Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru – Tentunya, bagi setiap orang yang baru memulai berumah tangga, sudah pasti memiliki perhitungan anggarannya masing-masing dan berbeda ketika mereka masih menjadi single satu sama lain.

Jika saat masih sendiri Anda bisa dengan bebas mengeluarkan uang untuk berbelanja ataupun membayar tagihan untuk diri sendiri, setelah memutuskan untuk menikah, hal itu tidak boleh lagi dibiarkan terjadi.

Pasalnya, akan ada banyak sekali anggaran yang harus dikeluarkan tiap bulannya. Jika tidak diatur dengan baik, yang ada Anda dan pasangan akan kewalahan sendiri karena uang yang dipunya bisa tiba-tiba habis padahal masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Oleh karena itu, kali ini KoinWorks ingin berbagi mengenai cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa Anda dan pasangan terapkan.

Tentunya, trik pengelolaan keuangan ini didasari atas skala prioritas kebutuhan, dengan tetap mempertimbangkan rencana investasi dan risiko pengeluaran tidak terduga yang mungkin terjadi. Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru

1Membuat Anggaran Biaya Rumah Tangga

pasangan - pernikahan - investasi - nabung - Berbicara tentang Keuangan dengan Orangtua Itu Penting, Ini 5 Langkahnya - menikah di gedung atau rumah-uang - pasangan - kaya - sukses - senang - - 4 Money Move yang Bisa Dilakukan Saat Akhir Pekan - 5 Pencapaian Keuangan yang Perlu Dilakukan Anak Muda Sedini Mungkin - 3 Kesalahan Finansial Anak Muda yang Wajib Dihindari - Aturan 10% yang Perlu Diterapkan untuk Meningkatkan Kekayaan -Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru

 

Ketika Anda ingin menentukan anggaran yang pas untuk kebutuhan rumah tangga, pertimbangkan rasio ideal Anda dan pasangan saat menentukan biaya rumah tangga keseluruhan, seperti biaya KPR, cicilan kendaraan, kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya.

Biasanya, biaya ini disarankan untuk tidak melebihi 35% dari anggaran Anda, bahkan beberapa di antaranya menyarankan agar tidak melebihi 25%.

Tentu saja, Anda akan menemukan banyak biaya lain. Misalnya saja biaya kebersihan (alat pembersih rumah tangga, dan sebagainya).

Oleh karena itu, terdapat formula yang sudah tidak asing lagi, yang bisa Anda gunakan untuk bisa Anda gunakan ketika akan mengatur anggaran keuangan , yaitu aturan 50%:30%:20%.

Sekarang, saatnya Anda untuk fokus kepada 3 jenis pengeluaran, yaitu kebutuhan hidup atau rumah tangga, gaya hidup, dan tujuan finansial jangka panjang.

Alokasikan 50 persen dari pemasukan Anda untuk kebutuhan hidup atau rumah tangga. Sebagian pemasukan Anda akan dialokasikan untuk kebutuhan lain untuk menjalankan rumah Anda, termasuk untuk makanan atau konsumsi sehari-hari dan transportasi, termasuk bahan bakar.

Alokasikan 30 persen dari pemasukan Anda untuk gaya hidup. Kategori pengeluaran ini termasuk hal-hal yang Anda inginkan meski tidak dibutuhkan, misalnya saja hadiah ulang tahun, tiket nonton bioskop, gym membership, kopi pagi hari, dan sebagainya.

Kemudian, yang terakhir, alokasikan 20 persen dari pemasukan Anda untuk tujuan finansial jangka panjang.

Anda harus mulai mengalokasikan sebagian pemasukan untuk dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan bagi anak-anak Anda, serta untuk melunasi seluruh utang.

Tetapi, perlu dicatat bahwa mengaplikasikan aturan 50:30:20 dalam anggaran Anda tidaklah mudah.

Anda akan mencoba untuk mengatasi biaya rumah tangga agar lebih terkontrol, dan ini akan terasa berat apabila Anda tinggal di negara dengan biaya hidup cukup tinggi.

Salah satu financial coach dan owner Advocate Financial Coaching di Temple, Texas, Kristine Stevenson Seale, menjelaskan biaya sewa rumah atau cicilan haruslah di bawah 35 persen dari pemasukan Anda, dan idealnya 25 persen.


