4 Tips yang Perlu Diikuti Agar Bisnis Anda Mendapatkan Perhatian Gen Z – Beberapa tahun belakangan ini, perusahaan telah berfokus melakukan pemasaran kepada kaum millennial, namun disertai perhatian kepada Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1995 sampai 2005.

Kelompok populasi ini mungkin masih muda, namun mereka menjadi calon konsumen yang sangat potensial.

Baca Juga: Ingin Usaha Anda Berkembang? Yuk, Belajar Dari Bos Zara Amancio Ortega

70 persen Gen Z yang disurvei untuk sebuah laporan IBM mengatakan bahwa mereka percaya bahwa mereka memiliki pengaruh “kuat” atau “sangat kuat” terhadap keputusan pembelian keluarga mereka.

Diperkirakan dalam waktu 5 hingga 10 tahun kedepan, mereka akan dengan cepat menjadi kelompok konsumen yang paling kuat dan berpengaruh.

Jika Anda sebagai pemasar belum memikirkan Gen Z di musim liburan ini, Anda harus segera memikirkannya.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Jualan Online di Instagram

Ketika Anda ingin menjangkau konsumen muda ini, Anda harus berusaha untuk memahami platform media sosial pilihan mereka, kebiasaan konsumsi media, dan preferensi belanja beserta dengan pandangan mereka. Berikut adalah beberapa cara untuk menarik perhatian Gen Z:

4 Tips yang Perlu Diikuti Agar Bisnis Anda Mendapatkan Perhatian Gen Z

1. Bereksperimenlah Dengan Channel Pemasaran Baru

marketing channels

Tidak mengherankan jika anggota Gen Z terhubung secara hyperconnected, native secara digital dan aktif di media sosial, namun mereka juga menyaksikan banyak skandal hacking, kebocoran data dan serangan cyber dalam masa hidup mereka.

Baca Juga: Fenomena Fidget Spinner dan Teknik Viral Marketing

Hasilnya adalah mereka sangat protektif terhadap privasi dan informasi pribadinya. Bukan hal yang aneh, sebenarnya, bagi kelompok usia ini untuk menciptakan kepribadian palsu di Facebook dan Instagram dan menyimpan profil asli dan nyata mereka untuk teman yang mereka percaya.

Memahami elemen “inner circle” ini sangat penting untuk bagaimana pemasar dapat menjangkau grup ini.

Secara khusus, Gen Z tertarik ke platform yang lebih baru seperti Snapchat dan Instagram stories karena melalui platform tersebut mereka dapat mengirim konten ke kelompok teman yang dipilih.

Mereka lebih mengandalkan rekomendasi dari teman sebayanya, diikuti oleh para influencer media sosial.

Baca Juga: Jangan Lakukan 7 Hal Ini Agar Bisnis Anda Berhasil

Pastikan Anda mempertimbangkan penggunaan influencer dalam pemasaran digital Anda daripada endorser selebriti tradisional.

2. Sadarilah Bagaimana Mereka Mengkonsumsi Media

rahasia keuangan orang terkaya - menguasai informasi - berita terbaru

Berikutnya adalah konsumsi media. Anggota Gen Z masih menonton TV, tapi lebih suka menonton di layanan streaming.

Baca Juga: 3 Teknik Psikologis yang Dapat Meningkatkan Harga Produk Anda

Selanjutnya, Youtube adalah platform yang paling populer dengan grup ini; Gen Z menonton rata-rata dua sampai empat jam YouTube dalam sehari, dan setengahnya mengatakan bahwa mereka “tidak dapat hidup tanpanya.”

Untuk menjangkau pemirsa yang lebih muda ini, evaluasi seperti apa campuran media Anda saat ini dan jangan takut untuk bereksperimen dengan saluran baru.

Tentukan berapa persentase pengeluaran iklan yang Anda alokasikan ke media tradisional vs. digital, dan platform media sosial mana yang paling aktif bagi brand Anda.

3. Buatlah Pengalaman Berbelanja Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

belanja - engagement konsumen menjadi purchasing decision - Tips Mendapatkan Pelanggan Setia

Sejak Gen-Z dibesarkan di dunia digital, mereka tidak pernah menunggu halaman web yang lama atau menunggu lebih dari satu atau dua hari untuk sekedar membeli suatu produk.

Baca Juga: Jangan Lakukan! 5 Kesalahan yang Melanggar Etika Berbisnis

Oleh karena itu, mereka sangat menghargai kenyamanan dan menikmati kepuasan instan dalam hal pembelian.

Ketika sampai pada preferensi belanja mereka, dua per tiga mengatakan bahwa mereka nyaman berbelanja online, namun tetap memilih berbelanja di toko untuk kepuasan instan karena tidak harus menunggu pesanan mereka tiba.

Jika Anda seorang pengecer, prioritaskan agar membuat pengalaman berbelanja di dalam toko dan pengalaman pengguna online dan seluler semudah mungkin.

Gen Zers sering berbelanja di toko fisik sebagai kegiatan sosial, jadi ciptakan pengalaman di dalam toko yang menarik, sosial dan menghibur.

Baca Juga: Sering Beriklan Online Tapi Omset Tak Kunjung Naik? Mungkin Masih Ada yang Salah!

Sementara itu, bisnis Anda harus mudah ditelusuri secara online, dapat ditemukan dan konsisten di semua perangkat.

4. Sesuaikan Pesan Anda Dan Libatkan Mereka Dalam Percakapan

wawancara - interview diskusi

Berbekal akses informasi yang hampir tak terbatas, Gen Z adalah generasi yang paling beragam sampai saat ini, dan anggotanya berpikiran lebih terbuka, sadar secara sosial dan berorientasi pada nilai.

Baca Juga: 5 Hal yang Pebisnis Harus Pelajari dari Coca-Cola

Untuk memenuhi audiens ini, hindari memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibeli atau apa yang harus dipakai. Gen Z memiliki rasa individualitas yang kuat dan tidak ingin merek yang menentukannya.

Lima puluh delapan persen mengatakan mereka ingin membuat pernyataan fashion sendiri dan ingin merek memberi mereka alat untuk melakukannya. Saat menargetkan kelompok usia ini, jangan memasarkan stereotip tertentu.

Dalam sebuah laporan Accenture, 40 persen Gen Zers juga mengatakan bahwa mereka memberikan feedback, seperti ulasan online dengan sangat sering.

Apakah mereka meninjau produk atau pengalaman mereka di situs web atau melakukan posting opini di media sosial, mereka ingin suara mereka didengar. Mulailah percakapan yang menarik, untuk memancing mereka berpartisipasi.

Baca Juga: Pelajari Ini Biar Jualan Online Anda Memiliki Omset Besar

Nah, itulah tadi 4 tips dalm mendapatkan perhatian generasi Z di musim liburan ini. Sudah bersiap untuk memperluas pasar Anda hingga ke Gen Z?

Pastikan Anda mengerti dengan jelas platform yang dipilih sehingga modal Anda tidak terbuang dengan sia-sia, karena tentunya beberapa metode promosi untuk menjangkau mereka harus dilakukan dengan menggunakan modal terlebih dahulu.

Apabila kemudian dalam praktiknya Anda membutuhkan modal dalam pengembangan usaha, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman untuk itu.

Baca Juga: Proses Pengajuan Pinjaman dan Tips Agar Pinjaman Bisnis Anda di KoinWorks Disetujui

Saat ini, KoinWorks  hadir sebagai platform P2P Lending yang dapat memberikan Anda pinjaman modal usaha dengan mudah kapan saja dan dimana saja hingga Rp 500 juta, dengan bunga rendah mulai dari 0,75% hingga 1,67% flat per bulan.

Siap untuk memperluas pasar Anda? Yuk mulai dari sekarang!


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Punya pertanyaan seputar KoinWorks?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.