Home » Blog » Bisnis & UKM » 3 Pola Pikir yang Salah dari Pengelola Usaha Terhadap Investor Pribadi

3 Pola Pikir yang Salah dari Pengelola Usaha Terhadap Investor Pribadi

·
3 menit
Perkuat Fondasi Keuangan Kamu dengan 5 Langkah Mudah Berikut Ini!

Setiap perusahaan, baik besar maupun kecil tentu membutuhkan modal. Modal bisa didapatkan dari mana saja seperti dari pinjaman pribadi tanpa agunan termasuk juga dari investor. Investor ada banyak jenis, salah satunya disebut dengan investor pribadi. Sesuai namanya, investor pribadi bergerak atas nama pribadi, bukan perusahaan atau kelompok. Investor pribadi bisa saja memiliki banyak kelebihan dibanding dengan jenis investor lain. Namun, ini pula yang menyebabkan pelaku usaha melakukan kesalahan dalam memahami investor pribadi.

Anda perlu mencatat bahwa semua jenis investor, termasuk investor pribadi tentu ingin apa yang ia investasikan membuahkan hasil berupa keuntungan. Jujur saja, jika Anda adalah seorang investor pribadi, tentu Anda tidak ingin mendapat kerugian walau Anda sadar bahwa antara untung dan rugi dalam dunia investasi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Terkadang untung, terkadang rugi juga. Namun tetap, semua investor ingin mendapat keuntungan dari uang atau sesuatu yang sudah diinvestasikan.

Bagi pelaku usaha, mendapatkan investor yang tepat memang bukan hal yang mudah. Investor pribadi bisa jadi pilihan terbaik. Bagi seorang investor, mendapatkan pelaku usaha yang bisa memberikan keuntungan juga bukan hal yang gampang segampang mengatakan bim sala bim. Perlu adanya riset dan faktor-faktor lain yang mendorongnya untuk berinvestasi. Ini yang tidak dipahami oleh pelaku usaha tentang seorang investor pribadi. Berikut adalah 3 pola pikir yang salah yang dilakukan oleh pelaku usaha terhadap investor pribadi.

Investor pribadi lebih mudah didapat

Kecuali jika yang Anda maksud adalah seorang investor pribadi yang tidak mengetahui seluk beluk dunia bisnis dan investasi, maka mendapatkan investor pribadi adalah hal yang mudah. Hanya berdasarkan kepercayaan, maka investor pribadi akan dengan mudah menggelontorkan uang sebagai modal investasinya. Faktanya tidak semudah itu. investor pribadi boleh saja memiliki beberapa kemudahan, namun jangan salah jika kemudahan yang ia berikan juga disertai kemudahan untuk mendapatkan keuntungan.

Artinya, investor pribadi yang benar-benar mengetahui dunia bisnis dan investasi tidak akan memberikan kemudahan untuk berinvestasi tanpa mengetahui kredibilitas Anda. Lebih jauh lagi jika ini adalah usaha pertama Anda dimana track record Anda belum bisa dibaca oleh seorang investor. Meskipun, seorang investor pribadi itu adalah saudara atau teman Anda, jika ia ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang ia investasikan, tentu kredibilitas Anda termasuk prospek bisnis Anda akan menjadi faktor utama mereka memberikan modal, bukan ikatan kekeluargaan atau pertemanan.

Investor pribadi tidak melihat track record

Sekali lagi, jika yang Anda maksud adalah investor pribadi kelas abal-abal tentu mudah dirayu karena modal yang ia berikan juga tidak sebarapa. Berbeda jika investor tersebut kelas professional dimana Anda membutuhkan modal besar. Sebuah presentasi yang apik juga tidak akan menjamin ia untuk memberikan modal kepada Anda. Investor pribadi tidak akan ‘terayu’ oleh presentasi Anda. Ia akan lebih melihat pada pengalaman Anda dalam menjalankan bisnis serta bagaimana menangani masalah.

Dikatakan bahwa pengalaman itu seperti sebuah sertifikat walau tanpa wujud. Pengalaman akan menunjukkan sebarapa kuat Anda dalam menjaga bisnis Anda tetap eksis. Artinya, pengalaman itulah yang akan menjadi faktor utama seorang investor memberikan modal kepada Anda. Semakin lama bisnis yang Anda jalankan, maka akan semakin mudah bagi investor untuk berinvestasi. Jika Anda baru akan memulainya, maka mendapatkan investor pribadi yang professional itu seperti mimpi kecuali ia mau mengambil resiko yang terlalu tinggi dan itu sangat sedikit sekali yang berani.

Investor pribadi lebih pada keuntungan walau kecil

Ini yang salah dari pola pikir pelaku usaha. Jangan hanya bisnis Anda selalu membuahkan keuntungan walau sedikit, kemudian seorang investor akan mudah memberikan modal kepada Anda. Memang, seorang investor menginginkan keuntungan, namun jika keuntungan itu terlalu kecil baginya atau keuntungan itu stagnant, tidak berkembang, maka investor pribadi pun enggan memberikan modal.

Selain 3 faktor diatas, Anda juga perlu tahu bahwa motivasi Anda juga hal yang penting dan dipertimbangkan oleh investor pribadi. Bagaimana Anda merespon ketika modal diberikan kepada Anda, bagaimana Anda akan membelanjakannya dan lain sebagainya, akan menjadi tolak ukur bagi investor pribadi untuk berinvestasi.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​