Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi! – Keberadaan Surat Utang Negara (SUN) sudah banyak diketahui masyarakat, termasuk ORI, SBR, dan Sukuk yang merupakan jenis-jenis dari obligasi negara.

Dalam beberapa situasi, Anda pasti sulit membedakan jenis-jenis dari obligasi itu sendiri. Secara sederhana, obligasi negara dikategorikan menjadi dua bagian yaitu obligasi konvensional dan obligasi syariah.

Obligasi konvensional yaitu mencakup ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Saving Bond Ritel), sedangkan yang termasuk obligasi syariah yaitu SR (Sukuk Ritel).

Lalu, mengapa sukuk dikatakan obligasi syariah?

Investasi sukuk telah diakui dan dijamin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan perdagangannya pun berbasis syariah atau sesuai dengan syariat Islam.

Sukuk ini juga dianggap tidak menyalahi aturan agama, bahkan tidak memiliki bunga.

Walaupun begitu, penerbitan sukuk dapat dilakukan oleh emiten non-syariah. Namun, prosesnya tetap harus menggunakan prinsip syariah yang berlaku.

Dalam arti lain, penerapan sukuk tidak dapat disamakan dengan penerapan pada jenis investasi lainnya.

Pertanyaannya sekarang, apakah Anda tahu bahwa terdapat beberapa perbedaan prinsip antara obligasi konvensional dengan obligasi syariah (sukuk)?

Berikut adalah perbedaan sukuk dan obligasi yang perlu Anda simak.


Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!

1Sifat Instrumen

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!
Photo by Helloquence on Unsplash

Hal pertama dalam perbedaan sukuk dan obligasi adalah sifat instrumennya.

Pada investasi obligasi konvensional, perdagangan obligasi dinilai sebagai surat utang (pernyataan utang). Sedangkan sukuk menilainya sebagai sertifikat atas kepemilikan atau pembelian aset.

Baca juga: Investasi Obligasi Untuk Anda yang Memiliki Modal Terbatas

Oleh karena itu, sukuk memiliki Underlying Asset atau SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) sebagai bukti kepemilikan investor atas obligasi. Sementara ORI dan SBR tidak memerlukan hal itu.


2Penggunaan Dana

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!
Photo by Josh Appel on Unsplash

Perbedaan sukuk dan obligasi yang kedua yaitu jika dalam obligasi konvensional, jenis industri yang dijalankan oleh penerbit (emiten) tidak dibatasi alias dibebaskan, maka lain halnya dengan sukuk.

Baca juga: Jangan Percaya Mitos Investasi SUN (Surat Utang Negara) Berikut Ini!

Jenis industri yang dikelola dan pendapatan yang dihasilkan oleh penerbit harus jauh dari unsur yang diharamkan syariat. Dalam sukuk ini, memang banyak pertimbangan penggunaan dana terkait dengan kebijakan syariah yang telah disahkan oleh MUI.


3Keuntungan

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!
Photo by Austin Distel on Unsplash

Bagian perbedaan sukuk dan obligasi ini yang mungkin menjadi pertanyaan dalam benak Anda. Di dalam sukuk, tetap ada keuntungan yang dihasilkan, sama seperti investasi obligasi konvensional. Namun, penyebutan dan prinsipnya saja yang berbeda.

Pada investasi ORI dan SBR, Anda akan mendapatkan kupon (bunga) dan capital gain (kalau Anda menjualnya di pasar sekunder) sebagai keuntungan.

Sementara pada investasi sukuk, Anda akan menerima imbalan yang berasal dari ujrah (uang sewa), margin, bagi hasil, atau imbalan lain sesuai dengan akad yang telah disepakati bersama.


4Biaya Administratif

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!

Mekanisme sukuk akan diawasi oleh pihak Dewan Pengawas Syariah yang berada di bawah MUI selama masa penerbitan. Oleh karena itu, dalam sukuk terdapat tambahan biaya (fee) untuk upah Dewan Pengawas Syariah.

Sementara pada obligasi konvensional, Anda hanya perlu membayar biaya administratif tanpa tambahan biaya untuk upah Dewan Pengawas Syariah atau tambahan biaya lainnya.


5Pungutan OJK

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!
img source: portonews.com

Dalam investasi yang terdaftar di OJK, biasanya ada biaya khusus untuk OJK yang disebut pungutan OJK. Pungutan OJK digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, pengadaan aset, administratif, serta kegiatan pendukung lainnya.

Jumlahnya adalah sebesar 0.05% dari nilai emisi, maksimal Rp 150 juta pada obligasi syariah dan Rp 750 juta pada obligasi konvensional.


6Dokumentasi Tambahan

Apa Perbedaan Sukuk dan Obligasi? Pahami Ini Dulu Sebelum Berinvestasi!
Photo by San Ka√Ņzn on Unsplash

Pada investasi obligasi, dibutuhkan laporan pertanggung jawaban atau yang disebut dokumentasi. Namun, pada sukuk, terdapat dokumentasi tambahan yang isinya memaparkan berbagai transaksi pembiayaan syariah.

Pada obligasi konvensional isi dokumentasinya relatif lebih singkat bila dibandingkan dengan obligasi syariah. Itulah perbedaan sukuk dan obligasi dalam hal dokumentasi.


Bagaimana? Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda sudah mulai paham mengenai perbedaan sukuk dan obligasi konvensional?

Pada intinya, apapun jenis investasi obligasi negara yang Anda pilih, semuanya memiliki tingkat keamanan yang dijamin oleh negara karena sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang itu.

Di samping itu, ternyata ada jenis investasi lainnya berbasis Peer-to-Peer Lending yang keamanannya terjamin karena sudah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya yaitu KoinWorks.

KoinWorks merupakan perusahaan fintech P2P Lending yang akan mempertemukan Anda dengan para pebisnis di Indonesia.

Anda bisa mendanai sekaligus membantu untuk ekspansi bisnis yang mereka jalani. Dengan begitu, Anda juga ikut berkontribusi untuk memajukan perekonomian di Indonesia.

Mulai dari Rp100.000, Anda sudah bisa mulai untuk mendanai. Anda berkesempatan mendapat imbal hasil mencapai 21.32% per tahun.

Tertarik mendanai di KoinWorks? Daftar sebagai pendana sekarang juga!



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.