Home » Blog » Bisnis & UKM » Termin: Pegertian, Fungsi, Manfaat, dan Jenisnya

Termin: Pegertian, Fungsi, Manfaat, dan Jenisnya

·
11 menit
Termin Adalah

Mungkin kamu pernah mendengar istilah termin. Terutama kamu sebagai pelaku bisnis, istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Arti termin sendiri selalu berkaitan dengan pembayaran atas sebuah cicilan.

Termin sendiri akan memiliki peranan yang penting dalam hal keuangan suatu bisnis. Termin pembayaran ini akan menjadi salah satu cara untuk menjaga keuangan bisnis kamu tetap stabil. Dalam masalah pengembangan, cara membayar dengan cara ini juga bisa menjadi solusi untuk melakukan beberapa pekerjaan dengan nilai besar.

Termin akan membagi pembayaran tersebut menjadi beberapa bagian sehingga akan terasa lebih ringan. Ini tentu akan menjadi manfaat karena memberikan banyak kelonggaran bagi pelaku bisnis untuk melakukan pengembangan.

Apa itu Termin

Secara mudah bisa dikatakan jika termin merupakan sebuah pembayaran atas cicilan yang harus dibayarkan sesuai dengan kesepakatan dan akad. Pembayaran termin akan terjadi ketika barang atau jasa sudah kamu dapatkan.

Dalam hal lain, pembayaran termin adalah istilah yang penggunaannya untuk menunjukan pembayaran secara bertahap. Kesepakatan ini bisa terjadi karena beberapa hal. Pelaku bisnis tidak bisa membayar sekaligus, penyedia barang dan jasa butuh waktu bertahap untuk menyelesaikan pekerjaanya, atau alasan lain. Ketika kesepakatan ini terjadi maka nantinya akan muncul termin pembayaran pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sampai jumlah yang sudah kedua belah pihak sepakat.

Sehingga, jika kamu melihat penjelasan di atas, maka termin merupakan suatu cara membayar dengan cara bertahap yang masing – masing  memiliki jangka waktu jatuh tempo yang berbeda. Penentuan jangka waktu jatuh tempo ini akan bergantung pada kesepakatan dan perjanjian di awal.

Termin sendiri akan berbeda dengan DP atau down payment atau yang biasa kamu kenal dengan uang muka. Uang muka merupakan nilai yang harus kita bayarkan pada awal sebelum barang atau jasa kamu terima. Nilai dari uang muka ini nantinya akan memotong nilai total dari kewajiban bayar.

Sementara termin akan terjadi ketika barang atau jasa sudah kamu dapatkan. Termin sendiri merupakan nilai total kewajiban bayar yang akan terbagi menjadi beberapa kali pembayaran. Dalam prakteknya baik termin dan uang muka memang penggunaanya sering bersamaan.

Biasanya penggunaan uang muka adalah sebagai tanda jadi. Sementara pembayaran termin akan terjadi ketika progress kerja sedang berlangsung. Perbedaan antara keduanya juga akan terlihat ketika pembuatan faktur pajak.

Fungsi Termin

Dalam pelaksanaanya, termin sendiri memiliki banyak fungsi. Pembayaran dengan cara ini banyak yang menggunakan karena menjadi lebih efektif bagi kedua belah pihak. Dalam beberapa hal, termin ini menjadi pengikat untuk masing pihak – pihak dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Beberapa fungsi dari termin sendiri antara lain adalah :

1. Dokumen Bukti Pembayaran yang Sah

Salah satu peranan penting dari termin adalah sebagai dokumen dan juga bukti dari pembayaran yang sah. Dokumen ini akan menjadi bukti yang kuat jika nantinya ada kesalahan. Dokumen ini juga akan menjadi bukti tentang hak dan kewajiban yang kedua belah pihak wajib mentaatinya.

Misal, jika di kemudian hari terjadi telat bayar maka dengan adanya dokumen bukti ini bisa menjadi jaminan bagi pihak penyedia untuk melakukan penagihan. Dokumen ini juga akan menjadi patokan kapan waktu wajib bayar bagi pengguna barang atau jasa. Dan juga menjadi pedoman tentang apa saja yang menjadi kewajiban dan hak bagi penyedia barang atau jasa.

2. Bukti Kerja Sama

Dalam hal ini maka dokumen ini akan muncul ketika sudah ada perjanjian dan kesepakatan antara pembeli dan penjual untuk melakukan kerja sama. Nantinya perjanjian kerja sama ini akan harus dalam bentuk dokumen tertulis. 

Dalam perjanjian ini juga akan tercantum semua hal yang berkaitan dengan kerja sama ini. Dari mulai perjanjian termin, persentase jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, jumlah termin, dan lainnya.

Di dalam dokumen ini juga biasanya akan tertuang tentang masing hak dan kewajiban bagi kedua belah pihak. Inilah yang nantinya akan menjadikan patokan bagi kedua belah pihak ketika kerja sama sedang berlangsung.

3. Bukti adanya Progress

Dalam beberapa kasus, pembayaran termin akan menyesuaikan dengan progress kerja yang sedang terlaksana. Misal pembayaran pertama ketika rancangan dan desain sudah jadi, pembayaran kedua saat semua bahan utama sudah terbeli, pembayaran ketiga saat progress sudah 25 persen, dan seterusnya sampai pekerjaan selesai. Dalam kasus seperti ini maka pembayaran akan bergantung pada cepat atau lambatnya sebuah proses kerja.

Dalam hal ini juga termin akan menjadi semacam jaminan untuk proses kerja yang benar. Pembayaran yang menyesuaikan dengan waktu kerja maka akan membuat penyedia atau pelaksana akan bekerja dengan waktu yang sudah mereka sepakati. Begitu pun bagi pihak pengguna, mereka harus bisa membayar ketika waktu jatuh tempo sudah tiba.

4. Dokumen untuk Memberi Pembayaran

Seperti penjelasan di awal jika setiap termin akan memiliki tanggal pembayarannya sendiri sesuai kesepakatan. Dokumen inilah yang nantinya akan menjadi patokan kapan yang bersangkutan wajib melakukan pembayarannya.

Manfaat Termin

Selain masalah fungsi, dalam banyak hal termin juga memiliki beberapa manfaat. terutama dalam masalah pengembangan bisnis. Termin akan menjadi salah satu cara untuk melakukan pengembangan tersebut. Beberapa manfaat dari cara membayar seperti ini antara lain adalah :

1. Biaya Lebih Ringan

Biasanya termin terjadi ketika nilai dari suatu kerja sama atau proyek sangatlah besar. Dengan adanya cara ini, maka biaya yang dipersiapkan biasanya menjadi lebih kecil karena akan dibagi menjadi beberapa bagian. Selain itu, cara seperti ini juga akan sangat bermanfaat karena tidak seluruh pembayaran harus dilakukan dalam waktu yang singkat.

Hal ini akan sangat bermanfaat bagi bisnis yang akan melakukan pengembangan. Pelaku bisnis bisa membayar sesuai dengan kemampuan dalam waktu tertentu. Dalam hal ini juga biaya yang dikeluarkan akan lebih terkontrol.

2. Pekerjaan Menjadi Tepat Waktu

Ada kasus di mana pembayaran termin mengikuti progress kerja. Maka semakin cepat progresnya akan semakin cepat juga pembayaran terjadi. Dalam hal ini maka penyedia barang atau jasa juga akan melakukan pekerjaan dengan cepat untuk mendapatkan pembayaran tersebut.

Dalam kasus seperti ini maka cara membayar seperti ini akan bermanfaat sebagai salah satu cara menjamin pekerjaan terlaksana dengan benar dan tepat waktu. Ini juga biasanya dilakukan untuk pekerjaan yang memang membutuhkan ketepatan waktu sangat presisi.

Penggunaan termin untuk hal seperti ini normal terjadi. Biasanya terjadi pada pekerjaan konstruksi. Dimana pembayaran akan terlaksana dengan mengikuti tahapan sesuai dengan proses kerja. 

Cara ini juga dianggap bisa membuat biaya menjadi lebih efektif. Hal ini karena setiap pembelian dilakukan untuk hal yang benar – benar akan digunakan. Sehingga nantinya tidak ada barang yang sudah dibeli namun belum dipakai dalam waktu yang lama.

3. Ada Waktu untuk Menyiapkan Dana

Nilai kerja sama yang besar ini nantinya akan dibagi ke dalam beberapa bagian. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi pembeli atau pengguna barang ataupun jasa untuk mempersiapkan nilai tersebut. Dengan adanya pembayaran berkala maka kamu bisa mempersiapkan dananya dengan baik dan lebih leluasa supaya tidak telat bayar.

Dalam beberapa model usaha, hal ini biasanya digunakan untuk membeli kebutuhan alat produksi. Misal alat produksi yang harganya mahal maka bisa dibeli dengan pembayaran termin. Nantinya ketika alat produksi tersebut sudah beroperasi maka akan menambah nilai produksi. Nilai produksi inilah yang nantinya akan digunakan untuk membayar.

Cara ini sering digunakan baik pada bisnis skala besar maupun kecil. Cara ini dianggap memberikan banyak kemudahan dan juga kelonggaran.

4. Waktu Pekerjaan Bisa Terkontrol

Hal lain yang juga menjadi manfaat dari termin adalah pekerjaan menjadi lebih terkontrol dan terkendali. Cara pembayaran seperti ini sangat bermanfaat terutama untuk pekerjaan yang bernilai besar dan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Dengan adanya perjanjian pembayaran seperti ini masing – masing pihak akan bertanggung jawab dengan tugasnya. Pekerja tidak bisa bekerja lama – lama karena akan rugi begitu juga dengan pemberi kerja yang harus membayar ketika waktu pembayaran sudah tiba.

Dari sekian banyak manfaat yang kamu dapatkan dari pembayaran seperti ini, yang terpenting adalah masalah perencanaan. kamu sebagai pengguna harus memikirkan dengan baik bagaimana kesanggupan kamu dalam memenuhi pembayaran tersebut.

Perencanaan dengan baik maka akan mendatangkan keuntungan ketika membayar dengan cara termin. Namun dengan perencanaan yang buruk, maka membayar dengan cara ini bisa saja menjadi boomerang.

Jenis Pembayaran Termin

Dalam penggunaanya, pembayaran dengan cara ini memiliki beberapa jenis. Tentu saja setiap jenis ini memiliki kelebihan masing – masing. Jenis termin yang digunakan juga akan tergantung dengan kesepakatan di awal antara pengguna dan penyedia.

Pada prosesnya kedua belah pihak, antara penjual dan pengguna akan memilih jenis termin yang menguntungkan dan memudahkan lalu mereka akan menyepakati hal tersebut. Jenis termin ini juga akan berpengaruh dengan waktu bayar, jumlah bayar, dan yang lainnya.

Perjanjian pembayaran termin inilah yang nantinya akan menjadi patokan kedua belah pihak untuk melaksanakan hak dan tanggung jawabnya masing – masing.

Beberapa jenis termin tersebut antara lain adalah :

1. Termin EOM (End of Month)

Jenis termin yang pertama adalah EOM atau End of Month. Pada jenis ini artinya kewajiban wajib bayar akan jatuh pada akhir bulan. Pada prakteknya, End of Month ini bisa berlaku pada bulan berjalan atau bulan berikutnya.

Misal, Jika kamu membeli barang pada tanggal 2 Juni dengan termin End of Month maka wajib bayar akan jatuh pada akhir bulan juni. Namun bisa juga jika kamu membeli pada tanggal 25 Juni maka wajib bayar akan jatuh pada akhir bulan Juli.

Dalam pembayaran termin jenis End of Month ini juga penentuan tanggal akhir bulan juga menjadi hal yang penting. Bisa benar – benar pada tanggal akhir bulan tersebut. Namun bisa juga pada tanggal tertentu di akhir bulan, misal pada tanggal 28 tiap bulan.

2. Termin n/30

Ini merupakan jenis pembayaran termin yang artinya tanggal wajib bayar akan jatuh pada 30 hari setelah terjadi serah terima barang atau jasa.

Misal, jika serah terima terjadi pada tanggal 2 Juni dengan termin n/30. Maka wajib bayar akan jatuh pada tanggal 3 Juli. Dalam penggunaannya, angka 30 yang berarti waktu untuk wajib bayar ini bisa diganti sesuai dengan kesepakatan.

n/30 ini bisa diganti menjadi n/45, yang artinya wajib bayar jatuh pada 45 hari setelah terjadi transaksi. Lama waktu untuk melakukan wajib bayar ini akan tergantung dari kesepakatan antara pembeli dan penjual. Sehingga bisa jadi n/60, n/90, dan lainnya.

3. Termin n/15, dengan EOM

Pada jenis termin n/15 dengan EOM artinya wajib bayar akan jatuh pada 15 hari setelah tanggal akhir bulan. Misal jika transaksi terjadi pada 2 Juni dengan syarat termin n/15 EOM maka wajib bayar akan jatuh pada 15 juli.

Angka 15 juga merupakan angka yang bisa berubah-ubah. Angka 15 yang merujuk pada waktu bayar bisa berubah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Bisa saja berubah menjadi n/10 EOM yang artinya 10 hari setelah tanggal akhir bulan atau n/20 EOM yang artinya 20 hari setelah tanggal akhir bulan, atau bisa juga waktu lainnya.

Dalam syarat ini, biasanya yang dimaksud dengan akhir bulan merupakan tanggal terakhir pada setiap bulan. Meskipun ada beberapa kasus di mana akhir bulan yang ditetapkan adalah pada tanggal 30 atau 28 setiap bulannya.

4. Termin 5/10, n/30

Ini merupakan termin yang lumayan sering digunakan. n/30 adalah waktu bayar. Artinya pembayaran harus terjadi 30 hari setelah serah terima. Sementara 5/10 berarti jika pembayaran terjadi sebelum 10 hari dari waktu serah terima maka akan ada potongan sebesar 5 persen.

Misal, Jika serah terima terjadi pada tanggal 1 Juni dengan nilai pembayaran 10 juta. Maka wajib bayar akan jatuh pada 1 Juli dengan nilai yang harus dibayarkan sebesar 10 Juta. Namun jika pembayaran terjadi pada tanggal 6 Juni yang mana tanggal tersebut belum 10 hari dari serah terima, maka nilai pembayaran akan menjadi 9.5 Juta.

Angka – angka di atas tentu masih bisa berubah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Bisa saja menjadi 4/15, n/45. Yang artinya waktu bayar terjadi 45 hari setelah transaksi dan jika pembayaran terjadi sebelum 15 hari dari transaksi maka akan mendapat potongan 4 persen.

Yang menentukan angka – angka tersebut adalah kesepakatan antara penjual dan pembeli pada perjanjian di awal.

5. Termin 5/10, EOM

Hampir mirip dengan jenis termin sebelumnya namun pada jenis termin ini yang menjadi patokan adalah tanggal akhir bulan. Jika syaratnya adalah 5/10, EOM maka wajib bayar akan jatuh pada akhir bulan namun jika membayar sebelum 10 hari dari waktu serah terima, maka akan mendapatkan potongan 5 persen.

Misal jika serah terima terjadi pada tanggal 10 Juni dengan nilai transaksi 10 juta. Maka wajib bayar akan jatuh pada 30 Juni dengan nilai transaksi 10 juta juga. Namun jika transaksi terjadi pada tanggal 15 Juni yang mana belum 10 hari dari waktu serah terima, maka nilai pembayaran akan menjadi 9.5 Juta.

Sama dengan syarat EOM pada umumnya, tanggal setiap akhir bulan biasanya merupakan tanggal terakhir pada setiap bulan. Kalaupun ada perbedaan, biasanya hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara semua pihak yang terkait.

Dari berbagai jenis termin yang ada, semuanya dibuat untuk memudahkan dan menguntungkan kedua belah pihak. Bagi pelaku usaha, termin ini akan membantu untuk mengelola dan merencanakan keuangan. Termin ini juga akan menjadi salah satu kemudahan yang dirasakan oleh pelaku bisnis untuk pengembangan usahanya.

Sementara bagi penyedia barang dan jasa, ini juga bisa menjadi manfaat karena mereka bisa menjual produk mereka yang nilainya tinggi namun akan terasa kecil karena pembayarannya terbagi beberapa bagian.

Yang paling penting dari pemilihan jenis termin ini adalah harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Baik pengguna maupun penyedia barang ataupun jasa.

Termin dan Uang Muka

Dalam penggunaanya masih banyak orang yang sering tertukar antara termin dan uang muka. Keduanya memang sama – sama berkaitan dengan cicilan, namun dalam aplikasinya kedua hal ini merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada kapan pembayaran itu terjadi.

Jika pembayaran terjadi di awal saat belum ada barang atau jasa yang kamu terima maka hal tersebut adalah uang muka. Sementara jika pembayaran terjadi ketika sudah ada barang atau jasa yang kamu terima maka hal tersebut adalah termin.

Dalam hal ini termin merupakan keseluruhan nilai kontrak yang nantinya akan dibagi menjadi beberapa bagian untuk pembayaran. Sementara uang muka adalah sejumlah nilai yang akan dibayarkan dengan mengurangi nilai kontrak keseluruhan.

Dari Sisi Pajak

Karena memang termin dan uang muka adalah dua hal yang berbeda maka jika kamu melihat untuk urusan pajaknya pun akan ada perbedaan. Perbedaan paling jelas akan terlihat dari faktur pajak yang tersedia. Faktur pajak ini akan tersedia berdasarkan serah terima barang atau jasa tersebut.

Faktur Pajak Termin

Pada termin, proses penyerahannya pun akan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan nominal pada saat pembayaran. Pada proses ini juga akan ada perbedaan antara barang kena pajak dan jasa kena pajak.

Untuk proses barang kena pajak maka faktur termin akan terbit ketika proses penyerahan atau pada saat barang diterima. Sementara untuk jasa kena pajak maka faktur pajak akan terbit ketika proses kerja sudah selesai 100 persen.

Faktur Pajak Uang Muka

Sementara untuk faktur pajak uang muka, pada pelaksanaannya pihak penjual hanya akan menulis sebagian dari jumlah nilai kontrak pembayaran. Proses ini terjadi ketika belum ada proses penyerahan barang atau jasa kena pajak.

Untuk aturan dari faktur pajak uang muka sendiri mengikuti dasar hukum yang berlaku yaitu pasal 2 ayat 1 PER 24/PJ/2012 dan PER 17/PJ/2014. Poin terkait faktur pajak uang muka yang ada dalam aturan tersebut adalah

  • Ketika ada penerimaan pembayaran sebagai tahap pekerjaan
  • Ketika pengusaha kena pajak rekanan menyampaikan tagihan kepada bendahara pemerintah sebagai pemungut PPN
  • Saat penyerahan Barang kena pajak dan/atau Jasa kena pajak
  • Ketika penerimaan pembayaran yang terjadi sebelum penyerahan barang
  • Saat lain yang diatur berdasarkan peraturan menteri keuangan

Kapan Faktur Pajaknya dibuat?

Baik untuk termin maupun uang muka maka keduanya akan sama – sama terkena pajak. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah kapan harus membuat faktur pajak? Maka sesuai dengan peraturan Dirjen Pajak, setiap pengusaha kena pajak wajib membuat faktur pajak ketika melakukan kegiatan transaksi yang meliputi

Terjadi Serah Terima Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak

Kegiatan pertama yang wajib membuat faktur pajak adalah ketika terjadi penerimaan pembayaran atas barang atau jasa kena pajak. Ketika kegiatan ini terjadi maka muncul kewajiban pada perusahaan untuk membuat faktur pajak. Penerimaan pembayaran dalam hal ini juga berlaku untuk pembayaran sebelum penyerahan barang atau jasa kena pajak.

Terjadi Transaksi Pembayaran Cicilan

Kegiatan lainnya juga yang mewajibkan membuat faktur pajak adalah ketika terjadi transaksi pembayaran cicilan atau angsuran. Ketika transaksi ini terjadi, maka sesuai peraturan Kementerian Keuangan maka perusahaan wajib menerbitkan faktur pajak.  

Yang Harus Diperhatikan saat Membuat Faktur Pajak Termin

Pajak merupakan sebuah kewajiban. Maka dari itu, pelaksanaanya pun menjadi keharusan. Pada pelaksanaanya pun, pajak memiliki beberapa aturan yang harus kamu ikuti. Termasuk ketika akan membuat faktur pajak untuk pembayaran termin.

