Anda Perlu Tahu Ini Sebelum Mulai Bermain Saham

·
8 menit
bermain saham - investasi saham untuk PNS - jenis-jenis reksa dana

Dilihat dari potensinya, saham menjadi salah satu alternatif investasi masa kini yang menguntungkan untuk Anda.

Saham bisa menjadi investasi yang sangat menguntungkan jika dilakukan dengan baik dan benar.

Bermain saham membuat Anda turut menjadi salah satu pemilik perusahaan emiten (penerbit saham).

Dengan adanya porsi kepemilikan Anda di sana, artinya Anda berhak atas sekian persen nilai perusahaan.

Jika performa emiten bagus, untung besar bisa masuk ke kantong.

Saya yakin banyak dari Anda sudah mulai menimbang untuk berinvestasi di saham.

Oleh karena itu, kali ini saya mengajak Anda untuk mengenali hal-hal mendasar tentang saham sebelum Anda memutuskan untuk memulainya.


Jenis-Jenis Saham

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah jenis dari saham itu sendiri.

Dengan mengetahuinya, Anda bisa memilih jenis mana yang tepat untuk menghasilkan return yang sesuai dengan harapan dan tujuan investasi Anda.

Secara teoritis, terdapat beberapa penggolongan jenis saham berdasar indikator tertentu.

Namun, saya merasa kita sebaiknya mengenal jenis saham utama yang berlaku di Indonesia saja agar tidak mengaburkan pemahaman.

Berdasarkan hak kepemilikan/tagih/klaim

1. Common Stock/Saham Biasa

Inilah jenis mayoritas di pasar bursa. Jika memilih saham jenis ini, Anda memiliki hak untuk ikut voting di RUPS dan dividen (pembagian keuntungan perusahaan) yang tidak mutlak.

Artinya, dividen baru akan Anda dapat jika keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) bersedia membagikan dividen tersebut (dengan besaran yang juga tidak menentu).

Dalam jenis saham ini, Anda juga memiliki hak klaim atas aset perusahaan jika terjadi likuidasi. Namun, hak klaim terbatas pada sisa terakhir aset perusahaan setelah dipotong pajak, upah karyawan, kreditur, dan pemegang saham preferen.

2. Preffered Stock/Saham Preferen

Kita bisa menyebutnya sebagai saham prioritas.

Saham preferen terbilang cukup jarang di Indonesia, kalaupun ada biasanya diadakan oleh perusahaan besar seperti PT. Unilever Indonesia Tbk., Semen Indonesia, dan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Jika membeli saham jenis ini, Anda berhak atas fixed dividen.

Fixed dividen biasanya cukup aman karena dibayar secara regular dan pembayaran dividen nya diutamakan sebelum pembayaran saham biasa.

Saat perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen berhak mendapatkan klaim aset lebih dulu dari pemegang saham biasa.

Keunggulan lain saham ini, Anda bisa mengonversinya ke saham biasa serta bisa mengambil shares sewaktu-waktu.

Berdasarkan kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar dimaksudkan sebagai total nilai saham emiten yang beredar sesuai harga yang berlaku.

Nah, berdasarkan nilai penguasaan pasar tersebut, saham terbagi atas 3 jenis berikut:

Saham papan atas (blue chip)

Emiten bernilai lebih dari Rp 40 trilyun, fundamentalnya baik, kredibilitasnya tinggi, cakupan pasar luas, mapan, dan dibutuhkan orang banyak.

Saham ini sifatnya stabil dan cocok untuk investasi jangka panjang.

Saham lapis dua (second layer)

Emiten bernilai Rp 1-40 trilyun, lebih fluktuatif, berada dalam tahap berkembang namun stabilitasnya sudah mendekati blue chip.

Saham lapis tiga (third layer)

Emiten bernilai di bawah Rp 1 trilyun.

Dari ketiga jenis saham di atas, blue chip adalah satu-satunya saham yang layak untuk dicari untuk pasar investasi saham di Indonesia.

Sebab, saham non blue chip memiliki risiko yang sangat tinggi dengan valuasi yang tidak menentu.

Berdasarkan Cara Peralihannya

Bearer Stocks

Secara fisik, Bearer Stocks atau Saham atas Unjuk secara tidak tertulis nama pemiliknya. Alasan hal ini ditujukan agar nantinya mudah dipindahtangankan dari satu investor ke yang lainnya. Saham ini, banyak dipilih oleh para investor untuk mereka perjualbelikan kembali.

Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut akan diakui sebagai pemilik dan berhak ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), jadi investor tak perlu khawatir secara hukum.

Registered Stocks

Instrumen ini biasa juga disebut Saham Atas Nama dan merupakan kebalikan dari saham atas unjuk, di mana nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saja. Selain itu, untuk mengalihkan kepemilikan juga harus melalui prosedur tertentu.

Berdasarkan Perdagangan

Blue Chip Stocks

Jenis-jenis saham selanjutnya adalah saham yang banyak diburu para investor yaitu, saham Blue Chip. Saham Blue Chip bisa diartikan sebagai saham unggulan atau papa atas yang masuk saham dengan angka kapitalisasi besar yaitu di atas Rp 40 triliun. Tentunya, nilai saham sebesar itu tidak dimiliki oleh sembarangan perusahaan.

Maka dari itu, biasanya saham ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya dan memiliki pendapatan stabil dalam membayar dividen.

Income Stocks

Saham ini memiliki daya tarik besar bagi banyak investor. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata yang dibayarkan tiap tahunnya, dan juga bisa menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan teratir dalam membagikan dividen tunai.

Speculative Stocks

Jika kamu merupakan investor yang memiliki profil resiko high risk, jenis-jenis saham ini bisa menjadi pilihan. Saham ini punya potensi menarik yang bisa menghasilkan laba tinggi di masa depan.

Tetapi sebelum kamu memilih saham ini, kamu harus paham kalau speculative stocks tidak bisa mendapatkan penghasilan setiap tahunnya secara stabil.

Counter Cylical Stocks

Jika kamu menginginkan jenis saham yang stabil walaupun kondisi ekonomi sedang bergelojak Counter Cyclical Stocks ini bisa jadi pilihan. Saham ini tidak akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro ataupun situasi bisnis secara umum.

Jadi bisa diartikan, saat terjadi masa resesi atau kemerosotan ekonomi, harga saham akan tetap tinggi. Hal ini dikarenakan, emiten atau perusahaan penerbit saham bisa memberikan dividen yang tinggi.

Hal tersebut adalah hasil dari kemampuan emiten yang bisa mendapatkan penghasilan tinggi walaupun pada masa resesi.


Tingkat Pengembalian (Return) dan Risiko (Risk)

Hal berikutnya yang perlu Anda tahu adalah bentuk return dan risk saham.

Poin ini penting agar Anda paham mengenai apa yang akan Anda dapat dan mungkin Anda korbankan saat berinvestasi saham, serta bagaimana mengoptimalkannya.

Sebelumnya saya sudah katakan jika saham menjanjikan keuntungan besar.

Untuk itu, Anda juga harus ingat bahwa keuntungan besar hanya akan didapat dengan risiko yang besar.

Return Dalam Saham

Tingkat pengembalian dalam saham berasal dari 2 hal, yaitu:

  1. Capital Gain : keuntungan atas penjualan saham. Capital gain Anda dapatkan jika menjual saham saat harganya di atas harga saat Anda membelinya dulu.
  2. Dividen : keuntungan emiten yang dibagi kepada pemegang saham sesuai keputusan RUPS. Sebagaimana saya sudah paparkan dalam bagian – jenis saham, pembagian dividen bisa tetap dan bisa pula sesuai kondisi perusahaan.

Risiko Dalam Saham

Saham merupakan jenis investasi yang sangat berisiko. Pada dasarnya, permainan saham memang penuh intrik.

Banyak kondisi yang tidak terduga, sehingga seringkali orang yang sudah memiliki jam terbang tinggi berinvestasi saham pun malah mencatat hasil investasi yang tidak terlalu banyak (banyak pula yang tak terhindar dari kerugian).

Dalam saham, Anda harus siap dengan risiko utama, berikut ini:

  1. Capital Loss : selisih negatif nilai jual saham dengan nilai beli. Sederhananya, Anda menjual saham dengan harga lebih rendah dari harga belinya dulu.
  2. Likuidasi : emiten bangkrut. Jika emiten bangkrut, Anda sebenarnya memiliki hak atas aset perusahaan sesuai porsi kepemilikan saham Anda.


Namun, jika emiten ternyata tidak memiliki aset yang tersisa (setelah melunasi hutang, pajak, dan pegawai), maka Anda harus merelakan saham saham Anda hangus tanpa mendapat pengembalian apapun.

Jika kita mengacu pada teori, ada 2 jenis risiko dalam saham; yaitu risiko sistematis dan tidak sistematis.

Risiko sistematis berasal dari pengaruh eksternal pasar secara makro, misalnya: perubahan kurs valas, suku bunga, dan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, risiko tak sistematis berasal dari dalam industri (struktur modal, struktur aset, dan likuiditas). Risiko ini masih bisa Anda tekan dengan diversifikasi pos saham.

Bagaimana cara mengakali risiko?

Sekarang Anda sudah tahu jenis-jenis saham dan potensi keuntungan / risikonya.

Tapi, masih ada informasi penting yang harus Anda ketahui sebelum akhirnya berinvestasi saham.

Informasi satu ini bahkan bisa dikatakan sebagai yang paling penting karena berkaitan dengan bagaimana cara Anda sukses berinvestasi saham.

Untuk bisa sukses bermain saham, Anda harus lihai mengakali risiko yang ada.

Dengan mengakali risiko, Anda bisa memperkecil tingkat kerugian serta memperbesar tingkat keuntungan.

Dari banyak informasi yang ada, ternyata ada 4 cara utama yang diusung para ahli saham dalam mengakali risiko saham.

1. Diversifikasi

Cara pertama adalah diversifikasi portofolio. Cara ini sudah menjadi salah satu senjata pamungkas para ahli investasi.

Diversifikasi artinya Anda membeli saham beberapa emiten dari industri, jenis saham, dan ukuran perusahaan yang berbeda.

Diversifikasi membuat Anda terhindar dari kerugian total. Sebab, Anda menanam saham pada perusahaan yang berbeda-beda.

Saat satu saham dari perusahaan merugi, Anda masih punya pos saham dari perusahaan lain yang tidak merugi, bahkan mungkin malah untung.

Sebab, kecil kemungkinan seluruh perusahaan dalam jenis yang berbeda akan mengalami kondisi sama dalam satu waktu.

2. Saham adalah Investasi Jangka Panjang

Kedua, tanamkan dalam pola pikir Anda bahwa saham adalah investasi jangka panjang.

Dalam jangka panjang, saham memiliki potensi menguat.

Ketika saham menurun, sebaiknya Anda menunggu sambil memantau daripada langsung memutuskan untuk menjual rugi saham Anda (dalam jangka panjang, pasar biasanya semakin membaik).

Jangan Anda samakan saham dengan jual beli biasa, dimana Anda langsung borong saat harga turun, dan jual habis saat harga naik demi mendapat keuntungan besar.

Kuncinya, pikirkan jangka panjangnya saat mengambil keputusan.

Meskipun orang kerap menyebutnya “main saham”, jangan artikan saham sebagai sebuah permainan hura-hura.

3. Memiliki Pengetahuan, Intuisi, dan Keterampilan

Dalam investasi ini, Anda harus memiliki pengetahuan, intuisi, dan keterampilan yang baik saat mengelola saham.

Tidak benar jika bakat dan kepekaan saja bisa membuat Anda sukses besar bermain saham.

Semua tetap ada prediksi berdasarkan perhitungan dan analisis kondisinya.

Oleh karena itu, Anda harus sigap memantau saham dan segala yang berkaitan dengannya.

Topik ekonomi dan bisnis harus menjadi makanan sehari-hari.

Jika perlu, Anda bisa memperdalam kesaktian berinvestasi saham dengan mengikuti Sekolah Pasar Modal dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

4. Analisis Fundamental Perusahaan

Selanjutnya, pastikan Anda melakukan analisis fundamental perusahaan saat hendak memilih emiten.

Selidiki seluk beluk calon emiten Anda.

Bagaimana profil usahanya, laporan keuangannya, kredibilitasnya, prospek, hingga performanya di pasar modal.

Sumber utama informasi ini bisa Anda akses di BEI dan dari berbagai media massa.

Saham dapat menjadi investasi yang paling menguntungkan untuk Anda.

Namun jangan lupa bahwa ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menjalani investasi ini.

Sebelum memulai investasi apapun, pastikan anda telah mempelajari potensi resiko dan keuntungan yang bisa Anda raih, sehingga cocok dengan tujuan investasi anda.

Jangan lupa juga untuk belajar dari pengalaman orang-orang yang pernah melakukannya.

Selamat berinvestasi !


Istilah-Istilah Dalam Saham

Akuisisi: Pengambilalihan suatu perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan lain dengan cara membeli saham perusahaan tersebut.

Annual report: Laporan keuangan yang dilakukan setiap tahun dan telah mendapat persetujuan pemegang saham di rapat umum.

Auto rejection: Batasan dari pergerakan harga saham seperti pada saat posisi naik dan turun.

Bearish: Harga saham yang menunjukkan keadaan turun.

Bid: Penawaran yang diminta oleh pihak pembeli saham

Blue chip: Kumpulan saham unggulan dari perusahaan profesional dengan reputasi baik serta mudah untuk diperjualbelikan.

Broker: Perusahaan atau orang yang bekerja sebagai perantara antara investor dan perusahaan di dunia jual beli saham.

Bullish: Harga saham yang menunjukkan keadaan naik.

Bursa saham: Pihak atau pasar yang menyediakan atau mengadakan sistem guna mempertemukan pembeli dan penjual saham.

Buyback: Pembelian kembali obligasi atau saham yang masih beredar yang dilakukan oleh emiten dengan alasan dan tujuan yang beragam.

Capital gain: Harga ketika membeli saham lebih kecil dari harga ketika menjual.

Capital loss: Harga ketika membeli saham lebih besar dari harga ketika menjual.

Capital market: Perdagangan dari surat-surat yang berharga.

Closing price: Jumlah harga penutupan efek yang ada di bursa.

Cut loss: Menjual saham ketika berada di posisi rugi dengan tujuan meminimalisir kerugian yang diprediksi akan lebih besar.

Emiten: Perusahaan yang telah mencatatkan jumlah sahamnya pada bursa efek.

IHSG (Index Harga Saham Gabungan): Indikator gabungan dari seluruh pergerakan harga saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Investor: Perusahaan atau orang yang menanamkan uang atau dana pada emiten.

IPO (Initial Public Offering): Penawaran pasar perdana di dalam dunia bursa saham.

Kustodian: Pihak (perusahaan atau perorangan) yang menyimpan semua surat-surat berharga.

Lot: Jumlah satuan minimal dalam penjualan atau pembelian saham, seperti 1 lot sama dengan 100 lembar saham.

Margin Trading: Perdagangan saham dimana sebagian modalnya merupakan pinjaman dari seorang atau perusahaan broker dengan memberikan jaminan saham yang dibeli.

Offer: Penawaran yang diminta oleh pihak investor (penanam modal) yang menjual sahamnya.

Open price: Jumlah harga pembukaan efek yang ada di bursa.

Stock split: Pemecahan satuan unit saham dimana setiap satu unit tersebut dipecah menjadi lebih dari satu unit dengan tujuan untuk menambah jumlah saham yang ada.


Strategi Bermain Saham untuk Pemula

Mulai dengan Jumlah Kecil

Investasi saham memiliki risiko besar, sehingga pemula sebaiknya mulai dari jumlah kecil dulu, misalnya sekitar 10 hingga 30 juta Rupiah.

Ingat bahwa Anda bisa kehilangan uang dalam investasi saham, karena risikonya yang cukup tinggi.

Mulailah dengan jumlah kecil saat Anda perlahan menjelajahi lingkungan investasi saham, sehingga walaupun ada kerugian, tak akan terlalu besar

Amati Situasi Ekonomi dan Politik

Jika Anda tak suka berita, sekarang saatnya untuk rajin mengikuti berita bisnis, ekonomi, bahkan politik.

Investasi saham paling baik dilakukan saat situasi ekonomi sedang stabil atau mengalami peningkatan.

Anda harus pandai-pandai membaca situasi ekonomi negara untuk membuat penilaian (minimal penilaian kasar) terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pilih Saham dari Industri yang Disukai

Investasi saham terbaik harus melibatkan pemahaman terhadap produk, jadi idealnya, investor pemula sebaiknya memilih produk yang disukai.

Anda bisa memilih saham dari perusahaan yang produknya sering Anda gunakan, atau perusahaan yang produknya merupakan sesuatu yang familiar bagi Anda.

Akan tetapi, jangan lupa melihat reputasi dan sepak terjang perusahaan tersebut, termasuk opini dan amatan para ahli ekonomi terhadap potensinya.

Kapitalisasi besar untuk saham

Saham ideal harus memiliki kapitalisasi pasar besar.

Hal ini agar nilai saham tidak mudah dimanipulasi oleh individu untuk kepentingan mereka sendiri (istilahnya “penggoreng saham”).

Individu dengan modal yang cukup lumayan biasanya bisa memanipulasi harga saham yang nilai kapitalisasi pasarnya kecil, namun mereka tak bisa melakukan itu pada saham bernilai besar.

Pilih saham dengan rasio PE rendah

PE adalah istilah untuk rasio harga per lembar saham dibagi pemasukan bersih per lembar saja.

Tidak ada ketentuan seberapa besar atau kecil batas nilai PE yang harus Anda pilih, karena hal ini harus dibandingkan dengan PE produk serupa.

Inilah pentingnya memiliki wawasan terhadap produk lain yang serupa dengan saham yang Anda pilih untuk investasi.

Amati sentimen pasar

Sentimen pasar menjadi penentu nilai saham Anda.

Walaupun nilai PE saham Anda rendah dan harga kapitalisasi pasarnya cukup tinggi, saham tersebut akan turun nilainya jika sentimen pasar sama sekali tidak mendukung.

Sentimen pasar di antaranya adalah harga komoditas, suku bunga, tingkat pengangguran, angka inflasi, dan sebagainya.

Anda masih harus menyesuaikan antara strategi umum ini dengan gaya investasi pribadi, namun secara umum, semua metode ini adalah strategi yang bagus untuk memastikan agar risiko rugi lebih rendah.

 

Firda
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih