Pengaruh Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua Terhadap Iklim Investasi Ibu Kota – Pilkada DKI Jakarta yang telah diselenggarakan secara serentak dengan daerah-daerah lain pada tanggal 15 Februari 2017 silam memang masih menyisakan keseruan dan ketegangan, teristimewa bagi warga Jakarta.

Saat ini warga Jakarta tengah menantikan siapa yang akan memimpin mereka menuju pembaharuan dalam 5 tahun ke depan.

Baca Juga:

Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Iklim Investasi?

Dalam perolehan suara sementara melalui hitung cepat Pilkada DKI 2017 atau Quick Count yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga, tampaknya Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua akan terlaksana, terlepas dari adanya dugaan kecurangan Pilkada DKI 2017 yang tengah marak.

Berdasarkan hasil perhitungan suara Pilkada DKI Jakarta, pasangan calon Gubernur yang diprediksi akan bertarung di Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua adalah Basuki Tjahja Purnama atau Ahok – Djarot dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Siapapun yang menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, menarik bila kita menyinggung tentang bagaimana kondisi perekonomian Jakarta menjelang Pilkada Putaran Kedua ini.

Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua dan Perekonomian Jakarta

pilkada dki jakarta putaran kedua 2017

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo‎, Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua akan memberikan keuntungan bagi ekonomi ibu kota.

Sebab, menurut beliau, terselenggaranya Pilkada membuat konsumsi masyarakat meningkat. Peningkatan konsumsi masyarakat akan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, stabilitas keamanan di ibu kota selama terselenggaranya Pilkada DKI 2017 akan menjadi penopang bagi stabilnya nilai tukar rupiah. Investor memandang bahwa amannya Pilkada sebagai sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan.

Sejauh ini menurut Agus, nilai tukar rupiah masih menunjukkan pergerakan yang baik dan stabil, yang menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia karena, meskipun pesta demokrasi sedang terselenggara, kondisi perekonomian tetap terjaga.

Menurut Bank Indonesia (BI) khusus Provinsi DKI Jakarta, seperti yang dikutip dari BeritaSatu, penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta 2017 (Pilgub DKI) ini mampu membuat para investor memutuskan untuk menunda menginvestasikan dana investasinya di Jakarta.

Hal tersebut didorong oleh kekhawatiran para investor terhadap perubahan kebijakan di sektor ekonomi dan bisnis bila terjadi pergantian pemimpin. Sebab, suasana politik yang sedang ‘panas’ akan mempengaruhi bagaimana perkembangan perekonomian.

Pengaruh Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua Terhadap Iklim Investasi 

Menurut Fadjar Majardi selaku Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, salah satu dampak negatif Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah melambatnya pertumbuhan investasi.

Beliau menambahkan, Pilgub DKI Jakarta 2017 membuat para investor cenderung mengambil sikap “wait and see”. Para investor cenderung memutuskan untuk menunda investasi sembari menunggu hingga Pilkada DKI Jakarta 2017 selesai dan situasi setelahnya menjadi lebih kondusif.

Adanya Putaran Kedua secara otomatis memperlama proses “wait and see” yang diperlukan investor. Di satu segi, ekonomi memang sedikit banyak bergantung pada kepastian politik. Sikap “wait and see” terhadap dunia usaha dan investasi jelas menjadi akibat dari terselenggaranya Pilkada Putaran Kedua di Jakarta.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berpendapat bahwa pelaku usaha akan menunggu suasana Pilkada selesai sepenuhnya. Apalagi Jakarta, yang dianggap menjadi barometer politik dan ekonomi dalam negeri.

“Memang portofolio investasi sudah banyak dikemukakan selama ini. Tapi, suasana kepercayaan masih terpatri dari para pelaku usaha, khususnya investor, harus tetap dijaga agar tidak mengendur menjelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, khususnya. Apalagi merasakan ketidakpastian,” ucapnya.

Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, berharap agar siapapun yang akan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta nantinya mampu memperbaharui perekonomian ibu kota dalam 5 tahun ke depan.

Menurut beliau, perekonomian harus dijaga dengan menyeimbangkan fiskal dan moneter, sehingga dapat menggairahkan iklim investasi. “Jadi bagaimana fiskal dan moneter dibuat seimbang sehingga mendorong orang (untuk) investasi,” ucapnya.

Selain mengungkapkan harapannya agar perekonomian dapat ditingkatkan dalam masa jabatan Gubernur DKI yang menang nanti, Luhut juga menanggapi soal pembangunan di DKI Jakarta yang saat ini sudah lumayan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya perbaikan infrastruktur dan perekonomian yang baik.

“Sekarang sudah bagus, kita lihat paling tidak enggak ada banjir lagi. Kita lihat kemarin itu hujan deras sekali, enggak banjir. Kita harus akui juga. Perekonomian oke, perputaran uang paling banyak di sini. Saya kira lumayan,” ucap beliau.

Selain situasi penyelenggaraan Pilkada, aman atau tidaknya, investor juga tentu mempertimbangkan kebijakan-kebijakan calon penguasa.

Siap Wait and See Oleh Investor Menjelang Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua

Menurut Josua Pardede selaku Kepala Ekonom Bank Permata, seandainya ada kebijakan yang cenderung kurang mendukung aktivitas bisnis, tentunya investasi pun semakin menurun.

“Dan sampai saat ini saya pikir investor masih akan wait and see,” beliau menambahkan.

Fluktuatifnya kondisi politik seperti sekarang ini, terlebih tengah maraknya isu kecurangan Pilkada DKI 2017, memang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap iklim investasi.

Terlepas dari sikap “wait and see” yang diambil oleh investor, para investor sebenarnya masih bisa mencari alternatif investasi lain.

Sambil menunggu kondisi politik yang lebih tenang dan kondusif pasca Putaran Kedua nanti, Anda bisa berinvestasi di instrumen investasi lainnya.

Di tengah-tengah jenis investasi yang ada, Peer to Peer Lending merupakan salah satu opsi investasi online alternatif yang tengah marak dimanfaatkan.

Di KoinWorks, Anda bisa mulai berinvestasi dengan nominal Rp 100.000 dengan bunga keuntungan mulai dari 18% efektif per tahun.

Investasi Anda tentu akan membantu pengembangan UMKM di tengah panasnya situasi politik sekarang ini, sembari membantu perawatan kesehatan peminjam untuk menyejahterakan sesama dan membantu pengembangan potensi diri masyarakat lewat investasi dana pendidikan di KoinWorks.

Tertarik untuk bergabung? Anda bisa menyimulasikan keuntungan investasi Anda di KoinWorks lewat kalkulator investasi di bagian akhir artikel ini atau silakan langsung klik disini.

Dengan berinvestasi P2P Fintech Lending di KoinWorks, seberapa parah pun dinamika politik menjelang Pilkada serentak termasuk Pilkada DKI jakarta 2017 tidak akan menggangu kegiatan Anda dalam berinvestasi dan keuntungan investasi P2P Lending Anda pun bisa dimaksimalkan. Selamat mencoba!


Referensi:

Pilkada DKI Dua Putaran Buat Investor Wait And See
Ini Harapan Menko Luhut untuk Pemenang Pilkada DKI 2017
Pilkada Serentak Berjalan Damai, Wakil Ketua DPR: Kita Semakin Dewasa

Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.


Punya pertanyaan seputar KoinWorks?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.