Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance – Menentukan risk tolerance merupakan salah satu dasar ketika memutuskan untuk berinvestasi. Selayaknya, risk tolerance dipertimbangkan secara matang berdasarkan dana investasi, tujuan investasi, instrumen, dan potensi keuntungan.

Ketika kita berbicara tentang risk tolerance, apa yang kita rujuk sebenarnya adalah batasan tingkat risiko yang bisa kita terima dan batas minimum risiko yang bisa kita ambil. Bila tidak mempertimbangkan potensi keuntungan, memahami cara kerja instrumen investasi yang kita pilih, dan merujuk pada dana investasi yang siap diinvestasikan, investasi bisa saja kurang maksimal.

Baca Juga: Investasi Rp 100.000 Setiap Hari, Bagaimana Keuntungannya Setelah 10 Tahun?

Nah sekarang, apakah investasi Anda sudah sesuai dengan risk tolerance yang sudah ditentukan? Biasanya, pendekatan terhadap risk tolerance dilakukan dengan analisa yang relatif mendalam.

Hingga saat ini Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa:

  • Anda masih muda dan sebaiknya berani mengambil risiko,
  • Anda sudah pensiun dan sebaiknya tidak lagi menanggung risiko,

Kaitan Faktor Emosional Terhadap Keputusan Investasi

Meski hal tersebut bisa dikatakan relatif benar, risk tolerance sebetulnya sangat berkaitan dengan sisi emosional. Contoh, katakanlah Anda memiliki Rp 10.000.000 dan hanya sebanyak itulah uang yang Anda miliki saat ini.

Apakah Anda merasa mampu menanggung kerugian sebesar Rp 2.500.000 saat Anda ingin agar nominal itu tumbuh hingga sebesar Rp 3.500.000 (keuntungan sebesar Rp 1.000.000)?

Baca Juga: 5 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Investor dan Harus Segera Dihindari

Seorang pakar ekonomi pemenang Nobel, Daniel Kahnemann, menuturkan bahwa seseorang dua kali lebih emosional mengenai kerugian dibandingkan keuntungan. Dari investasi tersebut, ketimbang rugi Rp 2.500.000, karena faktor emosional Anda bahkan bisa saja kehilangan Rp 5.000.000 sekaligus.

Itu artinya, ketika Anda rugi Rp 2.500.000, secara emosional Anda mungkin ingin uang itu kembali kepada Anda. Maka Anda tambahkan lagi investasi Anda sebesar Rp 2.500.000 dengan harapan agar bunga dari investasi yang kedua ini mampu mengganti kerugian investasi pertama.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Investasi Itu Perlu Dilakukan Sekarang Juga

Karena faktor emosional itulah, Anda bisa saja kehilangan uang sebesar Rp 5.000.000 sekaligus, bukan?

Tujuan Investasi dan Risk Tolerance

cara berinvestasi sesuai risk tolerance

Setiap orang tentu memiliki tujuan di balik keputusannya untuk berinvestasi. Ketika berinvestasi, orang-orang cenderung menyisihkan uang untuk kemudian dibiarkan tumbuh seturut waktu dan mampu memenuhi beragam tujuan seperti traveling setiap tahun, mempersiapkan dana pensiun, mencapai financial freedom, bahkan mempersiapkan dana pendidikan anak di masa mendatang.

Baca Juga: Investasi Sebagai Pendapatan Utama: Apa dan Bagaimana?

Sayangnya, tidak semua orang menentukan risk tolerance bagi dirinya sendiri sebelum memulai. Kebanyakan investor saham, misalnya, masih banyak yang belum siap berinvestasi karena kondisi pasar yang naik – turun dan berusaha untuk ‘masuk’ ke pasar saham di waktu yang tepat. Itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru.

Baca Juga: Mengenal Investasi dan Cara Memulai Investasi dengan Rp 1 juta

Di sisi lain, hal tersebut menunjukkan bahwa investor tersebut cenderung berhadapan dengan sisi emosionalnya mengenai kerugian. Hal itu pun mempengaruhi keputusannya dalam menentukan risk tolerance.

Di peer to peer lending, ditemukan bahwa masih banyak investor yang menunggu kehadiran peminjam dengan tingkat risiko yang rendah. Hal itu dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengerti betul bagaimana instrumen investasi P2P Lending ini bekerja karena memang masih setahun terakhir aktif di Indonesia.

Dan karena itulah meraka merasa bahwa sebaiknya berinvestasi pada peminjam dengan tingkat risiko yang rendah terlebih dahulu.

Baca Juga: Menurut Sebuah Studi, Hal Ini yang Membuat Anda Jauh Lebih Menarik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, apabila Anda sudah menentukan risk tolerance berdasarkan instrumen, tujuan investasi, pontesi keuntungan, dan dana investasi, seharusnya Anda sudah sedikit merasa mudah dalam menentukan risk tolerance yang tepat.

Untuk lebih mudahnya, Anda pun sebenarnya bisa merujuk pada riwayat investasi Anda mengenai berapa dana investasi yang dialokasikan untuk suatu instrumen, jangka waktu, dan tingkat risikonya.

Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Ketika Anda menentukan risk tolerance, Anda harus memikirkan berapa kerugian yang siap Anda tanggung untuk mendapatkan hasil yang diharapkan sesuai dengan jangka waktu, dana investasi dan tujuan.

Misalnya, dalam periode 6 bulan ke depan, bagaimana perkembangan dana investasi Anda sebesar Rp 10.000.000? Apakah:

  • Turun sebesar Rp 500.000 untuk mendapatkan Rp 1.000.000?
  • Turun sebesar Rp 2.500.000 untuk mendapatkan Rp 5.000.000?
  • Turun sebesar Rp 5.000.0000 untuk mendapatkan Rp 10.000.000?

Sangat penting untuk memahami tingkat kerugian yang siap Anda tanggung yang akan membuat Anda mendapatkan keuntungan sesuai dengan harapan. Dengan begitu, Anda bisa mengatur portofolio investasi Anda sesuai dengan risk tolerance yang Anda tentukan.

Baca Juga: Trik Sederhana Mendapatkan Keuntungan Maksimal dari Investasi Fintech Lending KoinWorks

Dengan risk tolerance itu juga Anda bisa memutuskan untuk mendiversifikasikan dana investasi Anda. Menyoal diversifikasi, salah satu keuntungan investasi P2P Lending adalah mudahnya melakukan diversifikasi karena pada dasarnya sistemnya sangat fleksibel.

Di KoinWorks, misalnya, Anda bisa memutuskan untuk berinvestasi di peminjam dengan grade A, B, C, D, bahkan E tentu sesuai dengan risk tolerance Anda. Masing-masing potensi keuntungannya pun beragam.

Baca Juga: Investasi Fintech Lending: Praktik Terbaik dalam Berinvestasi di Peer to Peer Lending

Dan untuk membagi potensi kerugian berdasarkan risk tolerance yang telah ditentukan, diversifikasi tentu akan sangat diperlukan.

Pada akhirnya, Anda harus mempersiapkan risk tolerance yang cocok untuk Anda agar Anda bisa berinvestasi sesuai dengan risk tolerance yang sudah Anda tentukan. Begitulah cara berinvestasi sesuai dengan risk tolerance. Selamat berinvestas!

Bacaan Selanjutnya:

Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?