2Biaya Transportasi

5 Tips Hemat Memanfaatkan Layanan Transportasi Online-5 Cara untuk Menghibur Tamu Pesta dengan Anggaran yang Terbatas-Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru

Selain biaya cicilan mobil, Anda juga harus memasukkan biaya-biaya lainnya, seperti biaya servis, perbaikan, dan bahan bakarnya (BBM). Apabila Anda tidak memiliki kendaraan, maka biaya ini termasuk biaya transportasi misalnya kendaraan umum atau tiket kereta dan bus.

Jika Anda kembali melihat aturan 50:30:20, maka pastikan biaya transportasi ini sudah termasuk dalam yang 50 persennya.

Joshua Schumm, financial coach yang sekaligus pemilik Kansas Financial Coaching di Hutchinson, Kansas, menyarankan bahwa, sebisa mungkin Anda harus membatasi biaya transportasi ini sebanyak 10 hingga 20 persennya saja.

Sebagai contoh:

Anda dan pasangan memiliki penghasilan yang digabungkan adalah Rp10.000.000, yang kemudian dibagi menjadi, Rp5 juta untuk kebutuhan sehari-hari, Rp3 juta untuk gaya hidup dan Rp2 juta untuk jangka panjang.

Dari Rp5 juta tersebut, Anda dan pasangan bisa membagi lagi sekitar 15%, yaitu RP1 juta untuk biaya tranportasi.


3Konsumsi Sehari-hari

Makan Siang di Kantor, Lebih Hemat Masak Sendiri atau Beli?-5 Tips Hemat Memanfaatkan Layanan Transportasi Online-5 Cara untuk Menghibur Tamu Pesta dengan Anggaran yang Terbatas-Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru- tips menjaga kesehatan

Caden Rhoton, a Provo, Utah-based marketing manager dalam perusahaan customer review site BestCompany.com, dan juga sekaligus founder personal finance website DimeDad.com menyarankan Anda untuk mengalokasikan 8 persen pemasukan Anda untuk kebutuhan makanan sehari-hari dan 4 persen untuk anggaran makan di luar.

Alternatif lainnya, Anda mengalokasikan 9 hingga 12 persen pemasukan Anda untuk biaya belanja di supermarket.

Namun, perlu Anda ingat kembali bahwa pembagian anggaran konsumsi tersebut juga Anda ambil dari aturan 50% ya!


4Dana Pensiun 

Dana Pensiun - 4 Tujuan Keuangan yang Wajib Anak Jaman Sekarang Punya! - Buat Masa Tua Seindah Senyuman di #AgeChallenge dengan 5 Tips Keuangan Ini!-mempersiapkan dana pensiun-Makan Siang di Kantor, Lebih Hemat Masak Sendiri atau Beli?-5 Tips Hemat Memanfaatkan Layanan Transportasi Online-5 Cara untuk Menghibur Tamu Pesta dengan Anggaran yang Terbatas-Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru

Sebelum membahas anggaran untuk persiapan hari tua Anda dan pasangan, ada baiknya Anda melihat siklus human life seperti berikut ini :

siklus hidup manusia

Melalui siklus tersebut Anda bisa melihat bahwa masa pensiun merupakan tahap terakhir dalam siklus kehidupan, biasanya dicapai pada usia 55 tahun ke atas. Pada masa tersebut, grafik penghasilan mulai menurun.

Sayangnya, 90% orang tidak bisa menghidupi diri sesuai standar hidupnya setelah grafik penghasilan mulai menurun ini. Kok bisa?

Nah, salah satu penyebab 90% orang yang tidak siap menghadapi pensiun adalah karena kurangnya persiapan sejak usia muda. Disinilah pentingnya sebuah perencanaan pensiun sejak dini.

Jadi, Anda disarankan untuk mengalokasikan dana pensiun sebanyak 15-20% dari pemasukan kotor Anda, namun utamakan melunasi utang jika Anda memilikinya.

Namun, jika Anda masih menabung untuk mengumpulkan dana pensiun, ada baiknya jika Anda mengubah cara tersebut dengan mulai berinvestasi untuk mempersiapkan masa pensiun Anda dan pasangan.

