Home » Blog » Daily, Investasi & Keuangan Pribadi » Saham: Pengertian, Jenis-jenis, dan Contohnya

Saham: Pengertian, Jenis-jenis, dan Contohnya

·
4 menit
Pengertian dan jenis-jenis saham yang harus kamu pahami

Belakangan ini, tren pembelian saham mulai meningkat.

Salah satu pemicunya adalah mulai tumbuhnya kesadaran dari masyarakat untuk mulai berinvestasi.

Dan saham menjadi objek investasi yang paling banyak menjadi pilihan.

Hal ini juga tidak lepas dari anggapan jika menabung dengan menggunakan instrumen ini akan selalu untung.

Saham sendiri merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko cukup tinggi.

Hal ini karena harganya yang cenderung fluktuatif.

Namun, jika kamu ingin melakukan investasi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka instrumen ini adalah pilihan yang pas.

Yuk, simak penjelasan lengkap tentang saham di bawah ini!


Pengertian Saham

Jika dilihat dari pengertiannya, saham adalah sebuah dokumen berharga yang akan menampilkan dan menjadi bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan.

Jika melihat definisi tersebut, ketika kamu melakukan pembelian, maka itu artinya kamu menjadi bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut.

Dalam pengertian lain, saham juga bisa diartikan sebagai sebuah nilai dari komponen finansial yang berfokus pada kepemilikan sebuah perusahaan.

Itu artinya, saat kamu melakukan pembelian, maka kamu akan memiliki bagian hak atas aset perusahaan tersebut.


Jenis-Jenis Saham

Secara Umum

Jika dilihat secara umum, maka saham ini akan terbagi menjadi dua jenis, yaitu common stocks dan preferred stoks. 

Yang dimaksud dengan umum di sini adalah berdasarkan kemampuan hak tagih dan klaim.

1. Common Stocks

Saham biasa atau dikenal juga dengan istilah common stocks merupakan jenis saham yang memiliki kemampuan klaim berdasarkan keuntungan dan kerugian yang terjadi pada perusahaan.

Jika nantinya perusahaan tersebut dilikuidasi, maka para pemegang ataupun pemilik hak ini akan berada di prioritas terakhir dalam hal pembagian dividen hasil dari penjualan aset.

Para pemegang ataupun pemilik instrumen jenis ini juga memiliki kewajiban dan hak yang terbatas.

Biasanya, para mereka ini tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam penentuan kebijakan perusahaan. 

Nantinya, jika perusahaan bangkrut maka kerugian yang akan mereka tanggung adalah sebesar dengan nilai modal yang sudah mereka keluarkan

Adapun contoh saham biasa antara lain:

  • Para pemegangnya mempunyai hak suara yang sama dalam hal memilih dewan komisaris
  • Pemegang saham ini akan menjadi prioritas ketika perusahaan mengeluarkan lembar baru.
  • Para pemegangnya ini  akan memiliki tanggung jawab yang terbatas.

2. Preferred Stock

Preferred stock merupakan jenis yang hak klaim atau nilai pembagiannya tetap.

Para pemiliknya ini akan menjadi prioritas utama dalam hal pembagian dividen ketika perusahaan mengalami likuidasi.

Salah satu keunikan lain dari jenis ini adalah kemampuannya untuk melakukan klaim terhadap laba ataupun aktiva sebelumnya.

Jenis ini juga memiliki hak tebus.

Selain itu, jenis ini juga bisa ditukar dengan jenis biasa.

Adapun contoh preferred stock ini antara lain:

  • Memiliki tingkatan yang penerbitannya memiliki bentuk dan karakteristik yang bisa berbeda-beda.
  • Pemiliknya memiliki hak atas tagihan dari laba atau aktiva.
  • Pemiliknya memiliki prioritas tinggi dalam hal pembagian dividen.

Secara Kinerja

Sementara itu, jika dilihat secara kinerja ataupun performanya, saham juga terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu:

1. Blue Chip Stocks

Blue chip stocks merupakan saham dari perusahaan besar yang kinerjanya sudah sangat terpercaya di kalangan profesional maupun umum.

Biasanya, nilai per lembar dari blue chip stocks ini relatif lebih tinggi.

Namun, harganya juga jauh lebih stabil.

2. Income Stocks

Income stocks merupakan jenis saham yang bisa memberikan dividen yang cukup besar namun bisa juga memberikan resiko yang cukup besar.

Dalam pengelolaannya, perlu strategi khusus agar tidak rugi.

3. Growth Stocks

Growth stocks merupakan jenis yang tingkat perkembangannya lebih cepat daripada saham lain yang sejenis maupun satu bidang.

Jenis ini biasanya dalam satu hari bisa naik atau turun berkali-kali.

4. Speculative Stocks

Speculative stocks merupakan jenis yang lebih sering untuk diperjualbelikan di bursa.

Biasanya, jenis ini bisa menghasilkan dividen yang cukup tinggi.

5. Cyclical Stocks

Cyclical stocks merupakan jenis saham yang nilainya sangat rentan terpengaruh dengan tren ekonomi.

Hal ini membuat nilainya akan bersifat fluktuatif.

Dan fluktuasi dari nilai tersebut biasanya berlangsung dengan sangat cepat.

6. Emerging Growth Stocks

Emerging growth stocks merupakan jenis saham yang asalnya dari perusahaan kecil.

Biasanya, nilainya akan lebih stabil karena tidak banyak terpengaruh dengan kondisi ekonomi yang naik atau turun.

7. Defensive Stocks

Ini merupakan jenis yang biasanya tidak akan terlalu terpengaruh dengan adanya kondisi resesi.

Ini merupakan contoh saham yang berasal dari perusahaan yang bidang kerjanya meliputi industri harian yang digunakan masyarakat.

Hal ini karena daya beli masyarakat untuk produk dari perusahaan tersebut cenderung stabil tiap harinya.


Tertarik Berinvestasi Saham?

Saham memang salah satu alat investasi yang bisa jadi menguntungkan.

Namun yang perlu kamu ketahui adalah instrumen investasi ini merupakan contoh investasi dengan profil risiko yang tinggi.

Itu artinya, kamu bisa untung besar tapi juga bisa rugi besar.

Untuk itu, sebelum mulai investasi, ada baiknya kamu tahu risiko dan manfaat dari investasi instrumen ini.

Risiko Saham

Salah satu yang perlu kamu tahu adalah tentang risiko saham. Berikut adalah beberapa risiko dari investasi yang satu ini

1. Likuidasi

Ini terjadi ketika perusahaan bangkrut dan seluruh asetnya harus dijual.

Pemilik saham memiliki hak klaim atas hasil likuidasi tersebut.

Namun hak klaim hanya bisa dilakukan jika hasil likuidasi tersebut memiliki sisa setelah dipotong kewajiban perusahaan.

Jika hasil likuidasi tidak tersisa, maka pemegang ataupun pemilik hak tidak bisa melakukan klaim apapun

2. Tidak Ada Pembagian Dividen

Ini bisa terjadi saat perusahaan lebih memilih untuk menyimpan keuntungan dari dibagikan.

Biasanya, tujuannya untuk membayar kewajiban, menambah modal, atau hal lainnya.

3. Hilang Modal

Kemungkinan risiko ini bisa muncul saat nilai jual saham yang kamu miliki lebih rendah daripada nilai saat kamu beli.

4. Delisting

Saham yang delisting adalah saham yang dihapus dari bursa.

Itu artinya, saham tersebut tidak bisa diperjualbelikan lagi.

Manfaat Investasi Saham

Namun jika pengelolaanya baik, saham juga akan memberikan banyak manfaat.

Beberapa manfaatnya antara lain:

1. Capital Gain

Ini merupakan keuntungan saham yang akan kamu dapat berdasarkan selisih antara nilai jual dan nilai beli.

Semakin tinggi selisih nilai saat jual dan beli, maka keuntungan kamu pun akan semakin besar

2. Dividen

Ini merupakan keuntungan yang akan didapat berdasarkan performa dari perusahaan yang sahamnya kamu miliki.

Semakin tinggi nilai keuntungan tersebut, maka semakin besar juga biasanya dividen yang dibagikan.


Itulah beberapa hal tentang saham yang perlu kamu tahu.

Saat ini, sudah banyak sekuritas yang menjual instrumen ini.

Selain itu, proses jual belinya juga kini sudah semakin mudah.

Sehingga, kamu bisa mencoba untuk melakukan investasi pada instrumen ini.

 

Friska
Ketika banyak orang membutuhkan panduan dalam menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi, mereka sering mengalami kesulitan dalam mencari sumber/ saran terbaik. Karena itulah tulisan melalui artikel adalah hal yang menjadi passion bagiku karena akan membantu banyak orang yang mengalami kesulitan-kesulitan tersebut.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat