Home » Blog » Daily, Investasi & Keuangan Pribadi » Apa Itu Reksadana Syariah Dan Perbedaannya Dengan Reksadana Konvensional

Apa Itu Reksadana Syariah Dan Perbedaannya Dengan Reksadana Konvensional

·
4 menit
reksa dana syariah dalam pengelolannya selalu membawa nilai-nilai syariah sesuai ketentuan berlaku

Investasi adalah salah satu metode pengembangan keuangan yang sudah mulai banyak dilakukan oleh para pengusaha maupun perorangan.

Jika berminat akan dunia investasi khususnya menggunakan Reksadana.

Maka artikel ini akan menjelaskan apa Itu Reksadana Syariah dan Perbedaannya Dengan Reksadana Konvensional.


Pengertian Reksadana

Banyak orang hanya mengetahui nama Reksadana tanpa mengerti bagaimana definisi dari nama tersebut.

Jika dilihat dari definisinya maka Reksadana adalah salah satu alternatif tempat yang bisa digunakan oleh seorang pemodal untuk melakukan sebuah investasi.

Mereka yang menggunakan Reksadana biasanya termasuk kedalam kelas pemodal kecil dan para pemodal yang tidak memiliki waktu termasuk mengetahui bagaimana menghitung resiko yang akan terjadi pada investasi mereka.

Reksadana juga bisa diartikan sebagai tempat yang digunakan seorang pemodal untuk melakukan sebuah investasi pada bagian portofolio efek dan oleh para manajer investasi.

Sehingga dana yang ada di dalam Reksadana merupakan dana bersama milik pemodal yang dijalankan oleh manajer investasi.


Perbedaan Reksadana Syariah Dengan Reksadana Konvensional

Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional merupakan dua contoh dari jenis-jenis Reksadana.

Meskipun memberikan bentuk investasi yang terlihat sama. Namun keduanya tetap memiliki beberapa perbedaan didalamnya.

Jika kamu tidak begitu bingung akan perbedaan tersebut, maka berikut ini adalah beberapa penjelasan akan hal tersebut.

1. Prinsip Dan Pengelolaan Dari Kedua Jenis Investasi

Jika dilihat dari bentuk pengelolaanya, maka Reksadana Konvensional lebih banyak dikelola oleh pihak bank.

Tentunya investasi Reksadana jenis ini dapat disalurkan pada beberapa portofolio efek.

Sebagai contohnya adalah saham, deposito, hingga obligasi.

Semua contoh tersebut memiliki batasan investasi yang ditentukan oleh pihak OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Sedangkan untuk perusahaan yang terlibat dan juga jumlah investasi tidak begitu dipermasalahkan pada jenis Reksadana Konvensional.

Selanjutnya untuk Reksadana Syariah. Dimana semua produk yang ditawarkan pada jenis Reksadana telah masuk ke dalam daftar efek syariah.

Semua daftar produk tersebut juga telah diumumkan oleh pihak OJK sesuai dengan ketentuan syariah.

Sedangkan prinsip pengelolaannya tidak akan diberikan terhadap perusahaan yang telah melanggar aturan-aturan syariah.

Sebagai contohnya adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perjudian dan penjualan minuman beralkohol.

Seperti namanya, Reksadana Syariah selalu mengedepankan prinsip-prinsip syariah, dimana semua nilai total hutang haruslah lebih kecil dibandingkan dengan nilai aset.

2. Proses Pembersihan

Pada Reksadana Konvensional tidak mengenal sebuah pembersihan berdasarkan aturan syariah.

Semua tergantung pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh OJK.

Jika memang sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Maka pihak manajer investasi dapat melakukan penjualan Reksadana Konvensional.

Sedangkan untuk Reksadana Syariah mengenal yang namanya pembersihan berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Prinsip ini akan menerapkan sebuah pemilahan apakah pihak perusahaan memiliki proses pendapatan yang masuk kategori non halal maupun sebaliknya.

Proses ini begitu penting diberlakukan para Reksadana Syariah.

Sebab semua pendapatan suatu perusahaan haruslah sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

3. Pengawasan Dua Badan Pengelola yang Berbeda

Perbedaan selanjutnya dari kedua jenis Reksadana tersebut terletak pada pengawasan badan pengelolaan.

Dimana Reksadana Konvensional akan diawasi oleh pihak OJK sedangkan untuk Reksadana Syariah akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

4. Peranan Manajer Investasi

Pada Reksadana Konvensional peran dari manajer investasi memiliki tugas untuk melakukan pengelolaan dan menanggung resiko berdasarkan dengan prinsip kerjasama yang dibuat.

Sedangkan peran dari manajer investasi pada Reksadana Syariah tidak akan menanggung semua kerugian dan tidak ikut serta dalam proses pengelolaan.

