Setiap pengusaha harus bisa melihat secara jeli potensi pasar yang ada. Di setiap sektor ekonomi seperti pariwisata, kejelian dalam mengamati potensi pasar juga bisa memberikan keuntungan yang besar. Bisa saja seorang pengusaha dengan adanya pinjaman tanpa agunan kemudian mengembangkan bisnisnya secara cepat, namun jika tidak jeli dalam melihat potensi pasar, maka bisa saja bisnisnya runtuh. Dalam sektor wisata, kini ada potensi pasar yang besar dikenal dengan istilah Halal Tourism. Pasti banyak yang bertanya apa itu Halal Tourism.

Pengertian dan Potensi Halal Tourism

Halal Tourism juga disebut sebagai wisata Syariah bisa dikatakan sebagai salah satu sistem di sektor pariwisata yang khusus dibuat dan diperuntukkan bagi wisatawan muslim yang dalam pelaksanaannya tetap mematuhi aturan atau prinsip Syariah. Contoh, hotel yang mengusung hotel Syariah maka tidak akan melayani atau menyediakan alcohol, menyediakan kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah antara pria dan wanita, menyediakan makanan dan minuman halal dan lain sebagainya.

Potensi Pasar 1; Penduduk

Halal Tourism sendiri mulai dikenalkan pada tahun 2013 tepatnya pada kegiatan Indonesia Halal Expo 2013 & Global Halal Forum yang diadakan pada tanggal 30 hingga 2 November 2013 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Halal Tourism adalah produk baru di sektor pariwisata. Ide ini diusung karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Adalah Pew Research Center yang mengemukakan dari 230 negara dengan Indonesia sebagai peringkat pertama.

Dalam riset tersebut, dipublikasikan bahwa jumlah total dari penduduk Muslim di seluruh dunia adalah 1.6 miliar atau setara 23,2% dari seluruh penduduk dunia. Indonesia memiliki jumlah penduduk total 237.641.326 jiwa sedangkan yang beragama Islam adalah 209.120.000 jiwa ata 87,2%. Data tersebut juga kemudian diperkuat oleh Badan Pusat Statisti (BPS) dalam sensus terakhir pada tahun 2010. Artinya, dari data tersebut potensi pasar akan Halal Tourism begitu besar.

Potensi Pasar 2; Tingginya pasar halal di dunia

Selain jumlah penduduk yang menjadi potensi pasar utama, pasar halal dunia juga semakin diminati. Artinya, saat ini permintaan produk makan dan minuman halal semakin meningkat. Menurut Thomson Reuters, di tahun 2019 diperkirakan pasar halal di dunia sebagai berikut

  • Pasar makan halal mencapai US$ 2,537 miliar atau 21% dari total pengeluaran global
  • Pasar kosmetik halal mencapai US$ 73 miliar atau 6,78 % dari total pengeluaran global
  • Pasar kebutuhan personal halal mencapai US$ 103 miliar atau 6,6 % dari total pengeluaran global

Sedangkan negara dengan potensi pasar makanan halal ini di urutkan sebagai berikut;

  • Indonesia sebesar  US$ 190 miliar
  • Turki US$ 168 miliar
  • Pakistan sebesar US$ 108 miliar

Selain pasar makanan halal, untuk pasar farmasi halal, Indonesia berada di urutan ketiga dengan perolehan US$ 4,9 miliar. Sedangkan untuk kosmetik halal, Indonesia tidak menjadi pasar kosmetik halal terbesar. Demikian kata Marco Tieman, seorang CEO LBB International.

Potensi Pasar 3; Tingginya jumlah wisatawan

Sedangkan untuk sektor wisata, menurut Sapta Nirwandar yang juga merupakan Perwakilan Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah mengatakan bahwa potensi pariwisata halal sangat begitu besar. Menurut data UNWTO Tourism Highlights pada tahun 2014, ada kurang lebih 1 miliar wisatawan dunia dan akan menjadi 1,8 miliar pada tahun 2030 mendatang. Sebagai negara mayoritas berpenduduk Islam, memang sudah seharusnya Indonesia mampu menyedot pasar wisata halal ini dengan membangun wisata muslim-friendly.

Dari beberapa hal diatas, memang sudah dapat dipetakan bahwa potensi Halal Tourism di Indonesia serta di dunia sangat besar. Wajar jika ada perusahaan yang langsung meminati pasar ini bahkan menggunakan pinjaman tanpa agunan sebagai modal awal. Adapun contoh dari halal tourism ini dapat dilihat sebagai berikut;

  • Penyediaan makanan halal
  • Penyediaan minuman halal
  • Penyediaan tempat ibadah
  • Penyediaan informasi masjid terdekat
  • Dilarangnya minuman beralkohol
  • Adanya tempat spa terpisah serta fasilitas umum lain antara pria dan wanita
  • dan lain-lain.

Adapun fokus dari Halal Tourism yang mendapatkan pelatihan adalah ;

  • Hotel
  • Restoran
  • Biro perjalanan
  • Spa

Dari ini semua, dapat dilihat bahwa potensi Halal Tourism sangat besar apalagi jika Indonesia bisa memanfaatkan potensi ini secara maksimal. Halal Tourism sendiri menjadi Extended Service atau bersifat komplementer sehingga tidak akan mengganggu sektor wisata yang sudah ada bahkan justru akan meningkatkan persaingan.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.