja, biasanya hanya berlaku selama 1 tahun dan bisa diperbarui kalau kamu masih bekerja di posisi tertentu. Supaya bisa memiliki visa ini, kamu harus bekerja sekaligus tinggal di Jepang, ya.

Pilihan lainnya, kamu bisa menikah dengan warga lokal Jepang untuk mendapatkan spouse visa. Visa ini berlaku selama 6 hingga 3 tahun dan bisa diperpanjang.

Dengan memiliki visa ini, kamu akan memiliki kualifikasi untuk memiliki permanent resident visa.

Selanjutnya, saat sudah memenuhi kriteria di atas, kamu akan bisa mengajukan long stay visa, yang berlaku selama 3 tahun dan bisa diperpanjang. Setelah periode 6 tahun – 10 tahun hidup dengan visa tipe ini, barulah kamu bisa mengajukan untuk menjadi penduduk tetap di Jepang.

Tak sampai di situ, untuk bisa mendapatkan status penduduk tetap, kamu akan diuji terlebih dahulu, kalau kamu telah mahir berbahasa Jepang dan mengerti budaya Jepang.


2
Biaya Hidup 

4 Negara yang Bisa Menjadi Pilihan Untuk Anda yang Menyukai Makanan - jepang - sushi

Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki biaya hidup tertinggi di dunia. Bahkan dilansir dari Numbeo, biaya hidup di Jepang lebih tinggal 121,85% dibandingkan Indonesia.

Nah paling tidak, kamu harus memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan.

Baca Juga: 10 Kota Terbaik untuk Masa Pensiun, Yuk Tentukan dari Sekarang

Berbicara tentang sandang, karena di Jepang merupakan negara dengan 4 musim, tentu saja kamu harus memiliki jenis baju sesuai musim yang berlangsung. Dilansir dari Kompas, per bulan, kamu bisa menghabiskan sekitar 5000 yen untuk biaya pakaian.

Lalu untuk kebutuhan pangan, sangat tergantung dari berapa seringnya kamu makan di restoran atau membeli makanan di luar, dibanding memasak sendiri, namun rata-rata kamu bisa menghabiskan sekitar 50,000 yen per bulan.

Makan direstoran yang murah, kamu bisa mengeluarkan kocek 870 yen atau setara Rp108,430 dalam sekali makan.

Nah, urusan papan lah yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Sebagai contoh, untuk sewa tempat tinggal di pusat kota dengan 1 kamar tidur, kamu harus mengeluarkan biaya 85,116 yen atau setara Rp10,608,207 per bulan.

Jika ingin lebih murah, kamu bisa memilih untuk tinggal di pinggir kota dengan harga 57,489 yen atau setara Rp7,164,932 per bulan.

Nah, sebelum menyewa tempat tinggal biasanya kamu harus membayar dulu uang sewa untuk 1 hingga 2 bulan pertama. Selain itu kamu juga harus membayar Reikin dan Shikikin, yang mana harus dibayarkan bersama uang sewa kamar 2 bulan.

Reikin, merupakan biaya administrasi yang tidak bisa dikembalikan, sedangkan Shikikin adalah uang jaminan atau deposit yang akan dikembalikan, setelah dipotong biaya perbaikan dan lainnya, saat kamu keluar dari tempat tersebut.

Maka dari itu, sebaiknya ketika mau menyewa tempat tinggal kamu sudah menyiapkan biaya uang sewa 5-6 bulan.

*Semua data di atas, diambil dari Numbeo per Januari 2020.


3
Kepemilikan Properti

properti pensiun di jepang

Sebenarnya, negara Jepang tidak memiliki hukum atau regulasi yang melarang pembelian properti untuk orang asing.

Bahkan, kamu tidak memerlukan tipe visa tertentu, dan bisa memiliki properti tanpa harus pernah berada di negara ini sebelumnya.

Kamu juga bisa mendaftarkan kepemilikan properti dengan menggunakan alamatmu sekarang di Indonesia.

Hampir semua jenis properti bisa kamu jual-beli, seperti tanah, apartemen, rumah, bangunan, hutan, lapangan golf hingga pulau pribadi.

Baca Juga: 5 Tips Membeli Apartemen Sebagai Properti Investasi di Masa Depan

Sayangnya, jika kamu memerlukan pembiayaan dari lembaga keuangan Jepang untuk membeli properti akan sulit, karena hanya penduduk dengan status permanen yang bisa mengajukannya.

Sedangkan bagi orang asing, membeli properti harus secara tunai atau mengajukan pembiayaan di tempat lain.

Walaupun memiliki properti tidak langsung membuatmu menjadi penduduk lokal, tapi tentu saja rencana kamu pensiun di Jepang akan lebih mudah terlaksana dengan memiliki properti sendiri.

Tak hanya itu, properti ini juga bisa kamu jadikan passive income kalau kamu menyewakannya kepada penduduk lokal di sana, atau turis yang sedang liburan.


4
Layanan Kesehatan

biaya membesarkan anak - cara-hitung-bpjs-kesehatan-sakit-iuran-bayar - 5 Jurusan Kuliah Favorit yang Akan Dibutuhkan 2020 Mendatang! - resolusi tahun baru - pensiun di jepang

Sistem pelayanan kesehatan di Jepang sangat istimewa. Kebanyakan rumah sakit dan klinik di sana menyediakan peralatan dan teknik yang canggih.

Sama seperti di Indonesia, Jepang juga memiliki 2 sistem asuransi kesehatan publik; kesehatan asuransi untuk karyawan dan asuransi kesehatan nasional.

Semua orang yang beralamatkan di Jepang, termasuk turis yang memiliki visa efektif paling tidak untuk 1 tahun, diharuskan bergabung dengan salah satu asuransi publik di atas.

Angsuran perbulan yang dibayarkan, tergantung dengan di mana tempat kamu tinggal dan berapa pendapatanmu. Biasanya angsuran ini akan diambil 30% dari pendapatanmu.

Asuransi pribadi juga tersedia untuk meng-cover biaya-biaya yang tidak disediakan oleh asuransi publik seperti perawatan kanker dan rawat inap.


Bagaimana, bagi kamu yang ingin pensiun di Jepang, sudah sedikit tercerahkan dengan pembahasan di atas?

Ya, pensiun di luar negeri seperti di Jepang memang memiliki banyak tantangan. Mulai dari birokrasi hingga biayanya.

Tapi, bukan berarti hal tersebut tidak bisa tercapai, karena #SiapapunBisa untuk meraih tujuannya jika memiliki niat dan usaha yang sesuai.

Melakukan investasi, bisa jadi usaha yang harus kamu lakukan untuk mampu pensiun sesuai dengan keinginan. Banyak instrumen yang bisa kamu pilih, salah satunya alternatif investasi di KoinWorks, Super Financial App.

Melalui KoinWorks, kamu bisa mendanai di KoinP2P hanya dengan modal awal Rp100.000 dan bisa mendapatkan imbal hasil efektif 18% per tahun.

Yuk, hitung simulasi imbal hasil yang bisa kamu dapatkan di bawah!


Selamat mencoba dan semoga berhasil!



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.