Tak pernah terbayangkan oleh Anna Amanda (26) bisa mendapatkan pinjaman modal untuk bisnis cokelat yang ia rintis. Anna yang sejak duduk di bangku SMA gemar berdagang dari satu bazar ke bazar yang lain, tidak mengira dirinya bisa memiliki bisnis sendiri. Kini, setiap minggu menyewakan “chocolate fountain” atau air mancur cokelat.

benedicto haryono ceo koinworks

Anna bisa memiliki bisnis tersebut karena ketekunan dan juga pinjaman dari orang-orang yang tak ia kenal, yang menaruh dana di perusahaan teknologi finansial (tekfin) pinjaman, KoinWorks.

Pemberinya ibarat memberikan bantuan kepada siapa saja dengan tangan tersembunyi, tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu.

Anna Amanda KoinWorks

“Semula saya hanya menjual permen cokelat buatan sendiri di bazar-bazar. Lalu saya melihat di internet ada air mancur cokelat. Saya cari mesinnya, lalu bisa beli mesin seharga Rp 1 juta. Sejak itu saya bisa menyewakan mesin,” kata Anna.

Baca Juga: Kisah Anna Amanda: Bekerja Sekaligus Kuliah Tak Membuatnya Berhenti Berbisnis

Namun, karena barang-barang yang dimiliki belum lengkap, Anna ingin berbelanja barang di pameran peralatan masak untuk hotel, restoran, dan katering.

“Saya tidak punya uang. Mau pinjam bank, tidak ada aset. Akhirnya saya pinjam melalui KoinWorks. Saya pinjam Rp 10 juta. Semuanya saya pakai untuk membeli barang dan kemasan di pameran itu,”— kata Anna yang menawarkan jasa melalui Instagram.

Meminjam di KoinWorks, menurut Anna sangat menarik karena setiap hari ada orang-orang yang mau meminjamkan modal.

“Proses ini membuat saya terharu. Siapa sih saya, kok, ada orang yang percaya sama saya. Saya jadi terpacu untuk bekerja lebih giat dan bertekad untuk melunasi utang,” katanya.

Dane and Dine: Lewat Produksi Sepatu, Pengusaha Muda Indonesia Merajai Penjualan Online

Pengalaman yang hampir sama juga dialami oleh Sandi Ardianto (32) dan rekannya, Tia Rukmana (24). Pengusaha sepatu dan tas ini merasa pinjaman yang didapatkan dari KoinWorks membuat usahanya jadi lebih besar.

“Sebenarnya saya sudah mendapat bantuan dari kredit usaha rakyat. Memang bunganya kecil, hanya 9 persen. Namun, modal yang dipinjamkannya juga kecil, maksimal Rp 25 juta. Uang segitu, tidak cukup memberikan keleluasaan untuk memperbesar usaha,” kata Sandi yang saat ini memproduksi sepatu merek Dane and Dine.

Baca Juga: Dane and Dine: Lewat Produksi Sepatu Merajai Penjualan Online

Sekarang omzet Sandi mencapai Rp 150 juta hingga Rp 200 juta sebulan dengan jumlah sepatu yang dijual mencapai 1.000 pasang per bulan. Sebelum pinjam dari KoinWorks, hanya 600 pasang per bulan.

Dana Masyarakat

Head of Marketing KoinWorks Jonathan Bryan mengatakan KoinWorks merupakan “kolekan” dana masyarakat kepada pengusaha kecil dan menengah yang tidak punya akses ke bank.

“KoinWorks adalah portal peminjam dana yang membantu pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan,” katanya.

Dia menjelaskan, masyarakat yang bersedia menginvestasikan uangnya di KoinWorks akan mendapatkan imbal hasil sebesar 18 persen efektif per tahun. “Saat ini sudah ada 6.000 pendana yang bergabung pada kami,” ujarnya.

Bagi peminjam, KoinWorks memberikan alternatif sumber pendanaan yang mudah karena tanpa agunan, seperti kredit tanpa agunan yang ditawarkan perbankan. Namun, bunga yang ditawarkan lebih rendah dan tanpa BI checking.

Baca juga: [Media Coverage] Aneka Kemudahan Pembiayaan Layanan Kesehatan

Untuk menyeleksi peminjam, Jonathan mengatakan bekerja sama dengan penyedia platform, seperti Lazada, Tokopedia, dan sebagainya.

Banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menjual produknya di platform ini, dan mereka membutuhkan suntikan modal. “Kami menyeleksi UKM yang rekam jejaknya baik, seperti angka penjualan terus meningkat,” katanya.

Saat ini sudah ada 150 pengusaha UKM yang mendapatkan dana dari KoinWorks, dengan nilai kredit yang sudah disalurkan sebesar Rp 12 miliar.


Media: Kompas Cetak Edisi 19 Maret 2017



  • 6
    Shares
There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?