Home » Blog » Daily, Gaya Hidup » Cara Bijak Mengatur Gaji, Biar Gak Bokek di Minggu Ke-2

Cara Bijak Mengatur Gaji, Biar Gak Bokek di Minggu Ke-2

·
4 menit
Bijak Mengatur Gaji

Cara Bijak Mengatur Gaji, Biar Gak Bokek di Minggu Ke-2 Siapa sih yang tidak suka ketika tanggal gajian tiba?

Mereka yang sudah bekerja tentu menantikan datangnya hari tersebut, karena pada akhirnya semua tenaga dan usaha yang diinvestasikan untuk pekerjaan selama satu bulan terbayarkan dengan pundi-pundi yang masuk ke rekening pribadi.

Namun, tanpa disadari perasaan senang ini terkadang membuat kita lupa lantas menghambur-hamburkan uang.

Mulai dari belanja baju dan sepatu baru, makan di restoran fancy, atau jalan-jalan bersama teman.

Sebenarnya hal tersebut tidak salah, asalkan kamu tau cara bijak mengatur gaji supaya uang kamu tidak habis di tengah bulan.


1. Buat Daftar Pengeluaran Pasti

Kamu sendiri pasti tahu pengeluaran apa saja yang biasa kamu lakukan selama satu bulan. Kamu hanya perlu membuat daftarnya, lalu kamu kurangkan jumlah pengeluaran tersebut dari gaji yang kamu terima.

Karena pengeluaran ini sifatnya tetap, kamu tidak bisa lagi mengganggu gugat jumlahnya, kecuali ada hal mendadak.

Contoh dari pengeluaran ini adalah biaya sewa kos, biaya transportasi selama satu bulan, biaya servis kendaraan, biaya pulsa, biaya asuransi atau biaya-biaya lainnya yang jumlahnya tetap.

Ingat, asuransi merupakan hal penting yang harus kamu miliki ketika kamu mulai hidup mandiri dan merupakan pilihan investasi yang bisa membantu kamu jika ada musibah yang menimpa.


2. Buat Daftar Kebutuhan

Ingat, kebutuhan bukan keinginan. Berarti di sini kamu harus mementingkan untuk membeli barang-barang kebutuhanmu yang sudah habis dan harus diisi ulang stoknya.

Biasanya untuk mereka yang bekerja sambil ngekos, pasti punya daftar barang-barang yang masuk daftar belanja bulanan terutama barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Buat kamu yang masih tinggal bareng orang tua, pastilah punya kebutuhan barang pribadi walaupun tak sebanyak mereka yang ngekos.

Daftar kebutuhan ini harus kamu buat sedetail-detailnya. Kamu juga harus menentukan berapa jumlah yang harus kamu beli dan harga perkiraan dari barang-barang tersebut, jadi kamu juga bisa menentukan jumlah maksimal yang harus kamu keluarkan untuk belanja bulanan.

Biaya belanja bulanan ini juga bisa kamu buat tetap jumlahnya setiap bulan, sehingga kamu bisa memasukkannya ke daftar alokasi pengeluaran tetap di tips pertama.

Baca juga: 5 Cara Perusahaan untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Milenial


3. Sisihkan untuk Menabung

Cara bijak mengatur gaji yang berikutnya adalah menyisihkan uang gaji untuk menabung.

Besaran gaji yang kamu tabung jumlahnya bisa kamu sesuaikan dengan keperluanmu yang lain.

Akan lebih baik jika kamu bisa menyisihkan dalam jumlah agak banyak supaya biaya pengeluaran pribadimu bisa kamu tekan.


4. Buat Dua Rekening

Rekening pertama kamu gunakan untuk pengeluaran sehari-harimu, sedangkan rekening kedua kamu pakai untuk menabung.

Khusus rekening yang kamu pakai untuk menabung, pilih yang biaya administrasinya rendah dan tanpa kartu ATM.

Dengan membuat dua rekening, kamu bisa membedakan mana uang yang bisa kamu pakai sesuka hati dan mana yang kamu tabung.

Pastikan bahwa uang yang kamu masukkan ke dalam rekening tabungan tidak kamu utak-atik kecuali memang ada alasan yang benar-benar mendesak untuk menggunakannya.


5. Bawa Uang cash Secukupnya

Tidak perlu membawa uang cash terlalu banyak di dalam dompetmu.

Bawa secukupnya dan isi lagi uang cash dalam dompetmu hanya ketika uang yang sebelumnya sudah habis.

Kamu akan berpikir ulang untuk membeli berbagai macam barang ketika kamu hanya membawa sedikit uang di dalam dompet.

Cara ini juga cukup tepat dilakukan oleh kamu yang mager alias malas gerak, karena dengan membawa uang sedikit berarti kamu harus bolak-balik ke ATM untuk mengambil uang ketika uang di dompetmu habis setelah kamu gunakan untuk berbelanja.


6. Buat Jadwal Belanja Kebutuhan Sekunder

Barang-barang seperti baju, sepatu, tas ataupun barang-barang fashion lainnya biasanya menjadi pengeluaran bulanan terbesar bagi beberapa orang.

Padahal kenyataannya barang-barang ini bukanlah keperluan yang harus dibeli setiap bulan mengingat sifatnya yang cukup tahan lama.

Kamu bisa menjadwalkan pembelian bajumu setiap dua bulan sekali, dengan tetap menentukan jumlah maksimal uang yang boleh kamu keluarkan.

Untuk sepatu dan tas, rasanya cukup bila kamu membelinya jika sepatu atau tas yang kamu punya sudah rusak atau kondisinya sudah tidak layak dipakai lagi. Belilah barang dengan kualitas bagus sehingga tidak mudah rusak.

Baca juga: 4 Hal Ini Membuat Karyawan Bahagia dan Lebih Produktif


7. Pilih Pertemanan Sederhana

Ada sebuah falsafah yang Jawa berbunyi “ojo cedhak kebo gupak” atau jangan dekat-dekat dengan kerbau kotor.

Falsafah ini memiliki makna kita harus berhati-hati ketika dekat dengan seseorang, dalam hal ini juga dalam memilih teman karena teman-teman di sekitar kita akan memberi pengaruh besar bagi kehidupan kita.

Jika kamu berteman dengan orang-orang yang suka makan di restoran mahal, maka kamu otomatis akan makan bersama mereka hampir setiap saat dan pengeluaranmu jadi membengkak.

Nah jika kamu berteman dengan mereka-mereka yang sederhana, maka otomatis biaya bergaulmu dengan mereka tidak akan sebanyak ketika teman-temanmu suka “hedon”.

Pilih-pilih teman tidak tidak hanya bisa jadi investasi buat kehidupan sosialmu, tapi juga untuk kantongmu.


8. Catat (dan jika mungkin, batasi) pengeluaran harianmu

Ini adalah satu cara mujarab untuk mengontrol pengeluaran. Catat pengeluaranmu selama satu hari, bisa kamu lakukan dengan cara manual di notebook atau menggunakan aplikasi-aplikasi expense manager di ponselmu.

Dari mencatat ini kamu bisa melakukan penghitungan berapa rata-rata pengeluaranmu, dan kamu juga bisa menentukan berapa batas maksimal pengeluaran yang boleh kamu habiskan selama satu hari.


9. Jangan Berpikir Kamu “Kaya Raya” Saat Gajian

Ini adalah hal yang paling mendasar untuk mengatur gajimu agar tidak habis saat baru minggu ke-dua.

Ketika kamu berpikir bahwa kamu sedang punya banyak uang, maka kamu juga akan berpikir kamu bisa membeli apa saja dengan uang itu.

Kamu harus tetap memikirkan keuangan jangka panjangmu, memperhitungkan keperluan-keperluan yang sifatnya penting dan juga kemungkinan adanya keperluan tidak terduga sampai gajian berikutnya.

Jika kamu sudah bisa mengatur perasaan “kaya” yang kamu miliki saat gajian, pasti kamu bisa bertahan hingga akhir bulan dengan gajimu, bahkan kamu juga bisa meluangkan untuk menabung.


Menyisihkan uang gaji untuk menabung merupakan sebuah kewajiban, karena kita tidak tahu kebutuhan apa yang akan menanti kita di kemudian hari.

Sayangnya, sampai saat ini banyak karyawan yang tidak memiliki tabungan atau dana darurat, sehingga ketika ada kebutuhan yang mendesak mereka akan kesulitan.

Hal ini pun tidak terlepas dari ketidaktahuan mereka tentang cara bijak mengatur gaji.

Jika sudah seperti itu, maka mengajukan pinjaman uang ke kantor menjadi solusi yang paling mudah untuk diambil.

KoinWorks sangat memahami kondisi yang ada, oleh karena itu KoinWorks punya sebuah produk yang memungkinkan karyawan dapat melakukan pencairan gaji lebih awal tanpa harus mengganggu arus kas perusahaan tempatnya bekerja, yaitu produk KoinGaji.

KoinGaji merupakan produk yang bukan hanya membantu karyawan tapi juga perusahaan, karena perusahaan bisa memberikan salary advance yang dibutuhkan para karyawan, namun arus kas perusahaan tetap lancar atau tidak terganggu.

Untuk dapat menikmati keistimewaan produk KoinGaji, perusahaan terlebih dahulu harus mendaftar melalui link bit.ly/koingajiform, kemudian pihak KoinWorks akan menghubungi untuk proses lebih lanjut. Sangat mudah, bukan?

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​