Home Investasi Jangan Ragu Investasi Saat Corona, Ini Tipsnya!

Jangan Ragu Investasi Saat Corona, Ini Tipsnya!

Jangan Ragu Investasi Saat Corona, Ini Tipsnya! – Pergerakan pasar modal membuat para investor resah memikirkan nasib investasinya, terlebih lagi pandemi COVID-19 ini tidak kunjung mereda.

Banyak investor yang bingung mengambil keputusan, mulai dari memilih instrumen investasi yang tepat, pertimbangan tolerance risk, hingga keuntungan yang fluktuatif tak menentu.

Pandemi ini telah menekan pasar finansial di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kondisi perekonomian yang bisa dikatakan krisis, membuat sejumlah investor bersikap hati-hati dalam menempatkan dana mereka.

Bahkan sebagian lainnya memilih untuk tidak berinvestasi sama sekali dan cenderung memilih uang tunai sebagai pegangan.

Baca juga: [Event Recap] #MoneyDiary Talks: Crisis After Pandemic, What Do We Do?

Sebenarnya, tindakan tersebut tidak sepenuhnya salah. Sebab, opsi ‘menyimpan uang tunai’ memang cukup memudahkan setiap orang, terutama ketika sedang ada kebutuhan mendesak saat berada #dirumahaja.

Namun, perlu diingat, nilai uang dalam bentuk tunai tidak akan berkembang dan justru tergerus inflasi.

Maka dari itu, kamu tetap bisa berinvestasi di tengah pandemi corona asal memahami syarat dan ketentuannya. Dengan tujuan, investasi kamu tetap aman dan kamu pun tidak mengalami kerugian.

Simak beberapa tips investasi saat corona berikut ini yuk!


Jangan Ragu Investasi Saat Corona, Ini Tipsnya!

1
Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Tips investasi saat corona yang pertama, ketahui dulu instrumen investasi yang tepat dan memiliki kinerja positif dan stabil pada beberapa bulan belakangan ini.

Maksudnya kinerja positif yaitu tidak mengalami penurunan yang terlalu tajam atau biasa disebut ‘anjlok’. Jika kamu menemukan jenis investasi yang riwayatnya negatif, hindari dan pilih investasi lain.

Baca juga: Inilah 4 Jenis Investasi yang Tepat di Tengah Pandemi COVID-19!

Menurut beberapa sumber, investasi yang aman dan bisa kamu pilih tanpa khawatir terkena dampak COVID-19 yaitu:

    • Surat Utang Negara (SUN)

Jenis investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah ini terjamin aman dan terlindungi oleh negara. Kamu bisa memilih investasi Obligasi Negara yang meliputi SBR (Savings Bond Ritel), ORI (Obligasi Ritel Indonesia), dan Sukuk Ritel.

    • Logam Mulia

Harga emas atau logam mulia relatif stabil, bahkan kian mengalami kenaikan di atas inflasi. Investasi emas memiliki risiko yang sangat kecil dan untung yang lumayan besar. Selain itu, kamu hanya perlu menerapkan sistem jual-beli dalam investasi ini.

    • Properti

Rumah tipe sederhana merupakan aset jangka panjang yang memiliki harga tinggi. Sifatnya yang non likuid membuat investasi properti cocok dipilih ketika kamu berada di tengah ketidakstabilan ekonomi seperti sekarang ini.

    • Reksa Dana Pasar Uang

Bukan saham, bukan pula campuran. Reksa dana pasar uang menjadi salah satu investasi yang tergolong aman untuk dipilih di situasi saat ini. Kinerjanya cenderung positif dan lumayan stabil sehingga potensi untuk rugi terbilang sedikit.

Keempat instrumen investasi di atas bisa menjadi alternatif bagi kamu yang masih ingin berinvestasi dengan tenang.

Jika masih ragu untuk berinvestasi, kamu bisa memulainya dengan melakukan pendanaan di KoinWorks. Di samping mendapat keuntungan hingga 18% p.a. per tahun, kamu juga dianggap berkontribusi memajukan UKM dan UMKM di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, itu berarti kamu telah membantu perekonomian negara ini. Tidak perlu khawatir, cukup dengan nominal mulai dari Rp100.000 (berlaku kelipatan), kamu sudah bisa mendanai melalui KoinWorks’ Super Financial App.

Jadi, masih ragu?


2
Ambil Investasi Jangka Panjang

investasi jangka panjang

Tips investasi saat corona berikutnya adalah memilih investasi berjangka panjang. Mengapa harus investasi janga panjang? Apakah investasi jangka pendek bukan hal yang tepat?

Banyak pakar perekonomian menyarankan, berinvestasilah di suatu instrumen untuk jangka waktu yang panjang atau long-term.

Dengan berinvestasi jangka panjang, kamu tidak perlu khawatir akan mengalami kerugian. Namun, pastikan  dana yang kamu alokasikan ke instrumen investasi tersebut bukan dana darurat dan bukan pula dana untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat.

Selain itu, pastikan juga bahwa kamu memilih jenis investasi yang sifatnya non likuid, alias tidak mudah dicairkan (membutuhkan waktu lama dalam pencairan).

Baca juga: Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Sebenarnya, investasi apa pun itu jika sifatnya long-term, maka tidak akan berpengaruh pada kondisi saat ini. Pun, jika kamu memilih investasi saham.

Walaupun saat ini saham kian merosot dan melemah, kinerja saham kemungkinan akan kembali menguat di beberapa tahun yang akan datang.

Apabila kamu memutuskan untuk berinvestasi di salah satu dari empat instrumen yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang ini. Baik jangka panjang maupun jangka pendek, investasi tersebut cenderung masih aman.

Namun, seperti yang diketahui, semakin lama kamu berinvestasi, maka semakin besar keuntungan yang akan kamu dapatkan di kemudian hari.

Cara ini lebih baik, alih-alih kamu harus mencairkannya sekarang dan mengalami kerugian yang sangat banyak.


3
Atur Ulang Portofolio

Bagaimana Caranya Menciptakan Portofolio Investasi yang Low-Risk, High Return?

Bagi kamu yang sudah terlanjur berinvestasi pada saham, sebaiknya segera atur ulang portofolio secepatnya. Jangan sampai isi portofolio investasi kamu dipenuhi dengan angka yang merosot tajam.

Ketika mengatur ulang portofolio, jangan lupa untuk menyesuaikannya berdasarkan dengan tingkat risiko.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Freddy Tedja, menjelaskan bahwa profil risiko dari masing-masing investor sangat penting untuk dipahami lebih dalam.

Dengan mengetahui profil risiko yang kamu miliki, maka akan lebih mudah bagi kamu untuk bisa menentukan kelas aset mana yang paling pas dan cocok kamu pilih.

Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda, entah itu konservatif, moderat, atau agresif. Jangan mengikuti orang lain dan jangan pula bertindak emotional investing.

Baca juga: Jangan Baper Saat Investasi, Ini 4 Cara Hindari Emotional Investing!

Sama halnya saat menghadapi kondisi pandemi seperti sekarang ini. Di saat orang lain panik, kamu jangan ikut panik. Padahal itu tidak perlu dan sama sekali bukan tindakan yang tepat.

Sederhananya, jika kamu merasa bahwa aset investasi yang tengah dijalankan mengalami penurunan terus menerus, sebaiknya segera kurangi jumlahnya.

Apabila tidak memungkinkan, kamu bisa mengalokasikan lebih banyak dana ke instrumen lain yang dirasa lebih aman. Itulah mengapa, diversifikasi investasi penting untuk dilakukan.

Salah satu tujuan dari diversifikasi adalah untuk mengurangi jumlah kerugian yang ada karena kamu memiliki banyak aset di berbagai instrumen investasi dalam satu portofolio.


4
Pantau Secara Berkala

Pengaruh Investasi Terhadap Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia-ide bisnis online - pelajaran bisnis dari bernard arnault-Apa itu Socially Reponsible Investment (SRI)?-simpan-emas-curi-pencuri-menabung-investasi emas-investasi emas - investasi berlian-cara tepat menyimpan emas yang mudah dan aman - penghasilan sambil tidur - jenis investasi jangka panjang-pinjaman syariah - dana syariah - ekonomi syariah-emas-investasi-perhiasan-emas-investasi-nilai-grafik-naik-tingkat - tips investasi untuk gaji pas pasan- Cara Investasi Emas
img source: unsplash.com/photos/EMPZ7yRZoGw

Jadilah investor yang cerdas supaya terhindar dari kerugian. Walaupun saat ini dunia sedang dihebohkan oleh pandemi corona, kamu tetap harus memantau peluang investasi yang hadir di depan mata.

Selain itu, kamu juga perlu memantau situasi dari kinerja investasi yang kamu jalani. Kamu sudah menyetor sejumlah uang sebagai modal investasi, maka kamu perlu mengawasi perkembangannya dari hari ke hari. Jangan ditinggalkan begitu saja.

Bagaimana jika investasi kamu ternyata anjlok dan mengalami kerugian yang besar? Hal ini bisa saja terjadi apabila kamu tidak benar-benar serius dalam berinvestasi.

Bagaimana pun kondisinya, pantau secara berkala dengan konsistensi tinggi sampai akhir tahun 2020 ini. Setidaknya kamu tetap harus selalu waspada, sebab tidak ada yang tahu situasi perekonomian di dunia pada beberapa bulan mendatang.

Dengan melakukan pemantauan berkala, kamu akan lebih bisa berhati-hati dan mengamankan aset investasi jika seandainya kondisi perekonomian dunia semakin buruk.

Baca juga: Pilih Investasi Saham atau Reksa Dana? Ini Pertimbangannya!

Satu hal yang perlu diingat, sebisa mungkin tetap tenang dan yakin bahwa kinerja pada instrumen investasi yang kamu pilih tetap berjalan dengan aman. Susun strategi investasi yang tepat untuk mempertahankan keuntungan.

Sebagai manusia, kita semua hanya bisa berdoa, semoga kondisi perekonomian dunia (termasuk Indonesia) bisa kembali pulih dan pergerakan pasar modal juga bisa kembali normal seperti sedia kala.

Tetap waspada ya!



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Apa itu KoinWorks?

Baca
X