Bagaimana Caranya Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return? – Di dunia investasi, risk dan return menjadi pertimbangan utama. Bila risiko tidak sepadan dengan imbal hasil investasi, maka lebih baik tidak usah berinvestasi. Selalu dikenal istilah high-risk, high return dan begitu pun sebaliknya.

Semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula imbal hasil investasi yang seharusnya didapatkan investor. Sebaliknya, semakin kecil risiko, semakin kecil pula imbal hasilnya. Tentu tidak tepat bila kita berinvestasi dengan risiko yang harus ditanggung besar sementara return yang dihasilkannya kecil.

Baca Juga: Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi Anda dengan 5 Langkah Penting Berikut

Yang menjadi tujuan setiap investor adalah mendapatkan imbal hasil besar dengan risiko yang kecil. Dengan begitu, investor harus bisa menciptakan portofolio investasi yang low-risk, high return. Permasalahannya adalah, bagaimana caranya? Hal tersebut sama sekali tidak mudah.

Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return?

kapasitas risiko investasi - investasi yang low-risk

Pertama, kita harus menentukan tujuan investasi, sehingga tujuan tersebut yang akan mempengaruhi portofolio investasi nantinya. Kedua, instrumen investasi apa yang kita pilih. Ketiga, pelajari risiko dan return potensial yang bisa dihasilkan darinya.

Itu pun, investasi akan sangat bergantung pada instrumen serta berbagai faktor lainnya. Contoh, investasi saham akan sangat tergantung dengan kondisi perusahaan, pemberitaan di media yang mempengaruhi psikologi investor, adanya bias pada harga saham di Bursa Efek, kondisi politik dan ekonomi nasional maupun global, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Apa Itu Efek Compounding Dalam Investasi dan Seperti Apa Manfaatnya?

Di peer to peer lending, misalnya, akan sangat tergantung pada analisa Anda terkait performa keuangan peminjam serta tujuan peminjamannya.

Yang tentunya Anda lakukan pertama kali sebelum menciptakan portofolio investasi yang low-risk, high return adalah memvisualisasikan portofolio investasi Anda ke depannya.

Seperti memasak kue, misalnya, Anda yang selama ini tidak suka coklat dan telur, bila Anda menggabungkan kedua produk makanan itu dengan tepung, gula, dan berbagai pelengkap lainnya menjadi sebuah kue, rasanya bisa saja jauh lebih enak dengan efek yang lebih baik terhadap kesehatan bila Anda memakannya dibandingkan dengan memakan masing-masing dua bahan makanan sebelumnya.

Seperti itulah portofolio investasi. Beberapa instrumen investasi semisal saham, obligasi dan reksa dana mungkin kurang menguntungkan bila Anda hanya menggunakan satu di antaranya saja. Mungkin ada yang terlalu berisiko, return-nya rendah, dan mungkin sulit mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Baca Juga:

– Begini Trik Mempersiapkan Biaya Pernikahan Dengan Investasi
– Tips Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak Dengan Investasi

Bila Anda mendiversifikasikan portofolio investasi Anda, misalnya menggabungkan saham, peer to peer lending, reksa dana, dan obligasi, portofolio investasi Anda pun akan menjadi sangat kuat dan menguntungkan untuk jangka panjang.

Risiko dan Imbal Hasil Dalam Investasi

Konsep utamanya menyangkut diversifikasi. Diversifikasi tentu bukanlah hal baru dalam dunia investasi. Akan tetapi, beberapa hal yang menyangkut diversifikasi mengguncang dunia investasi.

Pertama, penting untuk diingat bahwa risiko dan imbal hasil sepenuhnya saling berhubungan. Hal tersebut merupakan kebenaran yang mutlak dalam ilmu ekonomi, terutama yang menyangkut investasi. Investasi yang lebih berisiko akan menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi selalu dapat dipahami.

Baca Juga: Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Oleh karena itu dalam jangka panjang, saham cenderung lebih menghasilkan keuntungan yang lebih besar ketimbang obligasi, begitu pun dengan peer to peer lending terhadap reksa dana. Keuntungan yang tinggi bisa didapat setelah mengambil risiko yang juga lebih besar.

Nyatanya, temuan yang paling menakjubkan adalah mengombinasikan beberapa jenis investasi tertentu ternyata dapat menurunkan risiko portofolio sekaligus meningkatkan keuntungan.

Fakta yang paling umum adalah setiap investor menginginkan pengembalian yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih rendah. Hal tersebut tentu saja wajar.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun Dengan Rp 100.000 Setiap Hari

Sekarang, setelah dilakukan percobaan secara akademik, campuran atau kombinasi (diversifikasi) investasi dalam satu portofolio dapat mengurangi fluktuasi tanpa harus merugikan pada tingkat pengembalian. Paling tidak, pengembalian tidak akan berkurang ke level yang Anda takutkan.

Sebuah Ilustrasi Mengenai Keuntungan Diversifikasi

Coba bayangkan dua lembar kertas yang ditumpuk. Satu kertas memiliki nilai investasi saham sebesar Rp 100 juta, dan satu kertas lagi berisi peer to peer lending senilai Rp 100 juta. Return dalam 10 tahun yang diharapkan bisa saja berbeda dan terkadang malah mudah diprediksi.

Tanpa memperdebatkan detilnya secara lebih menyeluruh, kita sepakati saja bahwa nilai investasi saham seharusnya bertumbuh setiap tahun dengan bunga 5%, sementara peer to peer lending 10%. Mari kita tentukan risikonya masing-masing. Skala risiko saham, misalnya, 2 dan skala peer to peer lending 1 (2:1).

Sekarang, bila kita gabungkan dua tumpukan kertas tersebut ke dalam bentuk portofolio, kita akan mengira bahwa pengembalian tahunannya menjadi 7,5%, setengah dari total keduanya. Risiko yang diduga seharusnya 1,5, setengah dari total skalanya.

Baca Juga: Investasi Rp 100.000 Setiap Hari, Bagaimana Keuntungannya Setelah 10 Tahun?

Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa return berada di atas 7,5% sementara risiko berada di bawah skala 1,5. Saham dan peer to peer lending, bila dikombinasikan, mampu meningkatkan nilai return sekaligus meredam tingkat risiko.

Sudah jelas, portofolio yang terdiversifikasi lebih baik ketimbang Anda berinvestasi ke satu instrumen investasi. Hal tersebut merupakan pemikiran investasi yang revolusioner.

Jadi, bila Anda yang selama ini hanya berinvestasi saham, reksa dana, atau pun obligasi, jangan tutup kemungkinan untuk mencoba pula peer to peer lending, investasi properti, dan lain sebagainya.

Hal tersebut pun akan mempengaruhi kehidupan finansial Anda bila Anda mendiversifikasikan portofolio investasi.

Baca Juga: Begini Cara Kerja KoinWorks dalam Hal Investasi Fintech Lending

Jangan lupakan juga eksistensi efek compounding demi meningkatkan keuntungan investasi untuk jangka panjang dengan portofolio yang terdiversifikasi. Sebagai contoh, bila Anda rajin berinvestasi dan mendiversifikasikan investasi Anda ke beragam instrumen, simulasikan keuntungan investasi Anda dengan efek compounding menggunakan kalkulator berikut:


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Future Value:
Bunga Keuntungan:

Dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi, Anda mampu menciptakan portofolio investasi yang low-risk, high return. Bila Anda belum pernah berinvestasi peer to peer lending atau bahkan belum pernah memulai investasi sama sekali, jangan pernah ragu untuk memulai. Anda bisa memulai investasi hanya dengan bermodalkan Rp 100.000 di KoinWorks sembari memahami fundamentalnya.




  • 13
    Shares
There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?