Home » Blog » Investasi & Keuangan Pribadi » Pajak P2P Lending, Apa Saja dan Bagaimana Cara Lapornya?

Pajak P2P Lending, Apa Saja dan Bagaimana Cara Lapornya?

·
3 menit
Pajak P2P

Salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika berbicara tentang Peer-to-Peer Lending (P2P) adalah apakah pendana kena pajak P2P?

Sebelum membahas mengenai pajak, mari kita bahas sedikit tentang pengertian P2P.

Peer-to-Peer (P2P) merupakan sebuah instrumen investasi yang sedang ramai digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Secara sederhana P2P lending merupakan layanan jasa keuangan yang membantu pendana maupun peminjam dalam menempatkan dan menyalurkan dana yang dipertemukan pada suatu platform seperti produk KoinP2P dari KoinWorks.

KoinP2P menjadi pilihan para pendana bukan hanya karena imbal hasil yang bisa menyentuh 18% per tahun tapi juga dikarenakan menjadi pendana di KoinP2P secara tidak langsung turut andil dalam perkembangan UMKM di Indonesia.

Berbicara tentang negara tercinta, Indonesia merupakan negara yang cukup ketat akan peraturan pajaknya.

Lalu, apa saja pajak yang terkait dengan pendanaan di P2P?

Simak selengkapnya dibawah ini, ya!


Pendana Kena Pajak P2P

Pada dasarnya setiap pendana di P2P akan mendapatkan keuntungan atau penghasilan tambahan berupa bunga pinjaman.

“Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan s.t.d.t.d Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dijelaskan sebagai berikut:

Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

Dalam hal ini, imbal hasil yang didapatkan oleh pendana termasuk dalam objek pajak yang dikenakan pajak penghasilan sehingga sangat dihimbau kepada pendana untuk melaporkan penghasilan ini dalam SPT Tahunan masing-masing (Self-Assesment)


Tarif Pajak P2P Bagi Pendana

Tarif pajak P2P bagi pemberi pinjaman selama ini masih menjadi obrolan yang menarik, karena nyatanya masih banyak yang merasa kebingungan terkait berapa jumlah pajak yang harus mereka bayarkan dari imbal hasil yang didapatkan melalui P2P Lending.

Pada umumnya penghasilan yang didapatkan oleh pendana berupa bunga dari peminjam terutang Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15% yang wajib dipotong oleh peminjam yang memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sebagai contoh dibawah ini:

PT A memberikan pinjaman dengan nominal sebesar Rp 10.000.000,- kepada PT B dengan bunga sebesar Rp 1.000,000,-.

Dalam melunasi pinjaman beserta bunganya, PT B akan melakukan pemotongan PPh Pasal 23 sebesar 15% atas bunga yang kemudian disetorkan ke kas negara dan dibuatkan bukti pemotongan yang menjadi kredit pajak bagi PT A.”


Cara Pelaporan Pajak atas Investasi dalam P2P Lending

Untuk memenuhi ketentuan perpajakan yang ada, kami mengimbau pendana untuk melaporkan setiap penghasilan imbal hasil dan investasi pendanaan yang berjalan dalam SPT Tahunan masing-masing.

Pelaporan ini terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Imbal hasil pendanaan berupa bunga yang terutang pajak penghasilan per 31 Desember pada Tahun Pajak yang bersangkutan; dan/atau
  2. Nilai pendanaan yang belum jatuh tempo atau belum mendapatkan imbal hasil per 31 Desember pada Tahun Pajak yang bersangkutan.

 

Bagaimana caranya? Berikut tips pelaporannya dalam SPT Tahunan:

Contoh:

Selama Tahun Pajak 2019, kamu memperoleh imbal hasil bunga sebesar Rp 5.000.000,- dan memiliki dana investasi sebesar Rp 10.000.000,- yang belum jatuh tempo.

Atas penghasilan berupa bunga dicantumkan dalam Lampiran Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya yaitu sebesar Rp 5.000.000,-

Pajak P2P PPh 21

Selanjutnya, jangan lupa untuk memastikan bahwa jumlah pada bagian Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya tercatat dalam Lampiran Induk SPT Tahunan agar dapat menghitung Penghasilan Kena Pajak, sebagai berikut:

Pajak P2P PPh 21

Setelah itu, maka hitunglah Pajak Penghasilan terutang dengan mengalikan Penghasilan Kena Pajak dengan tarif PPh yang sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku.

Jangan lupa untuk melunasi Pajak Terutang dan melampirkan Bukti Penerimaan Negara sebelum melaporkan SPT Tahunan kamu.

Untuk Investasi P2P Lending yang masih berjalan atau belum jatuh tempo sampai dengan berakhirnya suatu tahun pajak maka kami mengimbau agar investasi tersebut dilaporkan dalam daftar lampiran harta/aset Wajib Pajak pada akhir tahun dalam SPT Tahunan dengan contoh sebagai berikut:

Pajak P2P

Kamu bisa memasukkannya di form lampiran II bagian B yaitu Daftar Harta Pada Akhir Tahun.

Cara mengisinya adalah, sebagai berikut:

  • Masukkan ke Kode Harta 039 : Investasi Lainnya
  • Untuk keterangan boleh diisi jenis investasi dan platform investasi
  • Tahun perolehan diisi tahun awal pendanaan (harta)
  • Harga perolehan adalah Nilai saldo per 31 Desember tahun pajak

Bagaimana?

Sekarang sudah paham bagaimana cara lapor pajak P2P, kan?

Sebagai wajib pajak yang baik, pastikan untuk melakukan pelaporan pajak setiap tahun, dan jangan lupa untuk terus meningkatkan pendanaanmu di KoinP2P.

Terima kasih atas kontribusi kamu selama ini dalam membangun UMKM di Indonesia.
Mari terus berkontribusi untuk ekonomi Indonesia yang semakin maju.


Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks
Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin
Artikel Terkait
Pajak P2P Lending, Apa Saja dan Bagaimana Cara Lapornya?

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​