Ingin Membeli SBR (Saving Bond Ritel)? Pahami Dulu Istilah di Dalamnya! – Pada 5 September 2019, Pemerintah telah mengeluarkan seri SBR (Saving Bond Ritel) terbaru, yaitu SBR008, yang ditawarkan selama 14 hari, yakni mulai 5 September sampai dengan 19 September 2019.

SBR sendiri saat ini telah diminati oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan individu.

Terbukti bahwa meskipun kupon SBR008 lebih rendah dibandingkan seri sebelumnya, yaitu SBR007 dari 7.50% menjadi 7.20%, namun SBR008 tetap menarik perhatian masyarakat luas.

Lalu, apa sih sebenarnya SBR itu?

SBR atau Saving Bond Ritel adalah salah satu alternatif investasi untuk Warga Negara Indonesia yang menawarkan imbalan berupa kupon (bunga). SBR pun diterbitkan oleh pemerintah guna membantu  membiayai anggaran negara.

Baca juga: SBR008 Telah Dirilis, Ini Dia Detailnya!

SBR sendiri merupakan salah satu jenis Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Negara (SBN) dan ditawarkan untuk individu atau perseorangan, sehingga dinamakan ritel.

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi melalui SBR seri terbaru, yaitu SBR008, Anda perlu mengeluarkan dana dengan minimal pembeliannya Rp 1 juta rupiah dan dengan dana maksimal pembelian untuk satu nama sebesar Rp 3 miliar.

Namun, sebelum Anda membelinya, ada baiknya jika pahami istilah-isltilah yang terkait dengan Saving Bond Ritel. Supaya Anda tidak mengalami kebingungan untuk ke depannya.


Ingin Membeli Saving Bond Ritel (SBR) ? Pahami Dulu Istilah di Dalamnya!

1Kupon

bunga-tabungan-saham-investas-rumah-suku-kpr-rates-interest- SBR

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan investasi, sudah pasti Anda memahami apa itu bunga. Ya, istilah kupon pada SBR adalah bunga atau imbal balik yang akan investor dapatkan.

Kupon ini dihitung berdasarkan presentasi terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan setiap bulan sekali.

Sebagai contoh, Anda membeli seharga Rp100 juta dengan, kupon 7.20 persen per tahun, maka dalam setahun investor akan mendapatkan bunga Rp7.200.000 juta.

Akan tetapi karena pembayaran setiap bulan sekali, maka investor akan menerima bunga Rp 7.2 juta : 12 = Rp600.000 setiap kali pembayaran kupon.

Terdapat dua jenis kupon yang bisa Anda pilih, yaitu fixed (tetap) atau floating (mengambang).

Kupon fixed besaran bunganya selalu tetap dari awal hingga jatuh tempo. Sementara kupon floating bisa berubah bergantung dengan acuan.


2Masa Penawaran

SBR 2

Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditentukan oleh Pemerintah untuk membeli produk SBR.

Baca juga: Waspada Saham Gorengan! Bukannya Untung Malah Buntung

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat yang tertarik untuk membeli SBR008 hanya bisa memesan pada jangka waktu yang nanti akan ditetapkan oleh pemerintah, yaitu pada tanggal 5-19 September 2019 saja.


3Tanggal Penetapan

SBR

Setelah Anda atau para investor melakukan proses pemesanan pada masa penawaran, Kementerian Keuangan pun akan menetapkan total jumlah pesanan SBR yang masuk.


4Maturity (Jatuh Tempo) dan Tenor

SBR3

Tenor adalah adalah jangka waktu investasi atau masa berlakunya. Setelah jangka waktu SBR telah habis atau jatoh tempo, maka modal atau uang pokok pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah.

Baca juga: 6 Alasan Penting Pembayaran Tagihan Kartu Kredit harus Tepat Waktu 

Tenor SBR biasanya berlaku selama 2 tahun. Contoh, SBR008 yang diterbitkan pada 5 September 2019 akan jatuh tempo dua tahun kemudian, yaitu pada November 2021.


5Setelmen

SBR4

Setelmen adalah tanggal penyelesaian. Artinya, jika Anda telah membeli SBR pada tanggal masa penawaran, Anda sudah resmi menjadi investor. Perhitungan kupon SBR pun dimulai per tanggal Anda membeli SBR.

Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu Saham-saham Berikut Ini

Contoh, masa penawaran SBR008 ditetapkan tanggal 5 hingga 19 September 2019. Tanggal penetapan hasil penjualan adalah 23 September 2019. Kemudian, tanggal setelmen SBR008 adalah pada 25 September 2019.


6Floating with Floor

SBR5

floating with floor sendiri  memiliki arti sebagai besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia atau 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) yang dijadikan sebagai acuan.

Jika pada seri sebelumnya, SBR007, ditetapkan kupon floating with floor ditetapkan dengan nilai minimal sebesar  7,5 persen per tahun.

Maka, untuk seri terbaru, SBR008, kupon floating with floor minimal menjadi sebesar 7,2 persen per tahunnya.


7Early Redemption

SBR6

Fasilitas early redemption disediakan oleh Pemerintah bagi para investor SBR yang ingin melakukan pencairan dana lebih awal. Anda atau para investor lainnya bisa mencairkan maksimal sebanyak 50 persen.

Bagi yang ingin melakukan Early redemption, minimal Rp1 juta (dari kepemilikan awal Rp2 juta) atau jumlah dengan kelipatan Rp1 juta.


8Kuota

SBR7

Pada masing-masing individu, Pemerintah telah menetapkan untuk maksimal pembelian, yaitu Rp 1 juta untuk dana minimum dan Rp 3 miliar untuk maksimalnya.

Artinya, Anda bisa membeli SBR berkali-kali pada masa penawaran, namun batas pembelian hanya sebesar 3 miliar.

Selain itu, Pemerintah juga memberlakukan adanya kuota nasional, atau jumlah SBR yang diterbitkan dan tersedia bagi seluruh investor dalam satu seri penawaran.

Baca juga: 4 Manfaat Investasi Saham untuk Masa Depan

Sebagai contoh, pada penerbitan SBR005, kuota nasional yang pada awalnya sebesar Rp2 triliun dinaikkan menjadi Rp 5 triliun. Hal tersebut, karena minat masyarakat besar pada seri ini meningkat tajam.


9Mitra Distribusi

SBR8

Biasanya peluncuran produk SBR ditawarkan secara online. Dalam proses peluncurannya kepada masayarakat, Kementerian Keuangan menunjuk perusahaan-perusahaan untuk membantu mendistribusikan produk.

Perusahaan yang diunjuk oleh Pemerintah itulah yang menjadi Mitra distribusi.


Itulah definisi dan istilah yang biasa digunakan pada produk SBR. Dengan berinvestasi melalui SBR, selain bisa mendapatkan keuntungan, Anda juga turut membantu Pemerintah memajukan Indonesia.

Selain SBR, Ada juga lho investasi yang bisa Anda lakukan sembari memberikan manfaat kepada orang lain, yaitu dengan berinvestasi melalui Peer-to-Peer Lending di KoinWorks.

Melalui Peer-to-Peer Lending, Anda turut membantu para pelaku UKM guna memajukan bisnis mereka.

Bahkan Anda bisa memulai investasi di P2P hanya dengan Rp100.000 saja dan mendapatkan imbal hasil hingga 21,32% per tahunnya.

Pastinya, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan investasi P2P di KoinWorks, karena KoinWorks telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Semoga dengan penjelasan di atas bisa membantu bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi, baik berinvestasi melalui produk SBR ataupun lainnya.

Selamat berinvestasi!



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.