Diversifikasi: Praktik Terbaik dalam Menyusun Portofolio

Ada pepatah yang mengatakan, "Jangan taruh semua telur di dalam satu keranjang". Pepatah tersebut bisa diterapkan dalam urusan pendanaan. Itu artinya, Anda harus memasukkan diversifikasi dalam strategi penyusunan portofolio pendanaan Anda.

Apa Itu Diversifikasi?

Diversifikasi adalah teknik pengelolaan risiko dengan menggabungkan berbagai produk atau instrumen pendanaan dalam sebuah portofolio. Prinsip dasarnya adalah bahwa portofolio pendanaan yang dibangun dari berbagai jenis produk atau instrumen pendanaan dapat memitigasi risiko apabila terjadi kerugian pada salah satu instrumen pendanaannya.

Dalam hal ini, Pendana bisa memanfaatkan relatif kecilnya modal awal pendanaan yang sengaja ditetapkan oleh KoinWorks, yakni sebesar Rp100.000, untuk memecah alokasi modalnya ke banyak pinjaman sekaligus.

Artinya, Pendana berkesempatan untuk membagi besaran risiko berdasarkan Grade, Tenor, Jenis Pinjaman, dan praktik yang paling direkomendasikan adalah dengan memiliki portofolio pendanaan berisi minimum 100 pinjaman sekaligus.

Contoh, apabila Anda memiliki modal pendanaan sebesar Rp10.000.000, Anda sebaiknya menyusun portofolio dengan mendiversifikasikan dana masing-masing sebesar Rp100.000 ke 100 pinjaman dengan suku bunga dan risiko yang variatif demi menjaga tingkat keuntungan dan bobot risiko.

Dengan demikian, Anda bisa meminimalisir risiko karena ketika ada 1 Peminjam mengalami gagal bayar, Anda masih memiliki 99 Peminjam lain yang akan aktif membayar dalam portofolionya.

Dengan melakukan diversifikasi, harapannya, ketika keranjangnya jatuh, tidak semua telur pecah karena masih ada telur di keranjang lain.

Selengkapnya mengenai strategi diversifikasi pendanaan di KoinWorks bisa Anda baca pada halaman ini.