Home » Blog » Investasi & Keuangan Pribadi » Ingin Membeli SBR (Saving Bond Ritel)? Pahami Dulu Istilah-istilahnya!

Ingin Membeli SBR (Saving Bond Ritel)? Pahami Dulu Istilah-istilahnya!

Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Pada tahun 2021 lalu, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan seri SBR (Saving Bond Ritel) yaitu SBR010.

Kabarnya di tahun 2022 ini juga akan diterbitkan SBR seri selanjutnya yaitu SBR011.

SBR sendiri saat ini telah diminati oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan individu.

Lalu, apa sih sebenarnya SBR itu?

SBR atau Saving Bond Ritel adalah salah satu alternatif investasi untuk Warga Negara Indonesia yang menawarkan imbalan berupa kupon (bunga).

SBR pun diterbitkan oleh pemerintah guna membantu membiayai anggaran negara.

Baca juga: SBR011 Mulai Dipasarkan Akhir Bulan Mei, Lihat Penjelasan Selengkapnya Yuk!

SBR termasuk dalam salah satu jenis Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) dan ditawarkan untuk individu atau perseorangan, sehingga dinamakan ritel.

Bagi kamu yang tertarik berinvestasi melalui SBR seri terbaru, biasanya perlu mengeluarkan modal dengan minimal pembeliannya Rp 1 juta rupiah dan dengan dana maksimal pembelian sebesar Rp 3 miliar.

Tapi, ketentuan tersebut juga bisa berubah tergantung dengan peraturan saat SBR diterbitkan.

Nah, sebelum kamu membelinya, ada baiknya jika pahami istilah-isltilah yang terkait dengan Saving Bond Ritel.

Dengan begitu, kamu dapat lebih paham dan tidak mengalami kebingungan untuk ke depannya.


Kupon

Istilah kupon pada SBR adalah bunga atau imbal balik yang akan investor dapatkan.

Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan investasi, sudah pasti memahami apa itu bunga.

Kupon ini dihitung berdasarkan presentasi terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan setiap bulan sekali.

Sebagai contoh, kamu membeli seharga Rp100 juta dengan, kupon 7,20% per tahun, maka dalam setahun investor akan mendapatkan bunga Rp7.200.000 juta.

Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman untuk Kebutuhan Pribadi dan Bisnis

Tapi, karena pembayaran setiap bulan sekali, maka investor akan menerima bunga Rp 7,2 juta : 12 = Rp600.000 setiap kali pembayaran kupon.

Terdapat dua jenis kupon yang bisa  dipilih, yaitu fixed (tetap) atau floating (mengambang).

Kupon fixed besaran bunganya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo. Sementara kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan.


Masa Penawaran

Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditentukan oleh Pemerintah untuk membeli produk SBR.

Baca juga: Waspada Saham Gorengan! Bukannya Untung Malah Buntung

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat yang tertarik untuk membeli SBR hanya bisa memesan pada jangka waktu yang nanti akan ditetapkan oleh pemerintah.

Misalnya seperti SBR seri lalu yaitu SBR010, yang hanya bisa dibeli dari tanggal tanggal 21 Juni – 15 Juli 2021.


Tanggal Penetapan

Waktu saat Kementrian Keuangan menetapkan berapa total jumlah pesanan SBR yang masuk.

Hal ini biasanya dilakukan setelah investor melakukan pemesanan pada masa penawaran.


Maturity (Jatuh Tempo) dan Tenor

Tenor adalah adalah jangka waktu investasi atau masa berlakunya.

Setelah jangka waktu SBR telah habis atau jatoh tempo, maka modal atau uang pokok pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah.

Baca juga: SBR011 Mulai Dipasarkan Akhir Bulan Mei, Lihat Penjelasan Selengkapnya Yuk!

Tenor SBR biasanya berlaku selama 2 tahun.

Contoh, SBR010 yang diterbitkan pada tahun 2021 lalu akan jatuh tempo dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 2021.

Dikarenakan karakteristik inilah, investasi SBR sama seperti deposito bank yang memang memiliki jatuh tempo.

Tapi, walaupun memiliki waktu jatuh tempo, para investor juga bisa melakukan pencarian di awal karena ada fasilitas Early Redemption yang akan dibahas pada poin selanjutnya.