Jika memang dalam proses investasi yang dilakukan gagal, maka kerugian akan ditanggung oleh pihak pemodal.

5. Perhitungan Pembagian Keuntungan

Pembagian keuntungan yang ada di dalam Reksadana Konvensional adalah menerapkan cara pembanguan keuntungan dari pemodal dengan manajer investasi.

Dilanjutkan dengan perhitungan suku bunga yang berlaku.

Sedangkan pada Reksadana Syariah memiliki perhitungan keuntungan sesuai dengan ketentuan syariah yang berlaku dan sesuai kesepakatan yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak.


Jenis-Jenis Lain yang Ada Di Dalam Reksadana

Meskipun sudah dijelaskan dua jenis reksadana. Namun masih ada beberapa jenis lain Reksadana yang memang bisa kamu ketahui sebagai referensi.

Penjelasan akan hal tersebut adalah sebagai berikut.

  • Reksadana Saham
  • Reksadana Obligasi
  • Pasar Uang
  • Reksa Dana Terstruktur
  • Reksadana Terproteksi
  • Reksadana Indeks
  • Reksadana Dengan Pinjaman
  • Exchange Traded Fund
  • KIK-EBA
  • Dana Investasi Real Estate
  • Reksadana Sektor Rill
  • Reksadana Penyertaan Terbatas

Keuntungan Menggunakan Reksadana

Keuntungan yang ditawarkan dari melakukan investasi menggunakan Reksadana tidaklah main-main.

Banyak sekali keuntungan yang akan kamu dapatkan seperti pada penjelasan dibawah ini.

  • Memiliki nilai resiko rendah sebab investasi akan disebar pada instrumen efek yang berbeda. Sehingga ketika satu instrumen efek turun masih ada instrumen lainnya.
  • Memiliki keuntungan yang cukup tinggi hingga 20% setiap tahunnya.
  • Setiap pengelola modal investasi yang kamu masukkan adalah mereka yang berperan pada manajer investasi dengan standar profesional.
  • Semua transaksi dilakukan dengan menggunakan media online seperti website.
  • Memiliki batas minimal investasi yang terbilang kecil yaitu dimulai dari 10 ribu.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Reksadana

Meskipun sudah dijelaskan beberapa akan keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika melakukan proses investasi menggunakan Reksadana. Namun akan lebih lagi jika kamu juga mengetahui beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulainya.

Agar lebih jelas lagi berikut poin-poin yang harus kamu ketahui sebelum memulai reksadana.

  • Pahami setiap aturan yang ada di dalam Reksadana.
  • Ketahui profil resiko yang akan kamu ambil.
  • Bagi investasi pada beberapa instrumen efek.
  • Pahami jenis-jenis dari Reksadana.
  • Pahami bagaimana cara memilih jenis Reksadana.
  • Gunakan manajer investasi yang berada didalam kelas 10 besar.
  • Gunakan agen penjualan yang telah resmi terdaftar dalam OJK.
  • Ketahui bagaimana manajer investasi tersebut melakukan kinerjanya.

Tips Memilih Manajer Investasi Reksadana

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika kamu akan melakukan proses investasi dalam Reksadana memerlukan bantuan dari seorang manajer investasi.

Kamu akan dihadapkan dengan banyak sekali pilihan manajer investasi.

Permasalahannya tidak semuanya memiliki kinerja yang dapat mendukung investasimu. Agar tidak salah pilih, gunakan beberapa tips dibawah ini.

  • Gunakan manajer investasi yang sudah terdaftar dalam OJK.
  • Memiliki izin dari pihak OJK.
  • Perhatikan portofolio mereka. Biasanya portofolio tersebut berbentuk return dari para investor yang sudah menggunakan jasa mereka.
  • Memiliki pengalaman yang cukup.
  • Memiliki gaya investasi high risk high return.

Manfaat Menggunakan Reksadana

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang akan kamu dapatkan ketika menggunakan investasi Reksadana.

Investasi yang kamu miliki akan ditangani oleh pihak manajer investasi profesional.

  • Investasi dapat dicairkan kapanpun kamu mau yang berpedoman pada harga NAB yang ada saat itu.
  • Dapat dimulai dari modal yang cukup kecil.
  • Banyak pilihan jenis yang ditawarkan.
  • Memiliki resiko kerugian yang begitu kecil.

 

Informasi seputar Reksadana yang telah dijelaskan diatas bisa kamu jadikan acuan ketika akan melakukan investasi dana.

Pilihlah jenis sesuai kebutuhan dengan resiko kerugian yang begitu rendah.

Tapi kalau kamu masih pemula, bisa juga mulai mendanai di KoinP2P dari KoinWorks dan belajar investasi secara fundamental karena prinsipnya sama.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil efektif hingga 18% per tahun, lho.

Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks
Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat