Istilah pinjaman dengan sistem peer to peer atau P2P mungkin belum terlalu populer di Indonesia karena hal ini memang masih tergolong sesuatu yang baru di negara ini. Pinjaman dengan sistem P2P adalah sistem peminjaman uang kepada seorang individu ataupun bisnis secara online yang mana pada situs penyedia layanan dan fasilitas pinjaman P2P akan mencocokkan antara pemberi pinjaman atau investor (kreditur) dengan pencari pinjaman (debitur). Dari penjelasan singkat tersebut, Anda hendaknya memahami pada praktek peminjaman dengan sistem P2P setidaknya melibatkan tiga pihak yang terkait yaitu debitur, kreditur, dan penyedia fasilitas P2P.

Meskipun keberadaan sistem peminjaman ini terkesan seperti biro jodoh online yang mempertemukan seorang laki-laki yang cocok dengan seorang perempuan, namun, Anda sebaiknya tidak memiliki pemikiran yang demikian. Hal ini sangatlah berbeda karena situs tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat bertemunya debitur dan kreditur tetapi adanya fasilitas P2P ini dimanfaatkan pada calon kreditur untuk mengetahui secara lebih mendalam tentang calon debitur yang tersedia di situs penyedia P2P merupakan peminjam yang memiliki kualitas terbaik dan terpercaya. Dengan demikian, penyedia fasilitas dan situs layanan pinjaman P2P pun melakukan proses penyaringan yang cukup ketat terhadap pada calon debitur sehingga kreditur akan merasa lebih nyaman dengan produk pinjaman dari penyedia sistem P2P tersebut.

Ada banyak keuntungan yang ditawarkan pada fasilitas pinjaman dengan sistem peer to peer atau P2P tersebut. Salah satunya adalah calon debitur bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan nyaman dalam pengajuan pinjaman yang dibutuhkan karena tidak perlu dipusingkan dengan berbagai sistem dan aturan perbankan yang biasanya cukup rumit. Namun, Anda sebaiknya juga memahami bahwa tidak semua situs penyedia fasilitas pinjaman P2P memiliki kualitas yang sama sehingga sebagai calon debitur, Anda sebaiknya bisa cermat dan teliti dalam memilih situs penyedia pinjaman P2P.

Selain dari sisi calon debitur, keuntungan dalam memilih sistem pinjaman peer to peer ini juga bisa dirasakan oleh para investor atau kreditur sebagai penyedia pinjaman. Para kreditur tersebut pastinya bisa mendapatkan keuntungan baik dari bunga ataupun pengembalian modal. Bahkan, skema pinjaman P2P tersebut juga bisa dijadikan sebagai suatu investasi dengan hasil yang tetap. Keuntungan tersebut juga bisa didapatkan oleh situs yang menyediakan fasilitas sistem P2P karena penyedia fasilitas bisa mendapatkan untung dari sebagian bunga yang dibayarkan oleh debitur. Bahkan, beberapa situs penyedia pinjaman P2P menetapkan biaya administrasi dari debitur.

Saat ini, praktek peminjaman dengan sistem pinjaman P2P atau peer to peer mungkin belum cukup populer. Namun, bila Anda ingin lebih mengenal sistem peminjaman tersebut, Anda bisa melihat prakteknya di negara Cina yang memang sudah sangat marak dilakukan. Bahkan, dengan semakin tingginya situs yang menyediakan fasilitas P2P, pihak pemerintah Cina melakukan suatu pembatasan dengan memperketat aturan situs penyedia fasilitas peminjaman P2P. Salah satu faktor yang paling ditakutkan dalam sistem peminjaman P2P adalah adanya resiko hutang yang tidak bisa dibayarkan. Resiko ini yang paling besar dirasakan oleh pemberi pinjaman atau kreditur yang mana ketika debitur mengalami kesulitan dalam membayar pinjaman bahkan gagal untuk membayar pinjaman maka ia akan kehilangan modalnya dalam berinvestasi. Meski demikian, biasanya ada kontrak khusus antara debitur dan kreditur yang disahkan dengan akta hukum tertentu untuk menjaga adanya kemungkinan yang tidak diinginkan.

Sebagian orang Indonesia mungkin tertarik untuk memanfaatkan praktek peminjaman dengan sistem peer to peer dibandingkan sistem peminjaman perbankan karena pengajuan aplikasi pinjaman ke bank memerlukan waktu yang relatif lama dan proses yang rumit. Untuk peminjaman dengan sistem pinjaman P2P bisa dilakukan secara online kapan saja dan di mana saja serta waktu pengajuan hingga persetujuan aplikasi relatif sebentar. Namun, Anda mungkin masih kesulitan untuk menemukan situs penyedia fasilitas peminjaman dengan sistem P2P karena masih cukup jarang. OJK atau Otoritas Jasa Keuangan Indonesia sangat ketat dalam mengawasi kegiatan peminjaman untuk mencegah adanya praktek lintah darat yang merugikan debitur ataupun praktek-praktek yang bisa merugikan kreditur.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.