5 Tips Berinvestasi di Fintech Lending dari Para Ahli – Anda mungkin butuh berbagai panduan sebelum benar-benar mulai berinvestasi di Fintech Lending.

Sebagai sebuah jenis investasi yang masih baru di Indonesia, peer to peer lending atau yang sekarang dikenal dengan sebutan Fintech Lending kini telah mendapatkan perhatian dan minat yang tinggi dari investor, bahkan pemula sekalipun.

Fintech Lending kini bergelora di bidang investasi dan kerap dijadikan tujuan utama ketika mulai mencoba untuk berinvestasi. Nah, kalau Anda merasa masih merupakan investor pemula dan ingin mencoba berinvestasi di Fintech Lending, ikuti tips dari para ahli investasi di bidang Fintech Lending berikut:

Tips Berinvestasi di Fintech Lending dari Para Ahli

5 Tips Berinvestasi di Fintech Lending dari Para Ahli

1. Diversifikasikan Pinjaman Anda ke Banyak Peminjam

Diversifikasi merupakan tips pertama yang paling direkomendasikan para ahli antara lain oleh:

  • Aaron Vermut, CEO Prosper Marketplace
  • Charles Moldow, General Partner di Foundation Capital
  • Giles Andrews, Co-founder & CEO Zopa
  • Peter Renton, Founder Lend Academy Media & Co-founder LendIt Conference LLC
  • Dara Albright, Co-founder LendIt Conference LLC & Thought Leader

Para ahli mendorong teknik diversifikasi untuk senantiasa diterapkan ketika berinvestasi di Fintech Lending. Hal tersebut dikarenakan tersedianya banyak peminjam dengan beragam kebutuhan pinjaman dan tujuannya, serta beragam suku bunga dan credit scoring yang memiliki nilai keuntungan dan resiko masing-masing.

Baca Juga: Begini Teknik Diversifikasi Investasi di Fintech Lending KoinWorks

Diversifikasi membuat dana investasi Anda menjadi lebih menguntungkan dan lebih aman karena Anda dapat meminimalisir kerugian yang terjadi jika satu peminjam gagal bayar. Ketika peminjam tersebut gagal bayar, kerugian Anda dapat diminimalisir dengan terpenuhinya pengembalian dari peminjam lain.

“Diversifikasi sebanyak mungkin: jumlah pinjaman, jenis pinjaman, jangka waktu pinjaman, hingga grade dan credit scoring.” – Charles Moldow, General Partner di Foundation Capital

Selain itu, semakin Anda beruji coba dengan menginvestasikan dana ke peminjam dengan resiko yang tinggi, semakin tinggi pula dana yang Anda dapatkan.

2. Lakukan Riset Sebelum Memulai

Peter Renton, Founder Lend Academy Media & Co-founder LendIt Conference LLC, menyarankan agar setiap investor, terutama yang baru dalam investasi Fintech Lending, hendaknya melakukan riset terlebih dahulu sebelum memulai. Bahkan jika mungkin, menurut Peter, investor harus mempelajari praktek terbaik dalam berinvestasi di Fintech Lending sebanyak mungkin.

Baca Juga: Ingin Tahu Seberapa Dekat Hubungan Dengan Peminjam? Gunakan Fitur Social Connect di KoinWorks

Pelajari dan analisa data yang tersedia mengenai Peminjam, analisa kebutuhan pinjamannya, reputasinya, tujuan pinjaman dan sebagainya. Di KoinWorks, Anda bisa mengunduh detil pinjaman lengkap dari setiap Peminjam sebelum Anda benar-benar berinvestasi. Pengalaman peminjam juga perlu diperhitungkan dalam hal pinjaman.

“Lakukan riset menyeluruh terhadap data yang tersedia dan pahami kepada siapa tujuan investasi Anda.” – Don Davis, Managing Partner of Prime Meridian Capital Management

3. Investasikan Kembali Keuntungan yang Telah Didapat

Jangan buru-buru menarik keuntungan yang telah didapat dari bunga pengembalian. Sam Hodges, Co-Founder & U.S. Managing Director dari Funding Circle mengatakan bahwa:

“Ketika Anda menerima pengembalian pokok dan bunga, pastikan untuk menginvestasikannya kembali ke beragam pinjaman yang tersedia agar portofolio Anda dapat semakin berkembang.”

Ia pun menambahkan, “Hal terakhir yang Anda inginkan adalah uang yang cuma diam di rekening Anda tanpa menghasilkan keuntungan dan bahkan menurunkan nilai laba keseluruhan Anda.”

4. Berinvestasi Pada Peminjam dengan Resiko yang Lebih Tinggi

Dalam Fintech Lending terdapat credit scoring dengan tingkat resikonya masing-masing. Pada umumnya, credit scoring tersebut mengklasifikasikan mana Peminjam yang dianggap paling mampu membayar berdasarkan analisa komprehensif terhadap datanya dan mana yang lebih beresiko. Begitu pun di KoinWorks.

Semakin beresiko pinjamannya maka keuntungan dari pengembalian yang akan Anda dapatkan akan lebih tinggi. Sebaliknya, semakin aman jenis pinjamannya maka semakin rendah pula keuntungan yang Anda dapatkan.

Baca Juga: Investor Pemula? Baca Panduan Investor Pemula Untuk Investasi di Fintech Lending KoinWorks Ini

Miranda Marquit, Kepala Editor di PlantingMoneySeeds.com, menyarankan agar setiap investor berani berinvestasi pada pinjaman dengan tingkat resiko yang lebih tinggi agar keuntungan yang didapat pun bisa jadi lebih tinggi.

“Tingkatkan keuntungan pengembalian Anda dengan menambahkan pinjaman yang lebih beresiko ke dalam portofolio investasi Anda. Meskipun Anda ingin agar portofolio Anda lebih solid sebagai landasan investasi Anda, Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih jika Anda berani mengambil resiko.” – Miranda Marquit, Kepala Editor di PlantingMoneySeeds.com

5. Otomasikan Dana Investasi Anda

Rata-rata platform Fintech Lending dewasa ini memiliki fitur otomasi yang memungkinkan Anda untuk berinvestasi ke kriteria pinjaman yang telah Anda tentukan secara otomatis. KoinWorks pun memiliki fitur tersebut, yang disebut dengan Auto-Purchase.

Investor ahli di bidang investasi Fintech Lending pun menyarankan agar memanfaatkan fitur otomasi yang tersedia demi menghemat waktu dan membantu mempermudah proses diversifikasi dan re-invest ke beragam pinjaman ketika bunga pengembalian masuk ke akun Anda.

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks

Sam Hodges kembali memberikan tips, kali ini tips yang tepat untuk Anda yang ingin memanfaatkan fitur otomasi:

“Otomasikan investasi Anda; hemat waktu ketika memilih pinjaman di antara banyak sekali pinjaman yang tersedia dengan berinvestasi melalui platform Fintech Lending yang menawarkan fitur auto-bid.”

Sam juga menambahkan, “Cukup atur kriteria investasi Anda berdasarkan tingkat suku bunga yang dipilih, jangka waktu, hingga tujuan pinjaman – berdasarkan tujuan investasi dan resiko yang Anda pilih, kemudian submit auto-bid.”

Daftar Sekarang



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?