Early Redemption

Fasilitas early redemption disediakan oleh Pemerintah bagi para investor SBR yang ingin melakukan pencairan dana lebih awal.

Jadi, investor tidak perlu menunggu hingga mature atau jatuh tempi.

Adapun, besaran dana yang bisa dicarikan oleh para investor maksimal sebanyak 50 persen.

Bagi investor yang ingin melakukan Early redemption, minimal dana yang bisa dicarikan adalah Rp1 juta (dari kepemilikan awal Rp2 juta) atau jumlah dengan kelipatan Rp1 juta.


Settlement

Settlement adalah tanggal penyelesaian.

Setelmen merupakan penyelesaian transaksi dari pembelian SBR.

Artinya, jika kamu telah membeli SBR pada tanggal masa penawaran, Anda sudah resmi menjadi investor.

Perhitungan kupon SBR pun dimulai per tanggal Anda membeli SBR.

Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu Saham-saham Berikut Ini

Setelmen merupakan penyelesaian transaksi dari pembelian SBR.

Jadi artinya, jika seseorang melakukan pemesanan SBR di masa penawaran, maka di tanggal ini ia sudah resmi jadi investor.

Di tanggal ini juga nantinya perhitungan kupon SBR akan dimulai.

Contoh, masa penawaran SBR010 ditetapkan tanggal 21 Juni – 15 Juli 2021.

Tanggal setelmen SBR010 adalah pada 22 Juli 2021.


Floating with Floor

Floating with Floor artinya kupon bersifat mengambang dengan batas minimum.

Jadi, nilai kupon yang didapatkan investor bisa naik dari jumlah penetapan awal dan bisa juga turun namun tidak melebihi dari batas minimum yang ditetapkan.

Adapun, penetapan kupon ini akan ditinjau setiap tiga bulan sekali.

Besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia atau 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) yang dijadikan sebagai acuan.

Baca Juga: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga BI


Kuota

Pada masing-masing individu, Pemerintah telah menetapkan untuk maksimal pembelian, yaitu Rp 1 juta untuk dana minimum dan Rp 3 miliar untuk maksimalnya.

Artinya, kamu bisa membeli SBR berkali-kali pada masa penawaran, namun batas pembelian hanya sebesar 3 miliar.

Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan adanya kuota nasional, atau jumlah SBR yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran.

Baca juga: 4 Manfaat Investasi Saham untuk Masa Depan

Sebagai contoh, pada penerbitan SBR005, kuota nasional yang pada awalnya sebesar Rp2 triliun dinaikkan menjadi Rp 5 triliun. Hal tersebut, karena minat masyarakat besar pada seri ini meningkat tajam.


Mitra Distribusi

Biasanya peluncuran produk SBR ditawarkan secara online.

Dalam proses peluncurannya kepada masayarakat, Kementerian Keuangan menunjuk perusahaan-perusahaan untuk membantu mendistribusikan produk.

Perusahaan yang diunjuk oleh Pemerintah itulah yang menjadi Mitra distribusi.

KoinWorks melalui KoinBond menjadi salah satu Mitra Distribusi yang dipercaya untuk memasarkan Surat Utang Negara lainnya termasuk SBR.

KoinBond adalah salah satu produk dari KoinWorks yang fokus menawarkan beragam Surat Utang Negara yang dipasarkan pemerintah.

Adapun, siapa saja bisa membeli SBR di KoinWorks dengan klik di sini, lalu lakukan registrasi.

Setelah itu, lakukan pendaftaran E-SBN di bagian paling bawah produk KoinRobo.

Baca Juga: KoinBond, Kembangkan Asetmu Sekaligus Bantu Ekonomi Bangsa Melalui Investasi SBN 


Itulah definisi dan istilah yang biasa digunakan pada produk SBR.

Dengan berinvestasi melalui SBR, selain bisa mendapatkan keuntungan, kamu juga turut membantu Pemerintah memajukan Indonesia.

Semoga dengan penjelasan di atas bisa membantu kamu, ya!

Selamat berinvestasi!

Ingin Membeli SBR (Saving Bond Ritel)? Pahami Dulu Istilah-istilahnya!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​