Home » Event » [Event Recap] KoinWorks X Forbes, Investment Outlook 2022

[Event Recap] KoinWorks X Forbes, Investment Outlook 2022

·
4 menit
Investment Outlook

Melalui Webinar bertajuk Investment Outlook 2022, KoinWorks bersama Forbes Indonesia telah menghadirkan para pakar di bidang keuangan dan investasi. 

Selama acara berlangsung, para pakar membagikan berbagai pandangannya terhadap proyeksi laju ekonomi dan investasi di tahun 2022.

Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi melalui pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan langsung kepada para pakar. 

Berikut rekapitulasi materi yang disampaikan pada Webinar Investment Outlook 2022:


Proyeksi Ekonomi dan Investasi 

Pandemi Covid-19 menghantam cukup keras berbagai Industri bisnis, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. 

Meskipun demikian, selalu ada sisi positif dari setiap fenomena negatif yang terjadi. Keterbatasan akses bisnis di tengah pandemi membuat transformasi digital berjalan lebih cepat. 

Menemukan solusi di tengah keterbatasan menjadi sebuah keharusan bagi pebisnis untuk bertahan dan terus berkembang di era pandemi.

Ketika ditanya mengenai proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini, Henry Wibowo menyampaikan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali lagi di level 5% pada tahun 2022.

Seperti yang kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami keterpurukan hingga minus 2% di tahun 2020 dan 3,5% di tahun 2021.

Melvin Hade menyebutkan bahwa Indonesia ditargetkan akan memiliki 7 hingga 10 perusahaan Unicorn di tahun 2022. Tentunya, perusahaan-perusahaan ini hadir dari berbagai jenis Industri. 

Hal ini semakin menekankan bahwa meskipun banyak Industri terpuruk akibat Covid-19 tapi banyak juga Industri yang mampu untuk bertahan bahkan berkembang. 

Industri teknologi menjadi salah satu industri yang mampu berkembang di era pandemi. 

Melvin juga menyebutkan bahwa formula untuk mampu bersaing di masa sulit seperti sekarang adalah evolving and adapting during a pandemic.

 

3 Tematik Optimisme Market Outlook Indonesia

Henry Wibowo mengungkapkan 3 tematik yang paling relevan di Indonesia, diantaranya:

Komoditas Supercycle

Jika dilihat secara rinci, komposisi PDB Indonesia adalah 50% Domestic Household Consumption dan 20-25% ekspor yang berhubungan dengan batu bara dan kelapa sawit. Melesatnya harga komoditi di akhir tahun 2021 mampu menstabilkan nilai rupiah dan membuat neraca dagang Indonesia yang biasanya mengalami defisit menjadi surplus. 

Hal inilah yang menyebabkan Komoditas Supercycle menjadi tematik yang sangat relevan dan positif untuk Indonesia. 

Governance Reform

Pemerintah cukup aktif dalam mendorong kegiatan investasi Asing ke Indonesia. Hal ini bisa dilihat sejak disahkannya Omnibus Law dan terbentuknya Indonesia Investment Authority (INA). 

Selain itu, pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara juga dinilai membawa pengaruh positif bagi Indonesia karena diyakini mampu menargetkan nilai investasi lebih dari USD 100 Miliar dalam kurun waktu 5 – 10 tahun ke depan.

Ekonomi Digital

JP Morgan Indonesia proyeksikan Digital Ekonomi Indonesia akan mencapai level USD 200 Miliar pada tahun 2025.


Peluang pada Instrumen Investasi

“IHSG diproyeksi mampu berada di level 7.800 pada akhir tahun 2022, atau sekitar 16-17% upside dari level saat ini” Henry Wibowo.

Selain itu, rupiah diharapkan mampu menstabilkan posisinya di angka Rp.14.300 – Rp.14.500 hingga akhir tahun 2022. 

Non-Fungible Token

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa belum lama ini muncul fenomenal terkait Non-Fungible Token (NFT). 

Sejak berita keuntungan fantastis yang dialami oleh Ghozali Everyday berkat menjual foto selfienya di situs jual beli NFT, masyarakat menjadi semakin penasaran bagaimana keamanan dan jaminan menjadikan NFT sebagai pilihan instrumen investasi.

Kevin Susanto mengungkapkan bahwa pada awalnya ia hanya bermodalkan Rp. 14 juta pada saat bergabung di NFT dan ia memutuskan untuk membeli 2 buah gambar. 

Yang mengejutkan adalah dalam 2 minggu, gambar tersebut berhasil ia jual dengan harga Rp. 200 juta. 

Jika dilihat dari nominal keuntungannya tentunya NFT terkesan sangat menjanjikan untuk mendapatkan keuntungan yang banyak dan dalam waktu singkat. 

Namun, yang perlu di garis bawahi adalah NFT merupakan instrumen investasi yang berisiko tinggi dan keuntungannya sangat tergantung dengan orang lain. 

Dengan kata lain adalah apabila tidak ada pihak yang ingin membeli NFT yang kamu miliki maka kamu sama sekali tidak dapat mengambil kembali uang yang telah kamu gunakan untuk membeli NFT tersebut. 

Jika disimpulkan, NFT = High Risk-Fast Return, dengan catatan kamu memilih aset yang tepat.

 

Tips Investasi dari Pembicara

Sering mendengar istilah “jangan menaruh telur hanya dalam satu keranjang”?

Ya, para pembicara di Investment Outlook 2022 juga setuju dan memberikan satu suara  bahwa tips utama ketika ingin berinvestasi adalah diversifikasi. 

Artinya adalah jangan menaruh seluruh uang yang kamu miliki hanya dalam satu instrumen Investasi. 

Selain itu Melvin Hade menyebutkan bahwa penting untuk memilih platform yang aman ketika ingin berinvestasi, dan juga pastikan bahwa uang yang digunakan untuk berinvestasi merupakan uang yang belum akan kamu butuhkan dalam janga waktu minimal 18 bulan ke depan.

Tips lainnya disampaikan oleh Mark Bruny yaitu memiliki pengetahuan yang banyak terkait produk investasi yang dipilih menjadi poin penting selain diversifikasi. 

Perlu dipahami bahwa FOMO merupakan salah satu sifat  yang paling harus dihindari oleh para investor, karena bagaimanapun juga cara terbaik yang dapat dilakukan sebelum berinvestasi adalah melakukan riset dan validasi.

Ketika ditanya tentang bagaimana kondisi KoinWorks sebagai perusahaan FinTech pada masa pandemi, Mark mengungkapkan bahwa KoinWorks mampu bertahan bahkan berkembang selama pandemi Covid-19.

Mark juga mengungkapkan bahwa kedepannya KoinWorks akan terus berusaha untuk terus menghadirkan berbagai jenis produk yang baik untuk para pengguna KoinWorks. 


Kesimpulan

Tahun 2022 merupakan tahun penuh harapan untuk pemulihan ekonomi di Indonesia. 

Dengan berbagai sentimen positif, Indonesia diyakini mampu bangkit dan berkembang seiring usahanya dalam menangani Covid-19. 

Peluang untuk berinvestasi pun masih sangat banyak terlebih lagi dengan dukungan teknologi yang membuat proses investasi menjadi semakin mudah dan nyaman. 

Selain itu, harapan baik juga disampaikan oleh Melvin Hade terhadap para pengusaha startup di Indonesia, Melvin menyebutkan bahwa Indonesia masih akan menyambut para angel investor yang akan membidik startup potensial di Indonesia di tahun 2022.

Demikian rekapitulasi event Webinar Investment Outlook 2022 KoinWorks X Forbes Indonesia, sampai jumpa di event selanjutnya.

Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​