Salah satu yang perlu untuk menjadi perhatian adalah ketika pembayaran yang terjadi menggunakan mata uang asing. Ketika ini terjadi maka mata uang asing tersebut perlu dikonversi ke Rupiah. Bagian yang perlu dikonversi adalah pada baris “Dasar Pengenaan Pajak” dan juga pada bagian “PPN = 10 % x Dasar Pengenaan Pajak”. Hanya pada bagian itu saja yang harus dikonversi. Konversi sendiri dilakukan dengan menggunakan nilai kurs terbaru. Dan juga mengacu pada aturan yang tertuang pada Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang Pembuatan Faktur Pajak.

Contoh Faktur Pajak

Berikut adalah contoh pengisian faktur pajak untuk pembayaran termin dengan uang muka. Sebagai contoh adalah sebuah pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak keseluruhan adalah 1 Milyar Rupiah. Adapun syarat pembayaran sebagai berikut :

  • Uang Muka 20 persen atau sebesar 200 Juta Rupiah
  • Pembayaran termin pertama 50 persen atau sebesar 500 Juta Rupiah
  • Pembayaran termin kedua 20 persen atau sebesar 200 Juta Rupiah
  • Pelunasan 10 persen atau sebesar 100 Juta Rupiah

Dengan syarat dan kesepakatan seperti di atas maka pembuatan faktur pajaknya sebagai berikut

  • Pada kolom barang, maka nominal nilai yang dituliskan adalah nilai kontrak keseluruhan yaitu 1 Milyar Rupiah
  • Bagian faktur pajak untuk uang muka, maka nilai yang harus ditulis adalah 200 Juta Rupiah, dengan PPN sebesar 20 Juta Rupiah
  • Pada faktur pembayaran termin maka yang dituliskan adalah nominal dari pembayaran termin tersebut
    • Pada termin pertama sebesar 500 Juta Rupiah dengan PPN 50 Juta Rupiah
    • Dan termin kedua sebesar 200 Juta Rupiah dengan PPN 20 Juta Rupiah.
  • Kolom pembayaran untuk pelunasan maka yang dituliskan adalah 100 Juta Rupiah dengan PPN 10 Juta Rupiah.

Itulah beberapa hal tentang termin yang perlu kamu ketahui dan perhatikan. Dalam aplikasinya, kebanyakan pembayaran dengan termin terjadi untuk suatu proyek dengan nilai besar. Baik bagi pelaku usaha maupun penyedia barang dan jasa, termin sama – sama menguntungkan.

Mengapa Menggunakan Termin?

Bagi pelaku usaha, ini merupakan kemudahan ketika mereka membutuhkan sesuatu dalam nilai yang besar atau ketika uang mereka belum cukup. Maka pembayaran dengan termin bisa menjadi pilihan dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.

Sementara bagi penyedia jasa, ini juga menjadi bermanfaat karena mereka tetap bisa menjual atau menawarkan barang atau jasa yang memiliki harga tinggi. Penyedia tetap menerima pembayaran sesuai kesepakatan kerja yang sudah ada

Skema ini akan sama – sama menguntungkan ketika kedua belah pihak bisa memegang komitmen dengan perjanjian yang sudah ada Itulah mengapa, dalam proses pengajuan termin ini perencanaan menjadi hal yang sangat penting.

Pada proses perencanaan inilah nantinya semua skema pembayaran termin akan diputuskan. Dari mulai berapa kali termin, berapa besaran tiap termin, dan hal yang lainnya. Perencanaan yang baik akan membuat skema pembayaran termin ini menjadi menguntungkan.

Dari penjelasan diatas semoga bisa membantu kamu memahami dengan mudah apa itu termin. Jika bisnis kamu juga sedang dalam proses pembayaran termin dan membutuhkan pendanaan, kamu bisa dengan mudah mengajukan pinjaman melalui KoinWorks. KoinWorks merupakan salah satu p2p lending di Indonesia yang terpercaya dan terdaftar OJK, KoinWorks sangat mendukung para UMKM agar bisnis dan usahanya semakin berkembang.

Friska
Ketika banyak orang membutuhkan panduan dalam menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi, mereka sering mengalami kesulitan dalam mencari sumber/ saran terbaik. Karena itulah tulisan melalui artikel adalah hal yang menjadi passion bagiku karena akan membantu banyak orang yang mengalami kesulitan-kesulitan tersebut.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​