Home Finance 101 Bagaimana Bisa Pensiun dan Menjadi Jutawan di Usia 50?

Bagaimana Bisa Pensiun dan Menjadi Jutawan di Usia 50?

Bagaimana Bisa Pensiun dan Menjadi Jutawan di Usia 50? – Setiap orang memiliki mimpi agar bisa merasakan kebahagiaan yang utuh di sisa hidupnya. Bahkan, di antaranya ada yang bermimpi memiliki uang banyak, menjadi jutawan, dan dianggap sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Kuncinya hanya satu, yaitu berhemat. Tidak hanya satu hari, satu bulan, atau satu tahun, tapi selamanya kamu harus berhemat demi menjadi jutawan. Sederhana bukan?

Sayangnya, cara ini tidak dapat menjadikan kamu jutawan secara instan. Akan ada banyak sekali orang kaya di dunia ini apabila cara ini mudah untuk dilakukan.

Menurut banyak penelitian, di negara mana pun, termasuk Indonesia, ada hampir setengah dari seluruh keluarga tidak mempunyai tabungan pensiun. Itu semua terjadi karena tidak adanya kesiapan yang lebih dini dan pemikiran untuk merencanakan dana pensiun.

Sangat bagus jika kamu sudah berencana untuk pensiun di usia 30, 40, atau 50 tahun. Itu artinya kamu sudah bisa memulai untuk mengumpulkan dana pensiun di dalam buku tabungan kamu.

Mungkin banyak dari kalian yang merasa tidak yakin mampu menjadi jutawan saat pensiun di usia 50, mengingat usia kamu saat ini sudah menginjak kepala 3 atau bahkan sudah mendekati 50 tahun.

Jangan khawatir! Selalu ada kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi jutawan, termasuk ketika kamu memulainya di usia sekarang yang (siapa tahu) sudah hampir mendekati 50 tahun.

Berapa pun usia kamu, mulailah! Semakin cepat kamu memulai, maka semakin terasa mudah untuk dilakukan, dan semakin dekat pula kamu dengan kekayaan.

Bagi kamu yang masih berusia 20 atau 30 tahun, ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk memulai perencanaan pensiun. Jangan pernah terpikir untuk menunda!


Bagaimana Bisa Pensiun dan Menjadi Jutawan di Usia 50?

1
Apa yang Harus Dilakukan?

Kamu mungkin akan lebih sering berpikir: “Ah, tidak mungkin aku bisa menjadi jutawan saat pensiun, itu mustahil karena tidak akan bisa aku lakukan di usia saat ini.

Atau beranggapan: “Semuanya sudah terlambat, usiaku sudah 50 tahun, masa pensiunku tidak akan bahagia.

Nah, mulai sekarang, hilangkan kekhawatiran kamu tentang hal-hal tersebut yuk!

Negative thinking tidak akan membuat kamu termotivasi, kamu justru akan merasa selalu rendah dan tidak percaya diri. Pada akhirnya, kamu hanya akan menyesal karena tidak buru-buru memulai.

Satu hal yang bisa kamu lakukan selain berhemat adalah menabung. Se-simple itu.

Ingat, menabung yang dimaksud bukan seperti menabung untuk memenuhi keinginan kamu membeli motor, mobil, apalagi kado untuk pasangan, lho!

Melainkan, menabung dengan jangka waktu tertentu dan nominalnya juga tidak sedikit karena nantinya akan digunakan untuk membiayai kehidupan di masa pensiun kamu.

Normalnya, 25 tahun adalah usia yang tepat untuk menabung agar bisa pensiun dengan nyaman di usia 65 tahun. Tapi, tidak masalah jika ingin pensiun lebih dini yaitu di usia 50-an.

Berapa banyak dana yang harus kamu kumpulkan? Lihat perkiraannya di bawah ini berdasarkan pendapatan yang kamu miliki.

  • Mereka yang memperoleh pendapatan di kategori rata-rata perlu menghemat 4% – 9% dari pendapatan (sebelum pajak).
  • Mereka yang mendapatkan penghasilan di kategori makmur perlu menghemat 9% – 14% dari pendapatan (sebelum pajak).
  • Sedangkan, mereka yang memiliki kekayaan bersih dalam nominal tinggi perlu menghemat 14% -18% dari pendapatan (sebelum pajak).

Tentu saja, bagi kamu yang berada di kategori yang memiliki pendapatan tinggi perlu menghemat lebih banyak daripada yang lain karena pajak yang dibayarkan juga akan lebih tinggi disertai gaya hidup yang tinggi pula.


2
Bagaimana Cara Mengumpulkannya?

Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

 

Berdasarkan penelitian dari Aging Asia yang dikeluarkan oleh Manulife Asset Management, biaya pengeluaran saat pensiun mencapai angka 94% dari pengeluaran di saat sebelum pensiun.

Bisa dibayangkan, jika biasanya kamu hanya menghabiskan Rp2,5 juta dalam sebulan, pada saat pensiun, kamu bisa menghabiskan hampir Rp5 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup bulanan kamu.

Katakanlah, usia kamu saat ini adalah 20 tahun. Maka, kamu hanya memiliki waktu 30 tahun untuk sampai ke usia 50. Hendaknya, pergunakan waktu 30 tahun ini sebaik-baiknya. Jangan lupakan tabungan pensiun kamu, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kamu memiliki banyak tabungan lain yang harus kamu tutupi.

Hal yang perlu diingat yaitu adanya faktor inflasi menyebabkan timbulnya perbedaan value antara saat ini dengan masa di 30 tahun mendatang saat usia kamu menginjak 50.

Berdasarkan ketentuan pemerintah, rata-rata kenaikan inflasi sebesar 4% sampai 5% per tahunnya. Coba hitung dengan rumus berikut ini:

FV = PV x (1 + I) n

dengan keterangan:

  • FV = Future Value
  • PV = Present Value
  • I = Inflasi
  • n = Jangka waktu usia pensiun dan usia saat ini

FV = 5.000.000 x (1 + 0,5) 30

FV = 21.600.000

Dengan demikian, nilai Rp5.000.000 saat ini akan terinflasi 30 tahun mendatang menjadi Rp21.600.000. Nah, karena adanya inflasi ini, alangkah lebih baiknya, kamu menargetkan jumlah yang lebih banyak dari perkiraan awal.

Ada beberapa situasi dan kondisi yang masing-masing memiliki cara perlakuan berbeda dalam meraih pendapatan, yaitu:

Jika kamu pengusaha, sesuaikan rencana bisnis kamu agar di masa tua bisa menjadi investor atau pemegang saham, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk mendapatkan keuntungan bisnis.

Jika kamu karyawan atau pegawai perusahaan, berinvestasilah, hanya ini satu-satunya jalan memperoleh keuntungan lebih selagi kamu masih produktif bekerja di bawah naungan perusahaan.

Setiap perusahaan biasanya memiliki program pensiun yang ditujukan untuk para karyawannya, seperti program Pensiun Manfaat Pasti untuk para pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara), atau program Iuran Pasti untuk para pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan perusahaan swasta.

Kebanyakan karyawan perusahaan juga sudah memiliki tabungan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan dan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang nominalnya sekitar 5% – 7% dari gaji bulanan.

Namun, dana pensiun dari pemerintah itu tentu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu di masa tua nanti. Kamu perlu menambahkan setidaknya 5% – 7% lagi agar genap menjadi 12%.

Tapi, tunggu dulu. Menabung sebanyak 12% dari gaji bulanan tidak bisa menjamin hidup kamu akan sejahtera di masa pensiun. Kamu perlu melipatgandakannya lagi dengan banyak cara, bisa dengan berbisnis, berinvestasi, dan juga mengubah gaya hidup.


I. Bisnis

teman-bisnis-visi-misi - membangun bisnis keluarga

Jauhkan pemikiran negatif bahwa memulai sebuah bisnis menjelang pensiun adalah hal yang mustahil dilakukan. Padahal, tidak ada yang melarang kamu untuk membuka sebuah bisnis walaupun usia kamu sudah terbilang cukup tua.

Bisnis merupakan ladang investasi jangka panjang yang bisa mendukung kebebasan finansial kamu di masa pensiun. Bisnis juga merupakan pintu gerbang menjadi seorang jutawan.

Baca juga: Mulai Bisnis Anda Menjelang Pensiun! Mengapa Tidak?

