Inilah 9 Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing Yang Harus Diketahui

·
4 menit
Kurs

Valuta asing diakui tidak mengenal kenegaraan dari pemilik atau penerima valuta asing. Perdagangan, spekulasi dan investasi diyakini adalah sangat memiliki keterkaitan erat dengan aliran akan valuta asing.

Untuk itu mari kita simak apa saja faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing berikut ini:

Nilai sebuah inflasi

Kenaikan akan harga barang serta jasa yang merupakan proses dari sebuah inflasi, bisa saja terjadi pada periode tertentu.

Jika dua negara Indonesia dan Malaysia menghasilkan barang yang sama, namun negara Malaysia mengalami inflasi.

Maka hal ini menjadikan harga barang yang diproduksi di Malaysia menjadi lebih mahal dibandingkan dengan harga yang ada di Indonesia.

Padahal kedua negara memproduksi barang yang sama, namun tetap saja inflasi yang terjadi di Malaysia mempengaruhi harga barang yang ada disana.

Sehingga konsumen lebih memilih membeli barang di Indonesia. 

Hal ini mengakibatkan angka import Malaysia menjadi tinggi dan harga mata uang Indonesia akan menguat dibanding Malaysia.

Begitu pula sebaliknya jika impor yang terjadi di Malaysia berkurang, maka mata uang Indonesiapun otomatis menurun.


Minat konsumen

 Jika konsumen atau masyarakat menyukai sebuah produk dari suatu negara, maka pastilah negara tersebut akan banyak melakukan ekspor akan barang tersebut.

Hal inilah yang menjadikan permintaan akan mata uang negara tersebut meningkat karena negara lain harus membayar import.

Maka nilai tukar akan mata uang negara itu juga ikut meningkat.

Karena kecenderungan konsumen membeli produk dari negara tersebut yang meningkatkan angka impor negara tersebut.

Hal ini diikuti juga dengan meningkatnya nilai tukar akan mata uang negara yang banyak melakukan ekspor tersebut.


Income masyarakat

Jika income atau penghasilan masyarakat tinggi, tentu saja daya beli juga akan tinggi. Masyarakat akan melakukan transaksi pembelian barang dengan tinggi. Sehingga pemenuhan barang tersebut harus dilakukan oleh negara tempat produksi suatu barang tersebut.

Apabila impor meningkat tentunya akan diikuti oleh meningkatnya permintaan valuta asing. Hal ini akan mengakibatkan turunnya nilai mata uang atau kurs mata uang negara itu dari nilai valuta asing.

Maka dari itu jika permintaan suatu barang dapat dipenuhi dari dalam negeri sendiri. Tentunya ini akan sangat membantu dalam menjaga nilai mata uang dalam negeri tetap stabil dan tidak adanya permintaan akan valuta asing. 


Meningkatkan suku bunga

Apabila sebuah negara dapat menaikkan suku bunganya, maka hal ini dapat memancing negara lain untuk memasukkan mata uangnya ke negara tersebut.

Kurs valas juga akan terpengaruh dari naiknya tingkat suku bunga.

Biasanya trik menaikkan suku bunga ini dilakukan oleh suatu negara dalam upaya memancing negara luar untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

Terlebih jika suatu negara membutuhkan banyak dana untuk membangun negaranya. 

Maka menaikkan suku bunga akan dilakukan agar memancing negara luar mau menanamkan modalnya.

Yang akan berakibat meningkatnya penawaran akan mata uang negara itu terhadap mata uang yang masuk dari negara penanam modal.


Kebijakan pemerintah yang bersifat mengawasi

Pemerintah dapat melakukan moneter, kebijakan fiskal atau perdagangan luar negeri, dalam upaya mengawasi kurs valuta asing yang terjadi.

Beberapa negara juga memberlakukan kebijakan akan membatasi jumlah impor yang dilakukan. Jika impor dapat dibatasi, maka jumlah barang yang masuk juga akan dapat dibatasi.

Apabila impor suatu negara dapat dikontrol dan dibatasi, maka jumlah barang impor yang masuk juga dapat ditekan.

Yang mengakibatkan permintaan akan mata uang negara lain atau asing menurun.

Kita harus memahami jika permintaan akan barang import tidak tinggi, akan menjadikan mata uang lokal atau domestik akan menguat.

Dalam hal ini peran pemerintah sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mata uang domestic.

Karena jika kebablasan melakukan import, hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing.

Aliran modal yang masuk

Nilai tukar dari mata uang domestik akan menguat jika adanya aliran modal yang masuk dalam jumlah besar.

Salah satu aliran modal yang masuk adalah pinjaman hutang dari luar negeri, investasi pihak luar atau asing secara langsung.

Atau penempatan dan investasi dana dalam jangka pendek yang dilakukan oleh pihak luar atau asing.

Semua hal tersebut diatas sangat berpengaruh dalam menguatkan mata uang lokal dan perputarannya.


Situasi dan kondisi dalam negeri

Jika sebuah isu merebak dalam suatu negara, hal ini juga dapat menjadi salah satu penyebab perkembangan nilai mata uang.

Apabila yang berkembang adalah isu yang positif, maka secara tidak langsung akan menjadikan negara luar menaruh kepercayaan akan optimis kondisi negara tersebut dapat stabil. 

Hal ini menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modal mereka ke negara yang mereka yakini akan stabil dan kondusif.

Terlebih jika investasi yang ditanam dalam jumlah besar, dengan pembangunan infrastruktur yang maksimal. 

Tentunya investor tak ingin dana besar yang sudah mereka tanam, akan hangus dan hilang karena kondisi negara tersebut yang tidak stabil.

Kondisi ketidakstabilan itu menjadi faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing dengan adanya pemakaian mata uang asing oleh negara penanam modal tersebut. 

Hal ini tentunya harus merupakan mata uang yang masuk dalam kategori hard currency atau mata uang yang kuat yang disepakati oleh negara yang melakukan transaksi.


Kurs mata uang yang dapat dikendalikan

Kurs mata uang yang dapat naik dan turun secara fluktuatif tentunya harus dapat dikendalikan atau dikontrol.

Pemerintah dalam hal ini, untuk menjaga agar fluktuasi dapat tetap naik, maka pemerintah biasanya memanfaatkan valas supaya kurs mata uang negara dapat tetap stabil.

Sebagai alat tukar atau transaksi internasional, maka kurs valuta asing yang digunakan adalah yang telah disepakati sebagai salah satu mata uang kuat dari sebuah negara.

Dalam hal ini sebagai contoh adalah mata uang dollar, euro atau Yen Jepang. 

Jika kestabilan mata uang lokal tidak dapat dijaga dan dalam kondisi menurun, tentunya nilai tukar terhadap valuta asing akan besar dan memberatkan negara dalam mengimbangi kurs valuta asing yang digunakan. 

Memahami kapan saatnya valuta asing itu dibutuhkan.

Tentunya sesuai dengan artinya bahwa valuta asing itu sendiri adalah nilai mata uang asing yang termasuk kategori mata uang kuat. Mata uang tersebut selanjutnya digunakan sebagai alat transaksi secara internasional. 

Dan valuta asing digunakan saat kegiatan jual beli internasional dengan partner internasional terjadi. Untuk itu kiranya pemerintah memahami jika kebijakan-kebijakan yang diambil agar tidak membuat segala sesuatu dapat merendahkan nilai mata uang domestik.

Atau dapat mengganggu transaksi internasional yang terjadi.

Kondisi negara yang kondusif akan sangat mendukung transaksi internasional terjadi, permintaan impor meningkat, serta penanaman saham atau investasi internasional terjadi. Sehingga perputaran uang akan terjadi secara normal.

Sehingga faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing tidak stabil, dapat dihindari.

Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih