Home » Blog » Bisnis & UKM » 3 Pola Pikir Yang Salah Tentang Investasi

3 Pola Pikir Yang Salah Tentang Investasi

·
3 menit
biaya-kuliah-mahasiswa-kampus-ranking-rank-akreditasi-peringkat-PTS Bisa Jadi Pilihan Saat Tak Lolos SBMPTN 2019, Ini Dia Tips Memilihnya! - jenis-jenis investasi

Pola pikir atau mindset adalah bagaimana cara Anda memandang sesuatu. Terlihat simple, namun bagaimana Anda memandang sesuatu itulah yang akan mempengaruhi kesuksesan bahkan hidup Anda. Sebagai contoh, di masa yang lalu bahkan mungkin sampai sekarang, bagi seorang pengendara mobil dan sepeda motor perjalanan dari Jakarta ke Surabaya merupakan perjalanan yang melelahkan. Hal yang berbeda terjadi pada pola pikir seorang pilot. Ia akan mengatakan perjalanan Jakarta ke Surabaya adalah perjalanan yang singkat karena hanya beberapa jam saja.

Hal yang sama juga terjadi pada seorang bahkan termasuk Anda, ketika memahami tentang investasi. Kekeliruan pemahaman tentang investasi akan menjadikan Anda tidak berani untuk terjun ke dalam dunia investasi, atau tahu dan terjun namun Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan. Bahkan, tak jarang bukannya untung yang didapat melainkan kerugian demi kerugian. So, pola pikir ini sangat penting untuk menjalankan bisnis investasi agar berjalan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Berikut beberapa pola pikir yang salah tentang investasi.

Investasi hanya untuk yang punya modal

Memang, ketika berbicara investasi, yang ada didalam benak banyak orang adalah orang kaya yang memiliki uang lebih, hanya untuk mereka yang memiliki modal. Eits, ini pola pikir salah. Kenapa? Karena siapa saja bisa berinvestasi atau menjadi investor termasuk juga jika Anda tidak memiliki modal. Caranya? Banyak investor yang tidak memiliki modal menggunakan dana pinjaman gratis sebagai langkah awal untuk terjun ke dunia investasi. Namun, sebaiknya Anda pelajari terlebih dahulu tentang dana pinjaman ini.

Bahkan, jika Anda memiliki sedikit uang sisa, maka uang tersebut juga bisa menjadi modal sebuah investasi. Artinya, untuk menjadi investor, Anda tidak perlu menjadi orang kaya terlebih dahulu atau menunggu memiliki segudang uang sisa. Tidak! yang perlu Anda lakukan adalah memahami investasi itu dan berinvestasi pada bisnis atau usaha yang tepat yang kira-kira bisa memberikan keuntungan lebih. Kecermatan dalam memilih jenis bisnis untuk berinvestasi merupakan hal penting yang harus Anda pahami.

Investasi tidak bisa dijadikan pendapatan utama

Anda juga mungkin memiliki pola pikir yang sama dengan mengatakan investasi tidak bisa dijadikan pendapatan utama. Itu karena yang ada didalam benak kita adalah bekerja untuk mendapatkan gaji. Dari gaji itu kemudian kita gunakan untuk keperluan hidup, sisanya baru bisa buat investasi. Hasil investasi yang tidak bisa diprediksi menjadikan banyak orang memiliki pola pikir yang salah tentang investasi sebagai pendapatan utama. Ini karena ada banyak investor professional yang menjadikan investasi sebagai penghasilan utama mereka.

Caranya? Ya, mereka memulai investasi terhadap bisnis dengan resiko kecil. Keuntungan yang didapat, tidak ditabung atau dihabiskan melainkan dipakai untuk investasi lagi. Sehingga ada beberapa jenis usaha atau bisnis dimana ia berinvestasi. Hasil investasi dari satu atau dua jenis usaha dipakai untuk kehidupan sehari-hari sedang hasil dari investasi lainnya dipakai untuk berinvestasi disektor atau jenis usaha lain. Investasi yang dipilih juga tidak main-main melainkan dengan penuh pertimbangan. Sehigga, hasil dari investasi akan terus diputar membentuk putaran keuntungan investasi yang terus tumbuh dan berkembang.

Investasi memiliki resiko sangat tinggi

Mungkin ini salah satu faktor yang menyebabkan orang berhenti berinvestasi. Satu dua kali gagal kemudian membuat kesimpulan bahwa investasi terlalu beresiko. Perlu dipahami dengan baik bahwa investasi layaknya sebuah mata uang yang memiliki dua sisi, keuntungan dan resiko atau kerugian. Keduanya ada dan saling melengkapi. Artinya, resiko memang sesuatu yang pasti di dalam dunia investasi. Oleh sebab itu, yang perlu Anda lakukan bukanlah menghindarinya melainkan mengelola resiko itu sendiri atau dikenal dengan risk management.

Bagaimana? Setelah membaca 3 pola pikir yang salah tentang investasi di atas, tentu, sekarang Anda memiliki pandangan yang berbeda tentang investasi. Kuncinya adalah memahami apa itu investasi dari A sampai Z. Jika Anda belum paham tentang investasi, maka ketika Anda tidak akan pernah siap dengan menerima resikonya. Berbeda jika Anda sudah paham, maka resiko akan dijadikan sebuah tantangan bukan halangan.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat