Ketika kita hendak mengajukan permohonan pinjaman ke bank, tentu salah satu hal yang selalu kita pertanyakan dan pertimbangkan adalah berapa suku bunga pinjaman yang diterapkan oleh bank tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa masing – masing bank memberlakukan tingkat suku bunga kredit yang berbeda – beda. Dalam hal ini, masing – masing bank memang memiliki kebebasan untuk menentukan berapa besar suku bunga kredit yang hendak mereka berlakukan kepada debitur, namun tetap dalam koridor aturan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pemegang regulasi.

Bunga merupakan salah satu bagian terpenting dalam dunia perbankan karena menjadi senjata untuk mendapatkan keuntungan. Bisa dibilang bahwa bunga adalah imbalan yang diberikan oleh debitur karena telah diperbolehkan mengajukan kredit oleh bank. Namun ternyata, di dalam dunia perbankan terdapat beberapa jenis suku bunga pinjaman, yaitu:

  • Bunga sederhana yaitu bunga hasil dari besarnya pokok pinjaman, suku bunga setiap periode serta tenor pinjaman yang diambil.
  • Bunga berbunga atau bunga majemuk, yaitu bunga yang asalnya dari nilai pokok pinjaman yang akan terus menerus berubah pada akhir periode bersamaan dengan penambahan nilai pokok pinjaman dan bunganya.

Selain kedua jenis bunga di atas, banyak pula bank yang menerapkan suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Meski besaran suku bunga pinjaman yang diberlakukan oleh setiap bank sangat bervariasi, namun secara garis besar suku bunga yang sering diterapkan sebesar 11.25% hingga 13.30%.

Pada industry perbankan, suku bunga pada beberapa tahun belakangan cenderung mengalami peningkatan. Untuk kredit mikro, suku bunga pinjaman yang ditetapkan oleh beberapa bank berkisar antara 16% hingga 23%.

Terjadinya persaingan suku bunga yang ada pada perusahaan perbankan saat ini, menurut banyak pengamat, sangat ditentukan oleh pemilik dana besar yang mampu menguasai hampir 45% dari sumber dana perbankan yang bersangkutan.

Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan seringnya industry perbankan Indonesia mendapatkan kucuran dana dari pemilik yang memiliki dana besar. Mereka menekan perusahaan perbankan agar memberi bunga tinggi atas dana yang mereka depositokan.

Adanya persaingan suku bunga di Indonesia sejatinya bukan merupakan sesuatu yang aneh karena memang masing – masing bank diberi keleluasaan untuk memberikan suku bunga yang berbeda – beda. Ini sejatinya juga merupakan salah satu strategi pemasaran karena kita ketahui bahwa nasabah cenderung memilih bank yang berani memberikan suku bunga pinjaman rendah dan suku bunga tabungan serta deposito tinggi.

Pemerintah, dalam hal menetapkan suku bunga mendapatkan masukan dari bank – bank yang ada di bawah naungan mereka, terutama yang terdaftar di dalam Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Penetapan suku bunga maksimal dibuat dengan memperhatikan serta mempertimbangkan keuntungan biaya di dalam penempatan dana nasabah pada tingkat suku bunga SUN atau Surat Utang Negara.

Setelah penetapan suku bunga oleh pemerintah, bank – bank di Indonesia harus menurunkan suku bunga maksimum yang mereka miliki apabila tidak sesuai dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah. Di samping itu, bank juga diwajibkan untuk melakukan perluasan kredit dengan sangat hati – hati dan mempertimbangkan kemampuan dana yang mereka miliki, hal ini semata – mata untuk mencegah terjadinya gagal bayar oleh nasabah. Untuk memonitor bank dalam menetapkan suku bunga pinjaman maupun simpanan, pemerintah menunjuk Departemen Pengawas Perbankan.

Penetapan suku bunga pinjaman yang terlampau tinggi oleh industry perbankan memang tidak akan memberi mereka keuntungan. Memang, apabila dilihat secara sekilas, hal itu akan memberikan keuntungan kepada bank, namun tentunya seiring dengan berjalannya waktu akan ada banyak nasabah yang memilih untuk mencari pinjaman di bank ataupun lembaga keuangan lain yang menerapkan suku bunga lebih rendah.

Fluktuasi suku bunga yang ditetapkan oleh pemerintah maupun pihak bank juga sangat dipengaruhi oleh semakin banyaknya bank yang beroperasi di Indonesia. Tingginya persaingan antara bank yang satu dengan yang lain, seringkali memaksa bank untuk berani menekan suku bunga yang mereka terapkan.

Oleh sebab itulah, masyarakat sebagai nasabah hendaknya cermat dan cerdas dalam memilih bank yang akan digunakan sebagai tempat pengajuan kredit. Jangan sampai nasabah terjebak dengan pemberlakuan suku bunga pinjaman yang tinggi padahal di luar sana ada banyak bank lain yang berani memberikan suku bunga jauh lebih rendah.



Apa Komentar Anda?