Cara Mengetahui Performa Toko Online Melalui KPI Dashboard di Marketplace

Dalam menjalankan sebuah usaha, dibutuhkan sebuah nilai untuk dapat mengukur pertumbuhan usaha.

Business Metrics atau yang biasa disebut dengan KPI (Key Performance Indicator) digunakan untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai. 

Dalam praktiknya ada banyak sekali KPI yang dapat digunakan.

Lalu bagaimana agar kita dapat menentukan nilai mana yang dapat diterapkan dalam bisnis yang kita miliki?

Beberapa platform marketplace, seperti Shopee dan Tokopedia, telah menyediakan dashboard bagi seller untuk langsung melihat performa bisnis.

Dashboard tersebut bisa kamu gunakan langsung untuk melihat kinerja halaman usahamu secara keseluruhan.

Berikut ini telah kami rangkum beberapa business metrics yang bisa kamu gunakan dengan mengandalkan dashboard seller di marketplace:

1. Sales Conversion Rate (Tingkat Konversi Penjualan)

Pada sistem pemasaran, khususnya pada pemasaran online, istilah tingkat konversi ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak pengunjung halaman media sosial dan akun e-commerce kamu yang melakukan pembelian dari jumlah total pengunjung. 

Semakin tinggi tingkat konversi menunjukkan pemasaran yang sukses.

Salah satu cara agar kamu bisa menaikkan tingkat konversi penjualanmu adalah dengan membalas chat yang kamu terima dari calon pembeli dengan cepat dan ramah.  

2. Average Order Value (Nilai Pesanan Rata-Rata)

AOV memberitahu kamu nilai rata-rata transaksi yang kamu lakukan pada bisnismu. Dengan kata lain, AOV bisa digunakan untuk mengukur secara rata-rata, berapa banyak pendapatan yang bisa dihasilkan untuk setiap pesanan yang kamu terima.

AOV dapat dihitung dengan membagi total pendapatan dari pembelian dibagi dengan jumlah transaksi yang dilakukan pembeli. Semakin besar nilai AOV artinya kamu telah sukses membujuk pelanggan untuk berbelanja lebih banyak setiap kali mereka melakukan pembelian.

3. Inventory Turnover Rate (Tingkat Perputaran Persediaan)

Inventory Turnover Ratio adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan jika memiliki usaha terutama ritel dan grosir. Terkadang ada kalanya barang dagangan tidak terjual sesuai dengan harapan dan akhirnya malah menumpuk akibat kurang laku.

Kamu bisa menghindari penumpukan stok seperti ini dengan cara memperhatikan segmen ‘Produk terlaris’ atau ‘Peringkat Produk’ pada dashboard seller akun marketplace kamu. Meningkatkan stok untuk barang yang lebih cepat laku dan mengurangi stok barang yang kurang laku bisa menjadi solusi supaya bisnis kamu lebih cepat meraih keuntungan.

4. Checkout Abandonment (Pembatalan Pembayaran)

Pembeli mungkin akan mengajukan pembatalan setelah melakukan proses checkout atau mungkin pembelian tersebut dibatalkan oleh sistem. Mengukur tingkat pembatalan pembayaran penting untuk kamu lakukan agar barang-barang yang telah masuk keranjang tersebut terealisasi menjadi omzet.

Kamu bisa melihat alasan pembatalan yang diberikan oleh pembeli apakah proses pembayaran adalah penyebab utama pengabaian atau apakah ada masalah lainnya. Dengan mengetahui penyebab pembatalan kamu bisa memperbaiki baik halamanmu, baik dari segi deskripsi, posting foto, dan lain-lain

5. Unsubscribe Rate (Tingkat Berhenti Berlangganan)

Sebagian besar terus berusaha untuk dapat meningkatkan pengikut di laman sosial dan akun e-commerce.

Padahal pada kenyataannya biaya untuk mengakuisisi pengikut baru hampir sama dengan biaya untuk mempertahankan lebih banyak pengikut.

Sehingga tentu akan jauh lebih murah untuk mempertahankan pengikut yang kamu miliki saat ini.
Dengan mengukur tingkat berhenti berlangganan, kamu akan memahami apakah konten pemasaran kamu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh audiens kamu.

Walaupun KPI adalah nilai yang penting untuk dipantau bagi perkembangan bisnis kamu, pada akhirnya KPI yang digunakan akan tergantung dari bisnis yang kamu jalankan.

Kamu bisa menyesuaikan model bisnis dan KPI yang kamu butuhkan.


Apapun bisnis yang kamu lakukan, jangan berpatokan pada terlalu banyak angka.

Pilihlah hanya beberapa KPI yang paling relevan dengan bisnis kamu dan pastikan untuk mengukurnya secara teratur, misalnya dalam beberapa minggu sekali, beberapa bulan sekali, atau bahkan setahun sekali. 

Hal terpenting yang harus kamu lakukan adalah mengambil informasi dari KPI yang ada dan mengubahnya menjadi suatu tindakan yang dapat memajukan bisnis kamu.

Selain itu untuk membantu usaha kamu agar lebih lancar, dibutuhkan juga modal usaha yang cukup.

Apabila kamu masih memiliki kesulitan terkait modal usaha, kamu tidak perlu khawatir! Kamu bisa memanfaatkan KoinBisnis dari KoinWorks sebagai solusi pembiayaan.

Melalui KoinBisnis kamu bisa mendapatkan modal hingga Rp. 2 Miliar, dengan bunga rendah mulai dari 0,75% per bulan.

Yuk, ajukan sekarang!


Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Skolastika C. Rosari
I am a passionate storyteller who also in love with numbers and data. I choose to be a researcher because I can tell many stories based on the numbers I see!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih