Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » 3 Tanda Bahwa Perusahaan Startup Kamu Harus Ubah Rencana Bisnis

3 Tanda Bahwa Perusahaan Startup Kamu Harus Ubah Rencana Bisnis

Solusi Bisnis Masalah Keuangan

3 Tanda Bahwa Perusahaan Startup Kamu Harus Ubah Rencana Bisnis – Perjalanan sebuah strategi bisnis atau perusahaan startup tidaklah semulus yang kamu bayangkan dan kamu duga.

Akan ada kerikil-kerikil kecil yang mungkin tergeletak di tengah jalan, atau bahkan batu besar yang menghalangi.

Ada suatu kondisi di mana kamu harus menyusun strategi atau rencana bisnis darurat saat perusahaan kamu berada di ambang keterpurukan.

Pun, jika perusahaan kamu sedang berada di masa kejayaan, kamu juga perlu mengatur strategi baru agar selalu unggul dibandingkan pesaing-pesaing lainnya.

Baca juga: Pelajaran Bisnis dari Bernard Arnault ini Bisa Diambil, Biar Sukses!

Sebagai pengusaha, jangan lupa untuk menyediakan berbagai alternatif rencana bisnis yang mungkin nanti terpaksa harus digunakan di tengah-tengah perjalanan bisnis kamu.

Sebenarnya apa sih tandanya sebuah perusahaan perlu mengubah strategi bisnis? Lalu, apa saja yang harus dilakukan agar situasinya tidak semakin memburuk?

Ketahui selengkapnya pada ulasan di bawah ini, ya!


3 Tanda Bahwa Perusahaan Startup Kamu Harus Ubah Rencana Bisnis

Berhentinya Pertumbuhan Bisnis Startup

Dorongan Stimulus Bisnis bagi UKM dan UMKM

Dalam sebuah bisnis, akan ada pertumbuhan seiring berjalannya waktu. Pertumbuhan ini menyediakan daya untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas dan pelayanan, mengalahkan pesaing, serta meningkatkan efisiensi melalui skala ekonomi.

Baca Juga: Para CEO di Dunia Punya 3 Kesamaan Ini

Namun, sebagian bisnis yang baru memulai perjalanan (seperti startup) masih belum mampu menyesuaikan dan menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis itu sendiri.

Termasuk meningkatkan kepercayaan pada pelanggan serta menjaga biaya akuisisi pelanggan tetap rendah.

Saat pertumbuhan bisnis startup melambat, bahkan cenderung stagnan di tengah jalan, maka inilah saatnya kamu mengubah rencana bisnis ke arah yang berbeda.

Keputusannya ada di kamu, apakah kamu ingin membuang risiko yang membuat pertumbuhan bisnis menjadi stagnan atau mengelola risiko tersebut menjadi peluang yang menguntungkan.

Selalu ada kemungkinan bagi kamu untuk mengubah struktur pelayanan, operasional, serta penjualan demi pertumbuhan dan perkembangan bisnis startup kamu menjadi lebih baik lagi.

Kamu bisa melakukan hal-hal yang mampu membawa pengaruh positif, seperti:

  • Memberi para pegawai/karyawan perusahaan untuk mempelajari keterampilan baru.
  • Membiarkan para pegawai/karyawan perusahaan menunjukkan bakat dan keahlian yang mereka bisa.
  • Mempelajari bidang fungsional lainnya akan membuat pegawai/karyawan kamu semakin cerdas dan mampu memecahkan berbagai masalah.

Tentu saja, memindahkan sebagian pegawai ke peran yang berbeda dapat membantu mereka untuk memperoleh energi dan semangat baru. Dengan demikian, pegawai lainnya akan terpengaruh dengan motivasi atas pekerjaan di bidang fungsional yang baru.

Selain itu, jika pertumbuhan bisnis mulai terlihat ‘diam’ atau stagnan, kamu bisa meluncurkan rencana bisnis lainnya. Seperti, membuat dan mengenalkan produk/layanan baru kepada para pelanggan.

Tawaran yang belum pernah ada sebelumnya, seperti pengadaan diskon, potongan harga, belanja hemat, dan sebagainya bisa menarik pelanggan lama, juga mampu mendatangkan banyak pelanggan baru.

Penyebab pertumbuhan bisnis menjadi stagnan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena kekurangan modal usaha.

Jika ini benar-benar penyebabnya, tidak ada salahnya kamu mengajukan pinjaman modal di KoinBisnis. Kamu bisa meminjam dana usaha mulai dari Rp10 juta hingga Rp2 miliar, dengan bunga flat yang rendah yaitu kurang dari 2% per bulannya.

Produk KoinWorks yang satu ini sudah banyak membantu para pebisnis dalam menjalan bisnis mereka, termasuk dalam hal pengembangan atau Business Expansion.

Atas izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KoinBisnis menjadi salah satu solusi bagi setiap orang yang ingin mengembangkan bisnis mereka lebih besar lagi.

Pada intinya, kalau kamu mengetahui bahwa posisi bisnis kamu sedang terjebak dan cenderung stagnan, kamu bisa mulai menggunakan strategi bisnis lain untuk membawanya kembali ke posisi normal.

Tanyakan kepada pelanggan kamu, maka mereka akan memberitahumu tentang apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.

Semangat!


Kebutuhan Pelanggan Telah Berubah

belanja - engagement konsumen menjadi purchasing decision - Tips Mendapatkan Pelanggan Setia - 5 Alasan Program Loyalitas Mampu Meningkatkan Penjualan

Sebelum mulai merencanakan sebuah bisnis, pasti kamu sudah lebih dulu menentukan target pasar atas produk yang kamu jual baik barang maupun jasa.

Biasanya, target pasar ditentukan dengan cara mengelompokkan pasar sasaran. Dalam istilah bisnis, pengelompokkan ini disebut dengan segmentasi, yang terdiri dari:

  1. Demografis – Menentukan kelompok pasar berdasarkan informasi demografis, seperti usia, gender, pendapatan, pendidikan, jabatan, dan lain-lain.
  2. Psikografis – Menentukan kelompok pasar berdasarkan kondisi psikologi, meliputi kepribadian, nilai, gaya hidup, dan semacamnya.
  3. Behaviour – Menentukan kelompok pasar berdasarkan sifat atau perilaku, seperti kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.
  4. Geografis – Menentukan kelompok pasar berdasarkan lokasi atau peta geografis, menurut kota, wilayah, atau provinsi.

Seiring berjalannnya waktu, kebutuhan pelanggan atas sesuatu bisa saja berubah. Kebutuhan tersebut biasanya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya dan kondisi personal pelanggan.

Kamu akan melihat tanda ini ketika penjualan produk bisnis kamu semakin menurun setiap hari atau setiap bulannya, bahkan tak kunjung stabil.

Salah satu penyebabnya bisa jadi karena kebutuhan pelanggan yang sebenarnya telah berubah, namun tidak banyak pemilik bisnis yang menyadari permasalahan ini.

Jika kamu merasa bahwa omzet kamu cenderung menurun saat memeriksa laporan keuangan bulanan atau tahunan, segeralah mencari tahu dari sisi pelanggan. Apabila kamu sudah menemukan penyebabnya, segeralah ubah rencana bisnis kamu.

  • Kembangkan teknologi yang kamu gunakan dengan membuat inovasi baru yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  • Buat tren baru yang belum pernah ada sebelumnya, maka para pelanggan akan datang dengan sendirinya tanpa diminta. Ini akan menjadi tren masa depan yang menarik.
  • Tingkatkan pelayanan infrastruktur pada bisnis startup kamu, ganti pelayanan lama yang dirasa sudah tidak cukup efektif memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Strategi bisnis yang tepat adalah strategi yang mampu menyelesaikan permasalahan para pelanggan.

Pastikan produk kamu dapat menjadi kebutuhan yang selalu dicari oleh mereka, maka bisa dipastikan bisnis startup kamu akan berkembang lebih pesat dari sebelumnya.

Sama seperti poin pertama, berbicara dengan pelanggan adalah cara terbaik untuk mengetahui bagaimana bisnis kamu bisa memenuhi kebutuhan mereka secara lebih maksimal.

Jadi, siap untuk mengembangkan bisnis startup kamu?


Mulai Merekrut Full-Time Freelancers

Patut Dicoba! Ini 5 Jenis Investasi untuk Freelancer yang Paling Cocok - nasihat keuangan

Tanda yang ketiga ini mungkin sering terabaikan oleh para pemilik bisnis startup. Seperti yang diketahui bahwa semakin besar perusahaan, maka semakin banyak pegawai yang dibutuhkan.

Pegawai/karyawan tersebut direkrut dengan tujuan untuk menjalankan operasional agar lebih efektif lagi.

Sebenarnya, pemilihan jenis pegawai tergantung pada seberapa besar kebutuhan perusahaan. Baik itu full-time staffpart-time staff, atau freelancer, semuanya tentu disesuaikan dengan bidang operasional yang dijalankan.

Namun, tahukah kamu, merekrut banyak full-time freelancers merupakan salah satu tanda bahwa kamu perlu melakukan perubahan rencana bisnis?

Secara tidak sadar, kamu mungkin merasa tidak mampu mempekerjakan pegawai tetap penuh waktu untuk melakukan pekerjaan fungsional tertentu. Cara amannya yaitu beralih menggunakan jasa freelancer.

Hingga saat ini, tenaga kerja lepas dianggap sangat mampu untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh perusahaan. Dengan bayaran yang sesuai, mereka dapat melakukannya dengan baik dan tuntas.

Lalu, dimana letak permasalahannya?

Seorang freelancer hanya bisa melakukan tugas-tugas tertentu. Mereka tidak bisa melangkah ke peran fungsional lain yang bukan keahlian mereka.

Mengingat para freelancer bukan merupakan bagian dari perusahaan kamu, maka mereka tidak dapat belajar dan tumbuh berkembang bersama perusahaan yang kamu dirikan.

Sederhananya, freelancer hanya seseorang yang dipekerjakan untuk memenuhi proyek tertentu dan bersifat sementara, bahkan tidak terikat kuat.

Ini yang menjadikan kamu sulit untuk mengembangkan bisnis yang kamu jalani, sebab kamu harus terus mencari freelancer lainnya jika proyek sebelumnya sudah selesai.

Jika kamu terjebak di situasi ini, kamu akan kehilangan arah dan sulit meningkatkan laju pertumbuhan bisnis startup kamu. Oleh karena itu, mulai ubah strategi bisnis kamu sekarang juga.

  1. Pekerjakan full-time staff, setidaknya ini yang bisa kamu lakukan. Meskipun saat ini mereka tidak memiliki banyak keterampilan dan pengalaman, nantinya kamu bisa membantu untuk mengembangkan bakat dan keahlian mereka.
  2. Rekrutlah orang-orang yang produktif, termasuk mudah beradaptasi, bersosialisasi, dan selalu ingin belajar tentang sesuatu yang baru.
  3. Ciptakan fondasi yang kuat untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis startup kamu.

Memang, tidak mudah menjalankan sebuah bisnis untuk sampai ke titik sukses. Butuh usaha, pengalaman, dan strategi yang tepat demi tercapainya harapan bisnis yang diimpikan.

Tanda-tanda di atas sekiranya bisa menjadi acuan kamu dalam mengelola bisnis startup, semoga bermanfaat!

Referensi; Inc

Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​