Perkembangan Peer To Peer Lending di Amerika SerikatPeer to peer lending yang bermula di Inggris di tahun 2005, kemudian berkembang ke Negeri Paman Sam atau Amerika Serikat di tahun 2006.

Dikatakan bahwa peer to peer lending bisa juga dijadikan salah satu tips investasi karena bagi pihak yang memberikan pinjaman dapat mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.

Di Inggris sendiri, P2P lending berkembang dengan pesat, lalu bagaimana dengan di Amerika?

Sejarah Dan Perkembangan P2P Lending Di Amerika

Industri pinjaman modern dengan nama peer to peer lending di Amerika sudah dimulai dari bulan Februari tahun 2006 silam dengan munculnya perusahaan bernama Prosper yang kemudian diikuti dengan munculnya perusahaan Lending Club serta berbagai platform pinjaman lain di waktu berikutnya.

Keduanya, Prosper dan Lending Club berlokasi di San Fransisco, California.

Awal mula dari berjalannya P2P Lending di Amerika ini diawali dengan berbagai pembatasan yang didasarkan pada kelayakan peminjam yang kemudian berakibat pada munculnya masalah pemilihan yang merugikan serta munculnya standar tarif peminjam yang tinggi.

Selain dari itu, investor juga melihat adanya kekurangan likuiditas untuk pihak peminjam dimana sebagian besarnya memiliki jangka waktu cukup panjang yakni 3 tahun, sebagaimana yang tidak diinginkan.

Di tahun 2008 lalu, Securities and Exchange Commission atau SEC mengatakan bahwa perusahaan P2P lending ini mendaftarkan penawaran mereka dengan keamanan yang didasarkan pada Securities Act tahun 1933. Proses pendaftaran tersebut menjadi kendala tersendiri karena menyulitkan.

Oleh sebab itu, Prosper dan Lending Club kemudian sementara menghentikan pinjaman baru. Sedangkan perusahaan P2P lain seperti Zopa yang berbasis di Inggris lebih memilih untuk keluar dari pasar Amerika secara keseluruhan.

Kemudian, Prosper dan Lending Club mendapatkan persetujuan dari SEC untuk menawarkan kepada investor tentang catatan yang didukung oleh pelunasan dari pinjaman.

Prosper selanjutnya mengubah pengajuannya untuk mengizinkan pihak bank yang ingin menjual dana pinjaman sebelumnya atas nama platform Prosper.

Keduanya, Prosper dan Lending Club kemudian membentuk kerjasama dengan FOLIO Investing guna menciptakan pasar sekunder untuk catatan mereka serta menyediakan likuiditas bagi para investor.

Lending Club, saat ini memiliki pendaftaran secara sukarela sedangkan Prosper memiliki sistem pendaftaran yang bersifat wajib untuk semua anggotanya.

Hal ini kemudian mengarah pada masalah likuiditas yang bersebarangan secara kontras dengan pasar sekuritisasi tradisional dimana kemudian mengakibatkan permintaan pinjaman dari perusahaan P2P yang lebih transparan kepada peminjam dan pembeli sekunder yang dapat mengakses informasi secara detail tentang pinjaman setiap individu tanpa harus mengetahui identitas asli dari para peminjam, sebelum kemudian memutuskan pinjaman untuk memberikan dana.

Selain itu, perusahaan-perusahaan P2P juga diminta untuk mendetailkan penawaran mereka ke dalam prospektus yang diperbarui secara teratur. SEC sendiri membuat laporan yang tersedia untuk publik melalui sistem EDGAR atau Electronic Data-Gathering, Analysis, and Retrieval.

Selanjutnya, banyak orang yang kemudian beralih untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan P2P yang disebabkan krisis keuangan sejak akhir tahun 2000-an dikarenakan pihak bank telah menolak untuk memberikan portofolio pinjaman.

Selain itu, perkembangan pasar P2P Lending ini juga menjadi perhatian tersendiri untuk para investor dikarenakan dengan adanya P2P ini pihak peminjam akan lebih sering meminjam. Sedangkan investor tentu tidak mau mendapatkan risiko yang terlalu tinggi.

Tahun 2012 lalu, Lending Club dikategorikan sebagai perusahaan P2P Lending terbesar di Amerika berdasarkan volume pinjaman yang telah dikeluarkan serta pendapatan, yang kemudian diikuti oleh Prosper.

Selain itu, saat ini, Lending Club juga merupakan perusahaan P2P tersebar di dunia. Kedua perusahaan ini memang secara kolektif telah memberikan lebih dari 180.000 pinjaman dengan total dana sebesar $ 2 miliar.

Pada 22 Maret 2012 silam, Lending Club telah mengeluarkan 117,412 pinjaman dengan nilai $ 1,512,560,075. Sedangkan Prosper telah mengeluarkan 63,023 pinjaman senilai $ 433,570,651. Angka ini terus berkembang hingga saat ini. Oleh sebab itu, P2P Lending dikatakan sebagai investasi yang paling menggiurkan akhir-akhir ini.

Berbagai tips investasi juga tidak luput menyinggung adanya P2P Lending yang terus berkembang dan menjadi strategi investasi bagi mereka yang melihat P2P Lending sebagai sumber penghasilan.

Peer to Peer Lending Indonesia KoinWorks

Di Indonesia, ada KoinWorks yang menyediakan layanan peer to peer lending dengan keuntungan potensial yang tinggi. Anda bisa mulai berinvestasi peer to peer lending dengan Rp 100.000 di KoinWorks.

Tertarik untuk memulai?

Daftar Sekarang

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.