Bila berbicara mengenai bisnis, maka tak akan lepas dari dua orang yang memegang peranan penting dalam bisnis tersebut seperti investor dan pengelola usaha. Pengelola usaha adalah orang atau badan yang memiliki sebuah bisnis dan bergerak dalam bidang tertentu. Sementara investor adalah pihak ketiga yang mempunyai modal lebih untuk membantu seorang pemilik usaha mengembangkan bisnisnya dengan imbalan tertentu berupa keuntungan jangka panjang. Banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan dana dari investor karena dinilai lebih aman dan juga menguntungkan dibandingkan mengajukan kredit modal tanpa agunan yang beresiko karena suku bunga yang diberikan begitu tinggi apalagi pendapatan bisnis selalu berubah-ubah sehingga masih belum bisa dipastikan apakah pemilik usaha mampu melunasinya tepat waktu.

Hubungannya tentu saja terikat sebuah perjanjian yang berkaitan dengan masalah finansial dimana faktanya adalah investor menuntut pengelola usaha untuk memberikan mereka keuntungan besar sesuai dengan yang telah dijanjikan dan kesepakatan bersama. Investor dan pemilik modal pun berbeda-beda dimana karakteristik mereka pun juga tidak sama satu dengan lainnya. Jika diperhitungkan, keduanya jelas memiliki keuntungan masing-masing dalam segi dana sehingga pihak investor bisa memperoleh keuntungan maksimal sementara untuk pemilik modal, bisnis menjadi semakin berkembang lebih jauh lagi. Menemukan investor jelas lebih sulit dibandingkan menemukan bank atau lembaga keuangan lain yang menyediakan dana pinjaman. Bila menemukanya pun, belum tentu mereka akan langsung menerima proposal Anda dan menyetujui utuk melakukan penanaman modal. Biasanya pertanyaan yang sering diajukan pebisnis kepada investor (frequently ask question / FAQ) adalah berapa lama jangka waktu peminjaman, berapa bagi hasilnya, apa konsekuensi yang harus ditanggung peminjam apabila bisnisnya gagal dan seterusnya.

Investor sendiri terbagi menjadi dua macam yaitu investor amatir dan investor pro. Investor amatir biasanya mengincar sebuah keuntungan jangka pendek namun jumlah profit yang diperoleh harus besar. Terkadang ada pula investor amatir yang akan langsung menanyakan berapa sebenarnya hasil yang akan diperoleh apabila investor menanamkan modal dengan bisnis tersebut. Tidak sulit untuk menemukan investor amatir karena mereka berada di sekeliling lingkungan sekitar Anda. Investor amatir bisa saja keluarga, teman, kerabat atau orang-orang yang memang mengetahui diri Anda sebenarnya. Namun faktanya adalah investor amatir ini siap untuk menerima keuntungan besar namun belum siap untuk memperoleh rugi. Jika merugi, maka kepercayaan investor jelas akan hilang dikarenakan mereka mengenal siapa Anda jadi nama baik Anda akan tercoreng.

Sementara tipe kedua adalah investor pro atau profesional yang memiliki banyak sekali pengalaman di dunia bisnis sehingga lebih mengerti seluk beluk investasi. Oleh karena itu, mereka pun telah siap memperoleh keuntungan maksimal sekaligus menerima rugi jika memang terjadi walaupun sebenarnya tak ada investor maupun juga dengan pemilik bisnis yang ingin merugi. Untuk menghindari kerugian, maka investor pro seringkali telah memikirkan strategi bahkan rencana yang harus diterapkan atau dilakukan dalam usaha yang akan mereka tanamkan modal. Biasanya pemilik modal akan benar-benar berinvestasi menuju suatu usaha apabila memiliki dana yang tidak terpakai atau disebut dengan dana mengendap. Tentu saja hal ini berbeda dengan investor amatir yang menggunakan biaya operasional guna memenuhi kebutuhan hidup sekari-hari sebaga modal invetasi.

Itulah mengapa banyak imvestor amatir yang langsung mendapatkan guncangan dan syok bila usaha yang ditanaminya modal ternyata merugi. Khawatir jelas ada karena biaya yang digunakan adalah biaya operasional setiap hari. Sebaliknya investor pro tak akan langsung mengalami guncangan bila bisnis tersebut mengalami masalah hingga mendapatkan kerugian. Biasanya investor amatir tak menuntut banyak hal seperti layaknya orang lain dikarenakanfaktor saling mengenal. Selain itu kadang tidak terlalu dibutuhkan surat perjanjian dan segalanya namun kepercayaan yang menjadi taruhan. Jenis usaha apapun yang dijalankan pemilik modal pun tak akan diselidiki secara mendetail. Sebaliknya jika investor pro, mereka pasti menuntut adanyan proposal usaha sekaligus penjelasan penting mengenai jenis usaha yang dijakankan. Meskipun penjelasan usaha Anda bagus namun potensi keuntungan kecil, maka investor dijamin tidak akan meluluskan proposal tersebut.

Setidaknya meminta dana dari investor memang lebih baik dibandingkan dengan meminjam uang melalui bank atau mengajukan kredit modal tanpa agunan yang jelas merugikan karena harus membayar bunga lebih tinggi apalagi pendapatan usaha belum tentu mampu membayarnya.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.