Bisnis MLM, Investasi yang Perlu Diperhitungkan

·
3 menit
mempersiapkan keuangan menjelang liburan dengan investasi

Siapa yang tidak kenal dengan MLM? Hampir semua orang yang terjun di dunia bisnis dan investasi pasti sudah tahu apa itu MLM. Namun tidak sedikit yang tidak terlalu paham dengan konsep MLM sehingga MLM identik dengan praktek penipuan. Ini berbeda ketika Anda mengetahui konsep MLM yang sebenarnya walau masih belum bisa diterima karena masih banyak yang beranggapan bahwa MLM hanya menguntungkan yang di atas atau upline sedangkan downline-lah yang berusaha keras untuk mendapatkan orang baru.

Konsep Bisnis MLM

Konsep sederhana dari MLM bisa digambarkan seperti ini, A menjual produk kepada B. B kemudian ingin menjual kepada C. Agar B mendapatkan keuntungan lebih, maka harga bisa dinaikkan oleh B atau B mendapatkan diskon. Saat A bisa menjual produk kepada B, maka pihak perusahaan akan memberikan bonus kepada A karena telah mempromosikan dan menjual produknya. Begitu juga saat B menjual kepada C dan seterusnya. Inilah kenapa pihak upline akan selalu diuntungkan.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa pihak perusahaan selalu memberikan keuntungan? Dikatakan bahwa sebuah perusahaan yang menjual produk, maka perusahaan tersebut harus membuat iklan baik dengan televisi, baliho, spanduk bahkan sampai menyewa jasa artis.

Tentu biayanya akan sangat mahal bahkan lebih mahal dari produk itu sendiri. Ini baru tahap iklan berlum lagi tetang distribusi serta pemasaran. Perusahaan yang memberlakukan MLM, tidak akan melakukan itu semua karena semuanya akan dikerjakan oleh anggota MLM tersebut.

Inilah kenapa perusahaan bisa menghemat banyak dana tanpa mengurangi jumlah pasar. Anggota MLM-lah yang memasarkan atau menjualnya secara langsung. Inilah sistem perusahaan yang memberikan bonus kepada mereka yang berhasil ‘merekrut’ anggota baru.

Maka, bagi mereka yang memahami konsep MLM seperti ini, tidak jarang menjadikan MLM sebagai sistem untuk investasi. Katakan saja ia hanya merekrut beberapa orang kemudian beberapa orang akan merekrut orang lagi ke bawah dan seterusnya.

Bisnis MLM: Skema Piramida/Ponzi

Selama ada anggota baru yang direkrut oleh orang yang berada di bawahnya, maka ia akan terus mendapatkan keuntungan. Inilah yang disebut dengan skema piramida atau Ponzi. Mereka yang berada di atas akan terus mendapatkan keuntungan sedangkan yang dibawah akan terus merekrut orang-orang baru jika mereka ingin mendapatkan keuntungan.

Memang terlihat lebih memberikan keuntungan kepada anggota yang berada di atas. Dan itulah sebab dinamakan dengan Multi Level Marketing. Level yang tinggi itulah yang akan selalu mendapatkan keuntungan.

Bagi mereka yang tertarik dengan dunia MLM, maka ini bisa dijadikan kesempatan untuk berinvestasi. Mereka beranggapan bahwa selama mereka bisa merekrut anggota baru, maka mereka akan selalu mendapatkan keuntungan.

Lebih jauh lagi, ketika mereka sudah berada di level yang tinggi dimana di bawah levelnya sudah banyak orang yang terekrut. Pada posisi inilah dia akan santai sedangkan uang yang bekerja untuknya. Terlihat sangat menyenangkan bisa melihat uang yang bekerja.

Namun, tetap diperhatikan tentang perusahaan dan sistem MLM itu sendiri. Karena OJK sendiri sudah memberikan wanti-wanti agar berhati-hati investasi kepada perusahaan yang menggunakan skema Ponzi atau piramida.

Jika dilihat dari sisi perusahaan MLM-nya, ada beberapa tips yang biasa dipakai untuk mengetahui bahwa perusahaan tersebut benar-benar ada atau tidak dan apakah benar-benar bisa memberikan keuntungan atau tidak.

Bisnis MLM: SIUPL atau Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung

Setiap perusahaan MLM harus memiliki SIUPL. SIUPL ini juga harus dipastikan ada di produk MLM. Jika perusahaan MLM tidak memiliki SIUPL maka bisa dipastikan perusahaan itu hanya menawarkan investasi bodong atau penipuan.

SIUPL inilah yang biasanya digunakan sebagai standard penilaian terhadap MLM. Selain SIUPL, sudah tentu MLM harus memiliki produk yang dijual. Produk biasanya tidak dijual di toko dan hanya untuk kalangan anggota saja. Harganya juga jauh lebih mahal.

Tapi hati-hati bagi perusahaan MLM yang menawarkan keuntungan tidak wajar seperti mendapatkan keuntungan 30% hanya dalam waktu 1 atau 2 bulan. OJK mewanti-wanti agar menghindari perusahaan MLM yang memberikan keuntungan investasi yang tidak wajar.

So, MLM memang bagi sebagian orang bisa diandalkan untuk menjadi sistem investasi karena level marketingnya akan memberikan keuntungan yang berlipat-lipat di masa depan dengan catatan pihak  downline akan terus merekrut anggota baru.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih