7 Prinsip dalam Berinvestasi untuk Pemula – Tidak ada jalan pintas yang dapat membuat Anda mahir berinvestasi dalam sekejap. Menjadi seorang master dalam berinvestasi akan membutuhkan waktu untuk terus belajar.

Semakin Anda mencoba banyak jenis investasi, maka semakin banyak pula ilmu yang akan didapatkan.

Bagi pemula dan mereka yang baru mendalami dunia investasi, maka berikut adalah 7 prinsip-prinsip utama dalam investasi yang perlu Anda ketahui sebelum memulainya:

7 Prinsip dalam Berinvestasi untuk Pemula

1. Ketahuilah Bahwa Berinvestasi adalah Sebuah Komitmen

komitmen dalam hubungan - komitmen dalam pernikahan

Prinsip dalam berinvestasi pertama adalah mengenai komitmen. Berinvestasi sama dengan hal membangun sebuah hubungan. Keduanya membutuhkan kesabaran dalam proses membangun.

Baca Juga: Investasi Sebagai Pendapatan Utama: Apa dan Bagaimana?

Ada banyak pilihan investasi yang tersedia dan dapat Anda pilih. Namun, jangan lupa untuk memikirkan pro dan kontra dari berbagai instrumen sebelum memilih yang paling sesuai dengan tujuan Anda.

Dalam hal berinvestasi, waktu juga turut memegang peranan penting. Beberapa investasi memungkinkan Anda untuk mencairkan dengan tanggal jatuh tempo yang relatif cepat, sedangkan ada pula beberapa investasi yang membutuhkan waktu cukup lama dalam waktu pencairan.

Baca Juga: Dari 5 Jenis Investasi Populer yang Ada di Indonesia, Anda Pilih yang Mana?

Selain waktu, resiko juga harus menjadi bahan pertimbangan penting untuk Anda. Semakin tinggi hasil investasi yang ditawarkan, semakin besar pula risiko yang ada. Cobalah untuk menyeimbangkan portofolio investasi agar sesuai dengan toleransi Anda akan risiko.

2. Berinvestasi Bila Anda Memiliki Cukup Tabungan

jenis investasi terpercaya

Setiap orang memiliki tolak ukur berbeda untuk berapa banyak tabungan yang “cukup”. Akan tetapi penting untuk memiliki jumlah tabungan yang dapat mencukupi kebutuhan Anda beberapa bulan kedepan sebelum Anda menginvestasikan uang yang ada. Nilai tiga bulan dana simpanan adalah jumlah minimum yang baik, sedangkan nilai enam bulan lebih aman.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula

Mengapa demikian? Hal ini tentunya sebagai langkah berjaga-jaga dikemudian hari. Contoh; jika semua uang Anda terikat dalam investasi selama masa tak terduga, Anda mungkin harus menarik dana saat pasar sedang jatuh atau saat investasi Anda belum mencapai tanggal jatuh temponya- sehingga Anda dikenai biaya penalti yang cukup lumayan.

3. Perhatikan Tingkat Inflasi

pengaruh peningkatan inflasi terhadap uang - koinworks

Terkadang nunga yang didapatkan dari tabungan memiliki jumlah yang tidak signifikan, bahkan ketika Anda memperhitungkan biaya admin bank, tabungan Anda biasanya akan tetap memiliki nominal yang sama dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Biar Tidak Bingung, Apa Sebenarnya Pengaruh Peningkatan Inflasi Terhadap Uang Anda?

Inflasi adalah alasan mengapa Anda perlu berinvestasi. Investasi membuat Anda dapat menstabilkan daya beli di masa mendatang.

Untuk mengatasinya, hasil investasi yang didapat harus mengalahkan tingkat inflasi nasional, jadi pilihlah jenis investasi yang tepat dalam hal ini.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Membuat Anggaran Untuk Beragam Kebutuhan Keuangan Anda? Begini Tipsnya

Jangan hanya memilih jenis investasi yang aman, namun sangat tidak aman jika dihitung dengan nilai inflasi. Bijaklah dalam mempertimbangkannya!

4. Ketahui Toleransi Risiko Pribadi Anda

berani mengambil risiko

Ketahui prinsip risk dan return, yang menyatakan bahwa semakin tinggi potensi return, semakin tinggi pula risikonya – dan sebaliknya.

Baca Juga: Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Prinsip risk dan return, setiap orang akan sangat berbeda karena setiap investor akan dengan toleransi risiko pribadidengan tujuan masa depan yang ingin dicapai olehnya.

Investor agresif akan mengarahkan instrumen dengan tingkat pengembalian tertinggi, tidak peduli seberapa berisiko. Portofolio mereka biasa terdiri dari 80-90% instrumen berisiko tinggi.

Sementara itu, investor lainnya mungkin akan mengarahkan pada produk yang lebih aman, karena mereka menginginkan risiko yang lebih rendah.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return?

Dalam hal ini, umumnya seseorang yang masih muda dan sehat, dengan tabungan yang cukup dan produktivitas yang panjang ke depan mampu mengambil lebih banyak risiko dibandingkan dengan orang yang memiliki usia yang lebih matang.

5. Diversifikasi, Diversifikasi, dan Diversifikasi

Diversifikasi Portofolio Investasi - diversifikasi investasi p2p lending - koinworks

Prinsip dalam berinvestasi yang ke-5 adalah diversifikasi. Adakah cara untuk mengurangi risiko dalam hal berinvestasi? Dalam hal ini, jawabannya adalah melakukan diversifikasi.

Baca Juga: Permudah Diversifikasi Portofolio Investasi Anda dengan 5 Langkah Penting Berikut

Diversifikasi investasi berarti mengalokasikan dana Anda di antara berbagai investasi. Semakin terdiversifikasi portfolio Anda, semakin terlindungi pula Anda.

Sekalipun investasi yang satu gagal, imbal hasil keseluruhan Anda akan tetap positif melalui dukungan dari jenis investasi lainnya.

Diversifikasi adalah bagaimana Anda membangun portofolio investasi Anda. Ingat mengenai profil risiko pribadi yang dijelaskan diatas?

Baca Juga: Begini Teknik Diversifikasi Investasi di Fintech Lending KoinWorks

Anda mungkin adalah seseorang yang ingin menghindari risiko. Jika demikian, Anda dapat menyusun portofolio investasi dalam bentuk obligasi 70%, deposito tetap 10% dan 20% saham.

Beberapa dari Anda mungkin akan menanyakan pertanyaan seperti ini “jika saya menolak risiko, mengapa tidak menghabiskan 100% dana saya untuk deposito tetap?” Ketahuilah instrumen “aman” pun memiliki risiko.

Baca Juga: Bagi Anda Anak Muda, Ingin Mulai Berinvestasi? Pelajari Dulu Seluk-Beluknya!

Apa yang terjadi ketika bunga deposito tetap jatuh? Nilai portofolio Anda akan berkurang. Menyebarkan investasi Anda ke berbagai aset akan mencegah masalah ini.

6. Investasikan Kembali Return

Memanfaatkan Efek Compounding Sebagai Bagian dari Strategi Investasi - mengembangkan strategi investasi

menginvestasikan kembali return yang telah didapatkan merupakan prinsip dalam berinvestasi yang sangat penting. Bila investasi Anda menghasilkan pendapatan, Anda memiliki beberapa pilihan. Anda bisa menarik keuntungannya dan keluar.

Baca Juga: Apa Itu Efek Compounding Dalam Investasi dan Seperti Apa Manfaatnya?

Tetapi jika Anda menginginkan keuntungan jangka panjang, Anda harus menginvestasikan kembali pendapatan tersebut sehingga menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Katakanlah Anda menginvestasikan Rp 10.000.000,00 ke dalam obligasi dengan bunga tahunan 7%. Setelah satu tahun, Anda telah memperoleh bunga sebesar Rp 700.000,00.

Anda memutuskan untuk menginvestasikan kembali total RM 10.700.000,00 ke dalam obligasi yang sama di tahun ke-2.

Baca Juga: Memanfaatkan Efek Compounding Sebagai Bagian dari Strategi Investasi

Ditahun kedua Anda akan menghasilkan keuntungan bunga yang jauh lebih besar tanpa melakukan apapun. Seiring waktu, hasil investasi Anda akan terus berkembang lebih lagi. Kuncinya adalah ketekunan dan frekuensi.

Untuk selengkapnya, silakan gunakan kalkulator efek compounding berikut:

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

7. Berinvestasi Lebih Awal Karena Waktu pun Memegang Peranan Penting

cara mengatur waktu - waktu produktif

Prinsip dalam berinvestasi selanjutnya adalah memanfaatkan waktu. akan sangat terlihat apabila Anda mulai berinvestasi lebih awal.

Katakanlah orang A berinvestasi pada instrumen tertentu dengan bunga tahunan 5-6% pada usia 25 tahun dan menginvestasikan kembali setiap tahunnya.

Baca Juga: 8 Langkah Menciptakan Rencana Keuangan yang Cerdas

Lalu ada orang B yang melakukan persis sama dengan jumlah awal yang sama mulai usia 35. Berbagai grafik menunjukkan bahwa ketika mereka berdua berusia 60 tahun, seseorang akan hampir melipatgandakan uang orang B.

Melalui kedua contoh ini kita dapat melihat bahwa semakin cepat Anda mulai berinvestasi, semakin besar uang yang dapat dihasilkan di masa depan.

Baca Juga: Mapan Secara Finansial Sebelum Umur 30? Mungkin! Ini yang Harus Dilakukan Mulai Sekarang

Nah, itulah 7 prinsip utama dalam berinvestasi untuk pemula. Jika kemudian Anda bingung dan bertanya-tanya, sesungguhnya investasi jenis apa yang cocok dengan ketujuh prinsip diatas?

Baca Juga: 4 Jenis Investasi yang Harus Dicoba Sebelum Memasuki Usia 30 Tahun

Peer-to-peer lending dalam hal ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Anda bisa langsung berinvestasi di peer to peer lending KoinWorks.

Dengan modal awal mulai dari Rp 100 ribu, Anda bisa mendapatkan bunga pengembalian efektif mulai dari 18% per tahun sembari membantu kemajuan UKM di Indonesia.

Baca Juga: Begini Cara Kerja KoinWorks dalam Hal Investasi Fintech Lending

Semakin rutin Anda berinvestasi, semakin besar bunga efektif yang akan Anda terima, apalagi bila menginvestasikan kembali pengembalian yang didapat. Masih ragu? Mulai investasi sekarang dan siapkan keuangan di masa mendatang!


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.


Punya pertanyaan seputar KoinWorks?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.