Menabung memang memberikan dampak positif dan membantu mencapai tujuan keuangan Anda. Tetapi investasi bisa lebih menguntungkan, tergantung instrumen investasi yang Anda pilih.

Mengapa investasi bisa memberikan keuntungan lebih? rata-rata bunga tabungan sekitar 4-5% per tahun, Namun jika berinvestasi, Anda bisa mendapatkan bunga lebih dari tabungan.

Selain itu dengan Anda berinvestasi, Anda akan menjaga uang yang Anda punya dari tangka inflasi.

Karena tentunya memasuki masa pensiun berarti Anda harus mempersiapkan uang untuk di belasan bahkan berpuluh tahun kedepannya.

Jangan lupa untuk menghitung inflasi yang akan dihadapi pada usia pensiun Anda. Anda bisa menggunakan formula berikut ini untuk mengetahui anggaran kebutuhan hidup Anda ketika memasuki masa pensiun.

FV= PV x (1+i)n

FV = Future value

PV = Present value

I = Inflasi

n= Jangka waktu usia pensiun dan usia sekarang

contoh:

Anggaplah saat ini usia Anda dan pasangan 25 tahun dengan kebutuhan Rp5 juta per bulannya. Anda dan pasangan memutuskan untuk pensiun di usia 55 tahun, maka 5 juta tersebut akan menjadi Rp21.600.000 per bulannya ketika 30 tahun mendatang.

Lalu, instrumen investasi apa yang bisa Anda gunakan untuk mempersiapkan masa tua Anda Bersama pasangan?

Anda bisa mencoba investasi jangka panjang melalui platform Peer-to-Peer Lending (P2P). Di P2P Lending, Anda juga bisa mendapatkan return yang besar mulai dari 18% hingga 21,32% per tahunnya.

Anda bisa menghitung imbal yang akan Anda dapatkan jika berinvestasi di peer-to-peer dengan menghitung efek compounding Anda, menggunakan kalkulator dibawah ini.

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


5Dana Darurat

dana-darurat-emergency-fund-5 Tanda Gaji Bulanan Anda Ternyata Belum Cukup - cara membeli mobil-Dana Pensiun - 4 Tujuan Keuangan yang Wajib Anak Jaman Sekarang Punya! - Buat Masa Tua Seindah Senyuman di #AgeChallenge dengan 5 Tips Keuangan Ini!-mempersiapkan dana pensiun-Makan Siang di Kantor, Lebih Hemat Masak Sendiri atau Beli?-5 Tips Hemat Memanfaatkan Layanan Transportasi Online-5 Cara untuk Menghibur Tamu Pesta dengan Anggaran yang Terbatas-Cara Pintar Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Pasangan Baru

Apakah sepertinya sangat banyak yang harus dianggarkan? Eits, belum selesai sampai disitu. Masih ada 1 komponen penting lainnya yang harus dianggarkan setiap periodenya yaitu dana darurat.

Sudahkah Anda memiliki dana darurat? Atau bahkan Anda belum tahu apa itu dana darurat?

Dana darurat merupakan dana terpisah yang perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai keadaan darurat, seperti terjadinya PHK, kebutuhan biaya karena sakit sehingga Anda tidak dapat bekerja, biaya untuk kecelakaan, dan kejadian tak terduga lainnya.

Lalu berapa besar dana darurat yang perlu Anda siapkan saat baru memulai kehidupan rumah tangga?

Adapun besaran dana darurat yang disarankan adalah sebagai berikut:

-Jika Anda masih single, maka sediakan dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan.

-Jika Anda telah berkeluarga atau telah berkeluarga dengan satu anak, minimal 9 kali pengeluaran bulanan.

-Jika Anda telah berkeluarga dengan dua anak atau lebih, maka sebaiknya sediakan dana darurat 12 kali pengeluaran bulanan.


Nah, apakah dengan penjelasan diatas Anda sudah menemukan cara yang tepat untuk mengatur anggaran berumah tangga?

Dengan menambah pengetahuan keuangan, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih baik. Selain itu, akan lebih baik lagi jika dimulai sejak awal pernikahan.

Selamat mencoba.


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.