Jika kamu benar-benar mau mendirikan bisnis, lakukan sekarang. Sebab, banyak ahli mengatakan bahwa bisnis dilakukan paling lambat 5 tahun sebelum masa pensiun tiba. Jika masa pensiun kamu adalah 50 tahun, makan 45 tahun adalah waktu maksimal untuk membuka bisnis.

Tenang saja, itu bukan berarti kamu yang berbisnis di usia lebih dari 45 tahun tidak bisa sukses dan menjadi kaya. Semuanya akan menjadi mungkin bila kamu memiliki semangat yang tinggi untuk berhasil.

Kamu bisa mulai mempelajari peluang-peluang usaha yang ada, belajar menjadi investor pada usaha teman, atau menekuni hobi-hobi tertentu yang kemudian bisa kamu kembangkan menjadi sebuah usaha.


II. Investasi

investasi-uang-5 Usaha Sampingan Tanpa Modal untuk Guru - stratgei investasi untuk ibu rumah tangga - strategi bisnis hewan kurban - cara membeli mobil

Alokasikan aset kamu ke dalam berbagai jenis investasi dengan jangka waktu tertentu, seperti saham, reksa dana, obligasi negara atau deposito.

Perlu kamu ketahui bahwa kamu akan kesulitan mengumpulkan uang yang kamu butuhkan untuk pensiun tanpa melakukan investasi. Sebab, adanya inflasi dapat menghancurkan kemampuan membeli kamu di masa pensiun nanti.

Baca juga: Pengertian Obligasi dan Keuntungan Memilih Obligasi Sebagai Investasi

Bagi kamu yang memilih menabung dengan cara tradisional menggunakan celengan ayam atau semacamnya daripada berinvestasi, bisa dipastikan kamu tidak akan mencapai tujuan jangka panjang yang telah kamu rencanakan.

Berdasarkan survei, rata-rata orang berusia 21 tahun – 36 tahun menyimpan 52% tabungannya secara tunai. Padahal jika dilihat dari keuntungannya, jelas saja lebih untung investasi daripada menabung secara tradisional.

Baiklah, mari kembali pada perhitungan investasi.

Idealnya, kamu harus memiliki dana yang cukup besar untuk dialokasikan ke berbagai instrumen investasi yang minim risiko, seperti obligasi maupun deposito. Keduanya bisa menghasilkan return (pengembalian) yang lumayan lho, yaitu setara dengan biaya hidup di masa pensiun.

Dengan perhitungan asumsi risk free investment sekarang ini sekitar 6%, maka dana yang perlu kamu miliki di awal pensiun yaitu sejumlah 100 – 200 kali lipat dari biaya hidup semasa pensiun. Barulah kamu bisa menghitung kembali, berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.

Baca juga: Ayo Ketahui Karakteristik Obligasi Berikut Ini!

Misal, kamu berinvestasi di usia 25 tahun. Dana yang kamu sisihkan untuk DPLK yaitu 12% dari pendapatan (Rp20 juta/bulan) dengan return 10% per tahun. Nah, jika Rp2,4 juta tersebut diinvestasikan secara rutin selama 25 tahun ke depan, maka kamu berhasil mengantongi Rp3,1 miliar.

Dari jumlah tersebut, kamu bisa melipatgandakannya lagi dengan berinvestasi di instrumen lain seperti obligasi negara. Dengan suku bunga tertentu, kamu bisa mendapatkan penghasilan bulanan saat pensiun (di usia 50 tahun) yaitu mencapai Rp16 juta setiap bulannya atau setara dengan gaji bulanan kamu saat ini.

Strategi investasi ini memang agak sulit dilakukan. Butuh konsistensi tingkat tinggi dan harus dimulai dari usia 25-30 tahun. Tapi tenang saja, perhitungan ini dibuat berdasarkan asumsi gaji bulanan kamu.

Cara ini sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan bukan? Tanpa perlu membuang tenaga lebih banyak, kamu bisa menjadi jutawan saat pensiun!

Cara lainnya, kamu bisa memilih strategi investasi berdasarkan kategori usia.

Pada usia 30-an, kamu bisa investasikan 80% dana tabungan kamu dalam bentuk reksa dana saham, serta 20% sisanya ke dalam bentuk reksa dana pasar uang (minim risiko).

Pada usia 40-an, investasi reksa dana saham cukup 40% saja dan 60% sisanya bisa dalam bentuk reksa dana pasar uang.

Pada usia 50-an (saat masa pensiun), investasikan 20% ke reksa dana saham dan 80% sisanya ke reksa dana pasar uang.

Jika ternyata kamu sudah melewati batas rencana pensiun kamu yaitu katakan saja 55 tahun, kamu bisa berinvestasi tabungan kamu seluruhnya yaitu 100% ke dalam bentuk investasi obligasi negara atau deposito.

Eits, tunggu dulu! Selain investasi saham, reksa dana, deposito, dan obligasi, kamu juga bisa memilih alternatif investasi lainnya seperti P2P Lending di KoinWorks.

Caranya, cukup sisihkan Rp100.000 setiap hari dan investasikan melalui KoinP2P, kamu bisa mendapatkan return per bulan (atau sesuai jangka waktu yang kamu pilih).

Apabila diakumulasikan dengan return di bulan-bulan berikutnya, kamu bisa kembali menginvestasikan hingga mendapat return yang lebih banyak lagi.

Misal, kamu berinvestasi rutin dan konsisten Rp100.000/hari (diakumulasi Rp3 juta/bulan) selama setahun dengan bunga efektif 18%, maka dalam jangka waktu 20 tahun kamu berhasil mengumpulkan Rp7,1 miliar.

Di mana Rp7,1 miliar itu terdiri dari modal investasi yaitu sebesar Rp723 juta ditambah bunga keuntungan sebesar Rp6,4 miliar.

Keuntungan berlipat ini dipengaruhi oleh efek compounding atau bunga bergulung (bunga yang diinvestasikan akan menghasilkan bunga kembali).

Yuk, gunakan kalkulator efek compounding berikut ini untuk menghitung seberapa besar keuntungan kamu ketika mendanai di KoinP2P persembahan KoinWorks.

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Ternyata hanya dengan langkah kecil setiap harinya, kamu bisa lho mendapatkan hasil yang besar di kemudian hari.


III. Penyesuaian Gaya Hidup

gaya hidup pensiun

Saat sudah memasuki masa pensiun, hendaknya kamu melakukan penyesuaian terhadap gaya hidup kamu yang baru. Jangan samakan dengan masa sebelum kamu pensiun.

Menjadi jutawan bukan berarti harus konsumtif dan berperilaku mewah, cukup ubah gaya hidup kamu menjadi lebih sederhana walaupun sebenarnya kamu sudah menghasilkan banyak uang.

Apalagi jika kamu sudah menginjak 50 tahun tapi masih belum memiliki aset investasi dan tabungan pensiun kamu juga belum cukup banyak.

Kebanyakan dari orang tua yang sudah berusia 50 tahun menjadikan tempat tinggal mewah sebagai aset satu-satunya yang dipertahankan.

Satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menambah dana awal pensiun yang jumlahnya 200 kali lipat dari biaya hidup sehari-hari yaitu dengan menjual rumah mewah yang kamu tempati, lalu pindah dan tinggal di rumah baru yang lebih sederhana.

Uang hasil penjualan rumah tersebut bisa kamu alokasikan untuk kehidupan masa pensiun yang bahagia dan bebas finansial.

Cobalah untuk memilih lingkungan yang lebih kondusif dan nyaman untuk menikmati masa-masa pensiun. Seperti desa, yang suasanya masih asri dan sangat mendukung untuk menjalani berbagai aktivitas menarik.

Jangan lupa untuk menjaga kesehatan di masa pensiun. Alangkah lebih baiknya, tetap jalani aktivitas rutin agar tidak mudah sakit dan depresi, seperti melakukan kegiatan sosial, agama, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan hobi (seperti bercocok tanam atau beternak).


Nah, bagaimana? Masih ragu bisa pensiun dini dan menjadi jutawan di usia 50? Setelah membaca artikel ini, semoga kamu menjadi lebih yakin untuk berinvestasi demi tercapainya tujuan di masa pensiun.

Semoga bermanfaat!

Referensi; kontan.co.id


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.