Home » Blog » Gaya Hidup » Mau Jadi Pengusaha Start-Up? Ikuti Pelatihan dan Prinsip Ini

Mau Jadi Pengusaha Start-Up? Ikuti Pelatihan dan Prinsip Ini

Pengusaha Start-Up

Menjadi pengusaha start-up tentunya merupakan impian banyak orang.

Membangun sebuah perusahaan merupakan salah satu niat terbaik untuk ikut berpartisipasi menggeliatkan perekonomian.

Hanya saja untuk menjadi seorang pengusaha yang berhasil dan sukses, kamu harus mampu memiliki kemampuan atau keterampilan yang mumpuni.

Sebagai seorang pengusaha pemula sangat penting untuk memahami masalah keuangan, pemasaran, kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi diri.

Semua hal tersebut bisa kamu dapatkan dengan cara mengikuti kursus atau pelatihan yang bisa membantu kamu untuk memulai sebuah bisnis.


Pelatihan untuk Pengusaha Start-Up

Keterampilan Penjualan

Sebagai seorang pengusaha sudah seharusnya kamu memiliki keterampilan untuk menjual dengan efektif.

Pelatihan yang baik akan mengajarkan kamu tentang praktik penjualan yang baik dan memungkinkan kamu untuk mengajarkan para karyawan tentang teknik menjual yang penting untuk dilakukan.


Kemampuan Managerial Pengusaha Start-Up

Saat memulai bisnis sendiri, kamu perlu tahu cara memimpin dan mengelola tim, memotivasi karyawan, berkomunikasi secara efektif, dan mengambil keputusan dengan tepat.

Dengan pelatihan yang baik dan mumpuni diharapkan kamu bisa memahami dengan baik cara mendelegasikan tugas, berkomunikasi dengan baik, menerapkan sikap tegas, dan memberikan umpan balik kepada karyawan.


Keterampilan Keuangan Bisnis

Ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh seorang pemimpin perusahaan, salah satunya adalah memahami dengan baik masalah keuangan.

Sebagian besar tugas seorang manajer adalah meninjau dokumen keuangan, melakukan analisis kinerja keuangan, dan mengelola anggaran.

Tidak hanya itu saja, kamu juga diharapkan untuk mengkomunikasikan kinerja keuangan dengan anggota tim, melakukan diskusi, merencanakan anggaran, dan rencana investasi yang akan dilakukan.

Hal yang menjadi permasalahan dan kendala adalah saat kamu tidak memiliki latar pendidikan di bidang keuangan.

Mengikuti pelatihan dan pendidikan di bidang keuangan bisnis sangat penting untuk dilakukan oleh seorang manajer.


Pengusaha Start-Up Perlu Mengembangkan Soft Skill

Soft skill sering juga disebut dengan kemampuan sosial atau interpersonal yang memungkinkan kamu untuk berkomunikasi dan membangun hubungan kerja yang baik.

Soft skill merupakan keterampilan sederhana yang bisa dipelajari dan ditingkatkan oleh semua orang.

Keterampilan ini akan membantu kamu untuk meningkatkan kinerja dan kesuksesan pekerjaan yang dilakukan saat ini.

Saat ini sudah banyak lambaga pendidikan non-formal yang menawarkan kursus untuk mengembangkan keterampilan interpersonal atau soft skill yang ditujukan untuk pemimpin perusahaan.


Keterampilan Manajemen Waktu yang Efektif

Setiap pengusaha yang sukses pasti memiliki sikap pantang menyerah, berpikir strategis, dan mampu mengelola waktu dengan efektif.

Manajemen waktu sangat berkaitan dengan kemampuan kamu untuk mengatur berapa lama waktu yang akan dihabiskan untuk melakukan kegiatan tertentu.

Pastikan kamu mengelola waktu dengan baik dengan cara melakukan aktivitas yang memberikan nilai tambah bagi bisnis dan bisa memberikan banyak manfaat


Berkomunikasi Secara Efektif

Keterampilan berkomunikasi secara efektif tidak hanya bermanfaat untuk sukses dalam aspek kehidupan, tetapi juga bermanfaat untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan.

Kemampuan berkomunikasi tidak hanya tentang mengungkapkan kalimat yang efektif saja, tetapi berhubungan juga dengan ekspresi wajah, bahasa tubuh, penampilan, dan sinyal non-verbal yang lainnya.

Latihlah diri kamu untuk mengikuti kursus keterampilan berkomunikasi yang bisa membantu kamu untuk menyampaikan pesan secara lugas dan jelas.

Pastikan setiap pesan yang akan disampaikan sudah kamu sesuaikan dengan audiens yang akan menyimak dan mendengarkan.


Prinsip Pengusaha Start-Up

Jangan Mencari Persetujuan

Siapa bilang mendirikan sebuah usaha itu mudah? Dibutuhkan upaya dan dukungan maksimal dari orang-orang terdekat. Ingat, percaya saja pada seseorang yang benar-benar “dekat” dengan kamu.

Apakah termasuk keluarga? Sahabat? Pasangan?

Bisa jadi mungkin. Namun, kamu tidak akan tahu apa yang ada di pikiran dan hati mereka. Tidak semua orang ingin melihat kamu berhasil, bahkan keluarga atau pasangan kamu.

Alasannya bukan karena mereka tidak menyayangimu, tapi mereka tidak ingin sifat kamu nantinya berubah drastis. Bisa saja setelah memiliki usaha, kamu berubah jadi sombong, kasar, bahkan tidak ada rasa peduli. Hmm, itulah yang kira-kira ada di pikiran mereka.

Solusinya, jangan menunggu persetujuan dari siapapun untuk menjalani usaha kamu yang baru. Cukup percaya dan fokus pada diri sendiri. Hasilnya, kamu yang menentukan.

Jika kamu menunggu persetujuan dari orang lain, maka akan semakin lama kamu yakin bahwa kamu bisa menjalankannya. Ujung-ujungnya, semangat dan niat kamu itu hanya akan menjadi wacana yang enggan untuk diwujudkan.


Pengusaha Start-Up Terus Berinvestasi

Menjadi pengusaha Startup sama saja dengan kamu berinvestasi jangka panjang. Modal yang kamu keluarkan di awal, tidak akan kembali secepat kilat. Butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tergantung jenis usaha yang kamu jalani.

Kamu hanya perlu meluruskan niat dan tujuan. Jangan mencari keuntungan di awal berdirinya usaha kamu karena kamu tidak akan mendapatkannya secepat kamu menginginkannya.

Mulailah berpikir bahwa investasi ini akan bermanfaat untuk kamu seumur hidup, bahkan untuk meningkatkan taraf hidup kamu di masa mendatang bersama keluaga kecil kamu yang baru.

Sebab, nanti ada waktunya di saat kamu hanya tinggal menikmati pundi-pundi keuntungan yang dihasilkan dari perusahaan Startup kamu tanpa harus bersusah payah menghabiskan tenaga.

Tapi tenang saja, tidak menutup kemungkinan bagi kamu untuk berinvestasi di luar bisnis kamu sendiri. Tunggu setidaknya ketika kamu sudah memiliki pendapatan yang layak di waktu 3-6 bulan setelah konsep Startup kamu berjalan dengan maksimal.


Ingat Visi yang Kamu Buat

Perbanyak motivasi dalam diri kamu dan juga karyawan kamu. Berikan inspirasi kepada mereka untuk membuat perusahaan kamu tetap berada di jalur yang tepat.

Kamu sadar bahwa kamu belum cukup mumpuni untuk memberi mereka gaji yang besar, maka satu-satunya cara agar mereka tetap bekerja dengan produktif yaitu memberikan reward dan juga motivasi.

Ingatkan visi atau tujuan awal perusahaan kamu kepada semua karyawan kamu. Adakan pertemuan harian atau mingguan untuk membangkitkan semangat mereka.

Katakan betapa hebatnya terlibat di dalam Startup yang kamu dirikan, bakar semangat mereka lebih besar lagi. Kalau perlu, buat satu slogan motivasi yang mudah diingat, termasuk bagi karyawan internal kamu.


Pelatihan keterampilan dan prinsip yang kami sampaikan di atas merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh pengusaha start-up.

Kembangkan keterampilan dan prinsip tersebut agar kamu bisa mengembangkan bisnis dengan baik di masa depan.

Devayanti Pardi
Content Creator at KoinWorks

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​