Home » Media » PPKM Jawa-Bali Diberlakukan, KoinWorks Fokus Mitigasi Resiko & Optimis UKM Bertahan

PPKM Jawa-Bali Diberlakukan, KoinWorks Fokus Mitigasi Resiko & Optimis UKM Bertahan

KoinWorks Press Release

KoinWorks juga berkomitmen untuk mendampingi pengguna baik peminjam maupun pendana di tengah pemberlakuan PPKM di Jawa-Bali

Jakarta, 14 Januari 2021 – Pemerintah kembali menarik rem darurat dengan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk wilayah Jawa-Bali mulai tanggal 11 Januari 2021 – 25 Januari 2021, guna menekan penyebaran virus COVID-19.

Pemberlakuan kebijakan ini diperkirakan juga akan memberikan dampak pada kondisi bisnis termasuk pada pelaku usaha UKM terutama karena berpotensi kembali turunkan konsumsi masyarakat.

Menanggapi perkembangan kondisi ekonomi dan bisnis yang dinamis, KoinWorks sebagai platform Super Financial App terus pada komitmennya dalam mendampingi pengguna baik pendana maupun pelaku UKM Indonesia untuk dapat terus menjalankan & mengembangkan bisnisnya dengan memastikan berjalannya langkah mitigasi risiko untuk menjaga kualitas pinjaman & kepercayaan pengguna.

KoinWorks melakukan berbagai langkah mitigasi risiko untuk meminimalisir dampak yang mungkin hadir ditengah pemberlakuan PPKM, khususnya berkaitan dengan stabilitas bisnis juga kualitas layanan baik layanan P2P Lending melalui KoinP2P maupun layanan untuk diversifikasi aset lain yang kami hadirkan di Super Financial App KoinWorks.

Bernard Arifin, selaku ​Chief Operating Officer KoinWorks menjelaskan, “KoinWorks percaya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus COVID-19 sangat dibutuhkan melihat angka kasus yang masih bergerak naik. Namun jika melihat dampaknya kepada kondisi UKM khususnya yang masuk dalam portofolio kami, dibandingkan dengan masa penerapan PSBB 1 & 2 di tahun 2020 lalu, pada penerapan PPKM saat ini sendiri, KoinWorks optimis dampak yang mungkin hadir akan cenderung lebih rendah dan tidak terlalu signifikan. Optimisme ini didukung dari data performa penjualan UKM segmen e-commerce KoinWorks di periode setelah PSBB 2 yang masih tercatat tumbuh hingga 18.54%. KoinWorks juga melihat setelah beberapa kali penerapan PSBB di tahun 2020 lalu, semakin banyak konsumen maupun UKM yang telah beradaptasi untuk menemukan ritmenya, untuk UKM salah satunya dengan melakukan berbagai inovasi seperti penambahan produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemi serta memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran & operasional bisnis. Sehingga kenaikan atau penurunan ​sales d​ an daya beli mereka pun tidak akan muncul terlalu signifikan.”

Wilayah Jawa & Bali sendiri memang merupakan wilayah dimana konsentrasi pengguna KoinWorks lebih banyak berasal, namun KoinWorks telah aktif melakukan berbagai langkah mitigasi risiko sejak awal pandemi ini berkembang di Indonesia, seperti memfokuskan penyaluran ke segmen-segmen UKM tertentu dan fokus penyaluran yang berbasis invoice financing melalui KoinInvoice.

KoinWorks juga secara responsif melakukan pembaruan di sistem ​credit scoring sesuai dengan kondisi bisnis & ekonomi yang berjalan.

Melalui penyesuaian tersebut, saat ini KoinWorks dapat memastikan sistem ​credit scoring KoinWorks sudah berkembang menjadi lebih kuat dibandingkan dengan periode sebelum pandemi berjalan, sehingga kualitas pinjaman yang dihasilkan pun terjaga dengan baik.

Sejak November 2020 pun angka NPL KoinWorks sudah bergerak turun hingga dibawah 1% atau tepatnya 0.77% di bulan Desember lalu. Di 2021 ini KoinWorks juga masih optimis untuk dapat menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga 3 kali lipat.

“Selain memastikan berjalannya langkah-langkah mitigasi risiko, KoinWorks juga melakukan berbagai pendampingan baik ke peminjam maupun pendana salah satunya seperti melalui berbagai program webinar yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten & berpengalaman dibidang bisnis juga investasi. Khusus untuk pendana, KoinWorks juga memiliki tim ​financial consultant yang secara aktif memberikan pendampingan kepada pendana baik secara langsung maupun melalui konten-konten digital di ​social media,​ ​blog​ ataupun webinar.” tutup Bernard.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​